alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a1b79c96bde6b9618b456a/alasan-ahok-ingin-hapus-izin-amdal-di-dki-seperti-aturan-era-penjajahan
Alasan Ahok Ingin Hapus Izin AMDAL di DKI: Seperti Aturan Era Penjajahan
Jakarta - Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) berencana menghapus izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Jakarta bila pembangunan sudah memenuhi syarat. Soal itu Ahok sudah berkonsultasi dengan Presiden Jokowi, dan Jokowi menilai perizinan yang menyulitkan pembangunan itu seperti peraturan zaman pemerintah kolonial Hindia-Belanda.

"Presiden sudah bilang kok. Presiden tanya sama saya, Pak Gubernur tahu tidak singkatan HO itu apa? Saya enggak tahu pak, tapi saya tahu itu Bahasa Belanda, HO itu adalah izin gangguan dari zaman Belanda," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Pada era penjajahan dulu, ada yang namanya HO alias Hinderordonanntie, yakni surat izin gangguan. Sepenilaian Ahok, izin AMDAL itu sama saja seperti HO era penjajahan itu. Padahal aturan itu dulu dibikin penjajah untuk menyusahkan rakyat.

"Jadi Presiden perintahkan (peraturan) yang enggak penting dibuang saja lah. Itu zaman Belanda, zaman penjajahan. Namanya juga penjajah mau membatasi gerak-gerik kamu," kata Ahok.

Dia menjelaskan, sebenarnya AMDAL tak sepenuhnya dihapus melainkan AMDAL sudah terakomodasi dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi. Bila pembangunan sudah sesuai RDTR dan Peraturan Zonasi, maka tak perlu untuk mendapatkan izin AMDAL.

Sudah ada pula, menurut Ahok, mekanisme Upaya Pemantauan Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UPL/UKL) yang muatannya sudah seperti izin AMDAL.

"Masa ini sudah ada AMDAL (RDTR dan Peraturan Zonasi) Anda bikin AMDAL lagi? Ini kan copy-paste juga, jadinya izin jadi lama," kata dia.

"Kecuali kalau ada reklamasi pulau (maka harus izin AMDAL)," imbuh Ahok.

Ahok memgatakan, rencana penghapusan izin AMDAL itu berdasarkan pada PP Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

Namun akhirnya usulan Ahok ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar untuk menghapus kewajiban izin AMDAL itu ditolak. Soalnya, Menteri Siti Nurbaya belum mengeluarkan Peraturan Menteri tentang hal itu. Karena, di PP Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, ada tambahan 'ketentuan lebih lanjut soal AMDAL akan dibuat dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup'. Karena Permen-nya belum ada maka PP tersebut belum bisa diaplikasikan.

"Undang-undang juga mengatur seperti itu, tapi ada Permen Lingkungan Hidup yang menyatakan tidak bisa. Nah itu yang saya laporkan kepada Presiden," kata dia.

Kemudahan izin, dalam hal ini direncanakan lewat penghapusan izin AMDAL, perlu dilakukan. Soalnya Jakarta ingin mengejar Ease of Doing Business (EODB). Indeks kemudahan berbisnis di Jakarta masih harus ditingkatkan.

"Masa tafsiran UU ditafsirkan berbeda oleh Permen? Bagaimana kita mau mengejar Ease of Doing Business yang berperingkat 40 kalau urusan AMDaL harus berbulan-bulan untuk sidang macam-macam?" ujar Ahok. (dnu/rvk)


http://m.detik.com/news/berita/31245...era-penjajahan


bagi yang pro dan kontra waktu dan tempat dipersilahkan..

tapi jangan saling mencaci ya...

salam damaiemoticon-Smilie
memang kalo udah tumpang tindih ya di streamline aja aturannya..
kemaren kan ada laporan IMB di indonesah ini paling repot dibanding malaysia atau singapura
tujuannya ya supaya di kementrian banyak yang kecipratan.. mau keluar ijin.. pake duit.. mau cepet.. duit lagi.. dll...
makanya itu PNS2 ditembak aja satu2 emoticon-Big Grin
Intinya supaya mempermudah ijin usaha.. tidak tumpang tindih aturannya..

bingung

Wew kembali mempertanykan..ini koh ahok yang kelewatan bgt ngomongnya dan berbuah blunder atau wartawan salah ngutip.
HO itu sgt jauh berbeda dgn amdal setau gw klo berdasarkan diskusi dgn rekan2 di fungsi HSSE.
Di perusahaan gw HO itu diurusin sm orng legal & relation (humas), sedangkan AMDAL diurusin sama HSSE (Healt Safety Security and Environment)


AMDAL itu wajib dilakukan
gak bisa asal
mau dana apbn, apbd, atau sumbangan luar negeri itu AMDAL wajib dan mutlak
yang bisa merubah itu cuma presiden, karena undang undangnya ada.
ini ahok jelas sudah melanggar undang undang kalau begini
Quote:Original Posted By JMYCM
AMDAL itu wajib dilakukan
gak bisa asal
mau dana apbn, apbd, atau sumbangan luar negeri itu AMDAL wajib dan mutlak
yang bisa merubah itu cuma presiden, karena undang undangnya ada.
ini ahok jelas sudah melanggar undang undang kalau begini

Melanggarnya di mana ya? Baru wacana udah jelas melanggar ya? Yg bisa merubah presiden.. makanya Ahok datangin presiden..

Yg jelas para penyedia jasa konsultan yg ngurusin AMDAL bakal menggeliat kepanasan bakul nasinya terusik..
ya gini ajah deh..
gue mau tanya nih: Seburuk buruknya dampak yang akan terjadi jika Tanpa AMDAL untuk DKI Jakarta apa?

bakalan banjir? lah emang udah sering..
bakalan merusak ekosistem? lah emang udah rusak...
bakalan polusi udara? lah emang udah kotor udara jakarta...

trus selama ini dengan menggunakan AMDAL bisa memberikan solusi apa?
Quote:Original Posted By kopitalk
Melanggarnya di mana ya? Baru wacana udah jelas melanggar ya? Yg bisa merubah presiden.. makanya Ahok datangin presiden..

Yg jelas para penyedia jasa konsultan yg ngurusin AMDAL bakal menggeliat kepanasan bakul nasinya terusik..



Hehe Iya gan.. Indonesia butuh perizinan cepat agar bisa bersaing. Amdal itu prosesnya bulanan, padahal tata ruang setiap kota kan sdh ada amdal nya. Tinggal rencana tata ruang dijatuhi, dan dikontrol aja..

Kenapa sampai butuh amdal dua kali coba? Aneh, tapi yg Ane pikir ya supaya pengurusan ya bolak balik emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kopitalk

Melanggarnya di mana ya? Baru wacana udah jelas melanggar ya? Yg bisa merubah presiden.. makanya Ahok datangin presiden..

Yg jelas para penyedia jasa konsultan yg ngurusin AMDAL bakal menggeliat kepanasan bakul nasinya terusik..


terlepas dari seringnya AMDAL dimuluskan dengan duit atau tidak mengikuti dari AMDAL, saya tidak setuju dengan ide ahok ini.
lebih bagus kalau AMDAL nya diperketat dan diawasi supaya tidak ada lagi praktik suap dan praktik AMDAL tidak tumpang tindih.
praktik tumpang tindih biasanya terjadi di dana international, harus mengikuti AMDAL international dan AMDAL nasional.
amdal nasional beda ketentuan dengan amdal internasional, dan pihak 3 yg melakukan amdal harus mempunyai sertifikat nasional dan internasional.
semua harus pakai AMDAL kok, mau dana apbn, apbd atau dana international.
seharusnya peraturan yg sama tumpang tindih dijadikan ramping jadi satu ... umpama apabila ada AMDAL dan RDTR yg mengadopsi prinsip yg sama ... yah hilangkan aja salah satunya emoticon-Cendol (S)

Indonesia emang kebanyakan birokrasi ....
Quote:Original Posted By selera.hidangan
ya gini ajah deh..
gue mau tanya nih: Seburuk buruknya dampak yang akan terjadi jika Tanpa AMDAL untuk DKI Jakarta apa?

bakalan banjir? lah emang udah sering..
bakalan merusak ekosistem? lah emang udah rusak...


Bro jgn dibalik - balik please...Aturan dl dijalankan krn aturan yang ada pasti sudah mempertimbangkan efek negatif dan positif nya secara global..dan setau gw semua aturan itu ttp di review mengikuti kondisi yang ada termasuk perkembangan teknologi..
Klo cara berfikir nya spt yang bro sampaikan bisa2 semua aturan diubah sesuai dgn kepentingan yg ada..

Piss bro

harusnya aturan2 yg tumpang tindih dan izin2 yg mempersulit sdh saatnya dihapus or disederhanakan
Quote:Original Posted By GustoSign



Hehe Iya gan.. Indonesia butuh perizinan cepat agar bisa bersaing. Amdal itu prosesnya bulanan, padahal tata ruang setiap kota kan sdh ada amdal nya. Tinggal rencana tata ruang dijatuhi, dan dikontrol aja..

Kenapa sampai butuh amdal dua kali coba? Aneh, tapi yg Ane pikir ya supaya pengurusan ya bolak balik emoticon-Big Grin


pengawasan AMDAL di indonesia memang masih amburadur, tetapi gak serta merta dihapuskan.
masalah tumpang tindih memang sudah dari dulu terjadi.
jadi amdal yg dilakukan oleh pemda tidak serta merta juga berlaku secara internasional atau nasional
jadi misalnya nih pemrov mau buat sesuatu dan pendanaan dari apbn atau sumbangan internasional ya harus amdal lagi yg sesuai dengan ketetapan nasional atau internasional
pihak ke 3 itu juga beda ada yg sertifikat internasional, ada yg sertifikat nasional.
dan dia mengikuti sesuai dengan ketetapan yg diminta...
Quote:Original Posted By Mr.LMTM


Bro jgn dibalik - balik please...Aturan dl dijalankan krn aturan yang ada pasti sudah mempertimbangkan efek negatif dan positif nya secara global..dan setau gw semua aturan itu ttp di review mengikuti kondisi yang ada termasuk perkembangan teknologi..
Klo cara berfikir nya spt yang bro sampaikan bisa2 semua aturan diubah sesuai dgn kepentingan yg ada..

Piss bro



lah, justru itu Bro, ane mau tau dulu dampak terburuk jika tanpa AMDAL itu apa?

Quote:Original Posted By selera.hidangan
ya gini ajah deh..
gue mau tanya nih: Seburuk buruknya dampak yang akan terjadi jika Tanpa AMDAL untuk DKI Jakarta apa?

bakalan banjir? lah emang udah sering..
bakalan merusak ekosistem? lah emang udah rusak...
bakalan polusi udara? lah emang udah kotor udara jakarta...

trus selama ini dengan menggunakan AMDAL bisa memberikan solusi apa?


nah ini yang buat perumahan bisa dibangun dipinggir sungai. alasan nya sudah sesuai dengan AMDAL
padahal AMDAL skrg masih carut marut, sering praktik untuk memuluskan AMDAL.
peraturan yg ga perlu dihilangin or disederhanain aja..
jgn kayak zaman penjajahan, apa2 dipersulit
Quote:Original Posted By selera.hidangan


lah, justru itu Bro, ane mau tau dulu dampak terburuk jika tanpa AMDAL itu apa?



bukan sedang bicara dampak ini, tapi bicara AMDAL itu sendiri fungsinya apa, masih diperlukan atau tidak, efektif atau tidak, mubazir atau tidak.


baca dr paragraf ini dan seterusnya di trit :

Dia menjelaskan, sebenarnya AMDAL tak sepenuhnya dihapus melainkan AMDAL sudah terakomodasi dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi. Bila pembangunan sudah sesuai RDTR dan Peraturan Zonasi, maka tak perlu untuk mendapatkan izin AMDAL.

Quote:Original Posted By JMYCM


nah ini yang buat perumahan bisa dibangun dipinggir sungai. alasan nya sudah sesuai dengan AMDAL
padahal AMDAL skrg masih carut marut, sering praktik untuk memuluskan AMDAL.


nah ini yang ane bingung, tentang fungsi AMDAL sebenarnya... makanya ane mau tau kalo tanpa AMDAL resiko terbesar apa?

kalo misalnya bisa dijelaskan bahwa Tanpa AMDAL untuk DKI Jakarta akan terjadi Longsor Hancur Lebur yang tidak mungkin tertanggulangi, ya gue setuju dengan AMDAL

kalo misalnya dengan AMDAL dipastikan tidak akan terjadi banjir, nah gue setuju banget dengan AMDAL

terus sekarang kalo aturan tentang buat perumahan di pinggir sungai sudah tercantum di Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi, terus fungsi AMDAL apa? hanya untuk meng-iya-kan saja?


page 1 masih pada diskusi sehat..
nah.. gini donk..

kan adem bacanyaa..
Quote:Original Posted By sichilikya


bukan sedang bicara dampak ini, tapi bicara AMDAL itu sendiri fungsinya apa, masih diperlukan atau tidak, efektif atau tidak, mubazir atau tidak.


baca dr paragraf ini dan seterusnya di trit :

Dia menjelaskan, sebenarnya AMDAL tak sepenuhnya dihapus melainkan AMDAL sudah terakomodasi dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi. Bila pembangunan sudah sesuai RDTR dan Peraturan Zonasi, maka tak perlu untuk mendapatkan izin AMDAL.



nah itulah yang ada di pikiran ane, jika fungsi AMDAL tidak begitu efektif atau dampak yang ditimbulkan tidak signifikan kenapa aturan aturan AMDAL itu gak dimasukan saja ke RDRT dan Peraturan Zonasi.

Intinya maksud gue: Ngapain lu kerja 2 x minta ijinnya, kalo ijinnya mirip mirip...

×