alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a2f2201854f7a02c8b4567/analisa-dosen-pengembang-kursi-roda-otak-soal-lengan-robot-tawan
Analisa Dosen Pengembang Kursi Roda 'Otak' Soal Lengan Robot Tawan
Jakarta - Mahasiswa dan dosen Universitas Bina Nusantara (Binus) mengembangkan kursi roda yang digerakkan sinyal otak. Apa analisanya terhadap karya I Wayan Sumardana alias Tawan?

"Mengenai pengembangan lengan robot oleh Mas Tawan di Bali, sejauh yang saya amati dan saya perioleh mengenai perangkat yang dibuat oleh Mas Tawan tersebut, saya ucapkan salut dan selamat," kata dosen Ilmu Komputer Universitas Binus, Dr Widodo Budiharto, SSi, MKom ditemui di kampusnya, Jl KH Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (22/1/2016).

Widodo adalah dosen pembimbing skripsi dua mahasiswa Binus yang mengembangkan kursi roda yang digerakkan sinyal otak, Jennifer Santoso (21) dan Ivan Halim Parmonangan (21).

"Kalau saya telaah, maka ada besar kemungkinan Mas Tawan berhasil mengembangkan, menerapkan EEG tersebut pada lengan robotnya. Karena sensor EEG dan perangkat EEG ini mudah dibeli dengan harga yang relatif murah. Sebagai contoh sensor yang saya gunakan ini harganya Rp 1,5 juta rupiah saja," paparnya.

Sehingga dengan perangkat sensor tersebut, pihaknya bisa membuat kursi roda elektronik yang mampu dikembangkan secara komersil karena dari sisi harga masih bisa terjangkau oleh masyarakat luas, karena begitu murahnya harga perangkat ini sekarang.

"Nah, lengan robot yang dibuat Mas Tawan, kemungkinan dikendalikan oleh pikiran, dan perangkat yang Mas Tawan kembangkan menurut saya seharusnya mampu menggerakkan beberapa engsel yang ada di lengan robotnya. Sehingga, apa yang dipikirkan tersebut, bisa digunakan untuk menggerakkan lengannya, bergerak ke atas ke bawah, dengan derajat kemiringan tertentu," jelas dia.

Jika saja diperbanyak aktuatornya (peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol sebuah mekanisme atau sistem-red), misalnya saja aktuator pada pergelangan tangan, dan jari jemarinya, jikapun memang ada, dan mampu membuat dalam ukuran yang lebih kecil, ada kemungkinan untuk dikendalikan berbasis pikiran.

Baca juga: Tawaran Lab dan Paten Mulai Datan, ini Rencana Tawan untuk Lengan Robotnya

"Namun demikian, butuh riset dan pengembangan piranti lunak yang membutuhkan waktu cukup lama. Karena kalau kita melakukan penelitian di bidang menerapkan EEG untuk aplikasi yang umum, apalagi menggerakkan lengan seperti itu, itu tentu kita bermain dengan bagaimana menghilangkan noise yang ada dan mengklasifikasikan data yang telah kita terima," paparnya.
Foto: Karya mahasiswa Binus (Lintang/detikcom)
Nah kalau sampai seperti itu, imbuh dia, mestinya Tawan harus mampu membuat program yang sangat bagus, agar benar-benar mampu menggerakkan pergelangan tangan dan jari jemarinya. Karena itu sesuatu yang sangat sulit hingga saat ini jika ingin berbasis EEG.

"Jadi sangat sulit. Kalau hanya menggerakkan lengan atas bawah, oke itu masih bisa, karena tidak banyak. Tapi lebih detilnya lagi saya tidak yakin kalau tidak dikembangkan dengan pengembangan software atau peranti lunak yang memadai. Dan itu sangat sulit sekali," tandas dia.

sumur: http://news.detik.com/berita/3125306...an-robot-tawan
Inilah Profil sang "Iron Man" Indonesia dari BALI
youtube-thumbnail

Halah coba yg pakar lsg ke TKP jadi bs liat n test hoax apa kaga , simpang siur ga jlas
Banyak orang sok pintar yang mau cari panggung. Padahal belum melihat langsung.
Kalau dipikir pikir pemberitaan yang makin heboh ini bakal bikin si Tawan jadi makin ngga nyaman
Quote:Original Posted By autoplays
katanya HOAX nih tawan


Emang kayanya HOAX kok.. Itu dosen kayanya ngomongin gimana caranya supaya alat nya tawan jadi real, butuh aktuator lebih banyak, software lebih baik dsb..
stop pembodohan masal , stop membuat penipu jadi terkenal

Menristek dikti udah kasih dana emoticon-Bingung (S) kok di bilang hoax sih emoticon-Bingung (S)
Hebohin aja sekalian, klo perlu go internasional, klo bule yg ngomong hoax kan pada percaya entaremoticon-Big Grin
tu maksudnya pak dosen memang memuji hasil karya pak Tawan tetapi bliau meragukannya krn untuk men "real" kan hal itu hrs dtambah actuator dan pengembangan software yg mmbutuhkan waktu cukup lama
cuukemoticon-Mad
tukang las gae tangan robot emoticon-Big Grin
petugas partai gae mobil emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By Lights.
Hebohin aja sekalian, klo perlu go internasional, klo bule yg ngomong hoax kan pada percaya entaremoticon-Big Grin

Manut aja lah gan... Kalo warga sendiri soalnya bakal kagak percaya
Lagian, knp dia nolak buat diteliti lbh lanjut ya
Kl beneran dia bisa bikin lengan iron man dr scrap kan bisa menang nobel kategori lingkungan hidup ntar emoticon-Big Grin
Double post
yg di bali itu kalau pun bener teknologinya, pake sejam uda konslet kali... rakitannya asal2an ga aman gitu
bagus kalo ada kolaborasi kaum akademik dan otodidak ini

woiii lipi kemane aje lu

kalo ada jamu baru cepet
Ini sbner nya HOAX ap gak sih.. :binggung
mimin tutup semua thread tentang tawan dong... stop pembodohan massal
Quote:Original Posted By capcayster


Emang kayanya HOAX kok.. Itu dosen kayanya ngomongin gimana caranya supaya alat nya tawan jadi real, butuh aktuator lebih banyak, software lebih baik dsb..


nah itu, dan intinya itu bukan hal yang mustahil

bahkan perangkatnya eeg yang dianggap banyak netizen "sangat canggih dan rahasia" pun ternyata cukup "terjangkau" (1jtan di artikel ini) emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By toruwijaya


nah itu, dan intinya itu bukan hal yang mustahil

bahkan perangkatnya eeg yang dianggap banyak netizen "sangat canggih dan rahasia" pun ternyata cukup "terjangkau" (1jtan di artikel ini) emoticon-Hammer2


Yang paling bikin mustahil untuk jaman sekarang ya gerakan nya itu sih gan.. terlalu kaya manusia.. kalo mekanis itu kan gerakan nya gak sehalus itu.. kecuali, kalau memang ternyata dia tidak lumpuh..