alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a0470b9e7404397e8b4567/buku-tk-wahabi--selesai-raih-bantai-kiyai
BUKU TK WAHABI : ‘selesai raih bantai kiyai’
Serambimata.com – Berbagai cara dilakukan untuk meracuni pikiran seseorang dengan ajaran berbau radikalisme. Sasarannya tidak hanya kalangan remaja, bahkan kini anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) tak luput dari sasaran ajaran yang menjadi pemicu tumbuhnya bibit terorisme di Indonesia. Tak heran makin banyak orang tua yang resah dan khawatir anak-anaknya menjadi korban ajaran tersebut.


Dilansir dari DetikNews, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menemukan buku pelajaran untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TK) yang berbau unsur radikalisme beredar di Depok, Jawa Barat. Buku ini dicetak di Solo, Jawa Tengah.

Wakil Ketua Umum GP Ansor Benny Rhamdani mengatakan, penemuan tersebut berdasarkan adanya laporan orangtua salah satu murid TK yang ada di Depok pada Selasa (19/1) kemarin.

“Kami menemukan fakta di lapangan bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu yang senantiasa menggunakan media sekolah untuk menyebarkan benih radikalisme di tengah masyarakat kita, salah satunya lewat buku ini. Ini patut diduga upaya mencuci otak kepada anak-anak terkait paham radikalisme,” kata Benny Rhamdani dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (20/1/2016). GP Ansor menggelar jumpa pers di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

Benny menjelaskan buku berbau unsur radikalisme itu dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis.

Di dalam buku tersebut terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme di antaranya :

‘sabotase’,
‘gelora hati ke Saudi’,
‘bom’,
‘sahid di medan jihad’,
‘cari lokasi di Kota Bekasi’.
Kemudian ada juga kalimat dan kata-kata yang mengandung radikalisme seperti :
‘rela mati bela agama’,
‘gegana ada di mana’,
‘bila agama kita dihina kita tiada rela’,
‘basoka dibawa lari’,
‘selesai raih bantai kiyai’, dan
‘kenapa fobia pada agama’.

“Berdasarkan informasi, TK yang menjadikan buku ini sebagai bahan pelajaran di Depok, kabarnya dijadikan tempat bimbingan dan konsultasi metode belajar membaca praktis. Dikhawatirkan di beberapa wilayah lain buku ini juga tersebar,” katanya

“Di tangan kami ada 5 jilid. Buku ini dicetak pertama tahun 1999 kemudian tahun 2015 sudah mencapai cetakan ke-167. Penerbitnya dari Solo,” tambah Benny.

Sekjen GP Ansor Adung Abdurrochman mengungkapkan, penulis buku merupakan kerabat dari pimpinan kelompok radikal di Solo.Menurut dia, kelompok itu diduga menyebarkan paham radikalisme yang ideologinya berasal dari paham penganut Salafi Wahabi.

“Penulis juga memasukkan aspek ideologinya seperti di halaman 18 buku jilid 4 disebutkan nama Bin Baz yang merupakan Syekh dari Salafi Wahabi. Nampak di dalam kalimat yang dipilih adalah mengorbankan jihad dalam tanda kutip radikalisme,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap seluruh wilayah di Tanah Air mewaspadai peredaran buku ini khususnya di kalangan anak-anak yang sedang memasuki pendidikan usia dini (PAUD). Buku itu tidak hanya bisa ditemukan peredarannya di toko buku, tetapi juga dapat dibeli melalui internet. (SFA).

Waspadalah! Keutuhan NKRI berada di tangan generasi kita.
Memang kelompok takfiri itu tak punya hati dan otak
wahabi yang masih sholat dibelakang NU di tuduh takfiri, syiah yang gak mau sholat di belakang NU malah di bela emoticon-Cape d...
Melihat tempat peredaran dan asalnya......






Kenapa kok berasa paham dan ga berasa heran ya emoticon-Embarrassment
Satu doktrin delusional aja udah bikin kacau balau dunia, eh sekarang jadi byk cabang n franchisenya, astapirulo ..
emoticon-Sundul Gan (S)

nunggu fatwa sesat dari MUI lama bener
Hati hati deh gan
Quote:Original Posted By luminusia
Melihat tempat peredaran dan asalnya......
Kenapa kok berasa paham ya emoticon-Embarrassment


hehehe solo itu ngeri2 sedap om emoticon-Big Grin
walikotanya katolik
warganya macem2 dari kejawen, kristen jawa sampe islam garis keras
pengaruh NU+Muhammadiyah nyaris ga ada disini
jauh sebelun isis populer, pas cfd ada pawai demo perda miras. ada yg bawa bendera tauhid isis waktu itu. ane langsung tau kalo itu bendera isis gara2 sering SR di BPLN emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ANUStertusuk


hehehe solo itu ngeri2 sedap om emoticon-Big Grin
walikotanya katolik
warganya macem2 dari kejawen, kristen jawa sampe islam garis keras
pengaruh NU+Muhammadiyah nyaris ga ada disini
jauh sebelun isis populer, pas cfd ada pawai demo perda miras. ada yg bawa bendera tauhid isis waktu itu. ane langsung tau kalo itu bendera isis gara2 sering SR di BPLN emoticon-Big Grin

Mabesnya si napi bau tanah itu kan ya?




Kurang sangar berarti pemerintahnya disana tuh, kayak gituan dibiarin bebas
Quote:Original Posted By luminusia
Mabesnya si napi bau tanah itu kan ya?




Kurang sangar berarti pemerintahnya disana tuh, kayak gituan dibiarin bebas


hmmm, kayanya waktu itu pada blum ngerti sih, apalagi pemerintah daerah. orang pas pawai itu juga banyak yg ngeliatin.

pas ane nunjuk2 bendera sambil bilang "wah, bendera isis tuh"
bini ane cuman nyaut "heh? isis apaan?"
maklum bukan kaskuser emoticon-Big Grin
Apa2an nih, masa sampe kesusupan kayak ginian sih.
Quote:Original Posted By ANUStertusuk


hmmm, kayanya waktu itu pada blum ngerti sih, apalagi pemerintah daerah. orang pas pawai itu juga banyak yg ngeliatin.

pas ane nunjuk2 bendera sambil bilang "wah, bendera isis tuh"
bini ane cuman nyaut "heh? isis apaan?"
maklum bukan kaskuser emoticon-Big Grin

Iya, orang kita emang sepertinya agak apatis untuk hal yang seperti ini. Agak lucu sih sebenernya, disatu sisi kepoan tapi disisi lain ga pedulian. Macam kalo ada kecelakaan dijalan aja, banyak yang kepo cuman pengen liat bikin macet tapi pada cuek buat bantuin




emoticon-Cape d...
jabar base PKS.... gak heran emoticon-Big Grin
Wah, mantap nih. Lanjutkan. Duarrrr emoticon-Big Grin
doktrin sama anak2,perang bawa anak2,demo bawa anak2,nikah sama anak2

ihh najiz ajaran siapa sih neh emoticon-Busa:
Quote:Original Posted By oyi.jess
jabar base PKS.... gak heran emoticon-Big Grin



Depok apalagi, lihat berita di atas persebaran lokasi TK di Depok ya?
Saya sementara ini tinggal di depok, fix ga akan mencari sekolah untuk anak saya dengan label sekolah islam..
Quote:Original Posted By luminusia
Melihat tempat peredaran dan asalnya......






Kenapa kok berasa paham dan ga berasa heran ya emoticon-Embarrassment


Di tempat2x sapi menang pilkada dan meraja lela, berkembang biak dan gerilya mencari daun muda. Cetak dekat sapionline. Waspadalah
wkwkwkwk... TK di Depok ya... udah ga heran gw..

dulu ada temen gw yg tinggal di Depok maen ke rumah sama istri + anaknya yg udah SD..
pas ada es krim walls lewat dia beli kan ke depan rumah, trus tau2 ada ribut2..
tyt ada pembantu tetangga depan yg dr NTT dan lg disuruh beli es krim di teriak2in sama itu anak..
teriakannya sara dan parah bgt sih, dan itu gara2 si pembantu pake kalung salib..

hadeeeh.. gw ampe malu minta maapnya.. mana tetangga sekitar pd denger lg..
itu anak kayaknya di lingkungan rumah ato di sekolah ktemu kalimat2 ejekan sara kyk gitu deh..
dan krn anak kecil ga punya filter makanya dia santai aja neriakin kalimat2 kyk gitu..
Bukunya dibuat di Solo. Dikasih ke Depok?
emoticon-Bingung (S)
ausdahlah... emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By galihleo



Depok apalagi, lihat berita di atas persebaran lokasi TK di Depok ya?
Saya sementara ini tinggal di depok, fix ga akan mencari sekolah untuk anak saya dengan label sekolah islam..


skolah negri aja om, masih TK udah di jejali paham ginian...
yg jd pertanyaan saya adalah, dmn pihak berwenang / berwajib jk ada kasus ginian? di tindak ato di biarkan saja...