alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/568bafbb1a9975997b8b4568/merindu-mentari
Merindu Mentari
Merindu Mentari




Untukmu wahai mentari, yang begitu cinta akan bola voli...
Halo kaskuser semua emoticon-Smilie
Saya sebagai newbie berbekal tulisan sederhana ini turut bergabung dalam forum ini

Untuk kenyamanan bersama, tetap mengikuti general rules forum poetry

Terima kasih
Dear Mentariku

Quote:Hai Mentariku...
Bolehkah aku ini menyapamu
Sekedar tuk menikmati sinarmu
Saat pagi ini mulai berlalu
Berganti dengan teriknya sinarmu

Dan jika kau izinkan
Terima kasih ada dalam hariku
Walau tak selama yang ku mau
Terima kasih genggaman jemarimu
Ketika badai hadir memburu

Mentariku...
Tahukah kamu akan diriku
Yang menatapmu segenap waktu
Hingga pergi terbawa senja
Meredupkan sinar dan hilang

Mentariku...
Kau mungkin pergi bersama senja
Namun kuyakin kau kan kembali
Kembali bersinar saat fajar
Dan tetap bersinar di semesta
Bait do'a untukmu...

Quote:Ri, hiasilah dunia dengan keindahanmu
Hadapilah tantangan dengan kemilaumu
Berilah pertolongan dengan kehangatanmu

Harumkanlah namamu dengan prestasi
Hadapi sukses dengan kerendahan hati
Saat letih ingatlah bahwa kau dicintai

Ri, do’a tak hanya sampai disini
Masih ada kalimat yang ingin kubagi
Terlalu banyak hingga tak bisa ku tulis

Pagi di enam januari
Quote:Aku yang tengah jatuh hati hanya bisa terdiam
Aku tak mampu melawan bentangan jarak
Aku tak mampu buktikan apapun
Hanya lantunan do'a yang ku punya
Karena kita yang akan mengukir cerita tak kuasa untuk bersama

Quote:Original Posted By arisevenri
Halo kaskuser semua emoticon-Smilie
Saya sebagai newbie berbekal tulisan sederhana ini turut bergabung dalam forum ini

Untuk kenyamanan bersama, tetap mengikuti general rules forum poetry

Terima kasih


waaaaah.. selamat bergabung gan... emoticon-Big Grin
bagus2 puisinya.. emoticon-Matabelo
numpang lewat dulu yaaa... nanti mampir lagi bawa puisi (mudahan ingat) hahahah... emoticon-Big Grin
Apakah rindu itu?

Seperti inikah rindu
Hadir tak tahu waktu
Permainkan isi kalbu
Lekat bagai belenggu

Seperti inikah rindu
Rasa pilu tak berujung
Menghantui tiap waktu
Apa sebenarnya rindu
Mentariku, ini tentangmu...

Ini adalah dirimu
Dirimu yang kutahu
Mentari hatiku
Idola panutanku

Skill luar biasa kau punya
Proporsi tubuh kau ada
Tekad kuatmu membara
Sukses ada di hadapanmu

Aku suka kamu bukan hanya begitu
Sifat hangatmu luluhkan hatiku
Kebaikan hatimu raih percayaku
Indah senyummu membuatku tersipu
Dan banyak lagi buatku jatuh hati padamu
Arti hadirmu

Kau korbankan sinarmu
Tuk terangi setiap hariku
Kau tak pernah memaksaku berubah
Kau biarkan aku berubah sesuai niat

Tiada kesal kau akan aku
Awalnya ku acuhkan dirimu
Namun itu cepat berlalu
Kau ajarkan aku hal baru

Kau sabar temani setiap malam
Berbekal perlahan sebuah tekad
Aku berubah karena hadirmu
Dari keras kepala menjadi luluh
Dari acuh menjadi lebih peduli
Dari ceroboh menjadi pandai
Dari lemah menjadi lebih kuat
Dari muram menjadi lebih ceria
Dari gamer menjadi wanita utuh
Dan menjadi lebih baik dari dulu

Terima kasih hadirmu penuh arti
Te quiero mi amor, Mentari
Kapihatur Jungjunan

Jungjunan kumaha anjeun ayeuna?
Mugia jauh tina hariwang
Naha aya dina bagja di Pasundan?
Mugia bajga salawasna

Sanajan urang pa anggang
Kade haté ulah rék ingkar
Sing tumut kana gusti
Bisi kapoékan poho diri

Jungjunan sing suhud di dinya
Pidua "Tan" moal rék pegat
Mugia samudaya laksana
Laksana éndah keur salamina
Realita rindu

Hilang kabar sebab sibuk ku mengerti
Hilang kabar tak jelas justru ku takuti
Apakah ada lain hati yang menyinggahi
Lalu pengorbanan ini tak lagi punya arti
Sejauh detik jam terus bergulir kumenanti
Kapanpun kau kembali kan sambut sepenuh hati
Walau berat hati tertimpa rindu
Aku akan tetap sabar untukmu
Mentariku...
Cerita kita

Ini bukan hanya tentang aku
Ini adalah rangkaian dalam hidup
Ini juga terkait kamu dan mereka
Ini hidup dan ini adalah cerita

Entah kapan ini bermula
Kemarin, hari ini, dan esok nanti
Adalah durasi cerita kita
Penuh warna drama dan emosi

Ini bukan semata barisan kata
Ini cerita kita yang saling mencinta
Yakinlah

Mentari mungkin kau bahagia menjadi kawan dari sebuah bola voli
Melawan entah berapa tim hingga lelahnya tubuh tak kau gubris
Semua yang kau lakukan aku tahu bukan sebatas mimpi
Perjuanganmu juga tak sekedar beberapa langkahan kaki
Bagimu impian adalah ambisi dan tekad dalam diri
Kejarlah Ri, tak perlu takut aku kan ada yang miliki
Hatiku telah kosong, kau curi bersama dengan perasaan ini
Sebatas kerisauan hati

Aku yang terobsesi akan puisi setidaknya lebih memahami getirnya hati lewati hari demi hari sendiri

Kata kata selalu memeluk dan menemaniku ketika seorangpun tak ada yang memberi peduli

Tanpa sinarnya aku bagaikan langit mendung yang putih tanpa satupun goresan garis

Dalam suka atau duka semuanya terasa samar, terasa hambar, karena tanpa adanya kabar

Akankah percaya kita bertahan melawan tantangan dimensi yang begitu gencar?
Dua puluh januari

Rindu di dua puluh Januari
Membawa kembali memori
Memori yang begitu berarti
Saat sendiriku kau temani

Memori indah kala musim itu
Hadirkan berjuta rasa dan haru
Terangkum begitu rapi
Detail dalam s'tiap detik

Teringat jelas ketika hari itu
Kita bersama merajut waktu
Menyatukan hangat dalam hujan
Di hadapan indah bumi priangan

Sedetik waktu itu terasa begitu asli
Sedetik waktu yang takan kembali
Walau begitu kan selalu lekat dihati
Seperti hadirmu yang selalu kunanti
Sajak tak jelas

Tak pernah berujung itulah tulisanku
Bercerita banyak hal sepanjang waktu
Entah itu biasa, istimewa, sedih dan bahagia
Semuanya sama, berpadu menjadi cerita

Entah aku ini sedang bersajak apa
Jika menulis tak ingin lepas dari rima
Segalanya harus harmonis dan seirama
Padahal ini bukan melodi penuh romansa

Ini hanya susunan patahan kata
Sebuah karya tak tentu makna
Dari seorang manusia biasa
Yang tengah ingin bercerita
Kisah hari

Hari berjalan tiada henti
Goreskan lembar sejarah
Warnai peran dan takdir
Hidupkan kisah tiap insan

Tentang cinta yang menghampiri
Tentang duka terbungkus raga
Tentang bahagia yang dinanti
Tentang rindu dalam lantunan do'a
Entah ini dorongan dari kalbu, atau ketidaksengajaan tulisan tanganku untukmu ri

Akupun kuat menghadapi hal yang tak bisa ku mengerti
Lalu masihkah kau takut akan takdir yang penuh misteri
Jika iya, ku pertanyakan tekad kuatmu yang dulu pasti
Jika tidak, berarti aku tak salah dalam meletakan hati

Sekarang apa lagi yang kau nanti ?
Kesunyian pagi ini tak juga mengerti
Bagaimana hati tak bisa dipungkiri
Cerahnya mentari tak juga hangatkan
Kosongnya hati sejak kau tinggalkan


Penghujung januari 2016

Tan
...

Riak hujan malam ini
Bawakan rasa gelisah
Bersama hawa dingin
Tiupkan rasa tak berarah

Terasa mengalir begitu saja
Seolah mencari titik muara

Hingga mencipta
Mencipta kerinduan tiada akhir
Hingga memaksa
Memaksa raga tuk bisukan bibir
Hingga berusaha
Berusaha tiada lelah berfikir
Hingga bertahan
Bertahan dengan tekad di hati

...



dari Tan, untuk Ri