alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a1d198c1cb17a5668b456b/izin-reklamasi-3-pulau-teluk-jakarta-salahi-prosedur
Izin Reklamasi 3 Pulau Teluk Jakarta Salahi Prosedur
Terbitnya izin reklamasi tiga pulau di sekitar Teluk Jakarta yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menuai protes. Izin yang dikeluarkan untuk Pulau F, I, dan K tersebut diterbitkan tanpa sepengetahuan publik.

Kebijakan tersebut dinilai sangat janggal dan membahayakan publik. Karena itu, nelayan tradisional di sekitar Teluk Jakarta kembali menggugat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Nelayan menggandeng organisasi lingkungan hidup dalam gugatan yang didaftarkan secara resmi pada Kamis (21/01/2016) itu.Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, apa yang dilakukan Gubernur Ahok tersebut sebagai bentuk pemaksaan. Padahal, dari sisi prosedur dan kewenangan sudah jelas ada pelanggaran. Bahkan, sudah jelas itu akan merugikan masyarakat pesisir, nelayan, dan sekaligus lingkungan sekitarnya.

“Izin reklamasi ketiga pulau tersebut terbit secara berkala dua kali. Pertama, pada 22 Oktober 2015 dan kemudian pada 17 November 2015,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Hukum dan Pembelaan Nelayan DPP KNTI Martin Hadiwinata.

Menurut dia, selain diterbitkan tanpa sepengetahuan publik, proses pembuatan izin reklamasi tiga pulau tersebut ditengarai tidak melibatkan partisipasi publik sama sekali.”Ini yang harus diluruskan. Karena itu, kami kembali menggugat Gubernur Ahok. Dia adalah sosok yang bertanggung jawab dalam hal ini,” sebut dia.

Tidak hanya itu, Martin melihat, reklamasi telah melanggar prinsip kehati-hatian. Hal itu, karena sebelum izin 3 pulau terbit, sudah ada kematian ikan massal di Teluk Jakarta.

Dalam mendaftarkan gugatan ke PTUN, nelayan didampingi KNTI, Kiara, LBH Jakarta, Walhi Jakarta, PBHI Jakarta, Solidaritas Perempuan, dan IHCS.

Menanggapi terbitnya izin reklamasi untuk 3 pulau, Iwan, dari Komunitas Nelayan Tradisional Muara Angke mengaku geram dan marah. Dia merasa Gubernur Ahok tidak memiliki sensibilitas tinggi terhadap nelayan yang ada di sekitar Teluk Jakarta.

“Ini menunjukkan tidak adanya keterbukaan informasi kepada nelayan atas terbitnya tiga izin reklamasi baru tersebut. Padahal reklamasi yang terbit tersebut berada di wilayah tangkap nelayan tradisional yang telah di manfaatkan secara turun-temurun,” jelas dia.

Kekecewaan juga diperlihatkan salah satu nelayan Teluk Jakarta M. Taher. Menurut dia, penerbitan izin reklamasi 3 pulau tersebut menegaskan bahwa Ahok sudah melanggar hak asasi nelayan tradisional.

“Belum selesai dengan sengketa Izin Reklamasi Pulau G, Gubernur kemudian menerbitkan izin baru secara diam-diam. Ini menunjukkan tidak adanya keberpihakan dan perlindungan pemerintah provinsi DKI Jakarta kepada nelayan tradisional,” tutur Taher.

Taher mengungkapkan, dia dan sesama nelayan sebenarnya sangat mengharapkan ada program penghijauan Teluk Jakarta. Hal itu, karena saat ini limbah di sungai-sungai Jakarta yang bermuara di Teluk Jakarta masih sangat banyak.

Salahi Prosedur

Sementara itu, LBH Jakarta menilai, penerbitan izin reklamasi tiga pulau tersebut dilakukan dengan menyalahi prosedur. Hal itu, karena hingga saat ini dasar pengelolaan penataan ruang pesisir adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3K) yang hingga hari ini masih dalam pembahasan di legislatif.

“Seharusnya jika tidak ada dasarnya, Gubernur Ahok tidak dapat menerbitkan izin reklamasi sampai adanya dasar hukum penataan ruang di pesisir,” jelas Handika Febrian.

Adanya prosedur yang dilanggar tersebut, kata Muhnur Satyahaprabu dari Walhi, semakin mempertegas bahwa Gubernur Ahok ingin memaksakan reklamasi. Padahal, Ahok sendiri dalam kapasitas tersebut tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin-izin reklamasi di sekitar Teluk Jakarta.

“Jakarta telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional yang berperan penting secara nasional, sehingga pengelolaannya berada di tangan pemerintah pusat. Sehingga izin reklamasi tersebut tidak dilakukan karena kewenangannya berada di pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Menteri Kelautan dan Perikanan,” papar dia.
http://www.mongabay.co.id/2016/01/22...lahi-prosedur/
ga termasuk di keppres pak harto kah !?
cari beking lah palingan , tinggal rubah aturan..... dapat komisi ngga ya kok ngotot????????
bawa2 kementerian kelautan lagi emoticon-Cape deeehh
Quote:Original Posted By pampers
bawa2 kementerian kelautan lagi emoticon-Cape deeehh


Emang mau dikaitkan ke Kementrian apa? Kemenkes? Kemenpora?
Quote:Original Posted By ideotlogi


Emang mau dikaitkan ke Kementrian apa? Kemenkes? Kemenpora?


kkp udah mingkem sejak disodorin keppres pak harto emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ideotlogi


Emang mau dikaitkan ke Kementrian apa? Kemenkes? Kemenpora?


kemenag emoticon-Cool
Penjarakan segera!!! emoticon-army
Ahok si cina kristen apa si bisanya selain bikin susah masyarakat dan ngomong kasar??
Rip for jutaan ikan yg mati... Berubah hitamnya warna kerang hijau... Serta kelapannya puluhan ribu penduduk pesisir.
Semua ini didiamkan saja oleh media dan fansboy ahok.

Rip utk kematian hati nurani !
Tolak reklamasi harga mati !!
emoticon-army
Jalur Independen Gubernur Jakarta Sarat Kepentingan Pemodal
Semakin Ahok ngotot untuk meneruskan proyek Reklamasi atau Perda Reklamasi, semakin publik bertanya: "Ada apa ini?"
mengamati dan membaca komengtar teman mabok terlihat kualitasnya rendah. terbukti dari kegagalan memahami artikel diatas....itu sudah. emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By retropostmo
Rip for jutaan ikan yg mati... Berubah hitamnya warna kerang hijau... Serta kelapannya puluhan ribu penduduk pesisir.
Semua ini didiamkan saja oleh media dan fansboy ahok.

Rip utk kematian hati nurani !
Tolak reklamasi harga mati !!
emoticon-army


Lucu nya
Gw nemu, akun fb yang getol kampanye tolak reklamasi di Bali
Tapi getol share artikel manfaat reklamasi jakarta
Ironis?
Atau munafik ?
hmm....memang harus yusril yg turun tangan bela rakyat..... cek twitter yusril aaahhhh....emoticon-Traveller