alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a197865c7798a8748b4567/pertama-di-ri-hakim-cabut-kepemilikan-sim-yuda-seumur-hidup
Pertama di RI, Hakim Cabut Kepemilikan SIM Yuda Seumur Hidup
Jakarta - Banyaknya kasus kecelakaan maut yang menimbulkan banyak korban jiwa memaksa hakim perlu membuat terobosan hukum. Salah satunya adalah melarang pelaku memiliki SIM hingga ia meninggal dunia. Harapannya, pelaku tidak lagi membawa kendaraan dan kejadian serupa tak terulang.

Kasus ini bermula saat Tri Yuda Mediansyah mengendarai Suzuki Futura Nopol BK 1856 PT pada 2 September 2015 siang. Di kendaraan itu ikut beberapa anak sekolah.

Saat melintas di Jalan Umum Binjai, Kuala atau tepatnya di depan Kantor PTPN II Selesai, Yuda menyalip sebuah pikap L-300 warna hitam dan sebuah bus. Belum selesai, Yuda kembali menyalip Toyota Avanza warna silver dengan Nopol BK 1291 RG dan sebuah truk tangki.

Namun belum selesai menyalip Toyota Avanza, dari depan muncul sepeda motor Honda Vario Nomor BK 6161 RAG. Yuda kaget lalu memotong kembali ke jalur kiri. Pengemudi yang ada di dalam Avanza kaget dan menyenggol mobil yang dibawa Yuda sehingga kendaraan Yuda terlempar kembali ke depan dan menabrak sepeda motor. 

Kecelakaan yang terjadi secepat kilat ini juga menyebabkan mobil yang dibawa Yuda terpental dan terbalik dengan posisi roda berada di atas. Adapun Avanza tersebut masuk ke dalam parit.

Akibat kecelakaan ini, pengemudi sepeda motor yang belakangan diketahui bernama Supriono meninggal dunia. Adapun korban lain mengalami luka-luka yang cukup parah.

Melihat kecelakaan maut ini, Yuda bukannya bertindak kooperatif tapi malah melarikan diri. Ia perlahan keluar dari kendaraannya dan menyetop sepeda motor dan kabur. Polisi lalu mencari Yuda dan setelah menemukannya membawa Yuda ke meja hijau.



"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 2 tahun," putus majelis Pengadilan Negeri (PN) Stabat sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Jumat (22/1/2016).

Vonis ini diketok oleh ketua majelis hakim Laurenz Stephanus Tampubolon dengan anggota Sunoto dan Hasanuddin. Vonis penjara ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang meminta Yuda dihukum 20 bulan penjara.

Putusan yang diambil pada Rabu (20/1) kemarin itu juga membuat hukuman pidana tambahan yang cukup berani. Majelis hakim selain mencabut SIM Yuda juga melarang Yuda memiliki SIM seumur hidup alias hingga Yuda meninggal dunia tidak boleh memiliki SIM. Tanpa SIM, maka Yuda tidak bisa membawa kendaraan sehingga diharapkan tidak terjadi lagi kecelakaan maut.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM) atas nama terdakwa Tri Yuda Mediansyah alias Bendil dan mencabut hak terdakwa untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan," ucap majelis dengan suara bulat.

Pencabutan SIM sebelumnya juga dijatuhkan oleh majelis hakim di tempat lain, tetapi pencabutan itu hanya bersifat sementara yaitu selama terdakwa menghuni penjara atau bisa beralih ke SIM lain. Seperti diketok oleh Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Jawa Barat yang mencabut SIM bus Amin, selain menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara pada Februari 2014.

Amin merupakan pengemudi bus maut yang menyebabkan kematian 20 orang di jalur puncak. Meski dicabut, Amin sekeluarnya dari penjara masih bisa mendapatkan SIM untuk ketegori SIM yang berbeda.

Pertama di RI, Hakim Cabut Kepemilikan SIM Yuda hingga Meninggal Dunia
http://news.detik.com/read/2016/01/2...eninggal-dunia
Bagus!!! emoticon-Angkat Beer
mampus dahemoticon-Betty
keluar penjara naik gojek or gab bike forever emoticon-Jempol
keren nih Hakim .. ntar diliput besar2an trus yg lain ikut2an
coba diberlakukan pula sama anak mentri dan anak artis kemarin
Quote:Original Posted By kaka22ciao
mampus dahemoticon-Betty
keluar penjara naik gojek or gab bike forever emoticon-Jempol



emoticon-Ngakak
prestasi ni
32 + 10 penuh sgn kesia sian
Quote:Original Posted By 4.sale
coba diberlakukan pula sama anak mentri dan anak artis kemarin

setuju, baru mau komeng gini emoticon-Big Grin
masalahnya tanpa sim dia juga masih bisa nyetir...
mantappp emoticon-2 Jempol ... semoga ditiru ama Hakim yg lain ...


coba anak mentri ma anak artis diginiin juga ... emoticon-Berduka (S)
emang kalo mau pake kendaraan gak bisa kalo gak ada SIM ya , yg penting kan ada duit sogokan emoticon-Malu
putusan hakim yang patut diapresiasi.

mampus lu....

hei orang kaya kaskus, mana omongan loe-loe pada yang biasanya yang salah menurut logika kaliankan yang naik motor. ayo dibela dong...keluarkan bacot kalian.

polisi goblok yang masih ngotot megang ijin SIM juga seharusnya, ikut dipidanakan. SIm bisa sembarangan orang, memperolehnya.

Sayangnya orang-orang pintar keblinger di MK, memangkan polisi untuk polisi tetap bisa mengeluarkan ijin memperoleh SIM.
sering2 aja begini biar berkurang pengemudi alay
Rasyid Rajasa
Ahmad Abdul Qodir Jaelani

anak antek prabokir semua, gmana kalau prabokir jadi presiden , mungkin akan legalkan anak pejabat tinggi tabrak mati manusia???
kok bisa di hukum..? oh iyaaa.. cuma level "avanza".. emoticon-Malu (S)

btw cukup 400 rebu.. bisa kok.. atau gak usah bawa sim trus kalo kena tilang kasih aja gocap..


emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
baguslah.
ditunggu buat para pelaku2 laennya
Quote:Original Posted By batuk.tbc
putusan hakim yang patut diapresiasi.

mampus lu....

hei orang kaya kaskus, mana omongan loe-loe pada yang biasanya yang salah menurut logika kaliankan yang naik motor. ayo dibela dong...keluarkan bacot kalian.

polisi goblok yang masih ngotot megang ijin SIM juga seharusnya, ikut dipidanakan. SIm bisa sembarangan orang, memperolehnya.

Sayangnya orang-orang pintar keblinger di MK, memangkan polisi untuk polisi tetap bisa mengeluarkan ijin memperoleh SIM.



Napa lo marah2
Quote:Original Posted By eqepe



Napa lo marah2


yeah gue lagi onani pake sambal dan balsem juga dibilang marah..marah. loe kali yang lagi stressss....
dukung ah...
Nyusul penabrak penjual STMJ. Anak jenggot ma anak uban nyusul PK-nya. Semoga.