alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a335d354c07afc6e8b4568/penjelasan-polda-metro-jaya-terkait-video-polisi-tegas-masuk-tv-vs-sopir
Penjelasan Polda Metro Jaya Terkait Video Polisi Tegas Masuk TV vs Sopir
Quote:
Penjelasan Polda Metro Jaya Terkait Video Polisi Tegas Masuk TV vs Sopir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang sopir taksi terekam tengah diberhentikan oleh seorang polisi lalu lintas sambil beradu argumen tentang berhenti dan parkir.

Peristiwa tersebut ada dalam sebuah tayangan yang diunggah ke YouTube dengan judul "Polisi Tegas Masuk TV VS Supir Mengerti Undang-Undang, Berhenti Atau Parkir?" Video ini beredar luas di jejaring sosial sejak Jumat (22/1/2016)

Pada Sabtu (23/1/2016) beberapa video yang beredar di jejaring Youtube sudah dihapus atas permintaan salah satu stasiun TV. Namun masih bisa disaksikan di sejumlah akun Facebook yang mengunggah video serupa.

Dalam tayangan tampak polisi menilang sopir taksi karena mobilnya berada di pinggir jalan.

Tidak jauh dari lokasi taksi, ada rambu dilarang parkir.

Mendengar alasan polisi menilangnya, sopir taksi keberatan.

Menurut sang sopir, dia tidak sedang parkir, tetapi sedang berhenti sehingga tidak relevan jika harus ditilang karena melanggar rambu dilarang parkir. Sopir taksi beranggapan ada perbedaan antara berhenti dan parkir.



Adapun dalam tayangan itu, muncul penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam peraturan tersebut, disebutkan, parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya. Sementara itu, berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.

Meski demikian, polisi tersebut tetap menilang sopir taksi itu.

Berkaca dari kejadian itu, Kasubdit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Agustin Susilowati menyebutkan, polisi memiliki wewenang tertentu ketika sedang bertugas dan menghadapi situasi seperti cerita di atas.

"Dalam situasi tertentu, untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas, petugas kepolisian dapat memerintahkan pengguna jalan untuk berhenti, jalan terus, mempercepat arus, memperlambat arus, atau mengalihkan arus," kata Agustin kepada Kompas.com, Jumat (22/1/2016).

Menurut Agustin, kewenangan polisi wajib diutamakan ketimbang perintah yang diberikan oleh aparatur sipil, rambu lalu lintas, dan marka jalan.

Salah satu contohnya jika ada polisi lalu lintas yang mengarahkan kendaraan di lampu merah untuk maju meski lampu lalu lintas masih merah, menandakan berhenti.

"Jadi, pengguna jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas kepolisian yang dimaksud," tutur Agustin.

Namun, jika tetap merasa keberatan, pengguna jalan bisa memberikan argumennya saat sidang tilang di pengadilan negeri (PN) setempat.

"Argumen tersebut bisa disampaikan di depan sidang," ujar dia.
Sumber


Jadi Intinya tetap bahwa "Polisi gak pernah salah" emoticon-Smilie
Mmg kadarnya sama yaitu melanggar UU agar terjadi ketertiban demi kepentingan bersama yg dilakukan hanya oleh Petugas Kepolisian.

Tp ujung2nya yg ga enak. emoticon-Big Grin
wartawannya pendek akal, kalo polisi di trit bawa asumsi perumpamaan di lampu merah, waktu kejadian dengan supir taxi itu kondisinya seperti apa? supir taxi sudah di suruh jalan/dilarang berhenti atau langsung maen tilang?

tapi ya gitulah polisi, mempertahankan citra palsunya tanpa rasa malu lagi.

sama kayak kasus masuk polisi pake duit, kalo ditanya sama anggota atau panitianya ya jelas kagak ada yg ngaku. dimintain bukti? bisa gak dia buktikan kentut itu gimana? kentut itu gak keliatan tp ada krn baunya, atau kadang bunyinya. kasus polisi masuk pake duit jg sama kayak kentut.

penguasa jalanan selalu benar
Quote:Original Posted By fr91


Jadi Intinya tetap bahwa "Polisi gak pernah salah" emoticon-Smilie


Bukan ngga pernah salah, dalam kasus ini memang bener polisinya.
Perintah polisi lebih tinggi daripada rambu2, contoh khan udah dikasi sama isi beritanya.
tapi kenapa harus ditilang? itu yang tidak dijelaskan sama si bos polisi. yang pasti, polantas di tkp kalah argumen.
Quote:
"Dalam situasi tertentu, untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas, petugas kepolisian dapat memerintahkan pengguna jalan untuk berhenti, jalan terus, mempercepat arus, memperlambat arus, atau mengalihkan arus," kata Agustin kepada Kompas.com, Jumat (22/1/2016).

Menurut Agustin, kewenangan polisi wajib diutamakan ketimbang perintah yang diberikan oleh aparatur sipil, rambu lalu lintas, dan marka jalan.

Salah satu contohnya jika ada polisi lalu lintas yang mengarahkan kendaraan di lampu merah untuk maju meski lampu lalu lintas masih merah, menandakan berhenti.

"Jadi, pengguna jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas kepolisian yang dimaksud," tutur Agustin.


Penjelasannya gak nyambung,
memang polusi punya hak diskresi, misal menyuruh jalan ketika lampu merah atau menyuruh berhenti ketika lampu ijo,
Tapi tidak punya Hak menindak (Tilang) kalau tidak melanggar UU,

yah semoga kemaren sopirnya disuruh sidang, jadi bisa melakukan pembelaan di pengadilan nanti
Quote:Original Posted By mawarhosting
Bukan ngga pernah salah, dalam kasus ini memang bener polisinya.
Perintah polisi lebih tinggi daripada rambu2, contoh khan udah dikasi sama isi beritanya.



perintah polisi dan mengeluarkan tilang adalah hal yg berbeda.
Quote:Original Posted By mawarhosting


Bukan ngga pernah salah, dalam kasus ini memang bener polisinya.
Perintah polisi lebih tinggi daripada rambu2, contoh khan udah dikasi sama isi beritanya.


wah ane penasaran gan ente tau gak apa tema dr video/kejadian antara supir dan polisi?
Quote:Original Posted By bangsu



perintah polisi dan mengeluarkan tilang adalah hal yg berbeda.


yups... setau ane dr berita yg sudah sudah, si supir taxi minta supaya gak ditilang. kalo emang polisi udah kasih perintah buat maju/jgn berhenti, brarti polisinya benar. tp kalo belum, brarti polisinya yg salah, tiba tiba main tilang dan justru alasan penilangannya lah yg jd perbincangan. tp polisi yg ngebela do trit ts pintar menjawab keluar /lari dr masalah. malah mengaburkan dengan bawa analogi trafic light

analoginya tepat jika memang supir ini tidak patuh rambu, atau sudaj disuruh jalan tp masih tetap berhenti. namun dr kejadian kan si supir langsung ditilang (mgkn krn ada kamera)
Hampir sama kaya ini
Penjelasan Polda Metro Jaya Terkait Video Polisi Tegas Masuk TV vs Sopir
Quote:Original Posted By sichilikya
yups... setau ane dr berita yg sudah sudah, si supir taxi minta supaya gak ditilang. kalo emang polisi udah kasih perintah buat maju/jgn berhenti, brarti polisinya benar. tp kalo belum, brarti polisinya yg salah, tiba tiba main tilang dan justru alasan penilangannya lah yg jd perbincangan. tp polisi yg ngebela do trit ts pintar menjawab keluar /lari dr masalah. malah mengaburkan dengan bawa analogi trafic light

analoginya tepat jika memang supir ini tidak patuh rambu, atau sudaj disuruh jalan tp masih tetap berhenti. namun dr kejadian kan si supir langsung ditilang (mgkn krn ada kamera)



dan ketika muncul argumen kalo si sopir taxi bisa mengajukan pembelaan di persidangan maka itu sangat tidak relevan karena pada dasarnya tidak ada bukti pelanggaran sesuai uu lantas.
jadi dalam kasus ini, polisi salah.
Quote:Original Posted By bangsu



dan ketika muncul argumen kalo si sopir taxi bisa mengajukan pembelaan di persidangan maka itu sangat tidak relevan karena pada dasarnya tidak ada bukti pelanggaran sesuai uu lantas.
jadi dalam kasus ini, polisi salah.


tepat sekali. gak ada pelanggaran lalu lintas disana. kalo emang kejadiannya sama kayak analogi lampu merah si polisi, maka polisi harusnya "memaksa" dulu, ketika si supir gak mau/melawan baru bisa dibilang ada kasus. krn dikondisi ini memang supir gak salah/gak melanggar apapun, ditambah polisi langsung main tilang tanpa himbauan (utk tidak berhenti disana) jelas si supir tidak sedang melawan petugas.
Quote:Original Posted By bangsu
dan ketika muncul argumen kalo si sopir taxi bisa mengajukan pembelaan di persidangan maka itu sangat tidak relevan karena pada dasarnya tidak ada bukti pelanggaran sesuai uu lantas.
jadi dalam kasus ini, polisi salah.


semua merasa paling benar, semua merasa punya bukti.. solusinya ya adu argumen di sidang..
simple sebenarnya..
Nih gara2 acara TV 86. Kalo gak ada acara2 gituan, jalanan penuh dengan "kedamaian"... Polisi dan supir taxi pasti gak akan ribut2. emoticon-Blue Guy Peace
Beredar Debat NO PARKING Vs NO STOP, Polisi Gelap Mata Menilang
youtube-thumbnail
tetap pak pol yg bener emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By mbah.karso


semua merasa paling benar, semua merasa punya bukti.. solusinya ya adu argumen di sidang..
simple sebenarnya..


maaf menyela emoticon-Malu
apakah persidangan itu adil 100%?
berkaca dr ketua MK yg kena kasus, dan banyak kasus janggal yg selalu dimenangkan oleh penguasa/pejabat/pengusaha ketika melawan "kasta" dibawahnya, ane ragu jd nya. senjata masyarakat yg ampuh dijaman ini adalah MEDIA. Sudah terbukti.

lagian dikasus ini kita bisa menilai mana yg benar dan mana yg salah berdasarkan saksi (video). ada yg gak gentle dikasus ini. itu aja masalahnya.


Yah polisinya kejar target tilang klo gitu sebenarnya tinggal minta supir taksinya jangan stop....

Klo di tilang supirnya emang ngak parkir artinya polisinya yg bloon ngak tahu rambu....
Quote:Original Posted By mbah.karso
semua merasa paling benar, semua merasa punya bukti.. solusinya ya adu argumen di sidang..
simple sebenarnya..



semoga tetap diberitakan hingga akhir. sehingga masing2 pihak paham interpretasi undang2, bukan sekedar berargumen kabur seperti yg dilakukan dirlantas polda tsb.