alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a04df792523305338b4568/senyuman-damayanti-soal-aliran-duit-ke-komisi-v-dpr
Senyuman Damayanti soal Aliran Duit ke Komisi V DPR

Rabu 20 Jan 2016, 22:10 WIB
Senyuman Damayanti soal Aliran Duit ke Komisi V DPR
Dhani Irawan - detikNews


Jakarta - Anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti hanya menebar senyuman usai menjalani pemeriksaan di KPK. Damayanti yang tertangkap tangan penyidik KPK terkait transaksi uang haram proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu masih menutupi adanya keterlibatan anggota DPR lain dalam perkara tersebut.

Usai menjalani pemeriksaan di KPK, Rabu (20/1/2016), Damayanti yang mengenakan rompi tahanan warna oranye itu tak menampik adanya jatah duit untuk Komisi V. Dia hanya menuturkan pernyataan klise bahwa waktu yang akan menjawab hal tersebut.

"Nanti aja ya biar waktu yang menjawab," ucap Damayanti sebelum masuk ke mobil tahanan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Damayanti tersenyum usai diperiksa KPK (Foto: Dhani/detikcom)


Ketika dikonfirmasi soal aliran duit sebesar Rp 69 miliar untuk seluruh Komisi V DPR, Damayanti hanya tersenyum. Lagi-lagi saat awak media mencecar perihal tersebut, Damayanti kembali mengulang jawabannya.

"Nanti aja ya biar waktu yang menjawab," ucap Damayanti dengan masih memasang senyuman.

Kemudian ketika awak media mencecar tentang dua koleganya yaitu Budi Supriyanto dan Yudi Widiana yang juga sebagai anggota DPR, Damayanti mengelak. Padahal ruangan kerja kedua anggota DPR itu telah menjadi sasaran tim penyidik KPK saat melakukan penggeledahan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan pintu masuk ke arah kasus yang lebih besar. Namun sayangnya, Syarif masih menutup rapat arah pengembangan kasus tersebut.

"KPK sedang melakukan pengembangan ke arah yang lebih besar dalam kasus ini. Pada waktunya akan kami sampaikan," ucap Syarif.

Meskipun begitu, ada indikasi keterlibatan anggota DPR lain yang ikut menikmati duit haram dalam pemulusan proyek pembangunan jalan di Ambon itu. Terlihat saat penyidik KPK menggeledah sejumlah ruangan anggota DPR yaitu ruang kerja Damayanti, ruang kerja Budi Supriyanto, ruang kerja Yudi Widiana serta ruang sekretariat Komisi V.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin dan Abdul Khoir sebagai tersangka kasus penyuapan pemulusan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Damayanti disangka telah menerima suap senilai SGD 404 ribu.Namun KPK menutup rapat soal proyek yang diamankan Damayanti.


(dhn/imk)

SUMBER

Rabu 20 Jan 2016, 09:00 WIB
KPK Pastikan Tak Hanya Damayanti yang Terima Suap Proyek Kementerian PU
Ikhwanul Khabibi - detikNews


Jakarta - KPK langsung mengebut penanganan kasus suap terhadap anggota Komisi V DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti. Dari hasil pemeriksaan, dipastikan penerima suap dalam kasus ini tidak hanya Damayanti.

"KPK sedang melakukan pengembangan ke arah yang lebih besar dalam kasus ini. Pada waktunya akan kami sampaikan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/1/2016).

Syarif belum mau menyebutkan arah pengembangan kasus ini dan siapa yang dibidik. Namun, informasi yang didapat dari tim satgas yang menangani kasus ini, ada beberapa anggota DPR yang diduga ikut menikmati uang haram dalam pemulusan proyek pembangunan jalan di Ambon itu.

Seperti diketahui, KPK telah menggeledah 4 ruangan di Komisi V DPR. Empat ruangan yang digeledah itu yaitu ruang kerja Damayanti, ruang kerja Budi Supriyanto yang juga anggota komisi V dari Fraksi Golkar dan ruang kerja Yudi Widiana yang merupakan Wakil Ketua Komisi V dari fraksi PKS serta ruang sekretariat Komisi V.

Apakah ada keterlibatan para anggota dewan yang ruangannya telah digeledah itu dengan kasus ini?

"Saya tidak bisa ngomong sekarang. Pada saatnya lah nanti," tutur Syarief.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin dan Abdul Khoir sebagai tersangka kasus penyuapan pemulusan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Damayanti disangka telah menerima suap senilai SGD 404 ribu. Namun, saat penangkapan, KPK hanya menemukan uang senilai SGD 66 ribu.

Atas perbuatannya Damayanti, Julia dan Dessy ditetapkan sebagai tersangka penyuap dengan sangkaan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHAP. Sedangkan Abdul Khoir dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999.
(Hbb/asp)

SUMBER


hmmm....gak heran siiih...gak mungkin sendirian emoticon-Malu (S)
mantap
korupsi di proyek2 masih banyak sepertinya..
dan sekarang rejim joke lagi menggalakkan proyek di mana2..

berapa yang akan mangkrak, berapa yang akan berkasus..itu bukan urusan si joke.

karena urusan si joke cuma gron briking ama gunting pita..yg penting udah dijepret kamera dan udah dianggap dewa oleh kaum jokower(GOBLOKER).
Bongkar kasus korupsi apapun dan siapapun dengan tuntas. Biar mampus tuh koruptor emoticon-Najis (S)
parTAI jamaah korupSIAH.emoticon-Ngakak (S)
Hayooo kira kira berapa orang nih dari komisi V yang nyangkut


Wkwkwkwkwkwk....
Makin banyak proyek yang di kerjakan, makin banyak peluang untuk korupsi... kalo Jokower mah bisanya cuma bilang "Mantap Pak, Lanjutkan Pak, Terima Kasih Pak"..emoticon-Ngakak (S)
dpr dan kroni2nya bukan cerita baru emoticon-Embarrassment