alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a207265c7798b76d8b4568/web-teroris-bahrunnaim-up-lagi-gan
Sedih 
Web Teroris Bahrunnaim Up lagi gan
siang agan2 ma aganwati yang lagi pada ngelamun karena uang dah mulai abis...ane mau cerita nih...kerjaan ane kan sebagai kuli, maklum kagak punya duit jadi aja nerima pekerjaan dari orang yg banyak duit wat dibuatin aplikasi kecil2an dah...

singkat cerita, hari ini ane lagi apes karena aplikasi yg dibuat ada bugs-nya so kagak bisa dipake tuh aplikasi...lantas nyari via mbah google masalahnya disebelah mana..lagi nyari2 tanpa sengaja kebuka website http://www.muharridh.com/ ketika dilihat isi tuh website...gileee ngajarin ga bener tuh eb...cara2 bikin bom dll

gua baru inget pas kejadian Bom thamrin kemarin, web bahrun naim ga bisa diakses lagi ternyata tuh orang mindahin websitenya ke domain yg beda dengan nama yg beda juga...aje giile gan...ane bingung mau lapor kemana, ya udah dari pada bingung ane share aja dikaskus tercinta ini..ane slipin juga picnya gan...Web Teroris Bahrunnaim Up lagi gan

laporin aje bray ke kemenkominfo,biar ditutup lagi.emoticon-Cape d... (S)
Teroris keyboard emang diehard macam nasbung dimari, nanti baru tobat klo kepalanya udah bolong, itu pun gigit jari karena dpt siksa kubur tusbol 72 maho kiriman dajjal emoticon-Wkwkwk
emang harus ditusbol tuh gan..
Selama Trust+ atau Internet Positif msh ada..
selama itu pula webnya bakalan terus nongol..
Nih hasil kerjaan nasbunger keyboard warrior diehard emoticon-Big Grin

Web Teroris Bahrunnaim Up lagi gan


4 STRATEGI GERILYA KOTA
Masa perang gerilya telah berlalu, saatnya kini kaum muslimin
muwahhidin di Indonesia bangkit dan menegakkan izzahnya di muka bumi.
Masa-masa pelarian dan penangkapan, serta pembunuhan terhadap kaum
muslimin yang dilakukan oleh murtadin aparat taghut di Indonesia telah
berakhir. Masa-masa ketakutan dan persembunyian dari serangan dari
kaum munafiqin yang menerapkan ilyasiq telah usai. Masa-masa
penjilatan dari orang-orang yang menerima dana dari BNPT dan BIN telah
sirna.

Kini saatnya kaum muslimin berada dalam pilihan. Bersama muwahhidin,
ataupun bersama murtadin yang tidak lebih dari antek salibis,
liberalis, dan kapitalis. Berwala' dan baro' ataupun duduk bersama
orang-orang yang membunuhi kaum muslimin, menangkap ulama, mengancam
memperkosa muslimah. Menegakkan syariat Islam atau mencampakkan
syariat Islam.

Sungguh kaum muslimin Indonesia sering dipuji oleh kaum muslimin dari
negara lain karena banyaknya jama'ah haji yang datang ke tanah suci
Makkah tiap tahunnya. Lebih dari 250 ribu kaum muslimin dari Indonesia
rela merogoh uang yang tidak sedikit, menunggu antrian keberangkatan,
bahkan rela berdesak-desakan hingga meninggal.

Namun... dimanakah kaum muslimin Indonesia ketika bertahun-tahun kaum
muslimin Palestina, Iraq, Suriah, Somalia menderita. Dimanakah kaum
muslimin Indonesia, ketika tetangga kita di Pattani, dan Moro dibantai
dengan kejinya. Padahal Allah telah berfirman dalam surat al-anfal 35
:

"Dan ibadah mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah
siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu
itu".

Sekarang...
Singa-singa Daulah Islamiyyah telah menunjukkan taringnya di
Nusantara. Menyadarkan kaum muslimin di Indonesia bahwasanya para
taghut-taghut kepolisian tersebut adalah murtadin yang menjual
keimanan mereka dengan gaji-gaji yang sedikit. Singa-singa ini rela
mengorbankan nyawanya demi sebuah senyum dan leganya hati para ummahat
yang suaminya dibunuh. singa-singa ini rela mengorbankan nyawanya demi
sebuah obat dari tangisan anak-anak yang ayah mereka dibunuh dengan
membabi buta.

Wahai Taghut!!!
Jenazah kami atau kalian yang tersenyum?
Jenazah kami atau kalian yang wangi?
Jenazah kami atau kalian yang cepat membusuk?

Serangan berbarokah Junud Daulah Indonesia telah sampai tahap
menggelar gerilya kota. Junud Daulah Indonesia telah berhasil
memindahkan gerilya hutan ke perkotaan dengan operasi yang cerdas.
Sungguh di dalam surat al-maidah ayat 5, Allah telah mengajarkan
strategi pertempuran kota yang insha Allah akan berkobar sebentar
lagi.

1. BUNUHLAH DIMANA SAJA KALIAN JUMPAI
Tafsir jalalayn menjelaskan bahwa perintah ini dilakukan baik di tanah
suci maupun di luar tanah suci.

Tahapan tertinggi ini berdasarkan tingkat kemampuan, keberanian, dan
keimanan anshar daulah. Kalian bisa menggunakan obeng, seperti yang
dilakukan ibu-ibu di Palestina. Kalian bisa menggunakan pisau dapur,
seperti yang dilakukan seorang gadis di Palestina. Kalian bisa
menggunakan cutter, seperti serangan di Amerika. Kalian bisa
menggunakan bom molotov, dan berbagai bom yang mudah dibuat dan
dimodifikasi hingga efektif. Bahkan bisa menggunakan pecahan kaca,
untuk menusuk para polisi yang meninggalkan senjata mereka di
kantor-kantor mereka ketika mereka pulang kerumah. Kalian bisa
menabraknya, dan lari.

Jadikanlah amaliah ini sebagai amaliah tidak terputus, bertubi-tubi.
Dan berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan ini hingga tidak ada lagi
fitnah dan kemuliaan hanya untuk Allah, Rasul, dan orang-orang
beriman.

Jika kalian masih takut terhadap mereka, jadikanlah amaliah sebagai
kejahatan biasa, kecelakaan, bahkan adu domba diantara mereka. Sungguh
merekalah yang kini ketakutan. Allah swt berfirman dalam surat al
ahzab 26

"... Dan Dia (Allah) memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka.
Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan".

II. TANGKAPLAH
Apabila kalian tidak dapat melakukan tahap pertama (pembunuhan). Maka
tangkaplah mereka, culiklah para anshar taghut. Tipu mereka, jebak
mereka sehingga kalian bisa menawan mereka. Pancing mereka, sergap
untuk melemahkan mereka. Sungguh ada diantara tawanan ada tebusan,
maupun ada obat untuk orang beriman.

Hikmah dari penangkapan terhadap ansharut taghut :
1. Qishash terhadap pembunuhan kaum muslimin.
2. Tawanan untuk pembebasan kaum muslimin.
3. Melemahkan hati dan jiwa mereka
4. Tebusan untuk amaliah berikutnya.

III. KEPUNGLAH
Apabila kalian tidak dapat melakukan tahap kedua (penangkapan). Maka
jalankanlah operasi bersama dengan cara pengepungan. Kepunglah di
tempat-tempat mereka bersembunyi. Di tempat-tempat mereka bekerja. Di
tempat-tempat mereka makan. Di tempat-tempat mereka berolahraga. Di
tempat-tempat mereka berbelanja. Bahkan di tempat-tempat mereka
memarkirkan mobilnya. Hantamlah saat pengepungan, pukullah saat
pengepungan, lemparilah mereka.

IV. INTAILAH
Apabila kalian tidak dapat melakukan ketiga tahap. Maka jalankanlah
operasi sederhana. Intailah mereka. Carilah informasi tentang mereka.
Carilah dimana mereka biasa berkumpul, mereka biasa sarapan, mereka
biasa istirahat. Intailah saat mereka berangkat bekerja. Intailah saat
mereka pulang kerja. Intailah senjata apa yang mereka bawa saat
berangkat-kerja-pulang. Intailah dimana mereka biasa menyimpan amunisi
dan senjata. Intailah kebiasaan mereka. Intailah dimana mereka
menjemput sekolah anaknya, atau mengantar sekolah anaknya. Intailah
kapan mereka pulang. Intailah kapan mereka berganti piket (applaus).
Dan berikanlah semua data ke ikhwah lain yang berani...

Maka, ansharut taghut akan memilih. Meninggalkan pekerjaannya, atau
kehidupannya!!!

http://www.muharridh.com/2016/01/4-strategi-gerilya-kota.html?m=1
Harus cepet2 di blok tuh...
Tadi ane mampir dulu kesana, isinya ngeri... ada cara bikin petasan, tapi ada juga saran ke penonton bom sarinah...

Ts juga ngapain dishare di sini, kalo ada simpatisan spt si Bahlul Naik gimana...?
Quote:Original Posted By dawolong
Harus cepet2 di blok tuh...
Tadi ane mampir dulu kesana, isinya ngeri... ada cara bikin petasan, tapi ada juga saran ke penonton bom sarinah...

Ts juga ngapain dishare di sini, kalo ada simpatisan spt si Bahlul Naik gimana...?



Dia juga menganjurkan kebencian thd tapir harus dilakukan dimana saja dan kapan saja, mungkin dulu dia sakit hati pernah nembak cw tapur tapi di tolak, akhirnya dia sakit hati ama tapir trus nembak2in tapir emoticon-Wkwkwk

Membuat Sistem Sel Komando


Sistem sel adalah sistem yang saat ini sangat populer, terlebih karena keberhasilan yang diraih Daulah Islamiyyah dalam beberapa operasi merebut kota Mosul. Sistem ini tidak dipersatukan oleh sebuah komando yang harus senantiasa berhubungan, namun dipersatukan dalam sebuah komando yang terikat dengan manhaj dan tujuan daulah. Sehingga, seseorang tidak mesti harus memiliki komando secara langsung terhadap pemimpinnya. Asal ada perintah dari sang amir, maka semua sel akan berlomba-lomba mentaati dan melaksanakan perintah amir tersebut sesuai dengan kemampuannya. Sel ini terikat dengan bai'at dan ketaatan bukan semata kepada tujuan. Sel ini berjihad di Jalan Allah bukan berjihad atas nama amirnya, bukan berjihad untuk si Fulan bin Fulan, dan bukan pula untuk kepentingan dunia lainnya.

Syaikh Adnani dalam sebuah pidatonya menyebutkan "Wahai muwahhid di manapun kalian berada… Hambatlah mereka yang ingin membahayakan saudara-saudara dan Daulah kalian, semampu kalian. Usahakanlah hal terbaik yang kalian bisa dan bunuhlah orang kafir, apakah ia orang Prancis, Amerika, atau dari salah satu sekutu mereka.

"Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama." (An-Nisa': 71).

Jika kamu tidak dapat menemukan IED atau peluru, kemudian keluar seorang kafir Amerika, Prancis, atau salah satu sekutu mereka maka pukullah kepalanya dengan batu, atau sembelihlah dia dengan pisau, atau tabraklah dengan mobilmu, atau lemparkanlah dia dari tempat yang tinggi, atau cekiklah, atau racunilah!

Tidaklah engkau kekurangan atau terhina. Jadikanlah sloganmu (mottomu): "Saya tidak akan selamat jika penyembah salib dan anshor thaghut selamat."

Jika kamu tidak mampu melakukannya, maka bakarlah rumahnya atau mobilnya atau bisnisnya. Atau rusaklah tanamannya!

Jika kamu tidak mampu melakukannya, maka ludahilah wajahnya!

Jika dirimu menolak untuk melakukannya, sementara saudara-saudaramu dibombardir dan dibunuh, dan sementara darah dan harta mereka di mana-mana dihalalkan oleh musuh-musuh mereka, maka kembalilah (tinjaulah) agamamu. Maka kamu berada dalam kondisi yang sangat berbahaya karena dien ini tidak tegak kecuali dengan al wala' dan al bara'…"

Perintah ini sangatlah jelas. Agar kaum muslimin yang memiliki izzah, untuk bergerak membela agama mereka. Oleh karenanya, sistem sel komando ini sebenarnya telah memiliki perintah yang jelas bagaimana sasaran mereka, dan bagaimana aktifitas mereka. CUman barangkali, mungkin ada sebagian diantara kita yang masih ragu dan bingung terhadap langkah langkah nyata pelaksanaan amaliah. Insha Allah ditulisan ini akan dijelaskan bagaimana membentuk sel komando.

Sel komando, adalah sistem sel yang hanya terikat kepada satu unit amaliah saja. Kemudian dari situ, seluruh amaliah akan difokuskan. Termasuk menyiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dalam amaliah, termasuk dana, persenjataan, dan publikasi. Tidak usah muluk-muluk, tentukan target, rancang operasi, tentukan hasil akhir (buron maupun syahid). Perancangan operasi pun akan mempengaruhi jumlah dana yang dibutuhkan untuk operasi.

1. Tim

Buat tim-mu, maksimal 5 orang saja. Dengan tugas-tugas yang dibagi satu dengan yang lain sesuai kemampuannya. Optimalkan masing-masing tugas pra operasi (amaliah). Saling jaga semangat, dan keimanan termasuk ingatkan saudara agar menjaga niat, menjaga keikhlasan, dan menjaga diri dari kemaksiyatan. Pembentukan tim ini masuk dalam fase niat, sehingga kata samwan "Tidak ada amal yang sia-sia jika dibingkai dengan niat (yang baik). Betapa banyak amal besar berterbangan juga karena niat. Karena keikhlasan itu lebih sulit drpada amal kecuali dengan rahmatNya".

2. Tentukan Target

Tentukan target amaliah. Siapa sasaran operasi? berapa jumlah target? berapa besar efek? berapa besar kerugian yang diterima oleh sasaran? dan lain-lain.

Termasuk menentukan target adalah bagaimana meneliti kelemahan sasaran, waktu terbaik operasi, pintu masuk, dan pintu keluar, termasuk hasil akhir operasi dalam hal ini escape way (jalan pelarian) apabila memilih buron, atau entry way (jalan penentrasi) untuk melaksanakan operasi peledakan sabuk peledak.

3. Tentukan Jenis Amaliah

Langkah berikutnya adalah menentukan jenis amaliah. Apakah amaliah berupa penyerangan ke markas-markas toghut, penculikan, pembunuhan, atau yang lain. Jenis amaliah ini juga akan dipengaruhi oleh kemampuan sasaran dalam membela diri (target resistance). Sehingga efektifitas operasi (amaliah) akan dibaca. Seorang prajurit brimob tentu memiliki resistansi yang tinggi daripada polisi lalu lintas. Seorang perwira yang perut buncit tentu memiliki resistansi daripada prajurit muda, dll.


Web Teroris Bahrunnaim Up lagi gan
4. Tentukan jenis persenjataan

Jenis persenjataan ini sering menjadi alasan bagi seorang yang lemah imannya untuk beramal. Darimana kita dapatkan senjata api? bagaimana kita bisa mendapatkan granat? dan segudang pertanyaan lainnya yang kadang juga dihembuskan oleh jassus yang menyusup ditengah kaum muslimin.

Dari poin ke tiga terkait jenis amaliah, dan resistansi target. Maka kita bisa menentukan jenis senjata yang diperlukan. Misal pada operasi penculikan, maka cukup menggunakan lem aibon yang akan membuat target lemas dan pingsan. Pada operasi peracunan makanan, maka cukup racun arsen tikus membuat target mati dalam 5 menit. Pada operasi iqtiyalat, maka sebilai pisau dan pedang sanggup untuk menebas kepala ansharut taghut saat sedang berjalan. Bahkan seliter minyak bisa menyebabkan kecelakaan di jalan yang sering dilalui oleh ansharut taghut.

Adapun persenjataan adalah operasi yang akan melibatkan tidak hanya sel. Atau melibatkan sel yang telah matang dari sisi dana, operasi intelijen ansharud daulah, maupun kesiapan untuk menjalankan istisyhadiyyah (operasi bom syahid). Saya menekankan bahwa operasi menggunakan senjata api adalah operasi khusus yang dimaksimalkan dengan operasi istisyhadiyyin. Hal inilah yang akan menggetarkan semua taghut dan ansharut taghut, biiznillah.

5. Tentukan hasil akhir

Hasil akhir inilah segala tujuan dai niat kita. Apakah kita ingin meraih kemenangan dan tetap hidup untuk melanjutkan perjuangan. Ataukah kita mendapatkan rizqi kesyahidan. Tentu diantara dua hal ini terdapat beberapa hal yang harus disadari. Sebagai contoh, apabila kita berhasil melaksanakan operasi dan tetap hidup dan qadarullah menjadi buron. Maka kita harus memahami bahwasanya operasi tidak boleh berhenti. Harus terus melaksanakan segala operasi sesuai apa yang ada disekitar kita. Apabila tertangkap, maka kita tetap dapat melanjutkan operasi (amaliah) meski di dalam penjara. Operasi amaliah di penjara adalah operasi perekrutan, operasi tahridh terhadap ansharut taghut, dan operasi amniyyin untuk mengetahui segala kelemahan ansharut taghut dari dalam.

Semoga Allah mudahkan semua anshar melakukan amaliyah terbuka. Sebagai informasi tambahan, saat ini terdapat survey yang dilakukan oleh Pew Research bahwasanya 10 juta WNI diam-diam mendukung daulah (http://internasional.kompas.com/read/2015/11/21/10455731/Survei.Global.10.Juta.Warga.Indonesia.Dukung.ISIS?page=all). Dalam kacamata BNPT, tingkat operasi ansharud daulah di INdonesia belum perlu dikhawatirkan. Bagi saya, hal tersebut adalah pernyataan yang menguntungkan. Karena satu persen saja dari pendukung daulah melaksanakan amaliah, maka kecongkakan para taghut dalam mencampakkan hukum Islam akan segera berakhir. Insha Allah