alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a1f5611854f7531f8b456a/percakapan-yg-diduga-ayah-mirna-penyidik-amp-staff-oliver-terkait-kasus-kematian-mirna
Percakapan yg Diduga Ayah Mirna, Penyidik & Staff Oliver Terkait Kasus Kematian Mirna
Ane dapet dari

http://www.merdeka.com/peristiwa/ber...awai-kopi.html
http://www.beritaterbaru.id/2016/01/...opi-mirna.html

Suara ayah Mirna : Yang dia taruh di bag itu, kayak dialingin (halangin) gitu?

Suara saksi perempuan dari kafe : Itu belum sampai situ.

Suara ayah Mirna : Oh belum sampai situ.

Suara saksi perempuan dari kafe : Kemudian minuman ini datang, diantar oleh staf kita. Karena sebelum diantar ke mejanya, dia kan datang pesan sendiri, tapi dia mau langsung tutup bill, "Saya mau bayar sekarang." Padahal minumannya saja belum dia buat. Dia mau langsung tutup bill.

Suara penyidik : Yang mau tutup bill ini siapa? Si jessica?

Suara saksi perempuan dari kafe : Si jessica. Dia mau bayar langsung. Salah satu staf kita mungkin ada pertanyaan atau apa. Mungkin bertanya, dia (Jessica) bilang, "Saya mau traktir teman saya, kasih surprise."

Suara ayah Mirna : Saya mau tanya satu, boleh ya pak? Proses pembuatan kopi itu sebenernya yang buat siapa?

Suara saksi perempuan dari kafe : Rangga.

Suara ayah Mirna : Total dari pertama buat sampai selesai kopinya Rangga?

Suara saksi perempuan dari kafe : Oh iya, kopinya.

Suara ayah Mirna : Nanti Rangga kamu siapin ya.

Suara penyidik 2 : Sudah sudah (disiapin). Sudah di-BAP.

Suara saksi perempuan dari kafe : Penyajiannya di depan tamunya Pak. Karena dari bar itu standart kita itu cukup cuma menyediakan susu, es batu dan kopi.

Suara penyidik : It's oke. Saya sudah tau. Menurut keterangan Bapak, katanya ada jessica yang ngelola (minuman) sendiri ya Pak?

Suara ayah Mirna : Bukan, bukan. Ngaduknya itu musti tamu.

Suara saksi perempuan dari kafe : Itu beda lagi. Kemudian dia minta tutup bill, dia datang lagi ke area kasir untuk bayar padahal minumannya belum jadi, belum dibuat. Yang mana itu jarang sekali terjadi. Kemudian dia kembali ke table, minumannya datang. Dia sudah memposisikan minuman ini ditempatnya masing-masing. Kemudian dia taruh belanjaannya dia.

Suara penyidik : Oh sudah diatur? Mestinya dia taruh di bawah dong?

Suara saksi perempuan dari kafe : Iya, sofanya gede sekali.

Suara penyidik : Berarti sudah disetting sama dia penempatannya kursi-kursi? Gelasnya permasing-masing kursi?

Suara penyidik 3 : Ya dengerin dulu. Jangan comment dulu.

Suara saksi perempuan dari kafe : Itulah kesulitan kita. Makanya kita nggak tahu itu apa yang dimasukin ke situ (minuman). Karena dia menghalangi CCTV.

Suara penyidik : Ngehalangin gelas?

Suara saksi perempuan dari kafe : CCTVnya jadi nggak bisa nyorot.

Suara penyidik : Jadi handbagnya itu ngalangin CCTV?

Suara ayah Mirna : Maksudnya dengan menghalangi CCTV itu dia taruh atau tidak taruh itu sudah modus.

Suara penyidik : Ya betul, Pak.

Suara saksi perempuan dari kafe : Setelah itu dia (Jessica)beraktifitas sendiri dengan minumannya. Dia taruh di bawah bagnya, kemudian dia berubah pikiran. Taruhnya di belakang lagi. Nah ini nggak tahu nih maksudnya apa, tujuannya apa. Karena di belakangnya itu ada tanaman lalu ada space. Mungkin nanti kalau lihat TKP-nya bisa dicek.

Suara ayah Mirna : Setelah dia kerja beres, baru dipindahin lagi? Terus dia takut, dipindahin lagi?

Suara saksi perempuan dari kafe : Nggak tahu. Kemudian datang mbak Mirna dan mbak Hani jam 17.25.

Suara ayah Mirna : Kita mau recover nama baik you.

Suara saksi perempuan dari kafe : Oke lah sekitar setengah 6 kita lihat, Mbak hani dengan Mbak Mirna datang. Kemudian sudah disetting duduknya. Kelihatannya sudah diatur. Minumannya sudah sejam kayanya juga esnya sudah mencair. Kalau dipegang sudah tidak dingin-dinginnya sama sekali.

Suara ayah Mirna : Stop sampai situ dulu. Sekarang saya tanya kenapa anak saya ngomong "Ini kopi kok baunya jamu? Nggak layak dijual." Terus saya suruh liat mantu saya yang belaga beli itu. Itu sebenarnya saya suruh lihat dulu. Saya suruh beli "Coba lu hans beli dulu, coba cium sama apa ga?" Ternyata lain (baunya).

Berarti ini minuman waktu di tangan Jessica sudah dikasih sesuatu sampai bau jamu tadi. Itu pikiran saya sama Komandan. Cuma yang jadi masalah apakah si Rangga ini ada satu lack of something seperti alat pembersih atau cleaner disitu? You nggak berani ya?

Suara saksi perempuan dari kafe : Nggak, nggak karena kita pakai standart.

Suara ayah Mirna : Oke pasti you bela diri. Cuma nanti saya mau liat TKP juga. Nggak pernah tuh ya bau jamu.

Suara saksi perempuan dari kafe : Tidak ada karena kita tuang air panas di depan tamu. Lalu Mbak Hani sama Mbak Mirna datang duduk di tempat masing-masing. Sudah duduk di tempat masing-masing. Posisi Mbak Mirna di tengah.

Suara penyidik : Waktu datang gimana?

Suara saksi perempuan dari kafe : Waktu datang, "Hai", cipika cipiki biasa. Kita lihat biasa saja. Kita nggak lihat langsung itu.

Suara ayah Mirna : Ada yang aneh nggak? Siapa tahu kan lesbian ini.

Suara saksi perempuan dari kafe : Oh saya nggak tahu. Lalu mereka duduk.

Suara penyidik : Yang mengarahkan duduk?

Suara saksi perempuan dari kafe : Oh yang mengarahkan duduk Jessicanya.

Suara penyidik : Yang ngarahin duduk Jessica? Jadi sudah diblock sama Jessica?

(Mereka memeragakan jesicca bertemu hani dan mirna)

Suara penyidik : Bu Mirna udah kena jaring, dia di tengah.

Suara saksi perempuan dari kafe : Ini sudah disediain minuman. Kita nggak tahu percakapannya seperti apa karena di CCTV tidak bisa kedengeran. Dia minum satu shot, "slrup.." gitu. Dia ada penolakan, ada gestur "Apa sih!" Terus mukanya kaya panas gitu. Jadi kita hitung dia sampai 6x melakukan seperti ini.

Dia minum sedikit doang. Kemudian dia begini berkali-kali. "Panas...panas...panas..." gitu. Kemudian mungkin dia pikir biasa aja gitu kan. Mbak Hani ini panik.

Suara ayah Mirna : orang bener, orang bener.

Suara saksi perempuan dari kafe : Dia tanya "Kenapa?" , (Jessica jawab) "nggak tahu, nggak tahu". Nggak lama kemudian dia collapse, kejang, tangannya kaku. Kemudian staf-staf kita datang.

Suara penyidik : Sebentar, saya mau tanya respon dari pada si Jessica ini saat dia (Mirna) kejang seperti apa?

Suara ayah Mirna : Tenang katanya.

Suara saksi perempuan dari kafe : Yang saya lihat, Jessica itu sebelah saya, itu dia tenang sekali menurut saya dibanding satunya yang panik bukan main.

Suara penyidik : Jadi tenang sekali?

Suara ayah Mirna : Termasuk tenang lah itu.

Diduga suara saksi perempuan dari kafe : Justru karena kita mau tolong dia (Mirna). Dia (Jessica) block jalan.

Suara penyidik : Tetep dia berdiri disitu?

Suara saksi perempuan dari kafe : Sampai kita minta, "Mbak maaf mbak,". Kita mau ke Mbak Mirnanya. "Oh ya silahkan". Yang handle pertama saya, manager, staf.

Suara penyidik : Saat Mbak datang itu masih duduk Jessicanya? Mbak mau nemuin Bu Mirna mesti lewat Jessica dulu kan? Jadi pada saat datang dia masih dalam posisi duduk begitu? Cuek saja gitu?

Suara saksi perempuan dari kafe : Masih duduk.

Suara ayah Mirna : Nggakm ada reaksi? Kalau orang kan liat temen gitu pasti mau nolong.

Suara penyidik : Linglung? Ya, begitu pasti sudah berdiri langsung nolong.

Suara saksi perempuan dari kafe : Ada satu lagi manager kita berusaha masuk, karena kita mau menyilang badannya dia (Jessica), kita mau nolong nggak bisa. Sampai kita pikir "Please kalau lu nggak mau bantu, keluar dulu (dari meja). Kita mau bantu. Kalo lu nggak mau bantu please diri dulu karena kita mau lewat."

Sampai kita bilang "Mbak maaf mbak, kita mau ke sana. Mbaknya boleh berdiri dulu?"

Sampai akhirnya dia bilang "Oh ya silahkan". Sekali doang. Kemudian kita tolong karena dia kaku. Saya sempat ambil tisu. Kemudian mba Jessica ini bilang "Ini minumannya campur apa sih?" Trus karena saya denger, saya "Loh kok minuman gitu?".

Saya langsung sadar diri, saya ke bar, saya minta minumannya yang tadi diangkat dari meja itu. Saya minta jangan apa2in saya langsung masuk ke dalam saya coba. Saya coba karena ada sedotannya, saya coba ditetesin sedikit. Untung saya tetesin sedikit bukan begini ya.

Suara penyidik : Langsung pengaruh?

Suara saksi perempuan dari kafe : Saya tetesin ke ujung lidah, itu lidah saya kebas setengah jam. Saya sempet muntah. Bartender saya, kapten saya sempat coba tapi cobanya begini (menirukan suatu gerakan). Dia muntah.

Suara ayah Mirna : Tapi dia nggak ditelan?

Suara saksi perempuan dari kafe : Ngga ditelan saja dia muntah. Ada di mulut, dia nggak telan, dia langsung muntah.

Benarkah Jessica Pelaku Pembunuhan Wayan Mirna?
Suara penyidik : Itu rasanya pahit gitu?

Suara saksi perempuan dari kafe : Pahit, bau...baunya sangat bau kimia. Lidah saya kebas setengah jam. Jadi saya nggak bisa rasa lidah saya.

Suara ayah Mirna : Itu pasti poison. Kalau lihat dari CCTV itu gerakannya sangat cepat. Itu Mirna kaku cepat sekali makanya saya bilang saya ngeliat CCTV sampai merinding. Hanya hitungannya menit sudah kaku.

Suara saksi perempuan dari kafe : Dua menit reaksinya. Kemudian Saya kembali lagi ke table. Oh sebelum kembali ke table, saya sempet ambil tisue mau ngelap busanya.

Suara ayah Mirna : Kenapa anda nggak ada pikiran kasih minum susu banyak?

Suara saksi perempuan dari kafe: Karena sudah nggak responsif Pak. Sudah begini. Kita takut apa yang dikonsumsi itu masuk paru-paru Langsung masuk paru. Kita ngga mau ambil risiko juga. Karena dia sudah ga responsif dipegang aja sudah nggak bisa..

Suara ayah Mirna : Karena dipikirannya bukan keracunan ya?

Suara saksi perempuan dari kafe : Kita dipikiran nggak ada keracunan. Kita pikir, makanya saya sempat tanya Mbak Hani "Mbak maaf boleh telepon keluarganya? Mungkin ada history epilepsi atau minum obat," (Hani jawab) "Saya nggak tahu nomornya, saya nggak tahu keluarganya". (Saksi dari kafe) "Mungkin ada nomor pacarnya atau suaminya?", (Hani jawab) "Oh ya ada suaminya". Mbak hani lah yang telepon suaminya.

Ayah : datang suaminya?

Cwe : blm pak. Jadi selama dia proses tlp ini, kita udah panggil doorman dari GI bawa wheelchair, ini sudah kaku sudah tidak bisa digerakkan. Otomatis kita...

Suara ayah Mirna : Tapi masih hidup toh?

Suara saksi perempuan dari kafe : Masih...masih.. Orang dia masih bernafas. Kita minta dia dibawa ke klinik karena lebih baik ditangani oleh yang berpengalaman gitu kan. Oleh dokter. Jadi kita bawa ke klinik. Tapi kaki sudah tidak bisa ditekuk. Kita bantu tekuk, baru bisa dibawa ke klinik. Ditemenin ke bawah.

Suara saksi pria : jadi pas ada reaksi seperti itu, kan saya juga di belakang restoran, dimana saya dapat laporan ada customer yang lagi sakit. Jadi saya langsung ambil action setahu saya ada klinik di Grand Indonesia.

Saya cari ke Pusat Informasi "Tolong dibantu ada dokter nggak. Kalo memang ada dokter tolong dibantu wheelchairnya. Kita pindahkan Mbak Mirna ke kursi roda kita lansung bawa ke klinik. Karena saya yang mengantar sampai klinik.

Setelah sampai di klinik baru kita mau angkat dia ke tempat tidur buat di cek dokter, suaminya datang. Dia langsung "Sudah, ke dokter saja.". Saya juga lihat sampai Bu Mirna ini di bawa ke mobil. Cuma oksigen yang dipinjamkan oleh dokter klinik, dokter Yosua. Sudah gitu jalan, saya gatau lagi Pak. Saya kembali ke outlet.

Suara ayah Mirna : Dibawa ke Waluyo, saya sudah tau deh ceritanya.

Suara penyidik : Posisi dibawa ke ambulans itu masih hidup kan?

Suara saksi pria : Masih. Sempet dia masih lihat gitu.

Suara penyidik : Dibawa ke klinik itu Jessicanya gmn?

Suara saksi pria : Masih ada di situ. Saya lihat yang nyupir itu suami korban terakhir, di depannya itu ada Mbak Hani. Jesiccanya di belakang. Dia sempet kebingungan karena kepalanya (Mirna) itu ditaruh di pahanya Mba Jessica karena saya bilang "Itu jangan tiduran.

Kalau mau duduk di situ, palanya taruh di atas." Jadi abis itu langsung jalan, kita nggak tahu lagi. Tapi memang saya dengar pihak sekuriti gedung menanyakan data-data. Di situ kita tahu namanya Bu Mirna, dan jessica memberikan nomor Jessica.

Suara saksi perempuan dari kafe : Karena setiap reservasi itu selalu kita minta nomor telepon. Jadi kalau jam setengah 8 tidak ada kabar, kita yang telepon sendiri ke Jessicanya.


Entah benar atau tidak rekaman tersebut, tapi semoga kasus ini segera dapat diselesaikan...
udeh pernah denger bray..emoticon-Cool

Suara saksi perempuan dari kafe : Itu beda lagi. Kemudian dia minta tutup bill, dia datang lagi ke area kasir untuk bayar padahal minumannya belum jadi, belum dibuat. Yang mana itu jarang sekali terjadi. Kemudian dia kembali ke table, minumannya datang. Dia sudah memposisikan minuman ini ditempatnya masing-masing. Kemudian dia taruh belanjaannya dia


Norak banget kayanya neh perempuan,biasa aja kali kalo customer mau bayar langsung,walaupun pesanannya blom jadi.g juga gitu kalo mau bayarin temen,karena kalo gak gitu udah keburu dibayarin sama temen emoticon-Cape deeehh
emoticon-Blue Repost emoticon-Blue Repost emoticon-Blue Repost emoticon-Blue Repost emoticon-Blue Repost emoticon-Blue Repost emoticon-Blue Repost
Quote:Original Posted By kampungjanis
[B]
...
Norak banget kayanya neh perempuan,biasa aja kali kalo customer mau bayar langsung,walaupun pesanannya blom jadi.g juga gitu kalo mau bayarin temen,karena kalo gak gitu udah keburu dibayarin sama temen emoticon-Cape deeehh


daripada agan dan temen agan rebutan saling bayarin, mending traktir ane aja gan emoticon-Shakehand2
Kasus yang sulit.. Terjunkan Horatio, tim CSI Miami emoticon-Big Grin
Yang celana dalem nya jessica katanya robek itu
pas bagian mana ya ?
Quote:Original Posted By kampungjanis

Suara saksi perempuan dari kafe : Itu beda lagi. Kemudian dia minta tutup bill, dia datang lagi ke area kasir untuk bayar padahal minumannya belum jadi, belum dibuat. Yang mana itu jarang sekali terjadi. Kemudian dia kembali ke table, minumannya datang. Dia sudah memposisikan minuman ini ditempatnya masing-masing. Kemudian dia taruh belanjaannya dia


Norak banget kayanya neh perempuan,biasa aja kali kalo customer mau bayar langsung,walaupun pesanannya blom jadi.g juga gitu kalo mau bayarin temen,karena kalo gak gitu udah keburu dibayarin sama temen emoticon-Cape deeehh


Iya bener, siapa tau dia jg udah kebiasaan ke starbuck, yg bayar kopi nya langsung
Suara ayah Mirna : Ada yang aneh nggak? Siapa tahu kan lesbian ini.

---

Belum jelas konteks bicara ayahnya...apakah membenarkan bhw anaknya lesbian, atau hanya curiga saja bhw anaknya lesbi.
Quote:Original Posted By everesthome
Suara ayah Mirna : Ada yang aneh nggak? Siapa tahu kan lesbian ini.

---

Belum jelas konteks bicara ayahnya...apakah membenarkan bhw anaknya lesbian, atau hanya curiga saja bhw anaknya lesbi.


Klo yang ane tangkap sih konteks pembicaraan si babe ini adalah yang menjaring posisi duduk anak nya gan, yg dimaksud si lesbi ini?

Yg menarik sih kata nya si J ga nyobain minuman nya tp pas kejadian bisa ngomong ini minuman dicampur apaan?

Kok bagi ane itu kepeleset bagian plan nya ya?

Quote:Original Posted By kampungjanis

Suara saksi perempuan dari kafe : Itu beda lagi. Kemudian dia minta tutup bill, dia datang lagi ke area kasir untuk bayar padahal minumannya belum jadi, belum dibuat. Yang mana itu jarang sekali terjadi. Kemudian dia kembali ke table, minumannya datang. Dia sudah memposisikan minuman ini ditempatnya masing-masing. Kemudian dia taruh belanjaannya dia


Norak banget kayanya neh perempuan,biasa aja kali kalo customer mau bayar langsung,walaupun pesanannya blom jadi.g juga gitu kalo mau bayarin temen,karena kalo gak gitu udah keburu dibayarin sama temen emoticon-Cape deeehh


Yah mungkin J kira kayak Starbucks kali, bayar dulu baru dibuat minumannya emoticon-Big Grin

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
[Video] Inilah Percakapan yg Diduga Ayah Mirna, Penyidik & Staff Oliver Terkait Kasus Kematian Mirna #SaveJessicaWongso
youtube-thumbnail

Untung yg ikut tester tuh kopi, ga ikut mokat juga..
emoticon-Matabelo
Ane gk tau hrs blng apa lg, cuma bisa blng ini, semoga orng yg meninggal mendapatkan ketenangan di alam sana, dan semoga kasus ini cepat selesai.
Keep respect
Quote:Original Posted By rsryomantap3


Yah mungkin J kira kayak Starbucks kali, bayar dulu baru dibuat minumannya emoticon-Big Grin

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk



mengenai celana si J yg dibuang itu, mgkn aja karna yg ane merahin ini? emoticon-Bingung (S)
sikorban di pangku ame si J, dgn posisi kepala korban diatas paha nya si J.
jadi mgkn si J merasa trauma dgn celana itu, makanya dibuang. emoticon-Bingung (S)
namanya jg dugaan emoticon-Big Grin

Suara saksi pria : Masih ada di situ. Saya lihat yang nyupir itu suami korban terakhir, di depannya itu ada Mbak Hani. Jesiccanya di belakang. Dia sempet kebingungan karena kepalanya (Mirna) itu ditaruh di pahanya Mba Jessica karena saya bilang "Itu jangan tiduran.
Kalau mau duduk di situ, palanya taruh di atas."
Jadi abis itu langsung jalan, kita nggak tahu lagi. Tapi memang saya dengar pihak sekuriti gedung menanyakan data-data. Di situ kita tahu namanya Bu Mirna, dan jessica memberikan nomor Jessica.



ane justru penasaran koq perempuan dari kafe itu tau nama si korban saat hendak menolong si korban. emoticon-Bingung (S)

Suara saksi perempuan dari kafe : Sampai kita minta, "Mbak maaf mbak,". Kita mau ke Mbak Mirnanya. "Oh ya silahkan". Yang handle pertama saya, manager, staf.
Quote:Original Posted By andesit1



mengenai celana si J yg dibuang itu, mgkn aja karna yg ane merahin ini? emoticon-Bingung (S)
sikorban di pangku ame si J, dgn posisi kepala korban diatas paha nya si J.
jadi mgkn si J merasa trauma dgn celana itu, makanya dibuang. emoticon-Bingung (S)
namanya jg dugaan emoticon-Big Grin

Suara saksi pria : Masih ada di situ. Saya lihat yang nyupir itu suami korban terakhir, di depannya itu ada Mbak Hani. Jesiccanya di belakang. Dia sempet kebingungan karena kepalanya (Mirna) itu ditaruh di pahanya Mba Jessica karena saya bilang "Itu jangan tiduran.
Kalau mau duduk di situ, palanya taruh di atas."
Jadi abis itu langsung jalan, kita nggak tahu lagi. Tapi memang saya dengar pihak sekuriti gedung menanyakan data-data. Di situ kita tahu namanya Bu Mirna, dan jessica memberikan nomor Jessica.



ane justru penasaran koq perempuan dari kafe itu tau nama si korban saat hendak menolong si korban. emoticon-Bingung (S)

Suara saksi perempuan dari kafe : Sampai kita minta, "Mbak maaf mbak,". Kita mau ke Mbak Mirnanya. "Oh ya silahkan". Yang handle pertama saya, manager, staf.



1. Itu khan gue udah kasih dugaan sebeloonya, bisa jadi J trauma Mirna tidur di pahanya, entah mati di perjalanan atau di RS, trus pas tiduran, mata Mirna melotot liatin J trus sampe dilang "WHY.... WHY.... WHY YO DID IT TO ME? WHY... WHY..." dan itu trus terbayang di kepala J emoticon-Big Grin

2. Kalo mbak itu bilang mau ke mbak mirna yah ga bisa disalahin donk, dia tau dari mana? Yah pasti tau dari temennya lah... Khan pasti mirna lagi tepar gitu, temennya Hani yg panik otomatis, "Mirna... napa loe mir... ayo minr bangun, loe kenapa sih, aduuhhh..." Dari situ khan bisa ketauan si mbaknya kalo cewe yg lagi tepar itu mirna namanya?
Itu ga bisa dijadiin kecurigaan sih emoticon-Big Grin

emoticon-Wkwkwk
emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
ok fix jessica is guilty emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By rsryomantap3



1. Itu khan gue udah kasih dugaan sebeloonya, bisa jadi J trauma Mirna tidur di pahanya, entah mati di perjalanan atau di RS, trus pas tiduran, mata Mirna melotot liatin J trus sampe dilang "WHY.... WHY.... WHY YO DID IT TO ME? WHY... WHY..." dan itu trus terbayang di kepala J emoticon-Big Grin

2. Kalo mbak itu bilang mau ke mbak mirna yah ga bisa disalahin donk, dia tau dari mana? Yah pasti tau dari temennya lah... Khan pasti mirna lagi tepar gitu, temennya Hani yg panik otomatis, "Mirna... napa loe mir... ayo minr bangun, loe kenapa sih, aduuhhh..." Dari situ khan bisa ketauan si mbaknya kalo cewe yg lagi tepar itu mirna namanya?
Itu ga bisa dijadiin kecurigaan sih emoticon-Big Grin

emoticon-Wkwkwk
emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk




1. hehehehehe why..why..why... sambil mata melotot... emoticon-Big Grin imajinasi agan mantap kayak dipelem2 gitu... emoticon-Ngakak (S)
keracunan zat sangat berbahaya gitu aplg dosisnya tinggi menurut polisi, gak mgkn sikorban bisa bicara emoticon-Bingung (S)

2. liat kronologis percakapan itu, kayaknya gak ada sebutin nama. baru ketauan setelah ditanya. pihak cafe nya cuman tau yg reservasi jessica.
Tapi memang saya dengar pihak sekuriti gedung menanyakan data-data. Di situ kita tahu namanya Bu Mirna, dan jessica memberikan nomor Jessica.
Suara saksi perempuan dari kafe : Karena setiap reservasi itu selalu kita minta nomor telepon. Jadi kalau jam setengah 8 tidak ada kabar, kita yang telepon sendiri ke Jessicanya
.

dan si perempuan cafe koq tau smua sejak dari awal suasana meja jesica dkk.
kayaknya dia memperhatkan trus meja si jessica. cipika cpikinya, si jes mindahin bag nya, ampe berasumsi si jess mengatur tempat duduk dan menuangkan sesuatu ke cangkirnya si mirna
brarti dia melototin trus tuh mejanya si jess emoticon-Big Grin

btw, apa bisa org yg tidak berkaitan langsung dgn lokasi TKP (kayak bokap si mirna) ikut nimbrung di lokasi TKP saat rekonstruksi suatu perkara?? emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By andesit1




1. hehehehehe why..why..why... sambil mata melotot... emoticon-Big Grin imajinasi agan mantap kayak dipelem2 gitu... emoticon-Ngakak (S)
keracunan zat sangat berbahaya gitu aplg dosisnya tinggi menurut polisi, gak mgkn sikorban bisa bicara emoticon-Bingung (S)

2. liat kronologis percakapan itu, kayaknya gak ada sebutin nama. baru ketauan setelah ditanya. pihak cafe nya cuman tau yg reservasi jessica.
Tapi memang saya dengar pihak sekuriti gedung menanyakan data-data. Di situ kita tahu namanya Bu Mirna, dan jessica memberikan nomor Jessica.
Suara saksi perempuan dari kafe : Karena setiap reservasi itu selalu kita minta nomor telepon. Jadi kalau jam setengah 8 tidak ada kabar, kita yang telepon sendiri ke Jessicanya
.

dan si perempuan cafe koq tau smua sejak dari awal suasana meja jesica dkk.
kayaknya dia memperhatkan trus meja si jessica. cipika cpikinya, si jes mindahin bag nya, ampe berasumsi si jess mengatur tempat duduk dan menuangkan sesuatu ke cangkirnya si mirna
brarti dia melototin trus tuh mejanya si jess emoticon-Big Grin

btw, apa bisa org yg tidak berkaitan langsung dgn lokasi TKP (kayak bokap si mirna) ikut nimbrung di lokasi TKP saat rekonstruksi suatu perkara?? emoticon-Bingung (S)



1. Iya maksudnya bicara dalam hati, seolah2 bicara seperti itu si Mirnanya... Yah, ga mungkin dia ngomong lsg donk emoticon-Big Grin
Tapi sambil diem gitu, mungkin mulut Mirna gerak2, komat-kamit ga keluarin suara, tapi matanya yah tetep sambil melotot liatin J....
Atau mungkin Mirna juga bilang, "Ma...af..kan aku... kalau me..mang...i...i...ini.. mau...mu... O..oke..lah....ka...lau... be...gi..tuu..."
Apa yg depan ga liat ekspresi J gmana yah di belakang? Trus ngomong apa gitu di mobil? Masa diem2an sih ber3?


2. Iya yg kyk perhatiin kelakuan J emang rada aneh sih, kenapa cuma J yg dihafal bgt, customer lain gimana, itu jg agak bingung....

Nah kalo soal nama Mirna itu, bisa jadi karna dia udah tau namanya Mirna, jadi pas kasih keterangan, dia ngomongnya mau tolong ibu Mirna itu tadi, itu refleks aja, karna udah tau pas polisi tanay2 data....
Awalnya mungkin sblon tau, dia bilang mau nolong ibu itu aja tanpa nama emoticon-Smilie


emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Tapi kalo kayak gini polisi masih butuh bukti utama buat ngebuktiiin tersangkanya.....