alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a2319ed44f9f814c8b456a/ditinggalkan-warga-eks-gafatar-barak-di-mempawah-dijarah
Ditinggalkan Warga Eks-Gafatar, Barak di Mempawah Dijarah

Ditinggalkan Warga Eks-Gafatar, Barak di Mempawah Dijarah

mereka adalah korban dari penggiringan opini
Ditinggalkan Warga Eks-Gafatar, Barak di Mempawah Dijarah


Quote:
Metrotvnews.com, Mempawah: Sejumlah warga menjarah permukiman yang ditinggalkan warga mantan anggota Gafatar di Desa Moton Panjang, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sementara Polres Mempawah mengamankan 95 kendaraan bermotor dan enam ternak milik warga eks-Gafatar.

Dari pantauan Metrotv, Jumat 22 Januari, beberapa warga mencopot kayu dan atap seng di barak-barak yang ditinggalkan warga eks-Gafatar. Mereka membawa kayu dan atap keluar dari area permukiman.

Beberapa barak hangus setelah dibakar warga setempat tiga hari lalu. Tak tampak pengamanan polisi maupun TNI di barak.

Sementara itu, Polres Mempawah mengamankan 91 sepeda motor, 4 mobil, dan 6 sapi milik warga eks-Gafatar. Polisi membawa kendaraan bermotor dan binatang ternak itu ke Mapolres Mempawah.

"Kemungkinan jumlah kendaraan bermotor dan binatang ternak bertambah, karena kami masih melakukan pendataan," kata Kapolres Mempawah AKBP Suharjimantoro.

Pada Selasa 19 Januari 2016, penduduk setempat mengusir paksa ratusan warga eks-Gafatar dari Desa Moton Panjang dan Desa Pasir, Mempawah. Polisi lalu mengevakuasi warga eks-Gafatar ke Markas Pembekalan dan Angkutan Kodam (Bekangdam) XII Tanjungpura di Kabupaten Kabu Raya.

Rencananya, Pemerintah Provinsi Kalbar memulangkan sekitar 500 warga eks-Gafatar ke daerah masing-masing. Kapal perang KRI Teluk Gilimanuk-531 siap di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Pontianak untuk membawa ratusan warga ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Untuk pemulangan gelombang pertama dilakukan pada Jumat siang, sekira pukul 13.00 WIB. Setibanya di Semarang setelah kapal menempuh pelayaran kurang lebih dua hari, warga eks-Gafatar akan dibawa ke kampung halaman masing-masing.

RRN
Sumber
Pertamax
jarah terus
Luar Biasa..
tuh, sudah jelaskan mana yang barbar dan mana yang jadi korban isu

well done gov, this is your dirty job.
Ditinggalkan Warga Eks-Gafatar, Barak di Mempawah Dijarah
turut berdukaemoticon-Sorry
liat kelakuan org2nya dan lingkungannya, gak beda dg negara terbelakang di afrika.
Bekas Anggota Gafatar yang Bercocok Tanam Diduga Hanya Kedok

Quote:SAMARINDA – Sangkalan dari kelompok yang pernah terlibat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) makin diragukan. Selama ini, mereka yang membangun permukiman di Kaltim mengaku hanya ingin bercocok tanam untuk meningkatkan taraf hidup. Pernyataan yang penuh kejanggalan.

Kaltim Post mendatangi sejumlah permukiman Gafatar. Ditemukan bahwa kesamaan pola adalah hal paling mencolok. Para pendatang sebagian besar hasil eksodus pada kurun nyaris sama, yakni mulai 2013. Mereka membangun permukiman dengan konsep yang serupa. Sebelum datang, mereka seperti sudah memiliki template mengenai hal yang harus diperbuat ketika tiba di tempat tujuan.

Sebagai contoh, bangunan para warga eksodus itu seragam. Mereka tinggal di rumah panjang terbuat dari kayu, berkolong, dan diisi beberapa kepala keluarga. Penghuni juga berusaha membangun jalan dan fasilitas air bersih.

Belum lagi, semua permukiman menerapkan konsep sekolah rumah atau homeschooling bagi anak-anak. Mereka hidup eksklusif karena memisahkan diri dari warga sekitar. Cara eksodus yang demikian menguatkan dugaan bahwa gerakan itu terorganisasi.

Penelusuran media ini juga membuktikan bahwa pemimpin komunitas pernah menjadi petinggi Gafatar. Dari semua tempat yang didatangi, yakni Samboja, Kota Bangun, Tenggarong, dan Sebulu di Kukar, para pemimpin bukan orang sembarangan. Ada yang berlatar belakang pengusaha, pegawai negeri, bahkan sarjana dari universitas terpandang. Mereka rata-rata menjabat sebagai ketua DPD Gafatar di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Pola lain yang serupa adalah seluruh komunitas membuka lahan pertanian. Di Kota Bangun, mereka bahkan membeli dua traktor untuk membangun sawah. Namun, dugaan bahwa kegiatan itu hanya kedok agar mereka bisa bermukim di Kalimantan sangat terasa.

Munir Ansori adalah tokoh pemuda di Samboja yang begitu curiga dengan kedok tersebut. Menurut dia, tanah di Desa Karya Jaya, Samboja, yang dikelola bekas kelompok Gafatar adalah lahan tandus. Masyarakat setempat sudah membuktikan. Sebelum didatangi warga yang eksodus, mereka mengolah lahan itu. Pemerintah bahkan menyiram dana kepada masyarakat untuk membangun lahan pertanian. Hasilnya nihil.

Kecurigaan lain adalah sebagian dari para anggota komunitas bukan berlatar belakang petani. Ilmu bercocok tanam mereka diragukan. Sebagai contoh, beberapa dari mereka yang ditemui Kaltim Post mengaku sebagai guru, pengusaha, tukang las, hingga insinyur. Hanya segelintir yang benar-benar pernah bercocok tanam di tempat asal.

Sosiolog dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Ivan Lutfianur, sudah mencium gelagat itu. “Ada yang lulusan SMA, dosen, dan dokter. Sangat jelas bahwa mereka diakomodasi,” ulasnya.

Ivan sepakat bahwa bercocok tanam kemungkinan besar hanya alasan untuk menyebar paham menyimpang. Kelompok itu bukan sedang menanam padi lalu memanen bulir yang diolah menjadi nasi. Mereka menabur benih padi sebagai kedok untuk menuai indoktrinasi.

Doktrin paham menyimpang yang diduga menaungi kelompok itu ditengarai disebarkan lewat homeschooling. Di lingkungan yang terpencil, jauh dari hiruk-pikuk kota, penyebaran ajaran diyakini lebih mudah.

Kaltim Post bahkan menemukan sebuah perpustakaan kecil di permukiman komunitas itu di Kota Bangun. Beragam koleksi buku tersedia. Bukan pustaka yang berisi ilmu pertanian, beberapa di antaranya malah bertema kepercayaan agama yang kontroversial.

Menurut Ivan, kelompok itu seperti sudah mahir mengajak dan menyebarkan program. Mereka merayu agar calon anggota meninggalkan keluarga serta pekerjaan.

“Jika sampai siap menjual harta benda, itu berarti ada sesuatu yang benar-benar mereka yakini dan inginkan," lanjut Ivan. Pemerintah melalui intelijen, sambung dia, bisa lebih jeli mengetahui visi-misi serta sumber dana. Dia khawatir, kucuran dana malah berasal dari luar negeri yang membawa misi negatif bagi Indonesia. Bukan tidak mungkin, sudah berhasil merekrut dan mendoktrin, anggota kelompok itu sulit disadarkan.

"Sepertinya, sekali mereka masuk, sulit untuk keluar,” terang Ivan.

Hal paling dikhawatirkan adalah penyebaran paham secara berkelompok yang ditutupi program bercocok tanam. Menengok rekam jejak Gafatar, ajaran yang dibawa disebut campur ngawur. Gafatar adalah metamorfosis berbagai nama dengan paham yang sama. Komunitas itu diinisiasi pada 2000 oleh Ahmad Mosadeq yang mengaku sebagai nabi. Dia mendirikan Al Qiyadah al Islamiyah yang menggabungkan ajaran Islam, Kristen, serta Yahudi.

Pada 2006, gerakan besar-besaran dari kelompok tersebut sampai dinyatakan menyimpang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain kalimat syahadat yang berbeda, komunitas itu tidak mewajibkan salat lima waktu, puasa Ramadan, serta salat. Mereka juga mengganti sebutan Tuhan dengan tuan.

Mosadeq, sang pendiri, sudah divonis empat tahun atas Pasal Penodaan Agama dan disebut bertobat. Namun, setelah bebas, dia mengusung nama baru, yakni Komunitas Milah Abraham (Komar). Komar lantas berubah menjadi Gafatar yang berlambangkan matahari saat fajar. Setelah dibubarkan, Gafatar berubah menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam.

PULANGKAN GAFATAR DI SAMBOJA

Instruksi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak untuk memulangkan bekas kelompok Gafatar di Samboja, Kukar, segera ditindaklanjuti. Kelompok itu diduga sudah mendiami enam wilayah di Kaltim yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, Kutai Barat, dan Berau.

Sekkab Kukar Marli bersama Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) Kukar mengadakan rapat koordinasi. Marli menyatakan, pertemuan itu menyepakati bahwa instruksi gubernur adalah dasar Kukar bertindak.

Pemkab akan mencabut segala produk administrasi yang telanjur diterbitkan. Dia mencontohkan, sebagian warga sudah memegang KTP dan KK di Kukar. Ada pula yang sudah membuat perjanjian kesepakatan dengan pemerintah desa mengelola persawahan, yakni di Desa Loleng, Kota Bangun.

“Mereka berencana mengelola ratusan hektare sawah selama lima tahun," tambahnya.

Pemkab membentuk tim untuk menindaklanjuti rencana pemulangan. Senin (26/1), pemkab memulangkan kelompok Gafatar menggunakan kapal laut. Pada Selasa (27/1), kapal dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, menuju Sulawesi.

"Kami pakai dana darurat. Nanti dihitung kebutuhan serta pendataan. Kami harus tahu asal para bekas anggota Gafatar," tambahnya. Untuk gelombang pertama, kelompok dari pemukiman Samboja. Untuk kepastian waktu kepulangan kelompok yang lain akan dibahas kemudian. (qi/fel2/k8)


Code:
http://kaltim.prokal.co/read/news/256235-bekas-anggota-gafatar-yang-bercocok-tanam-diduga-hanya-kedok.html
wadow.. diusir biar bisa dijarah..?
Ternyata lebih parah daripada gafatar..
Haha
Manusia memang aneh..
ealaaahhhh.... cuma ngincer banda ...
Udah buaaagusss banget padahal inisiatif sendiri pindah dari pulau padat penduduk ini
Kita tunggu berita warga setempat bacok2an berebut lahan eks gafatar
Gafatar katanya ajaram sesat, menyimpang, ga bermoral, dll. Dan setelah mereka pergi, tempat mereka dijarah. Jadi bingung.... yang sesat dan menyimpang itu para penjarah apa gafatarnya?

gafatar

Semua berubah saat negara api menyerang, eh aliran sesat mencuci otak emoticon-Takut (S):
paraahhh emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By blockback
wadow.. diusir biar bisa dijarah..?


Jarah diperintahkan sama bupati nya
Quote:Original Posted By wanbudtom
Bekas Anggota Gafatar yang Bercocok Tanam Diduga Hanya Kedok



Code:
http://kaltim.prokal.co/read/news/256235-bekas-anggota-gafatar-yang-bercocok-tanam-diduga-hanya-kedok.html


Gua tinggak di kota bangun tuh, kenal ama anggota yg di maksud pulak,
Media terlalu membesar2kan
Soal traktor, gua malah belum lihat,
Tapi satu yg pasti gua yakin
Tuh rumah bakal dijarah ama mereka

Wa udah contac orang gafatarnya kl disuruh pergi, kasikan aja seng mereka ke aku, daripada dijarah orang lain
emoticon-Big Grin

Ntar lagi gua dibilang fansboy gafatar nih emoticon-Stick Out Tongue
Dijarah?emoticon-Ngakak
Benar2 kelakuan terbelakang emoticon-Ngakak