alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/569f4a3b642eb613418b4567/alat-terapi-kanker-warsito-selangkah-lagi-menuju-izin-edar
Alat Terapi Kanker Warsito Selangkah lagi Menuju Izin Edar
SUASANA antrean yang mengular di sebuah klinik di jajaran ruko kawasan Alam Sutera, Tangerang, kini sudah tidak terlihat lagi.

Tepatnya, seusai klinik itu dikunjungi tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) pada pekan lalu.

Sebelumnya, sejak 2012, klinik di bangunan tiga lantai tersebut ramai dikunjungi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit kanker. Setiap hari, ada saja orang yang berobat, kontrol, dan berkonsultasi mengenai kanker.

Klinik pun mengundang perhatian banyak pihak. Karena dari situlah, alat terapi kanker berbasis listrik hasil inovasi dr Warsito Purwo Taruno, ilmuwan asal Indonesia, memberikan harapan baru bagi penderita kanker.

Melalui alat yang dinamai electrocapacitive cancer therapy (ECCT) dan electrical capacitance volume tomography (ECVT), Warsito mendesain alat antikanker secara bervariasi disesuaikan dengan letak kanker. Ada yang berbentuk rompi, celana, helm, masker, dan selimut

Pasien pun datang dari berbagai penjuru Tanah Air. Bahkan, pasien dari luar negeri ikut tertarik merasakan khasiat temuan peneliti yang pernah berkarier sebagai dosen di Shizuoka University, Jepang, itu.

Kini setelah mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, klinik itu hanya didatangi segelintir orang untuk konsultasi, kontrol, dan pengecekan alat.

Seperti diakui Iznel, pasien asal Bekasi, saat ditemui Media Indonesia di klinik itu kemarin. Iznel mengaku sudah dua tahun memakai rompi terapi kanker dan hasilnya sel kanker dalam tubuhnya sudah tidak lagi berkembang.

“Dari hasil scan-nya terlihat tidak ada perkembangan sel kanker dalam paru saya. Kondisinya sudah stagnan,” ungkap Iznel.

Warsito juga mengakui. Mereka yang datang hanyalah pasien lama.

"Mereka pasien lama. Kami sudah tidak menerima pasien lagi (di klinik). Ke depannya, klinik hanya sebagai tempat riset. Pengembangan riset tetap dilakukan di Ctech Labs,” kata Warsito di ruangannya, di Ctech Labs Edwar Technology, Alam Sutera, Tangerang, Banten, kemarin.

Saat ini, Warsito tengah menanti hasil uji klinik alat temuannya yang dilakukan di rumah sakit oleh Kemenristek Dikti dan difasilitasi Kemenkes. Uji klinik terhadap alat terapi kanker itu akan melewati 3-4 fase sebelum izin edar alat terapi didaftarkan.

Pada fase pertama, alat akan diberikan kepada orang sehat untuk melihat efek yang dihasilkan. Di fase kedua, alat tersebut akan diteliti pada pasien yang telah menjalani pengobatan konvensional. Selanjutnya pada fase ketiga, dilakukan perbandingan head to head, antara fase pertama dan fase kedua.

“Setelah fase uji klinik selesai, (alat tersebut) bisa didaftarkan izin edarnya. Itu juga perlu izin produksi dan fasilitas produksi sesuai standar. Partisipannya nanti ialah pasien baru dan pasien lama akan dievaluasi,” tutur Warsito.

Warsito pun optimistis kanker dapat diatasi dengan efektif apabila ada kolaborasi antara temuannya dan para ahli medis. Untuk itu, nantinya dia membentuk konsorsium yang melibatkan para ahli medis, universitas, dan RS pendidikan. (H-2)
http://www.mediaindonesia.com/news/r...dar/2016-01-20
jadi ijinnya apa nih? pengobatan herbal, terapi atau apa yah?
nah klo ada uji klinis kayak gini kan lbh afdol.
×