alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/569f6bfdc2cb17657d8b456a/silahkan-di-klaim-harga-daging-sapi-tembus-rp-130-ribu
[Silahkan Di Klaim] Harga Daging Sapi Tembus Rp 130 Ribu
INILAH, Bandung - Harga daging sapi yang semakin tinggi memberatkan para pedagang. Hal ini dirasakan oleh Ade Kumis (62) salah seorang pedagang bakso keliling di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

"Tadi pagi saya beli sudah Rp 120 ribu, kemarin Rp 110 ribu," kata Ade saat berbincang di kawasan Kacapiring Kota Bandung, Rabu (20/1/2016).

Ade harus mengikuti lonjakan harga daging yang terus merangkak belakang ini. Dia berharap, pemerintah mau memberikan solusi agar harga jual daging sapi di pasaran kembali normal.

"Mau enggak mau harganya saya naikkan, kalau biasa Rp 10 ribu, sekarang saya jual Rp 11 ribu. Tolong ada usaha dari pemerintah agar memperhatikan nasib pedagang kecil seperti kami," ucapnya.

Hal serupa diutarakan Eka Purnama (35) yang kesehariannya menjajakan daging sapi di los Pasar Kosambi Kota Bandung. Sudah satu pekan ini, dagangannya sepi dari pembeli. Bahkan, beberapa rekannya terpaksa meliburkan diri.

"Sudah satu minggu ini sepi, mungkin pembeli shok dengan harga yang selangit ini. Saya jual per hari ini saja sudah Rp 130 ribu untuk satu kilo daging," kata Eka.

Menurut Eka, kenaikan harga daging sapi ditengarai akibat beban pajak yang harus ditanggung oleh pedagang. Namun, dia tidak tahu secara pasti. Pasalnya, informasi tersebut hanya ia terima dari pemasok daging langganannya.

"Dengar-dengar ada PPN, tetapi saya belum tahu. Padahal tahun-tahun kemarin beban pajak tidak dibebankan kepada kita, baru tahun ini," ucapnya.

Sepinya kegiatan jual beli, dirasakan juga oleh pedang ayam potong. Dadang Hermawan (28), mengaku dagangannya kini tak lagi ramai dikunjungi oleh pembeli seiring melambungnya harga ayam potong yang mencapai Rp 40 ribu per satu kilogram.

"Harga ayam enggak stabil, saya jual sekarang Rp 38 ribu - Rp 39 ribu satu kilo. Kalau dikatakan turun memang, kan asalnya Rp 42 ribu. Tetapi turun segitu mah enggak ngaruh, dagangan tetap sepi, enggak ngaruh ke kita," kata Dadang.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bandung Erick M Attauriq membenarkan jika belakangan ini beberapa komoditas di Kota Kembang tengah mengalami peningkatan harga.

"Kita juga lagi pantau, apakah kenaikkan harga daging sapi ada kaitannya dengan PPN, enggak tahu juga ya. Yang jelas kita terus monitoring pergerakan selama minggu ini," kata Erick via telepon selulernya.

Menurut Erick, fenomena saat ini telah dikomunikasikan bersama dinas terkait serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Dalam pertemuan yang dilakukan awal pekan kemarin, operasi pasar dipilih jadi solusi guna menekan harga beberapa komoditas di pasaran.

"Jadi ada tiga komoditas yang mengalami pergerakan yaitu daging sapi, ayam dan telur. Khusus daging sapi dan ayam, jika dalam satu minggu ini bergerak terus kita rekomendasikan ke provinsi untuk operasi pasar," tandas dia. [ito]

sapi

wah, gimana janji harga sapi cuma 70 ribu? sudah ada kapal sapi laut masak harga masih tinggi juga?
Jelas sudah ini pasti ada sabotase, ada yg gak kerja. Menggagalkan ide briliant tol laut pemerintah, mengkebiri sebuah kebijakan. Agar wibawa pemerintah jatuh dan rakyat tak percaya lagi kepada pemerintah. Ini semua karena 32 tahun dan 10 tahun yg penuh kesia-siaan.
wah tinggi juga yah harganya.
saiya jarang beli daging sapi mentah.
gag gitu paham ngolahnya.
paling beli yg mateng kayak baso, steak dkk.
kalo daging mati 70rb, peternak yg menjerit son
mungkin janji, tinggal janji.....silakan teruskan kalo yg tau.emoticon-Ngakak (S)
(SOP nastak)>> salah LHI dan pusthun pokoknya emoticon-Ngakak (S)

wew, padahal belum hari kurban. itu pajak potong hewan beneran? pajaknya dobel2 berarti? emoticon-Bingung (S)
Pedagang kecil harus bersukur di kenakan pajak oleh Cahaya Asia.
Apa mau di usir Nastak dari Indonesia emoticon-Mad
Mantap, blm lagi ppn 10% yg akan diterapkan. Saatnya vegetarian. Obat kolestrol bisa sepi pembeli nih kalau daging sapi tinggi.
Itu karena kapal tol laut nya kosong nggak bawa sapi
Quote:Original Posted By k4ktus
(SOP nastak)>> salah LHI dan pusthun pokoknya emoticon-Ngakak (S)

wew, padahal belum hari kurban. itu pajak potong hewan beneran? pajaknya dobel2 berarti? emoticon-Bingung (S)


[Silahkan Di Klaim] Harga Daging Sapi Tembus Rp 130 Ribu
parah ini orang2 nggak nurut ama si joke konyol.
Mapia sapi udah ditangkap (*katanya LHI), tol laut udah, kapal buat sapi juga udah tapi kenapa harga daging sapi tetap mahal.
ya kalo td pagi sy pesan tuh daging harganya msh 100rb perkilo tp kata tukang dagingnya dah mau naek harga karna di kenakan pajak 10 % oleh pemerintah kepada pedagang! gt kira2 katanya pastinya saya jg blom pasti yg jelas harga daging bsk dah di naekin jd 110rb/kg
Biar gue yang mewakili... Ini prestasi gue nih... emoticon-Cool
pantes ukuran daging sapi disate padang agak kecilan
emoticon-Frown
Namanya juga pedagang, mana ada ceritaya bener² niat nurunin harga... Untungnya kurang dikit aja udah koar-koar, padahal tetap saja untung....
Penjual daging sapin gaduh aja sih, mengganggu nawacita emoticon-Mad
Berkorban rugi masak ga mau sih untuk presiden tjahaja Asiya emoticon-Mad
Quote:Original Posted By mbahmomon
wah tinggi juga yah harganya.
saiya jarang beli daging sapi mentah.
gag gitu paham ngolahnya.
paling beli yg mateng kayak baso, steak dkk.


Wah mbah ta' bantu update infonya:

Itu baru 4 bulanan yll mbah ngomong begini.. [Silahkan Di Klaim] Harga Daging Sapi Tembus Rp 130 Ribu

Lha sdh 4 bulan sdh ketanglep blm mafianya? Katanya sapiny bnyk tinggal jemput dr ntt. Lho kok pulang dua kali kapal gede isi melompong, kayal otak kopong nastak, akhirnya tu kapal tol laut cuma buang2 duit milyaran, sdgkan yg plg dirugikan rakyat harga meroket. Wong dari bandar sudah 120 di konsumen wajar bisa 135-140. Dulu janji kurangi impor lhoo kmarin beritanya malh sdg impor lbh besar... Ckck. Bnr2 ora ngenah iki salah urus kabeh. Manajhemen khuontroll my ass...
harga sapi lg meroket emoticon-Big Grin
Update lampung:

Janji Harga Sapi Murah, Malah Dikenakan Pajak Tambahan Hingga Pedagang Mogok

Pedagang daging sapi di Kota Bandarlampung Provinsi Lampung melakukan aksi mogok berdagang karena harga daging yang melambung tinggi. Mereka khawatir konsumen enggan membeli.
“Kami pedagang daging sapi di Kota Bandarlampung semalam sepakat untuk sementara tidak berdagang karena harganya yang semakin tinggi,” kata Ketua Persatuan Pedagang Daging Kota Bandarlampung, Tampan Sujarwadi, di Bandarlampung, Selasa (19/01/2016).
Ia mengatakan, harga daging sapi itu semakin tinggi karena pengaruh naiknya pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen yang dibebankan ke pedagang.
Jika pedagang memotong sapi sendiri, harga daging hidup per kilogram sebelum dikenai PPN yakni Rp43.000/kg, dan jika sudah dikenakan PPN menjadi Rp47.000/kg. Setelah dipotong-potong menjadi daging harganya mencapai Rp110.000/kg.
“Ini tidak masuk akal, harapan kami pemerintah pusat bisa kembali mengkaji ulang kebijakan tersebut,” kata dia.
Saat ini, harga daging sapi Rp110.000/kg, dan saat masuk ke pengecer menjadi Rp125.000/kg hingga Rp130.000/kg.
Mereka menyatakan, jika dipaksakan berdagang dengan harga tersebut, para pedagang takut merugi karena tidak ada warga yang membeli mengingat harganya mahal.
“Stok daging sapi masih ada karena persediaan sapinya belum kami potong, jika pemerintah ingin pedagang membeli sapi lokal yang memang harganya tidak jauh berbeda harus diimbangi dengan stoknya yang mencukupi,” ujar dia lagi.
Daging sapi lokal, menurut dia, memang kualitasnya tidak kalah dan harganya pun tidak jauh berbeda. Tapi dikhawatirkan jika pedagang beralih ke sapi lokal, apakah stok di tingkat peternak memadai untuk memasok ke pasar.
Suhendra, pedagang lainnya mengatakan harga daging sapi yang terus melambung membuat daging sulit laku di pasaran.
“Kondisi ini sangat memberatkan kami dalam menjajakan dagangan, bayangkan saja harga distributor per kilogram daging sapi Rp120.000, jadi berapa kami harus menjualnya kepada konsumen,” katanya.
Ia menyatakan, aksi mogok kali ini akan dilakukan sampai pemerintah bisa melakukan normalisasi harga yang dinilai tinggi melebihi kewajarannya.
Dadang, pedagang daging sapi di Pasar SMEP Bandarlampung mengeluhkan pendapatannya mulai berkurang sejak harga daging sapi naik dari distributor.
“Pelanggan kami pasti akan keberatan dengan harga selangit ini. Daripada terjadi kondisi yang tidak kondusif, sementara ini kami tidak akan berjualan,” ujar dia.(ts/rimanews)