alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a0abc15a516309438b456c/cengengnya-jaksa-agung-indonesia
Cengengnya Jaksa Agung Indonesia
Setelah berulang kali digosipin bakal dicopot dari jabatannya dari Kejagung, sepertinya Prasetyo yang juga politisi NasDem ini memutar otaknya dengan keras untuk cari cara biar gak dicopot. Salah satunya dengan mencoba mengusut kasus penggelapan pajak PT Mobile 8, yang notabene pernah dimilikin Hary Tanoe pada 2004 silam. Dalam beberapa kesempatan Prasetyo sudah ‘PeDe’ telah mengantongi bukti dan segera memerikasa Hary Tanoe.

Tapi tidak lama berselang, di hadapan Komisi III DPR, Prasetyo mengaku dapat sms teror dari Hary Tanoesoedibjo. Kurang lebih isi smsnya seperti ini "Mas Dwiyayanto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat bahwa kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik salah satu tujuannya memberantas oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional dan abuse of power.

Sumpah ya, gak ngerti sama jalan pikiran Prasetyo ini. Kenapa? Prasetyo ini kan aparat penegak hukum dan seharusnya, kalau merasa diteror ya logikanya kalau dia merasa jadi korban kenapa lapor ke Komisi III? Kenapa bukan lapor ke polisi? Kalau kita menengok kembali tugas dan kewenangan DPR yang meliputi Legislasi, pengawasan, dan anggaran. Dari tiga fungsi DPR, tidak satu pun fungsi penindakan.

Lalu apa yang diharapkan Prasetyo dari mengadu ke Komisi III? Malah yang ada namanya makin jatuh di mata masyarakat. Karena dia seperti orang yang kehabisan akal untuk bermanuver, malah kasus-kasus besar yang ditunggu masyarakat untuk diselesaikan malah diabaikannya. Salah satu kasus besar yang dimaksud adalah keterlibatan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dalam kasus suap yang melibatkan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho.

Balik lagi soal sms teror dari Hary Tanoe, sebagai Jaksa Agung, sikap Prasetyo ini layaknya anak kecil cengeng yang sedang curhat pada ibunya. Tentunya sebagai aparat penegak hukum seharusnya dirinya sudah mengetahui resiko akan adanya tekanan dan ancaman dari pihak luar. Kalau Cuma masalah sms teror saja Prasetyo sudah ribut, apalagi jika ada hal-hal yang lebih besar yang menimpa dirinya.

Selain itu, wawasan hukum Prasetyo juga dipertanyakan karena sudah menuding Hary Tanoe yang mengirim sms tanpa ada bukti yang kuat. Pasalnya, dalam di hadapan Komisi III DPR, Prasetyo tidak memberikan bukti ‘gamblang’ terkait pengirim sms tersebut adalah benar Hary Tanoe. Dalam konteks hukum, tentunya dalam menuding seseorang telah berbuat tindak pidana, maka diperlukan setidaknya dua alat bukti. Dalam hal ini Prasetyo tidak membuktikan sama sekali adanya bukti yang mengarah kalau sms teror itu benar dari Hary Tanoe.

Menurut hemat saya, tindakan Prasetyo dalam kasus sms teror ini telah menjadi ‘boomerang’ bagi dirinya sendiri. Mengapa? Dilihat dari respon para anggota Komisi III yang malah mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar laporannya (sms teror) tersebut dan dirinya tidak bisa membuktikan kebenaran siapa pengirim sms itu, kemudian tidak relevannya aduan Prasetyo soal sms teror kepada DPR juga membuat dirinya tidak paham hukum.

Lalu apakah rasional Presiden Jokowi tetap mempertahankan seseorang yang seharusnya menjadi ujung tombak korps adhyaksa ini kepada orang yang tidak mengerti hukum dan cengeng? Berkaca dari ketidakberanian dirinya mengusut tuntas keterlibatan Surya Paloh dan “asal ngomong” soal sms teror, artinya ada ketidakprofesionalan dalam diri Prasetyo dalam menjalankan tugasnya.
Memang hingga saat ini belum diketahui motif Prastyo dalam kasus sms teror ini, apakah dia punya dendam pribadi dengan Hary Tanoe atau memang dia sedang mencari korban untuk mengamankan posisinya di Kejaksaan Agung.
emoticon-Hammer (S) emoticon-Hammer2 ancur dah karirnya ... bermaksud cari kambing hitam malah jd boomerang emoticon-Hammer (S)
jaksa agung kok cengeng..bikin malu yang punya hak prerogatif aja.
wajar saja jika cengeng