alexa-tracking

Beginilah Suasana Perayaan Natal di Irak dan Iran

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/567ec121c2cb178e0e8b456a/beginilah-suasana-perayaan-natal-di-irak-dan-iran
Beginilah Suasana Perayaan Natal di Irak dan Iran
Beginilah Suasana Perayaan Natal di Irak dan Iran

Umat Kristen di Irak merayakan Natal pada 25 Desember. Untuk pertama kalinya pada 2008, pemerintah Irak mengumumkan Hari Natal sebagai hari libur resmi.

Perayaan di Irak berbeda dengan tradisi di Barat. Pada malam Natal (24 Desember), ibadah dilakukan di halaman rumah tiap keluarga.
Anak-anak akan membacakan kisah Kelahiran Sang Juruselamat dari Alkitab, sementara anggota keluarga lainnya memegang lilin yang sedang menyala.

Tumpukan duri kering disimpan di salah satu sudut rumah. Begitu cerita dibacakan, tumpukan duri dibakar. Selama api membakar duri, sebuah mazmur dinyanyikan.

Umat percaya membakar api menandakan masa depan dari keluarga tersebut di tahun mendatang. Jika tumpukan duri berubah menjadi abu, itu merupakan pertanda baik dan menunjukkan nasib baik bagi keluarga.

Beginilah Suasana Perayaan Natal di Irak dan Iran

Di atas duri yang sudah berubah menjadi abu, setiap orang harus melompatinya tiga kali sambil membuat sebuah keinginan.

Pada Hari Natal, umat menghadiri ibadah kebaktian di gereja lokal. Sebuah api unggun, mirip dengan pada Malam Natal, dinyalakan sambil jemaat menyanyikan pujian.

Kemudian, Uskup membawa gambar bayi Yesus di atas bantal kirmizi dan berjalan di depan diikuti pejabat gereja.

Ibadah diakhiri dengan ritual Uskup memberkati jemaat lalu menyentuh tiap anggota jemaat dengan tangannya. Anggota jemaat kemudian menyentuh setiap orang di sebelahnya. Ini terus berlanjut sampai semua orang di gereja disentuh.

Lalu seperti apakah perayaan Natal di Iran? Penganut Kristen di negara ini merupakan kaum minoritas.

Mayoritas umat Kristen di Iran adalah keturunan Armenia dengan aliran Kristen Oriental Ortodoks. Selain itu, ada juga Kristen Assyria, Katolik, Protestan, dan Injili.

Umat Kristen di sini merayakan Natal dengan menghias pohon Natal, bertukar hadiah, dan beribadah di gereja.

Beginilah Suasana Perayaan Natal di Irak dan Iran

Perayaan Natal dimulai dengan “Puasa Kecil”. Selama 25 hari. Mulai 1 Desember, umat Kristen berpuasa dari produk hewani (daging, telur, keju, dan susu).

Ini biasanya dilakukan Kristen Assyria. Puasa dimaksudkan untuk memurnikan pikiran, tubuh dan jiwa untuk menyambut kelahiran Kristus.

Malam Natal (24 Desember) adalah hari terakhir untuk pesta kecil. Sebelum fajar pada 25 Desember, umat Kristen mengikuti Misa untuk menerima Komuni.

Mereka baru diizinkan berbuka puasa, setelah menerima Komuni. Inilah yang disebut dengan pesta kecil.

Hidangan utama pada Hari Natal adalah ayam jelai rebus ukuran besar yang biasa disebut Harrissa.

sumber
Wah ada Natal disana emoticon-Matabelo
image-url-apps
Quote:


Gua jg baru tau emoticon-Matabelo
KASKUS Ads
alhamdulillah walaupun minoritas tp tetap di jdikan hari libur..

di belanda, islam nya sdh 10 % lebih, tapi idul fitri malah gak libur, kadang ada ujian pula emoticon-Frown
image-url-apps
Quote:
>10%, cepet banget kek tikusemoticon-Big Grin
Quote:


mabok lu?

kristen disana uda ada dari dulu kali emoticon-Cape deeehh

sedangkan islam di eropa amerika kan baru2 ini
uda gitu datang dengan rusuh pula emoticon-Nohope
akhrinya ya dibenci emoticon-Nohope
×