alexa-tracking

just my writing

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56885adc5c7798e3508b4567/just-my-writing
just my writing
THE LOVE MELODY

there is no melody,
as beautiful as the love melody.
the melody of all joy and happy,
the melody of an everlasting symphony.

what else is better than the love melody?
though love often ends gloomy,
and also filled with some misery.
but when fall in love, it feels so groovy
and also as sweet as honey.

so, what else is better than the love melody?
Ketika cinta menyerangmu,
tak ada yang bisa engkau lakukan
kecuali, menyerah.
Ketika rindu menghadangmu,
tak ada yang bisa engkau perbuat
kecuali, berserah.

Pasrahlah terhadap gelombang hantaman rindu
dari cinta.
Meski dirimu setangguh apapun bertahan.
Engkau akan selalu jatuh dan merendah,
Kekasih.
kekasih,
setangkup rindu untukmu kuselipkan kepada alam...
melalui hembusan angin
dibalik awan-awan mendung
disela rintik-rintik air hujan
diantara kerlip bintang-bintang
dalam pancaran sinar rembulan
kepada kesunyian

sudahkah kau temukan?
Quote:


wew... emoticon-Matabelo
welcome gan...


----
rindu yang kau lontar ke angkasa
terpancar ke delapan pejuru
melesat seperti peluru
merobek jarak ruang hampa
ya...
kan balas dengan lebih bertubi
agar kau tau betapa ku menanti....
Quote:



Kekasih, tabahlah dikau dalam penantian
ku pun ingin segera jumpa melunaskan kerinduan.
andai dikau tahu, rindu padamu yang selalu mendera
kerap membuatku menangis meronta,
terasa laiknya belati yang dihujam diatas luka

Kekasih,
teguhlah seperti Laila dalam kisah Laila-Majnun
berjanjilah setia meski nasib seringkali tak mengenal ampun.
kita bagai ceritera Zainuddin dan Hayati
meski takdir mempertemukan untuk memisahkan,
semoga aku dan kau berjumpa pada hidup di alam keabadian
bersama-sama selamanya dalam keridhoan Sang Ilahi
SEPERTI

jujurlah seperti kopi,
yang tak 'kan mungkin menonjolkan manisnya
untuk menyembunyikan rasa pahitnya.
seperti teh,
yang tak 'kan mungkin menyamarkan warna coklat
untuk menutupi rasanya yang sepat.

tabahlah seperti matahari,
yang selalu bersinar setiap pagi
meski ada yang benci terbangun pagi hari karna silau mentari.
seperti waktu dan keaadan
yang tak pernah menuntut maupun mendendam
meski oleh manusia kerap selalu dipersalahkan.

adillah seperti pagi dan petang,
yang tiba silih berganti
yang tak mempunyai hasrat untuk mencurangi.
seperti awan mendung,
yang mengisyaratkan pertanda hujan
yang tak 'kan membohongi sawah-sawah yang kekeringan.

setialah seperti kisah Laila-Majnun,
yang tak tergoda oleh godaan rayuan duniawi
yang menjadi perlambang kesucian cinta sejati.
seperti Zainuddin kepada Hayati
yang tak pernah goyah maupun ingkar janji
meski takdir memisahkan mereka kembali.

sepertilah itu... Kekasih
Aku tak menangisi kematian
Aku pula tak menyembah kehidupan
Hidup-mati adalah persinggahan
Jiwaku tetap ada
Meski raga tlah menyatu dengan tanah
Tanah dunia fana
Jiwaku tetap hidup
Berkeliaran
Melayang-layang
Jiwaku tak mati
Jiwaku tak sirna
Jiwaku abadi
TAHUKAH ENGKAU

tahukah engkau,
angin yang menghembuskan awan mendung itu?
tahukah engkau,
mendung yang merintikkan hujan diatas genting rumahmu?
tahukah engkau,
hujan yang membasahi taman dan pekaranganmu?
yang membasahi bunga-bunga kana dan kenangamu itu. tahukah engkau?
daripadanya itu kulabuh rinduku padamu,
kuselipkan diantara sela-sela
agar berbaur dengan rintik-rintik gerimis hujan
yang turun untuk menyapamu, Kekasih
hujan di pagi hari

ketika hujan turun di pagi hari
awan mendung menyamarkan kehadiran mentari
dibiaskan sinarnya menjadi pelangi
ketika hujan turun di pagi hari
angin dingin bersiut-siut kesana kemari
berhembus kedalam sarang-sarang burung yang enggan pergi
ketika hujan turun di pagi hari
sungai-sungai berkecipak bagai menari-nari
katak dan ikan menyambutnya dengan suka hati.
namun, ketika hujan turun di pagi hari
aku tak merasa apapun selain sunyi,
sebab engkau tlah membawa riuhnya pergi
hujan tak membawa apa-apa selain pada kenangan,
kenangan engkau dan aku dalam kebersamaan
dan ketika hujan turun di pagi hari
aku masih menunggumu dalam sepi dan sendiri,
untuk kembali