alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a057779a0951c1358b4568/bandar-narkoba-di-berlan-seperti-kartel-meksiko
Bandar Narkoba di Berlan Seperti Kartel Meksiko
Bandar Narkoba di Berlan Seperti Kartel Meksiko


Sesaat setelah dilantik menjadi Presiden, Joko Widodo langsung menyatakan perang terhadap peredaran narkoba. Dia meminta polisi dan TNI untuk bekerja sama dan menutup keran penyelundupan narkoba di pelbagai daerah.

Perintah itu direspons aparat keamanan. Polisi terus melakukan pengembangan dan penggerebekan terhadap sarang-sarang narkoba. Tapi, tugas itu tampaknya tak mudah. Polisi kerap mendapatkan perlawanan dari warga setempat saat menjalankan tupoksinya.

Seorang polisi dan seorang informan (cepu) hilang usai menggerebek bandar rumah bandar narkoba di Berlan, Jakarta Timur karena menceburkan diri ke Kali Ciliwung. Sebelum insiden itu, polisi sempat menggerebek 3 rumah yang diduga dijadikan sarang narkoba.

Saat penggerebekan di rumah ke tiga 3, tiba-tiba salah satu orang berteriak minta tolong. Sehingga mengundang teman-teman mereka yang tinggal tidak jauh berdatangan kurang lebih 15 orang sambil membawa parang dan golok.

"Sehingga pemeriksaan tidak jadi dilaksanakan dan tersangka dilepaskan, dan tiba-tiba salah satu warga membacok Iptu Bowo mengenai punggung bagian belakang dan 2 orang atas nama Bripka Topik dan seorang cepu atas nama Sibe loncat mencebur ke Kali Ciliwung untuk menghindari serangan dari warga," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo.

Seketika itu juga massa lari membubarkan diri dan Iptu Bowo ditolong oleh anggotanya. Iptu Bowo lalu dibawa ke RSCM untuk mendapat perawatan.

"Sampai dengan sekarang Bripka Topik dan Sibe yang lompat ke kali belum ditemukan. Sementara Rumah yang dijadikan tempat bandar narkoba dan 6 rumah di police line. Hasil dari barang penggerebekan tersebut 2 bong alat isap diamankan oleh aparat kepolisian," imbuhnya.

Ironisnya, dua orang yang melompat ke Sungai Ciliwung ditemukan tewas tenggelam. Jasad Brigpol Taufik ditemukan mengambang di DPU Kanal Banjir Barat, Gambir, Jakarta Pusat. Sedangkan mayat Sibe mengapung di Kanal Banjir Barat, Palmerah, Jakarta Barat, jasadnya ditemukan sekitar pukul 23.50 WIB.

Kasus ini mengingatkan terhadap upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Meksiko. Tindakan keras diambil pemerintah karena kartel narkoba diangap semakin mengkhawatirkan dan kejam. Penjahat itu tak segan membunuh orang yang dianggap musuhnya dengan cara disembelih.

Pernyataan perang terhadap para kartel narkoba dimulai sejak 11 Desember 2006 lalu, dan masih berlangsung sampai sekarang. Sejak itu, sedikitnya 106 ribu nyawa melayang, baik dari kepolisian, tentara hingga warga sipil yang tak berdosa, termasuk jurnalis.

Perang nyata terhadap narkoba ini juga kerap mendapatkan adangan besar dari warga sekitar. Ketika polisi tengah melakukan pengepungan, mereka malah mencoba melindungi para kartel narkoba. Alhasil, aparat harus bekerja ekstra keras untuk menjauhkan mereka dari lokasi konflik.

Agar bisnisnya lancar, tak sedikit bos kartel yang menyusup ke lembaga pemerintah maupun kepolisian. Alhasil, berbagai upaya penyelidikan terkait dengan kartel-kartel tersebut dengan mudah menghilang atau tak sampai ke tahap penyelidikan. Jika ada yang melawan, para anggota kartel segera menghabisi nyawa mereka, atau keluarganya.

Namun, polisi dan tentara Meksiko pantang menyerah. Mereka terus berusaha menghancurkan para kartel tersebut. Bahkan, mengerahkan senjata berat demi memburu target-target utama dan dijebloskan ke dalam penjara.

Operasi ini berjalan sukses, bos kartel narkoba terbesar di Meksiko berhasil ditangkap kembali setelah smepat kabur dari penjara. Anak buah suruhannya tewas diterjang peluru aparat, dan El Chapo ditangkap saat sedang bersembunyi di kamar rahasia.

Semoga saja Berlan tak seperti Meksiko. Warga harus bahu membahu bersama aparat untuk memberantas narkoba.

"Harus ada gerakan moral dari masyarakat untuk melawan para bandar yang memprovokasi warga. Karena masalah narkotika adalah masalah dan musuh bersama," kata Kepala Humas BNN Slamet Pribadi.

sumber
Spoiler for :


Quote:Jangan-jangan banyak pemainnya ini ... emoticon-Cape d... (S)
banyak amigo nya signorita emoticon-DP
Polisi bikin satuan khusus juga untuk membantai terorist dan Narkoba...
Tembak aja ....
jangan samakan lah
berland gak ada apa apanya
dibanding kampung ambon rawamangun
pemasoknya guru kimia dengan nama samaran heisenberg emoticon-Cool
gak usah dibandingin lah, lebih brutal meksiko jauh, ampe walikota aja dibantai abis dilantik
Quote:Original Posted By nada.sela
pemasoknya guru kimia dengan nama samaran heisenberg emoticon-Cool


Cek lokasi ada bocah alay baju kedodoran ga? Temennya tuh pasti
bedanya di sana kerenan. pake rumah mewah, ada pasukannya.
si sini pake kawasan kumuh..pasukan model keroyokan ... emoticon-Big Grin
Agar bisnisnya lancar, tak sedikit bos kartel yang menyusup ke lembaga pemerintah maupun kepolisian.

Anggota plokis ada yg nyusup juga ga?

Udah kek infernal affairs nih.
Quote:Original Posted By nada.sela
pemasoknya guru kimia dengan nama samaran heisenberg emoticon-Cool


Guru kimia yg kena kanker jadi pemasok narkoba gegara KJS nya ditolak ahok

#salahHoax
Pliz deh bandar narkoba kita gak ada seujung kuku nya kartel mexico ataupun colombia, kartel mexico itu punya duit puluhan triliun dan jumlah peredaran narkobanya pun ribuan ton cocaina sementara bandar narkoba di level "untouchable" indonesia paling hanya punya uang satu atau dua triliun dan narkobanya juga paling kelas amphetamine, yang di berlan ini mau disamakan dengan kartel mexico ?
Apa agenda untuk pencitraan tertentu ya ?
Bandar nya yang mami yola aja cuma punya duit miliaran, pliz deh mafia dvd bajakan saja punya puluhan miliar masih jauh kales dibandingan ke kartel mexico ?
Hidupkan PETRUS
yaampun jauh banget gan..
meksiko sadis emoticon-Takut
kejauhan perbandingannya emoticon-Hammer
Meksiko jauh lebih parah.
Hari ini walikota dilantik, besoknya udah dibunuh

List of politicians killed in the Mexican Drug War
emoticon-Sundul Up dulu, thread ngakak ini emoticon-Ngakak
jauh banget dibanding zetas.
Ane jg inget film The Raid yg pertama

RIP buat Polisi & Informannya emoticon-norose
Emang si mami waktu itu lagi pegang barang berapa kilo sih? Sampe segitunya.
Pasrah aje kalo ketangkep, delapan enam ke plokis ngurangin barbuk dan ubah pasal plus maen cantik nego jaksa ama hakim paling kena berapa taon doang.Toh lebih aman maen dalem lapas bisa sekaligus mempeluas jaringan.
Ujung2nya sekarang bisnis berantakan, anak buah mampus sebagian TO, rekening dibekuin, kena pasal berlapis, sidang dikawal media massa, plokis dendam setengah mati, jaksa ame hakim nginyem.
Gak kena death penalty aja udah sokor.. emoticon-Big Grin





×