alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a05f5898e31bf0138b456c/iron-man-dari-bali
iron man dari bali
Jakarta -Di suatu pagi 6 bulan lalu, I Wayan Sumardana terkejut saat bangun pagi. "Tangan kiri Bapak mana? Tangan kiri Bapak mana?" teriak Sumardana pada istri dan anaknya.

Dia merasakan tangan kirinya hilang. Lantas dengan panik memanggil anak-anak dan istrinya. Kejadian di suatu pagi itu membuatnya tersadar bahwa tangan kirinya lumpuh. Sumardana pun sempat ke dokter. Namun semua parameter kesehatan menunjukkan tak ada yang aneh, alias normal.

"Hasil pemeriksaan dokter normal, kolesterol bagus, semua bagus," tutur humas SMK Rekayasa Denpasar, Wayan Sudira, yang menceritakan kisah Sumardana saat dihubungi detikcom, Selasa (19/1/2015) lalu.



detikcom kemudian menyambangi Sumardana di bengkelnya, di Desa Nyuhtebel, Karangasem, Bali, Rabu (20/1/2016). Pria itu tampak sibuk mengelas. Suara desingan dan percikan api dari mesin las terdengar riuh dari halaman depan bengkel.

"Dua minggu setelah dinyatakan lumpuh, saya langsung putar otak, belajar dari internet sama bekal ilmu sekolah dulu. Merangkai beberapa barang bekas dan dynamo untuk jadi tangan robot saya ini" ujar Tawan, demikian Sumardana akrab disapa.

Pria berkulit sawo matang ini berujar jika kelumpuhan tidak akan pernah membatasi aktivitas dan ruang geraknya. Semangat untuk keluar dari keterbatasan fisik kini terbayar. Tawan mampu menyelesaikan tangan robotnya dalam waktu dua bulan, lengan robot buatannya berfungsi normal dan dianggap mampu membantu kinerjanya sebagai tukang las.

Percikan api kembali mencuat di permukaan besi yang dibakar api las Tawan. Ia mengelas, mengangkat besi dan memindahkan barang layaknya manusia normal. Rangkaian gear yang saling terhubung mulai bergerak seiring gerakan siku dari tangan kiri Tawan. Satu tujuannya, ia harus bisa kembali menggerakkan tangan kirinya untuk terus dapat bekerja mengais rezeki demi membiayai hidup ketiga putra dari hasil pernikahannya dengan Ni Nengah Sudiartini.

"Meski tangan saya lumpuh, tapi saya gak mau terbatasi dengan itu. Demi keluarga dan anak-anak saya harus tetap bekerja," tuturnya.

Kisah Tawan beredar luas di media sosial. Oleh situs 9Gag, dia bahkan dijuluki 'Iron Man' dari Bali karena alatnya mampu bergerak digerakkan oleh otak, seperti layaknya kisah fiksi Iron Man.

Jakarta - I Wayan Sumardana memang cerdas. Meski hanya lulusan SMK, dirinya bisa merakit "tangan cyborg"-nya dari barang bekas hingga bermanfaat dalam aktivitasnya. Alat ini diakuinya sangat menguras tenaga.

Ditemui detikcom di bengkelnya, di Desa Nyuhtebel, Karangasem, Bali, Rabu (20/1/2016), Tawan, demikian Sumardana akrab disapa, mulanya mengaku pusing saat awal memakainya.

"Saya harus konsentrasi di awal penggunaan alat supaya bisa sinkron dengan simpul saraf yang menggerakkan alat tersebut," tutur Tawan.

Bahkan, Tawan memilih tidak tidur siang karena dia tak mau memulai proses awal pemakaian alat itu lagi. "Kerasa capek, penat, tegang karena full pemakaian pukul 08.00-18.00 Wita atau disesuaikan dengan banyaknya garapan," imbuhnya.

Komponen alat buatan Tawan mulai dari besi penopang, tabung hidrolis, hingga beberapa kabel terlihat bekas. Sumardana merancang, merakit dan menyambung sendiri seluruh item tersebut. Tak hanya itu, Tawan itu juga menggunakan CPU komputer, dinamo, tuning potensio, sensor ultasonik, sensor infra merah dan sensor jumlah putaran dinamo.

"Alat ini saya ciptakan untuk aktivitas saya. Ada sebagian yang saya buat dan sebagian saya beli. Dan saya rangkai sendiri," ujarnya kepada detikcom, Rabu (20/1/2016).

Satu komponen kunci, yakni sensor EEG (Electro Encephalo Graphi) dibelinya online dari Amerika Serikat (AS) senilai Rp 4,7 juta. Ia menjelaskan, alat ini berfungsi melalui sensor otak yang dipasang di kepala yang mengendalikan arah gerak ke tangan kirinya melalui alat yang dipasang di punggung dan tangan kirinya.


Untuk memuluskan gerak alat tersebut, Tawan memasang satu unit CPU komputer pun dipasang di bagian belakang tubuhnya. Fungsinya sebagai penggerak dari sensor di kepala. Tuning potensio merupakan rangkaian pengolah input dan output mikro kontroler.

"Infra merah, sensor ultrasonik, dan sensor jumlah putaran dinamo ini adalah rangkaian penguat power. Ada pula EEG. Semuanya tersambung ke dinamo agar dapat bekerja secara maksimal," jelasnya.

"Lalu ada drone, elektroda dan lainnya. Posisinya ditempel di kepala sebagai penangkap sinyal, alpa, delta, beta dan teta," tambahnya.

Hanya saja, alat tersebut membuatnya harus mengeluarkan energi ekstra. Pasalnya, Tawan harus benar-benar fokus dan berkonsentrasi. Jika tidak, alat tersebut akan bekerja secara tak normal.

Untuk menggerakkan lengan robotnya itu, Tawan membutuhkan listrik 500 voltase. Ini didapat dari baterai litiumoin yang dipasangnya. Agar dapat terus digunakan, alat ini harus terus diisi daya baterainya. Memakan waktu cukup lama untuk mengisi ulangnya. Biasanya, jika tak digunakan Tawan menyempatkan diri untuk mengisi ulang dayanya.

"Kalau orang pegang ini ya kena setrum. Tapi kalau saya sendiri yang memakai alat ini tidak (tersetrum). Biasanya jam 12 malam saya charge sampai jam 7 pagi. Kalau kekuatannya tergantung pemakaian. Kalau angkat yang berat-berat bisa cepat habis. Kalau hanya mengelas bisa tahan lebih lama," pungkasnya. (dra/dra)

https://m.detik.com/news/berita/3123439/tangan-kiri-bermasalah-tawan-buat-lengan-robot-dan-jadi-iron-man

Butuh pencerahannya neh yg paham teknologi.apa bener tangan robot ini?
dibawah ane paham kali....