alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/569f60a95074107e5c8b4569/liputan-khusus-kegaduhan-di-desa-adat-itawaka
LIPUTAN KHUSUS KEGADUHAN DI DESA ADAT ITAWAKA
Desa Merdeka – Maluku Tengah : Desa adat Itawaka Kecamatan Saparua Timur Kab. Maluku Tengah sejak Agustus tahun 2010 dihadapkan dengan bencana alam yang merusak lingkungan air potang-potang yang memiliki nilai sejarah, tidak berfungsi kolam air tempat wisata, dan rusak berat daerah tangkapan air akibat pembiaran permukiman liar, kebun, dan Negeri Itawaka tidak memiliki pasar rakyat, pemerintahan adat tidak berfungsi seperti Sasi dan sebagainya.
LIPUTAN KHUSUS KEGADUHAN DI DESA ADAT ITAWAKA
Dari kondisi obyektif tersebut dibutuhkan seorang Raja Adat untuk menangani masalah yang ada, terutama mampu melaksanakan kebijakan Nasional Presiden Joko Widodo dan Bupati tentang percepatan pembangunan Desa dengan dana yang sangat besar sejak TA. 2014.

Kenyataan sampai akhir Tahun 2015 Desa ini tidak memiliki Raja definitif, sehingga dana Desa tidak dicairkan, dan disisi lain Desa belum memiliki Rencana Strategis, Rencana Kerja dan sebagainya, sehingga semua masalah tidak tertangani, rakyat tetap miskin diatas tanahnya sendiri.

Desa Merdeka hubungi Saniri dan Matarumah Parentah, konfirmasi atas masalah kegaduhan menghambat pelantikan Kepala Pemerintah Negeri Itawaka hasil Musyawarah 14 Juni 2015, diperoleh informasi bahwa membuat kegaduhan menghambat pelantikan Raja Itawaka disebabkan Surat tanggal 22 Juni 2015 dari Sdr. Welem Zefah Wattimena, SE, yang seharian anggota DPRD Provinsi Maluku, dan Mikael Wattimena, SE, MSi, Anggota DPR RI, menolak hasil musyawarah karena tidak diundang muyawarah, dan untuk itu Desa merdeka konfirmasi dengan Pjs Kepala Desa, dan Panitia Pemilihan, didapatkan keterangan bahwa mereka telah diundang, termasuk pertemuan dengan Camat Saparua tanggal 24 Oktober 2015, namun tidak hadir.

Hasil Konsultasi Pjs kepala Desa, Saniri, dan Camat Saparua kepada Bupati MALTENG tentang hasil Musyawarah, menurut Camat Saparua, arahan Bupati yaitu mengingat adanya surat dari Sdr. Wellem Wattimena, SE dan Mikael Wattimena, SE, MSi maka ditangguhkan pelantikan, dengan mengarahkan untuk (a). pendekatan kekeluargaan dengan Ny. A. Wattimena Papilaya atau (b). Musyawarah ulang, dan (c) untuk Sdr. Kores Wattimena yang bukan calon dari keturunan Garis Lurus tidak memiliki hak dicalonkan.

Sedangkan dari Sdr. Wellem Wattimena, SE memaksakan Calon dari luar keturunan garis lurus matarumah yaitu Sdr Kores Wattimena, dengan alasan demokrasi harus 2 calon.

Dari arahan Bupati untuk pendekatan dengan Ny. Aksamina Wattimena Papilaya dengan tegas ditolak oleh Matarumah karena tidak sesuai adat istiadat dalam negeri adat Pulau-pulau Lease dan Pulau Ambon yaitu isteri tidak memiliki hak kesulungan dalam keturunan garis lurus, dan untuk musyawarah ulang pada dasarnya matarumah siap, tetapi dari keturunan Sdr. WW dan Sdr. MW telah diwakili oleh Petrus dan Ronny Wattimena, sah secara hukum adat, dan juga tidak ada calon dari keturunan garis lurus mereka sesuai surat Matarumah 20 Oktober 2015, dan untuk apa ada lagi musyawarah kalau calon Cuma 1 orang dari Keturunan garis Lurus.

Desa Merdeka wawancara langsung dengan Drs. Sefnath Wattimena, MSi, pensiun PNS dari Keturunan ke IV, dan perantau yang memiliki kepedulian dan komitmen mendukung pembangunan Negeri adat Itawaka dengan konsep menjadikan Itawaka sebagai Kampung Wisata bagi anak cucu dirantau, menjelaskan sebagai berikut: Liputan Selengkapnya
ora mudeng.emoticon-Hammer (S)