alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56912783925233af108b4569/catatan-getir
Catatan Getir

Salam..
Ijinkan nubie untuk berbagi beberapa catatan getir yang tertuang dalam rangkaian aksara..
Mohon untuk para senior dan kawan-kawan memberikan partisipasi berupa kritik dan saran atau pun menyumbangkan syair-syairnya disini..

Ini tentang getir..
Sebuah rasa yang entah bagaimana menerjemahkannya..
Sebuah rasa yang banyak mengakibatkan air mata..

Karena getir adalah hujaman sebuah rasa beku, kelu dan perih.. Namun juga terkadang terasa pahit pun pula terasa manis.. emoticon-Smilie

Getir itu antara manis dan pahit..
Getir adalah sebuah perpaduan antara rasa bahagia karena memiliki, dan rasa takut akan kehilangan sesuatu yang dimiliki..
Setiap orang mempunyai catatan getir sendiri dalam hidupnya.. Maka tuliskanlah.. Ungkapkanlah..
Ceritakan getirmu disini..
Dan bagaimana getir itu menurutmu..
Dapatkan perasaan getir itu tertumpah disini..

Bagi beberapa orang mungkin getir itu terasa lebih manis..
Ya.. Sebuah manis yang kadang menenggelamkan dalam kepahitan yang tiada akhir..



Quote:

HUJAN

Hujan itu adalah catatan getir yang bersampulkan sunyi.
Rintik-rintiknya membangkitkan getaran nostalgi dalam diri..
Andai saja segala harap terwujud dalam sekejap..
Mungkin rona wajahmu dapat kusimpan di tengah getaran
hati yang berkeriap..

Bagaimana kau terjemahkan rasa hati ketika sepasang
tangan memelukmu erat..?
Lalu terlihat semburat warna indah bagai pelangi di siluet
rambut indahnya..?
Akan kau namakan apa rasa itu..?
Getir kah.? Manis kah..?

Dengar.. itu adalah perpaduan rasa yang melebur menjadi
satu antara kebahagiaan memiliki, dan rasa takut dari
kehilangan..
Ya.. sebuah kegetiran yang manis dan kita terlena
karenanya..

Ketika jarak berbicara..
Ketika waktu tak memungkinkan..
Rasa yang sama terlintas bersama turunnya hujan..

Hujan...
Hujan...


Jangan coba-coba menengok pada genangan air hujan..
Karena disana tersimpan ratusan kenangan yg menunggu
terbangkitkan.. emoticon-Smilie
Catatan Getir

Seperti biasa..
Hari-hari berlalu begitu saja..
Seperti biasa..
Arus rasa hanya mengikuti perjalanan matahari..

Terbit..

Sepenggalah..

Lalu tenggelam..

Biar saja..
Alam yang akan berbicara..
Seperti percakapan kita akan suatu masa yang entah dimana..
Biar saja.. serpihan asa kian menipis tertimpa gerimis..

Quote:Original Posted By lodayawungu

Seperti biasa..
Hari-hari berlalu begitu saja..
Seperti biasa..
Arus rasa hanya mengikuti perjalanan matahari..

Terbit..

Sepenggalah..

Lalu tenggelam..

Biar saja..
Alam yang akan berbicara..
Seperti percakapan kita akan suatu masa yang entah dimana..
Biar saja.. serpihan asa kian menipis tertimpa gerimis..



Serasa terselip pada sebuah kisah yang tak kumengerti..
Padahal malam belum beranjak setengah..
Meski hati tak mampu bubuhkan rasa tak terperi pada hari..
Tetapi dalam peranku, ingin kutunjukkan inilah kesungguhan hati..
Selamat malam emoticon-Smilie

Gerhana Hati


Apa yang membuatmu begitu lama merenung dibawah
gerhana..?

Aku merindunya dengan ruah perih pada rasa cemburu akan noda hitam yang membelitnya tanpa dosa, hingga berdarah tanpa meninggalkan tangis bagi rembulan seolah tanpa dosa..
Ya.. awalnya aku menyangka dari tempatku berdiri "dia"
memiliki rasa yang sama, akan buaian angin malam.. akan
rasa terdalam dari sebuah harap..

Aku menyangka diriku serigala..
Nyatanya aku hanya pungguk merana..

Serapah iringi serpih makian pada sang noda hitam laknat..!!!!
KEMBALIKAN REMBULANKU..!!!

Pulang



Ribuan ingatan nyaris sempurna kupanggil dalam bingkai-
bingkai maya yang nyaris menyata..
Segala resah dalam kisah tak mau memisah berbaur menjadi satu dengan getir luka..

Mataku terpejam.. resonansi dari kontradiksi membuncah
dalam situasi batin dikedalaman rasa..
Aku ingin pulang...
Pulang kekedalaman rasa..
Menyatu dengan bumi yang melahirkanku..

--lodayawungu--



Catatan Getir

Nebeng karya ya gan..

Inikah getir..
Saat tangan tak bisa meraih mimpi
Saat hujan menghapus harap
Dan ketika alunan nyanyian rindu tak terucap

Inikah getir..
Ketika mencintai adalah sebuah dosa
Hingga angan bagai gugur bunga
Dan hati berselimutkan kebekuan
Quote:Original Posted By zuba2
Inikah getir..
Saat tangan tak bisa meraih mimpi
Saat hujan menghapus harap
Dan ketika alunan nyanyian rindu tak terucap

Inikah getir..
Ketika mencintai adalah sebuah dosa
Hingga angan bagai gugur bunga
Dan hati berselimutkan kebekuan


Getir semakin menjadi-jadi saat lidah kelu untuk berbagi..
Maka jangan ragu untuk selalu berpuisi..
Berpuisilah sebelum ia di dosakan oleh kemunafikan yang mendosakan sebuah harapan untuk mencintai..


Terimakasih gan.. Selalu ditunggu untuk selalu hadir berbagi bersama menuangkan aneka getir yg mungkin kita semua pernah alami.. emoticon-Salaman
Satu persatu mimpi berguguran terhempas kenyataan..
Ini bukan masalah perasaan ataupun kehendak yang
dipaksakan..
Hanya saja semua ini bermula ketika kulihat rembulan
purnama, lalu Ibu bercerita tentang seorang putri yang
menjelma menjadi rembulan..
Lalu aku ingat akan sesuatu yang bukan milikku.. dan
memang tak pantas dimiliki olehku..
Harusnya mimpi ini adalah nyata yang sesungguhnya..
Tetapi pasti esok aku tetap akan terjaga dari lelapnya
kenyataan dan arungi mimpi kembali..

Nothing


Aku melebur didalam angin..
Aku luruh bersama desau angin..
Aku adalah desiran yang menerpa dedaunan..
Aku larut dalam tiap-tiap perasaan..
Terlupakan...
Tidak ada yang hakiki dari sebuah kepantasan, Kepantasan
hanyalah sisi lain dari kesempurnaan.
Aku rasa..
Aku tak pantas..
Aku tak sempurna..
Aku terlahir sebagai ilalang..
Kemudian menjuntai turun dalam wujud ular..
Aku terlahir sebagai buih pantai..
Kemudian menjelma menjadi gelombang laut..
Aku terlahir sebagai musang kecil..
Kemudian menerkam sebagai harimau..
Begitu seterusnya..
Aku dalam wujud asura..
Sisi lain wujudku adalah apsara..
Hyang Bathara..
Aku kaku dalam kelembutan sutra..
Hyang Bethari..
Aku lembut dalam kerasnya besi kursani..
Aku..? Bukan..
Dia..? Apalagi..
Lalu siapa..? Tidak ada..

Makamkan saja aku di tanah perasaan yang tak kukenal, agar tak ada tangis..
Agar hembusan angin timur menggugurkan kelopak wangi
kamboja bersama gerimis..


hasrat


Hasratku pada jingga..
Hasratku pada lembayung sutra..
Hasratku pada patahan senja..
Hasrat yang mana tak boleh kupaksa..
Hasrat yang tengah dikesampingkan rasa..
Terlalu bila kukacau akan ujung hari-hari..
Terlalu bila kukicau tentang diri sendiri..
Aku malam bukan pagi..
Aku senja bukan siang hari..
Walau kelam mencerca hari..
Aku tak ingin menyerah taklukkan mimpi..



Rindu


Ketahuilah..
Pendengaranku masih belum payah,aku masih sanggup
meresapi nyanyian ini..
Menempatkan jiwaku sebagai resonansi dari desiran daun-
daun kesadaran..

Tertiup angin..

Lalu sekejap kemudian seluruh tubuh fisik dan metafisikku
tergetar hebat dalam keadaan trance..
Tak cukup hanya halusinasi hadirmu..
Aku rindu...


--lodayawungu--

Sevensix dan kopi di ujung fajar

Quote:

Kawan,bisakah kau dengar dentingan doa itu..?
Ketika kenangan dan rajutan cerita menyeruak di antara
dingin pagi yang menusuk..
Disini fajar yang menyingsing terlihat jelas kawan..
Suara adzan yang tertingkah gemericik air di pagi buta bersahutan dengan derap langkah kakiku Subuh tadi..
Sekembalinya dari surau..

Dalam perjalanan kutemukan sesuatu yg hilang..
Aroma kopi..
Asap tebal sevensix yg memenuhi rongga paru-paru..

Langit timur yg seperti rajutan benang merah dan hitam..
Begitu seterusnya hingga matahari datang meluruhkan
embun-embun pada daun..

Aku telah menemukannya..
Sebuah pelajaran penting dari arti kebersamaan..
Sebuah pelajaran dari heningnya atmosfir pedesaan..



Bukan pada Nada yang merangkak terbata-bata dari satu
persatu tuts keyboard lusuh ini..
Atau secangkir kopi plus rokok.. serta gerimis yg sejak tadi
mengiringi chord-chord minor yg sayup-sayup meningkah
suara hujan..

Tetapi kepada KAMU...
Segala angan ini tersandarkan..

Fiksi


Meresapi getirnya pertemuan..
Yang susah payah kurangkai dari bingkai-bingkai waktu..
Untuk kemudian menjadi sebuah lanscap penuh..
Bahkan kususun ulang setiap detailnya..
hingga seolah nyata..
Dan tetap saja hanya fiksi yg kudapat..
Getir.. semakin menjadi ketika tersadar..

"Kau adalah sosok nyata, yang difiksikan keadaan"..

---lodayawungu---
Catatan Getir


Tanpa sengaja kusentuh kembali ingatan waktu akan sebuah masa yang jauh berlalu..
Gitar kusam nan lusuh berderet tubuhnya lelah dan dingin
dalam keadaan membisu..
Ia pernah melewati barisan waktu dan menjadi saksi segala
sesuatu..

Beberapa lagu itu..

Ia pernah mempuisikan bagaimana langit membiru..
Ia juga pernah mempuisikan bagaimana lembut nan ayu
wajahmu..

Beberapa nada itu..

Ia pernah tertawa renyah dan riang disebuah waktu..
Ia juga pernah menangis meraung menghiba pada kontrol
imajinasi sendu..

Segalanya adalah pohon waktu..
Beranting sejarah dan saksi nyata hidup yang tak pernah
ramah pada siapapun..
Bukan hanya nada dan irama..
Tetapi gitar lusuh adalah cerita..
Lebih dari sekedar puisi atau romantika..

Nadaku adalah hujan..
Hujan yang tak berair..
Pada waktu tertentu,
Ketika rasanya segala harapanku telah terusir..

Aku tak bosan

Ketahuilah,,
Aku tak pernah merasa bosan mengingatmu, meski sedetikpun jasadku
tak mampu untuk bersua denganmu.

Bukankah jiwaku telah melebur di suatu tempat di hatimu,?
Kita tak mampu bercakap, tetapi bukankah aku telah menjelma
menjadi desiran-desiran lembut di hatimu,?

Kau nyata..

Dalam setiap nafasku..
Indahmu tak terbayangkan
Tak terjangkau oleh angan
Biarkan saja hatimu disini..
Memberi hangat dalam setiap beku rindu..
Memberi nyanyian dalam setiap sepi bisu
Ada getir yg menyapa sejenak, sebelum akhirnya luluh lantak oleh binar bening kedua matamu..
Getir ini tak ada harganya sama sekali dibandingkan tatapan matamu yg mampu lelehkan perasaanku..
Sesakit apapun,
Tetaplah disisi..
Tetaplah berbagi arti..

Mantra

Sebait kata itu adalah penghubung antara engkau dan aku dikala ruang dan waktu tak memungkinkan untuk bersua..
Rindu yg melebur dalam doa mengalir laksana bunga yg bermekaran dari kelopaknya, dengannya terdapat untaian ketulusan dan kecintaan, yang mampu kalahkan musim-musim meski penuh dengan amukan badai rindu yg mendera..

Tetaplah berbaik sangka akan saling memahami..
Karena didepan sana ribuan rintangan menanti..
Tetaplah syukuri dan pahami arti semua ini, karena tak akan pernah kau temukan arti sejati dari rasa cinta meski sejauh bumi dan langit kau pergi..

Karena cinta yang sesungguhnya tak akan pernah kau temukan dari pencarian sejauh apapun..
Karena kesejatian itu disini..
Di dasar hati kedalaman rasa kita..
Dengan belajar saling memahami..
(--Nimas Antika Permadi--)


Karena..

"Cinta sejati itu adalah jalan pemahaman, dan tidak akan pernah ditemukan dengan jalan pencarian" (lodayawungu)

Abadi


Semua hal pasti berubah, cepat atau lambat..
Tidak ada yang benar-benar abadi selain perubahan itu sendiri..
Jika perubahan adalah keabadian maka berubahlah untuk selalu menjadi lebih baik, Tak ada tempat untuk jalan ditempat atau bahkan mundur kebelakang..
Semua harus maju kedepan..
Maka biarkan harapku seabadi perubahan..
Biarkan harapku seabadi semesta..
Bersama untuk mengkaji kalam alam semesta..
Menguak seluruh dimensi semesta..
Kita adalah teman sebangku yang dipilihkan oleh seleksi alam untuk mengkaji bersama arti kehidupan.
Kita akan berbagi pensil, penghapus dan buku catatan untuk saling menorehkan kisah, menghapus kisah yang salah, dan mengoreksi ketertinggalan pelajaran..
Kelak, akan kita dapati hari dimana pelajaran ini berakhir..
Dan kita melebur dalam keabadian diserata kisah yang tertulis dilangit bak untaian lazuardi..
Tetaplah disini..
Untuk bersama menyelesaikan jalinan kisah yang penuh keajaiban..
Catatan Getir


--lodayawungu--