alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a16cc296bde65a2e8b4568/ngurah-rai-dan-martadinata-nama-kapal-perang-tni-al-buatan-dalam-negeri
Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri
Quote:Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

Jakarta - TNI AL akan memiliki dua kapal perang baru produksi dalam negeri. Kapal perusak rudal buatan PT PAL (Persero) itu akan diberi nama seperti dua nama pahlawan.

PT PAL bekerja sama dengan perusahaan galangan kapal Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dalam membangun kapal jenis PKR (Kapal Perusak Rudal) itu. Kapal Fregate class 10514 tersebut kini diproduksi di galangan kapal milik PT PAL di Surabaya, Jawa Timur.

"Pembangunan kedua kapal perang tersebut merupakan bagian dari program Transfer of Technology (ToT) dengan DSNS yang memerlukan waktu pembuatan selama 49 bulan," ungkap Kadispenal Laksma M Zainudin kepada detikcom, Kamis (21/1/2015).

First Steel Cutting kapal PKR-1 disebut Zainudin telah dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2014, sementara kapal PKR-2 pada tanggal 16 Juli 2014 lalu. PKR-1 pun sudah dilaunching di Surabaya pada Senin (18/1) lalu oleh Menhan Ryamizard Ryacudu, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

"Kapal PKR 10514 memiliki panjang 105 meter dan lebar 14 meter. Dilengkapi sistem pendorong yang mampu berlayar dengan kecepatan 28 knot bila menggunakan 2 unit diesel engine propulsion dan kecepatan 15 knot jika menggunakan 2 unit electric motor propulsion," jelas Zainudin.

Dengan menggunakan pendorongan elektrik, kapal yang memiliki kemampuan siluman (stealth technology) tersebut bisa menghemat bahan bakar. Pasalnya secara otomatis kapal bergerak dengan menggunakan tenaga listrik. Kemampuan siluman yang dimiliki memungkinkan kapal untuk tidak dapat terdeteksi radar.

"Kapal juga dilengkapi sensor udara yang tercanggih saat ini sehingga mampu mendeteksi sasaran di udara lebih dari 200 kilometer. Selain sistem sensor yang dimiliki, kapal PKR dilengkapi dengan sistem peralatan komunikasi modern yang mampu berkomunikasi dengan berbagai unsur lainnya," Zainudin menuturkan.

Sistem komunikasi modern PKR 10514 memungkinkan kapal untuk berkomunikasi dengan kapal permukaan, kapal selam dan pesawat udara baik komunikasi voice maupun data secara terbuka maupun crypto. Tak hanya itu, kedua kapal ini juga memiliki persenjataan modern yang terintegrasi dalam sistem canggih Sensor Weapon Control (Sewaco).

"Antara lain persenjataan meriam kaliber 76 mm dan Millenium Gun 35 mm, peluncur rudal anti serangan udara dan anti kapal permukaan, serta peluncur torpedo," terang Zainudin.

Kapal PKR Jenis Fregate Class 10514 merupakan salah satu jenis KRI dalam susunan kapal tempur pemukul (striking Force) dalam armada tempur. Kapal tempur pemukul ini mempunyai fungsi asasi untuk mampu hadir di segala mandala operasi dan segala cuaca, dapat mengimbangi dan mengungguli kemampuan tempur Angkatan Laut Negara lain.

Striking Force juga memiliki fungsi tambahan yaitu untuk melaksanakan peperangan 3D atau 3 dimensi. Yaitu, peperangan anti udara, anti kapal permukaan dan anti kapal selam.

"Dalam pelaksanaan tugasnya, PKR mampu dioperasikan di medan pertahanan utama dan di daerah-daerah perlawanan serta tugas tambahan dalam penanggulangan bencana di laut (SAR)," ucap Zainudin.

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

"Bagi TNI AL peristiwa ini memiliki makna penting sesuai dengan kebijakan pembangunan kekuatan yang diarahkan pada perwujudan kekuatan TNI AL menuju Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF), yaitu struktur kekuatan yang disusun berdasarkan kemampuan yang diperlukan (capability design) untuk menghadapi segala bentuk ancaman dalam rangka menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI dengan segala resiko yang dihadapi," sambungnya.

Untuk peningkatan kemampuan sistem persenjataan, kata Zainudin, TNI AL akan terus melibatkan industri dalam negeri yang ada dalam pengadaan alutsista. Lalu akan diberi nama apa dua kapal ini?

"Direncanakan akan diberi nama dua nama pahlawan nasional Indonesia. Untuk kapal PKR-1 akan diberi nama Raden Eddy Martadinata (REM), sedangkan kapal PKR-2 akan bernama I Gusti Ngurah Rai (GNR). Kedua nama pahlawan nasional tersebut sebelumnya pernah pula digunakan pada kapal perang TNI AL yang telah di-disposed," jawab Zainudin.

KRI REM dan KRI GNR rencananya akan diserahkan PT PAL kepada pihak TNI AL pada bulan Oktober 2017. Namun masih belum dijelaskan akan ditempatkan pada satuan kedua kapal perang ini.

"Kedua kapal tersebut akan memperkuat jajaran TNI AL untuk mengemban tugasnya mengawal dan menegakkan kedaulatan negara di perairan yurisdiksi nasional Indonesia," tutupZainudin.

(elz/jor)

http://news.detik.com/berita/3124308...n-dalam-negeri


Quote:Kapal Perang Fregate Class 10514 Buatan PT. PAL Perkuat ‘Striking Force’ TNI AL

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

JMOL. Dua unit kapal perang jenis PKR (Kapal Perusak Rudal) Fregate Class 10514 yang dibangun oleh galangan kapal dalam negeri PT PAL Surabaya, tidak lama lagi akan memperkuat jajaran TNI AL untuk mengemban tugasnya mengawal dan menegakkan kedaulatan negara di perairan yurisdiksi nasional Indonesia.

Kapal PKR 10514 dibangun PT PAL Surabaya bekerja sama dengan perusahan galangan kapal Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS). First Steel Cutting kapal PKR-1 telah dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2014, dan kapal PKR-2 pada tanggal 16 Juli 2014 lalu. Pembangunan kedua kapal perang tersebut merupakan bagian dari program Transfer of Technology (ToT) dengan DSNS yang memerlukan waktu pembuatan selama 49 bulan.

Sesuai master plan, PKR-1 akan di-launching pada hari Senin ini, 18 Januari 2016 oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. Selanjutnya kapal PKR-1 akan diserahkan kepada TNI AL pada Januari 2017, sedangkan untuk kapal PKR-2 pada bulan Oktober 2017.

Stealth Technology

PKR 10514 dengan panjang 105 meter dan lebar 14 meter, juga didesain memiliki kemampuan “siluman” (stealth technology) atau tak dapat terdeteksi oleh radar. Selain itu, keduanya akan dilengkapi sensor udara yang tercanggih saat ini sehingga mampu mendeteksi sasaran di udara lebih dari 200 kilometer. Selain sistem sensor yang dimiliki, kapal PKR dilengkapi dengan sistem peralatan komunikasi modern yang mampu berkomunikasi dengan berbagai unsur lainnya seperti kapal permukaan, kapal selam dan pesawat udara baik komunikasi voice maupun data secara terbuka maupun crypto.

Dilengkapi sistem pendorong yang mampu berlayar dengan kecepatan 28 knot bila menggunakan 2 unit diesel engine propulsion dan kecepatan 15 knot jika menggunakan 2 unit electric motor propulsion. Dengan menggunakan pendorongan elektrik, kapal ini akan menghemat bahan bakar karena secara otomatis kapal bergerak dengan menggunakan tenaga listrik.

Kelebihan lain kedua kapal ini adalah persenjataannya yang sangat modern yang terintregrasi dalam sistem Sensor Weapon Control (Sewaco) yang canggih, antara lain persenjataan meriam kaliber 76 mm dan Millenium Gun 35 mm, peluncur rudal anti serangan udara dan anti kapal permukaan, serta peluncur torpedo.

Kedua PKR Jenis Fregate Class 10514 akan bergabung dalam armada kapal tempur pemukul (striking Force) dalam armada tempur, yang mempunyai fungsi asasi mampu hadir di segala mandala operasi dan segala cuaca, dapat mengimbangi dan mengungguli kemampuan tempur Angkatan Laut Negara lain serta mampu melaksanakan fungsi tambahan yakni melaksanakan peperangan 3D (3 dimensi) yaitu, peperangan anti udara, anti kapal permukaan dan anti kapal selam. Dalam pelaksanaan tugasnya, PKR mampu dioperasikan di medan pertahanan utama dan di daerah-daerah perlawanan serta tugas tambahan dalam penanggulangan bencana di laut (SAR).

Bagi TNI AL, keel laying hari ini menandakan makna kebijakan pembangunan kekuatan yang diarahkan pada perwujudan kekuatan TNI AL menuju Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF), yaitu struktur kekuatan yang disusun berdasarkan kemampuan yang diperlukan (capability design). Sehingga ke depan untuk peningkatan kemampuan sistem persenjataan, TNI AL akan terus melibatkan industri dalam negeri yang ada dalam pengadaan alutsista.

Berdasarkan informasi dari Dispenal, kapal PKR produksi PT PAL Indonesia ini akan diberi nama dua nama pahlawan nasional Indonesia. Untuk kapal PKR-1 akan diberi nama Raden Eddy Martadinata (REM), sedangkan kapal PKR-2 akan bernama I Gusti Ngurah Rai (GNR). Kedua nama pahlawan nasional tersebut sebelumnya pernah pula digunakan pada kapal perang TNI AL yang telah di-disposed. [AN]

http://jurnalmaritim.com/2016/01/kap...-force-tni-al/


Quote:karakternya
Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

gambarnya...

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri
ajgmj
Mangstap.. emoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By lilikwinarko
Mangstap.. emoticon-2 Jempol


mangap betul y gan.. emoticon-Cool
Keren semoga PT PAL bisa lebih maju dr segi SDM, teknologi, keuntungan, fasilitas. Dan semoga pemerintah lebih serius lagi membenahi peremajaan kapal perang TNI AL
Wih keren.

Tapi kok gak ada CIWS nya ? Kayak destroyer2 nya mamarika
Apa karna kapal ini bukan kelas destroyer jadi gak usah pake CIWS ?
Tolong yang ngerti jelasin. Ane masih awam
mantab emoticon-Jempol
mantab betul, emoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By tetriadi
Wih keren.

Tapi kok gak ada CIWS nya ? Kayak destroyer2 nya mamarika
Apa karna kapal ini bukan kelas destroyer jadi gak usah pake CIWS ?
Tolong yang ngerti jelasin. Ane masih awam


CIWS apaan tu om ?

paling gk bisa buat ngejar kapal2 pencuri ikan thailand
Quote:Original Posted By tetriadi
Wih keren.

Tapi kok gak ada CIWS nya ? Kayak destroyer2 nya mamarika
Apa karna kapal ini bukan kelas destroyer jadi gak usah pake CIWS ?
Tolong yang ngerti jelasin. Ane masih awam


Pake kok rencananya, itu di gambar desainnya ada. tapi pake Rheinmetall Millenium gun CIWS, bukan pake Phalanx CIWS seperti kapal amerika. semoga cepat dilengkapi

mudah-mudahan kapal-kapal berikutnya kandungan lokalnya semakin banyak.
bs gak ya, sekali produksi lsg 10 kapal di kerjakan dlm waktu bersamaan, gak satu per satu kek gini...

btw, nunggu yg trimaran jadi...
Quote:Original Posted By dxdl


CIWS apaan tu om ?

paling gk bisa buat ngejar kapal2 pencuri ikan thailand


kapal china sih gak tenang2 aja,
udah ketangkep, bisa kabur


#china_investor_primadona_kitak2

Quote:

9 Kapal Pencuri Ikan Dibawa Kabur 39 ABK China, Ini Kronologinya
Muhammad Idris - detikfinance
Senin, 11/01/2016 18:45 WIB
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti geram dengan dibawa kaburnya 9 kapal eks asing oleh anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan China, di Pelabuhan Pomako, Timika, Papua. Kapal-kapal tersebut rata-rata memiliki bobot mati 300 gross ton (GT) dibawa lari pada 30 Desember 2015.

Susi mengungkapkan, dari hasil penyelidikan Satgas Pemberantasan Illegal Unregulated Unreported (IUU) Fishing 115, kaburnya 9 kapal tersebut memang telah direncanakan dengan matang.

"Hari Rabu tanggal 30 Desember 2015, dilaporkan 9 kapal eks Tiongkok telah dilarikan ABK Tiongkok. Pertama kali diketahui dari pegawai yang sehari-hari memeriksa kondisi kapal di Pelabuhan Pomako," papar Susi di kantonya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (11/1/2016).

Dari keterangan grup Minamata, perusahaan yang sebelumnya mengoprasikan 9 kapal tersebut, sebanyak 31 ABK baru datang dari China untuk mengisi posisi ABK yang telah pulang ke negara asalnya untuk menjaga kapal, sementara 8 ABK memang dari awal ditugaskan dari awal menjaga kapal.

Susi mengungkapkan, 9 kapal tersebut ditahan karena melakukan 9 pelanggaran sehingga izin tak lagi berlaku sejak 1 Juli. Beberapa pelanggaran diantaranya termasuk mempekerjakan ABK asing, berbendera ganda, dan izin sudah habis.

"Pengawasan yang longgar terjadi karena letaknya agak jauh dari pelabuhan. Kemudian aparat keamanan sedang fokus mengamankan kedatangan Presiden Jokowi ke Papua," terang Susi.

Dia menuturkan, saat pihaknya sudah mendeteksi keberadaan 9 kapal tersebut, yang kini dalam perjalanan 'pulang' ke China lewat Papua Nugini.

"Hasil pantauan AIS (automatic identification system) pada 10 Januari pukul 12.00 9 kapal tersebut ada di perairan barat Pulau Manus, Papua Nugini. Diduga kapal-kapal itu sedang menuju China melalui jalur Laut China Selatan bagian Filipina," tutupnya.

(hns/hns)

http://finance.detik.com/read/2016/0...i-kronologinya



Ya bagus Lah Kalo bs kerja Tuh kapal. Jgn bilang kAskuser ga dukung aje
Quote:Original Posted By kensama


Pake kok rencananya, itu di gambar desainnya ada. tapi pake Rheinmetall Millenium gun CIWS, bukan pake Phalanx CIWS seperti kapal amerika. semoga cepat dilengkapi

mudah-mudahan kapal-kapal berikutnya kandungan lokalnya semakin banyak.


Makasih gan info. Iya ane pikir CIWS cuman phalanx CIWS doang. Ternyata ada yang lain juga.
Quote:Original Posted By tetriadi
Wih keren.

Tapi kok gak ada CIWS nya ? Kayak destroyer2 nya mamarika
Apa karna kapal ini bukan kelas destroyer jadi gak usah pake CIWS ?
Tolong yang ngerti jelasin. Ane masih awam


pernah baca di formil katanya ini kapal memang kelasnya dibawah destroyer, walupun belum masuk kelas destroyer namun sudah merupakan kebanggaan bagi kita semua.
lumayanlah nnt di kembangkan lagi... emoticon-Cool
wah mau ganyang malaysia nih
Quote:Original Posted By argicha


pernah baca di formil katanya ini kapal memang kelasnya dibawah destroyer, walupun belum masuk kelas destroyer namun sudah merupakan kebanggaan bagi kita semua.


CMIIW
kapal ini jenis ny light frigate jd msh dbawah ny frigate apalagi destroyer

Siplah bisa memproduksi sendiri kapal perang
Semoga kedepannya inovatif terus dlm memproduksi kapal perang canggih