alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56639dd6d44f9fe65e8b4569/bombing-first-negotiate-lateruk-joins-the-war

Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war

Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war

Mengebom Suriah atau tidak, satu hari nanti kita akan duduk dan berunding dengan ISIS

Barat perlu mempertimbangkan jika mereka mampu menahan diri dan berunding dengan Rusia, Iran dan ISIS. Berunding dengan ISIS akan sulit – yang mana aksi militer lebih dikedepankan sebagai permulaan.

Apa yang terjadi di dalam Parlemen ketika mereka harus mengambil keputusan untuk berperang atau tidak menjadi sesuatu yang menarik dilihat bagi para pengamat politik Inggris . Perpecahan internal yang terjadi di dalam Partai Buruh tak urung menjadi tontonan TV yang menyedot perhatian kebanyakan orang yang hanya peduli pada kebijakan luar negeri jika itu melibatkan penggunaan kekuatan. Tapi perdebatan saat ini dan voting mengenai perpanjangan kampanye 15 bulan RAF melawan ISIS tidak lebih dari secuplik adegan dalam sebuah skema besar dari konflik Suriah, dan juga dalam narasi bagaimana Inggris merespon.

Fakta sederhana, bahwa delapan pesawat tempur praktis tidak cukup untuk membuat banyak perbedaan. Pada akhirnya di meja perundinganlah dan bukan di medan perang, konflik ini perlu diselesaikan.

Ada beberapa diskusi logis diantara anggota parlemen berkenaan dengan penggunaan aksi militer Inggris yang dirasa tepat untuk diambil. Komite Pertahanan mencatat bahwa dalam kurun waktu parlemen terakhir, kontribusi Inggris dalam memerangi Isis sejauh ini "amat minim". Ini menjadi sebuah peringatan bagi Inggris terkait kebijakan Inggris yang bisa saja diputuskan oleh sekutu koalisi lainnya tanpa mempertimbangkan pendapat Inggris. Komite Luar Negeri (FAC) menyimpulkan baru-baru ini bahwa Inggris tidak harus memperpanjang kampanye anti Isis ke Suriah, jika tanpa strategi internasional yang koheren untuk menyelesaikan empat tahun perang sipil di negara itu.

Serangan udara di Suriah tidak bisa hanya sekedar rencana “tembak dulu, nanti toh bisa dibangun lagi”

Tanggapan David Cameron terhadap laporan FAC menggarisbawahi fakta sederhana kedua komite yaitu: aksi militer mungkin saja diperlukan, tetapi jika itu hanya mewakili sebagian kecil dari upaya Barat, hal itu tidak akan berjalan. Apa yang dibutuhkan utamanya adalah kemajuan politik yang konkret. Upaya yang lebih besar untuk melindungi penduduk Suriah juga akan banyak membantu.

Rusia perlu memutuskan apakah ia pada akhirnya akan melepas Bashar al-Assad. Barat harus memutuskan apakah mereka akan membuka diri dan berbicara dengannya dan juga kepada Iran dan juga Isis. Berbicara dengan Isis akan sulit. Barat hanya dapat menebak-nebak tentang apa yang diinginkan ISIS. Masih belum jelas apakah mereka mau untuk bernegosiasi. Untuk saat ini jelas itu bukan sikap resmi mereka. Karena itulah diperlukan peran kecil namun esensial yang mutlak harus diambil. Tindak militer bisa membantu untuk memaksa semua pemain kunci duduk di meja dan bernegosiasi. Hal ini telah terbukti membantu dalam menjalin kesamaan visi yang walaupun memang masih terbatas antara Rusia dan Barat. Aksi militer dapat membantu menggapai momentum Isis dan membongkar mitos tentang kedigdayaannya. Aksi militer saja tidak cukup untuk mengalahkannya, tetapi paling tidak dapat menurunkan, menghambat dan membatasi operasi mereka secara terbuka.
Penurunan ini tentu akan merusak kemampuan mereka untuk mengamankan wilayahnya dan dalam mempertahankan jalur pasokan, serta membatasi upaya perekrutan. Ini pada gilirannya akan membuka perpecahan di antara komandan senior.

Jadi penggunaan kekuatan disini bukanlah sikap yang mubazir. Namun hal itu juga bukan rute terpendek menuju kedamaian dan kestabilan. Negara-negara Barat tidak berniat untuk menggunakan pasukan darat dalam jumlah besar dari untuk memulihkan ketertiban di Suriah. Itu berarti Suriah sendiri harus bisa mempertahankan wilayah dimana ISIS melepasnya. Jika serangan bom Inggris ini membantu menyakinkan orang yang saat ini hidup di bawah aturan Isis untuk berbalik melawan mereka, itu akan membantu. Tetapi jika serangan ini menyebabkan banyaknya korban sipil yang berjatuhan, hal ini lebih berdampak buruk daripada keuntungan yang didapat.

Voting hari ini tidak akan banyak mempengaruhi kondisi Suriah. Ini tidak akan secara dramatis menyelesaikan atau mengeskalasi konflik. Hal itu juga tidak akan memiliki banyak dampak di Inggris di luar parlemen. Kebanyakan orang Inggris sudah mendukung pemboman Isis di Suriah, dan tidak ada pasukan darat akan digunakan. Keputusan ini hanya akan mengalihkan perhatian dari apa yang benar-benar dibutuhkan, bukan diskusi taktis jangka pendek, tapi kemajuan jangka panjang dan upaya lebih keras di bidang diplomatik dan kemanusiaan.
Kerja keras di Suriah, tampaknya, masih harus dilakukan. Mari jangan sampai kita kehilangan fokus hanya karena pro-kontra hiruk-pikuk dan riuh rendah Parlemen.

SOURCE
Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war
*Commons voted to authorise the UK’s participation. MPs voted 397 to 223 in favour of sending RAF Tornados into the skies over Syria, after an all-day debate in parliament. As Patrick Wintour reports, 66 Labour. Corbyn, who was forced by divisions in his party to give his MPs a free vote, will be pleased that a majority of his MPs and nearly half the shadow cabinet opposed strikes.

Corbyn kalah di Parlemen...Britons will suffer another devastating attack..thanks to Cameron and Hague and those MP's who foolishly believe that bombings will win the war.. nunggu gimana Grand Coalitionnya.. monggo Putin-Obama-Erdogan-Merkel-Hollande..
1. US - France - U.K - Germany
2. Russia -Iran
3. NATO (unconfirmed)
Diubah oleh: rottencorpse
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Monggo, silahkan di bedah.. Dabiq Edisi 12..versi B. Indonesia belum ada yang keluar setau ane...Artikel ini ditulis John Cantlie..sebelum media sibuk mengusung topik negosiasi dengan ISIS..ni orang menurut ane jurnalis cerdas yang bisa baca arah politik dan pertempuran..menarik disimak prediksi si British lad..satu ini...


Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war

Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war

“15 bulan paska deklarasi Khilafah, kampanye yang dikomandoi oleh US melawannya menjadi lebih kompleks dari apa yang dibayangkan dan begitu banyak orang di Barat yang pada akhirnya mau tak mau mengakui bahwa Negara Islam adalah Negara yang keberadaannya tidak bisa dipungkiri".

Pada tanggal 31 Maret, cetakan ke-8 majalah Dabiq memuat sebuah artikel yang saya tulis berjudul “Pergeseran Paradigma” dimana saya meneliti bagaimana Negara Islam ini dipotret dalam media Barat dan perkembangan politik dari satu “organisasi” menjadi suatu entitas yang nyata dan berfungsi. Sebuah Negara. Begitu saya menyebutnya. saya tidak begitu tahu mengenai pembentukan sebuah bangsa. Sungguh menyesal saya dulu bahkan tak sampai menyentuh bangku universitas. Namun tulisan-tulisan saya terdahulu yang di cap sebagai ‘propaganda ISIS, tetapi banyak para jurnalis dan cendekiawan di Barat yang akhirnya sependapat dengan sentiment ini. Bahwasanya Negara Islam, mereka bilang, adalah memang Negara.

Realitas Khalifah ini terkonfirmasi dari banyak hal, penduduk yang hidup didalam pemerintahannya, adalah salah satu parameternya. Untuk pertama kali selama bertahun-tahun, Muslim hidup dengan aman dan bisnis mereka tumbuh dengan pesat. Sistem Zakat bekerja efektif, memungut persentasi dari kekayaan umat dan mendistribusikannya pada yang miskin. Koin emas dinar yang dikumandangkan tahun lalu sekarang telah dilebur dan dicetak sebagai persiapan untuk diedarkan. Pengadilan Syariah didirikan di setiap kota dan diberlakukan sesuai hukum Islam. Korupsi yang sebelumnya jamak terjadi di Irak dan Syria telah dipangkas menjadi nol dan tingkat kejahatan merosot tajam.

Dalam pada itu, Negara-negara timur tengah disekitarnya berada dalam kekacauan. mereka hancur karena perbedaan agama dan centang-perentang akibat warisan pertumpahan darah antar suku. “Timur-tengah…hancur, bergolak dan begitu disfungsinya sehingga dia berada dalam satu kategori tersendiri dan memberikan sebuah arti baru dalam khasanah kata “keputus-asaan” tulis Aaron David Miller di Foreign Policy tanggal 11 September. “Begitu tercabik dan carut-marut akibat kebencian dan konfrontasi sektarian, politik dan agama yang bahkan kelihatannya diluar kemampuan pihak-pihak luar untuk menormalisasikannya.

to be continued
Diubah oleh rottencorpse
Di artikel yang dimuat di The Telegrapah tertanggal 8 Juni, Ruth Sherlock menulis, “Jihadis-jihadis ini telah sedemikian rupa beralih menjadi birokrat-birokrat yang terus-menerus mengkampanyekan pembayaran pajak (zakat), menerapkan standar upah, kestandaran hukum perniagaan (dia merujuk pada pelarangan transaksi haram) dalam upayanya untuk menciptakan ekonomi yang sehat….banyak pebisnis Suriah melihat ISIL sebagai satu-satunya pilihan jika disandingkan dengan kekacauan yang menjadi-jadi di wilayah-wilayah yang dikontrol oleh pemberontak lainnya termasuk didalamnya kelompok pemberontak yang diback-up oleh Barat”.

Sungguh begitu kontras dengan barbarisme yang biasa dilukiskan pada Negara Islam yang bertujuan untuk terus-menerus menancapkan citra kekejaman; sebuah pencitraan yang begitu amat sesuai bagi propaganda Negara. Ada yang lain, Ruth?
“Ya, para dokter, insinyur, khususnya mereka yang menangani ladang minyak dibawah kontrol ISIS digaji besar – paling tidak dua kali dan acap kali berlipa-lipat dari gaji yang ditawarkan jika bekerja di Negara-negara lain.”, lanjutnya. “Bisnis sekarang lebih memilih untuk memindahkan industrinya ke wilayah ISIS”.

Ini bukan saya yang berbicara,namun seorang penulis dari salah satu harian “yang lebih balance” di U.K. Dan sentiment ini –Negara Islam adalah Negara yang nyata-nyata ada dan tumbuh – makin meningkat jumlahnya di Barat. Setelah satu tahun serangan udara, bukti-bukti yang terpapar di lapangan memperlihatka tidak adanya “kemunduran” dari para mujahidin ini, tanda-tanda penurunan kemampuan tempur mereka dengan cepat dipulihkan oleh pampasan perang dan rekruit-rekruit baru dan perkiraan kekuatan militer Negara Islam, menurut CIA adalah sebanyak 32.000 tentara namun ada beberapa pihak yang menyatakan angkanya menembus 70 sampai 100 ribu jika diperlukan. Sebuah sumber militer U.S yang namanya dirahasiakan mengatakan kepada Associated Press bahwa intelijen U.S tidak melihat adanya penurunan berarti dari jumlah mereka.”

Setahun terlibat dalam perang ini dan tidak ada yang berubah. ini menjadikan masalah bagi koalisi.
Tentara Irak, menurut Barry Possen dari MIT University, tidak lagi menunjukkan sebagai satu kekuatan tempur yang berarti. Di Irak, mereka amat tergantung dan didominasi oleh Popular Mobilisation Unit (al Hashd ash-shabi’i), milisi-milisi Syiah yang mencapai 100 ribu dan dipersenjatai oleh Iran. Mereka inilah yang mengomandai penyerangan di Tikrit di bulan April dan sebagian besar bertanggung jawab akan kebrutalan yang terjadi di wilayah-wilayah Sunni. namun sejak Tikrit, tidak ada lagi kemenangan yang patut dicatat bagi koalisi ini dan pertempuran di Irak ini tidak berlangsung seperti yang diharapkan sampai-sampai Letnan Jenderal Robert Neller dari USMC, ketika ditanya oleh senator John McCain tentang bagaimana perkembangan dari kampanye koalisi ini, dia menjawab “Saya pikir, kami masih bekerja dengan baik, kedua belah pihak dalam posisi stalemate”, jauh dari kata memukul mundur para mujahidin ini. Negara Islam kokoh dalam mempertahankan wilayahnya dan bahkan bergerak maju di Irak dan Suriah.

continued below
Diubah oleh rottencorpse
Memang menjadi kepentingan bagi Pemerintahan amerika dan sekutunya untuk secara verbal mengecilkan Negara Islam di ruang-ruang publik dengan melabelinya sebagai sebuah organisasi teroris. Benar, bahwa ini adalah sebuah Negara yang bekerja yang menjadikan terror sebagai alatnya. namun jika ia hanya terbatas pada “organisasi” semata dan para tentara yang bertempur didalamnya adalah para teroris, ini akan memberikan publik pemahaman bawa kata “teroris” atau “jihadis” yang mereka kenal selama ini akan memberikan dukungan bagi aksi militer untuk melawannya. Namun, ia akan kehilangan urgensinya ketika anda berhadapan dengan tentara dari sebuah Negara. hal ini tidak akan lagi memiliki nuansa yang sama, khusunya bagi para penulis pidato politik tentang ancaman bahaya. bertempur melawan para “teroris” adalah satu hal, namun melawan tentara sebuah Negara adalah hal yang amat berbeda, walau Negara tersebut bangga akan taktik terror mereka.

Namun untuk mengakui bahwa Negara Islam ini adalah memang sebuah Negara dalam ruang publik itu berarti sebuah kemenangan yang tidak ada satupun pemimpin politik yang siap untuk menyebutnya seperti itu. jadi merekapun dengan sengaja terus-menerus menyebut Negara Islam ini sebagai ISIL, IS, ISIS, Daesh dan entah nomenkaltur apalagi berikutnya yang akan dipergunakan: “Bah, hal remeh! kita bahkan tak tahu nama mereka dan kita punya kendali penuh atas mereka” .Itulah yang mereka katakan di depan publik. namun apa yang mereka diskusikan dibalik pintu dengan sekretaris bidang pertahanan dan kepala intelejen akan amat sangat berbeda, saya yakin. Berdasarka Western reports, sejumlah 7 juta orang sekarang hidup di dalam naungan Kekahlifahan, menjadikannya suatu wilayah yang lebih besar dari Inggris, lebih padat dari Denmark dan banyak dari mereka yang bahkan berkata bahwa hidup disini menjadi jauh lebih baik daripada dibawah pemerintahan klan Assad dan rezim Syiah di Suriah dan Irak dan amat jauh dibandingkan dengan korupsi dan kekacauan yang mengikuti FSA. Sungguh, bukan sesuatu yang amat diharapkan dari sekumpulan “teroris gondrong liar dan tak beradab, bukan begitu?

Di New York Times tangal 21 Juli, Tim Arango menulis, “Negara Islam telah mengalahkan pemerintahan korup Syria dan Irak, para penduduk dan para ahli mengatakan; “Anda bisa bepergian dari Raqqa ke Mosul dan tak seorangpun berani untuk mencegat anda walau anda membawa 1 milyar dollar sekalipun, kata Bilal yang tinggal di Raqqa, ibukota de fakto dari Negara Islam. “tak seorangpun berani mencoba untuk mengambil bahkan hanya 1 dollar dari saku anda”

Arango melanjutkan, Negara Islam meletakkan standar pemerintahan termasuk penggunaan ID card bagi penduduk, aturan kenelayanan untuk menjamin ketersediaan stok, mewajibkan kendaraan membawa tool kit untuk keadaaan darurat dan tentu saja melaksanakan syariah hingga titik komanya. (Seorang pemilik toko di Raqqa) berkata…”Disini mereka mengimplementasikan Aturan Tuhan. Pembunuh dijatuhi hukuman mati. Pezina dirajam. Pencuri dipotong tangan’”.

Stephen M. Walt, professor Hubungan LN di Harvard yang dikutip dalam artikel yang sama mengatakan, “ Saya berpendapat bawa apa yang mereka lakukan tak pelak lagi merupakan organisasi pembentukan Negara yang revolusioner. Organisasi pembentukan Negara yang revolusioner? sungguh itu tidak terdengar seperti kelompok “teroris” sama sekali. penting untuk diingat, sebagaiman Walt menjelaskan bahwasanya dalam pembentukan Negara-negara sepanjang kalender sejarah, seringkali memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum mereka benar-benar diakui oleh negara-negara lain. dia menyebutkan, contohnya bahwa Eropa menolak mengakui secara resmi Uni Sovyet selama bertahun-tahun paska revolusi Boshevik di tahun 1917, begitu juga U.S hingga sampai tahun 1933. Amerika tidak menjalin hubungan diplomatik dengan RRC hingga tahun 1979, berarti terhitung 30 tahun sejak RRC berdiri.

“Andai Negara Islam ini mampu mengukuhkan keberadaan dan mengkonsolidasikan posisinya serta menciptakan Negara de fakto yang genuine dalam wilayah yang sebelumnya adalah bagian dari Irak dan Suriah, simpul Walts, “ Negara-negara lain akan mau tak mau harus bekerja sama untuk mengajari diri mereka sendiri akan fakta kehidupan dalam sistem internasional”. Well, tidak begitu juga. Negara Islam berpegang teguh bahwa : Sistem Internasional” ini adalah thagut, sebuah system bentukan manusai yang bersifat jahat yang memaksakan hukum manusia pada manusia lain. Sistem ini tidak akan kompatibel dengannya. Namun sebuah pakta perdamain dengan Negara-negara barat merupakan sebuah pilihan yang selalu ada dalam hukum Shariah.

Dan ini kondisinya. Assad bisa dibilang sudah habis, dengan runtuhnya pemerintahan despotnya yang sekarang hanya mengontrol ¼ dari Suriah. Apa yang tersisa dari Irak adalah onggokan wilayah-wilayah dan suku-suku yang terputus yang tak akan pernah bisa kembali seperti dulu akibat Invasi Amerika. Negara Islam, menunggangi wilayah kedua Negara ini, ibaratnya kekaisaran Muslim, sebuah negeri dimana tidak ada pertempuran antar suku atau agama.Hanya ada satu sekte dan hanya satu keyakinan.
Ini adalah sebuah wilayah yang dijalankan, diatur dan dibawah perlindungan mujahidin Sunni dan memang terlihat keunikannya ditengah-tengah konflik dan perpecahan yang terjadi di Tim teng. Ketertunggalannya ini merupakan sebuah model yang lebih baik bagi kestabilan di masa depan di wilayah ini daripada tipikal Negara-negara gurun yang disupport atau dibentuk oleh intervensi Barat.
Diubah oleh rottencorpse
incoming...

Sekali lagi, ini bukan saya yang mengatakan. itu akan berarti “propaganda Isis” lagi. dan kita tak akan berbicara mengenai ini lagi bukan begitu? Brigjen Ronalad Magnum membuat beberapa komentar menarik dalam papernya yang diterbitkan oleh Kaukus Georgia Strategic Studies Institute di 29 Mei.“Negara Islam memenuhi segala persyaratan..untuk diakui sebagai sebuah Negara”, kata dia. “Negara ini memiliki struktur pemerintahan, mengontrol teritorinya, populasi yang besar, mampu secara ekonomi dan memiliki militer yang besar dan efektif serta menyediakan layanan pemerintah seperti jaminan kesehatan atas penduduknya. Menghadapinya seperti menghadapi pergerakan kumpulan teroris adalah bukan hal yang bijaksanan. Ini adalah sebuah Negara. Dan jika Barat memang ingin mengalahkannya. maka ia tak punya pilihan lain kecuali melakukan satu dari dua hal ini :

1. Negara Islam ini harus benar-benar merupakan ancaman nyata bagi perdamaian regional atau dunia sehingga Barat harus mengangkat senjata melawannya.
2. Biaya perang ini terlalu besar dan Barat harus memiliki rencana untuk mengisolir Negara Islam dan pada akhirnya harus bernegosiasi dengannya sejajar sebagai sebuah Negara.
Percobaan gagal untuk mengisolasi kekahlifahan ini menjadi berita usang. tetapi abjad N dari kata negosiasi? itu seperti ledakan bom. baru-baru ini, Obama berkata “tidak akan ada negosiasi dengan Negara Islam, sebuah fakta yang masih di ingat dengan jelas dari teman satu sel saya. namun kemudian dia merubah kebijakannya, jadi mungkin dia atau presiden selanjutnya yang akan menerapkan kebijakan yang berbeda mengenai hal ini.

Dalam satu tulisan yang dimuat di Foreign Policy 10 Juni berjudul “ Apa yang harus kita lakukan jika Negara Islam Menang?” Profesor Stephen Walt memberikan penjelasan bahwa kemenangan mujahidin ini tidak berarti bahwa mereka akan menancapkan bendera hitam diatas Empire State Building namun jika mereka berhasil mempertahankan teritori yang mereka kontrol dan tidak akan dihancurkan atau terseret oleh apapun juga. Sejauh ini mereka telah berhasil. “Pada akhirnya ia akan berubah dari pariah (kasta terendah) menjadi partner khusunya ketika kepentingannya mulai bersinggungan dengan Negara-negara lain yang memiliki platform sama, “ tulisnya. “ ini tentu saja masih mungkin menjadi kehadiran yang merisaukan di kancah politik dunia tetapi ia tak akan lagi dikucilkan. Jika Negara Islam ini bisa survive dan itu yang kemungkinan terjadi”.Sekali lagi, Walts membuat asumsi kasar karena para mujahidin ini tidak akan pernah menerima segala bentuk partnership dengan Barat. tetapi jika Barat menginginkan perjanjian gencatan senjata, mereka sudah semestinya berpikir masak-masak sebelum membuang kesempatan itu.

Barat akan berupaya untuk terus menghamburkan bom dan merayu kelompok-kelompok Syiah untuk mazuk dalam zona pertempuran di darat paling tidak satu atau dua tahun sebelum akhirnya mempertimbangkan perjanjian genjatan senjata. tentu itu akan menjadi prospek yang menarik, Barat bernegosiasi dengan Negara Islam. apakah hal itu akan benar-benar menjadi kenyataan? Jonathan Powell adalah kepala negosiator Irlandia Utara untuk pemerintahan TonyBlair dan di tanggal 12 Agustus, dia berbicara pada BBC mengenai subyek ini.

“ Jika anda hendak menghancurkan Negara Islam, anda tak akan pernah bisa melakukannya dari udara. dan tak ada seorangpun di Barat yang terlihat siap sedia untuk menurunkan tentaranya di medan perang. Jadi disini, tidak ada strategi militer untuk menghancurkan ISIS. Dengan begitu harus ada strategi politik. dalam pandangan saya, ini melibatkan pembicaraan dengan mereka, kata Powell.

“Kami berunding dengan IRA, tidak disebabkan karena mereka punya senjata tetapi karena mereka memiliki1/3 suara Katolik. jika anda berhadapan dengan sebuah grup tanpa dukungan politik, seperti Baader-Meinhof, anda tak akan repot-repot untuk bernegosiasi karena disana tak akan ada pertanyaan politis di inti persoalannya. namun yang saya lihat di Irak dan Syria ini ada pertanyaan politik yang menjadi kunci permasalahannya.. dalam 30 tahun terakhir pengalam konflik yang saya cermati dan jika ISIS memiliki dukungan politik, maka kita akan berakhir di meja perundingan dengan mereka. Bisa saja mereka akan menguap seperti salju di musim semi, tetapi melihat jejak sejarah hal itu amatlah kecil terjadi dalam kondisi seperti ini. ini adalah hipotesis saya bahwa memang ada dukungan politik dan ide-ide ekstrim para Islamis ini terlihat memiliki cukup kengototan di dalamnya dan kemungkinan akan menjadi masalah yang akan kita bicarakan secara politis di beberapa kesempatan, tidak sesederhana dengan jalan mengangkat senjata. Powell menyimpulkan dengan mengatakan Barat harus merintis jalan bagi “pembicaraan di masa datang” dengan “memulai pembicaraan sederhana”
Diubah oleh rottencorpse
Lebih dari 1 tahun paska kampanye serangan udara yang ditujukan pada Negara Islam dan Martin Dempsey, Jenderal bintang 4 yang bertanggung jawab atas kampanye pimpinan US ini, akan berusaha mengira-ira apa yang akan terjadi nanti. Mereka Di Barat sudah tidak sabar dan menginginkan hasil nyata namun mereka tidak melihatnya sampai sekarang. Seperti halnya Vietnam, perang melawan Negara Islam ini akan menjadi perang yang berlarut-larut, mencoba untuk mengurangi jumlah pasukan musuh tanpa adanya tujuan akhir yang pasti

Pemboman ini memang akan mebawa korban mujahidin tetapi yang datang untuk menggantikan mereka yang terbunuh akan lebih banyak lagi setiap harinya dengan tiap-tiap orang sama bersemangatnya seperti mereka yang mendahului sebagai syahid di jalan Allah. Bom-bom inipun telah menghancurkan banyak tank dan kendaraan militer lapis baja lainnya yang berasal dari jarahan militer Irak (hanya ada 1 perseneling di tank militer Irak : gigi mundur) namun mujahidin telah berhasil memperoleh lagi dari unit-unit militer mereka yang kabur. Para tentara Khilfah ini telah membuktikan diri sebagai satu kekuatan tempur yang teruji melawan gempuran dan ledakan paveway bom atau misil hellfire.
Diubah oleh rottencorpse
Dan dalam pada itu, Negara Khilafah yang mereka bertempur dan gugur untuk mendukungnya menjadi semakin tumbuh dan berkembang. para mujahidin ini tentu saja menikmati pertempuran tetapi mereka juga terbukti amat luar biasa beradaptasi untuk memenuhi kepentingan sosial dan pemerintahan. Setelah berhasil mendirikan sebuah Negara dan menetapkan keteraturan di wilayah timur-tengah, apa yang terjadi di beberapa tahun kemudian akan tergantung kepada Negara Islam itu sendiri dibandingkan kekuatan dari luar.
pilihan pertama, tentu saja mereka akan terus memperluas batas-batas kekhalifahan melaui wilayah-wilayah sampai pada batas-batas kemampuan ekonomi atau militer yang akan menghentikan mereka dan sesudahnya adalah fase konsolidasi posisi mereka. Sayang bagi Barat, tampaknya batas-batas ini tidak dianggap oleh Khalifah.

Pilihan kedua, bahwasanya mereka akan memaksa Barat untuk melancarakan serangan darat all-out, memuluskan jalan demi menciptakan setting pertempuran terakhir antara Muslim dan tentara salib sebagaimana dinubuatkan terjadi di Dabiq di Syria, dengan melakukan operasi lintas Negara yang sedemikan destruktif sehingga tidak ada kata lain bagi Amerika dan sekutunya untuk mengirimkan tentara. Ini nantinya akan menjadi sesuatu dengan skala yang sama atau bahkan lebih besar daripada 9/11. dan lagi, saya menebak, para American “hawks” ini akan berdatangan menuju Dabiq tanpa Negara Islam perlu repot-repot meledakkan bom di Manhattan.
Di artikel yang di muat di The Independent tanggal 21 Juni berjudul “ Kami tidak bisa menghancurkan ISIS jadi kami harus belajar untuk hidup dengannya”, mantan kepala counter terrorism MI6 Richard Barret menulis,

“Irak dan Syria tidak akan kembali seperti keadaan semula, dan apapun yang menjadi bentuknya pada akhirnya, sebuah entitas baru telah muncul ke permukaan yang akan mencoba bertahan dalam bentuknya tersendiri. Sekarang ini, entitas tersebut bersifat aggressive, intoleran dan tak kenal kompromi namun itulah kebenaran bagi feature dystopian yang mereka miliki, ISIS menawarkan kepada mereka yang hidup dibawah pemerintahannya dalam beberapa segi lebih baik daripada pemerintahan yang mereka ambil alih sebelumnya. korupsi menjadi semakin tidak lazim dan keadilan, meskipun brutal, ditegakkan secara tegas dan adil.

Konsolidasi gegas Negara Islam dan kecerdasan dalam mengontrol teritorinya tak pbisa dipungkiri membuat para pemimpin dunia tercengang sebagaimana cepatnya mereka ini merebut Mosul. jika anda mengatakn pada seorang politisi di New York di bulan Juni tahun 2104 bahwa pada bulan Oktober 2015 Negara Islam akan memperoleh apa yang telah mereka peroleh sampai sekarang, dia pasti akan terawa terbahak-bahak di depan anda. Cukup adil jika mengatakan bahwa politis tersebut tidak akan bisa tertawa lagi hari ini.

===== END+++
Diubah oleh rottencorpse
in three...
two...
one..page one is secured!
“Kalian akan berdamai dengan kaum Rum (Rusia) dalam keadaan aman, kemudian kalian dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kalian akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

"Akan muncul dari Khurasan bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (Al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya. (2922)]



lebih baik mencegah daripada membiarkan mereka berkembang dan menjalankan misi mereka emoticon-Takut (S) itu mungkin yang ada di pikiran pemerintah UK.
Diubah oleh eastjerusalem
Quote:



apa hubungannya Yahudi ma ISIS, boss? yg ane tau, si Israhel pussy ini malah ambil kesempatan buat makin giat bulldozer rumah ladang penduduk asli Palestina...dus jadiin mereka target tembakan...yg laen sibuk koalisi..dia ketawa2 doang...Israhell mah begitu...mukul pake tangan orang laen..


Rum = Russiya? ente mabok rum?
Quote:


supaya daesh ga lbh berkembang memang perlu dibom, isis bakal memerangi yahudi saat mereka sdh berkembang dan sdh siap nanti, kristen jg yahudi boss, yahudi baru... ini ayat2 yang lu dan isis pegang juga :

1. Semua agama selain Islam tidak diterima…Al Quran 3:85 (89)
2. Bunuh (pancung)/salib/siksa semua yang melawan Mohammad…AQ 5:33 (112)
3. Jangan berteman dengan kaum Yahudi dan Kristen…5:51 (112)
4. Setelah memberi peringatan 4 bulan batalkan semua perjanjian damai dengan kaum pagan yang tidak mentaatinya; perjanjian2 damai dengan kaum pagan yang metaati harus dijalankan sampai batas waktu habis; di masa depan jangan bikin lagi perjanjian damai dan bunuh semua pagan yang tidak mau menerima Islam …9:1-6 (113)
5. Kaum pagan yang menerima Islam adalah saudara2 Muslim, yang melanggar perjanjian harus diperangi…9:11, 12, 14, 15 (113)
6. Jangan berteman atau cari perlindungan dari kafir (termasuk pagan, munafik, Yahudi dan Kristen)…9:16 (113)
7. Kafir tidak boleh masuk mesjid atau mengurus mesjid, mereka bakal masuk neraka …9:17 (113)
8. Yang melakukan Jihad berkedudukan tertinggi; mereka akan masuk surga …9:19-22 (113)
9. Kafir itu najiz, larang kafir untuk masuk Ka’bah …9:28 (113)
10. Perangilah kaum Yahudi dan orang Kristen sampai mereka tunduk dan bayar pajak paksa Jizya, kutukan Tuhan ada pada mereka…9:29-31 (113)
11. Jika kau tidak mau berperang demi Awloh dengan apapun yang kau miliki maka Awloh akan menghukummu dengan sadis…9:38, 39, 41 (113)
12. Jika kau berperang demi Awloh maka tunggulah martir atau surga. Yang kafir hanya bisa berharap hukuman Awloh…9:52 (113)
13. Mereka yang bisa berperang demi Awloh tapi tidak mau melakukannya akan ditolah oleh Awloh…9:90-96 (113)
14. Apakah kau membunuh atau dibunuh dalam Jihad, Awloh telah menjanjikan surga bagimu…9:111 (113)
15. Perangi kafir disekelilingmu…9:122 (113)
Diubah oleh eastjerusalem
Quote:


1. Semua agama selain Islam tidak diterima…
Spoiler for "":


2. Bunuh (pancung)/salib/siksa semua yang melawan Mohammad…
Spoiler for "":


3. Jangan berteman dengan kaum Yahudi dan Kristen…
Spoiler for "":


4, Setelah memberi peringatan 4 bulan batalkan semua perjanjian damai ...
Spoiler for "":


5. Kaum pagan yang menerima Islam adalah saudara2 Muslim, yang melanggar perjanjian harus diperangi…
Spoiler for "":


6. Jangan berteman atau cari perlindungan dari kafir ...
Spoiler for "":


7. Kafir tidak boleh masuk mesjid atau mengurus mesjid...
Spoiler for "":


8. Yang melakukan Jihad berkedudukan tertinggi...
Spoiler for "":


9. Kafir itu najiz, larang kafir untuk masuk Ka’bah …
Spoiler for "":


10. Perangilah kaum Yahudi dan orang Kristen sampai mereka tunduk dan bayar pajak paksa Jizya...
Spoiler for "":


11-14... bla bla bla
Spoiler for "":


15. Perangi kafir disekelilingmu…
Spoiler for "":


Carilah sumber2 islam jagan dari situs missionaris...

Bonus :
The ISIS Delusion | By Fadel Soliman bahasan mencakup :
- Konsep Jihad, War, Killing
- Perang jaman Nabi SAW
- Ektrimism (isis dan kitab sesat yg dipakai dsb)
Spoiler for "":

Semoga mencerahkan ...Dan Allah lebih tahu atau yang Maha Tahu/ Maha Mengetahui
emoticon-Traveller
Diubah oleh ksatria.pantura
Trit Updated Post 2-6
Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war


Tentara Iran menjemput maut di Suriah- Akankah Mengubah Peta peperangan?

Jumlah para tentara Iran yang mati di Suriah dilaporkan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Media semi-pemerintah Iran, Fars News Agency Iran melaporkan bahwa beberapa anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) ditemukan tewas di antara para pejuang yang terbunuh di kota Aleppo Suriah bagian utara hanya selang beberapa hari.

Hal ini menunjukkan bahwa Iran meningkatkan penggunaan anggota IRGC dibanding Pasukan Elit Quds. Sejauh ini, lebih dari 100 tentara IRGC termasuk jenderal- jenderal ranking atas telah tewas dalam perang Suriah. Pasukan Quds sendiri bertugas untuk melaksanakan operasi ekstrateritorial dan misi militer luar negeri, yang diperkirakan berjumlah15.000 pasukan, sementara IRGC memiliki lebih dari 100.000 pasukan dan memegang kendali milisi paramiliter Basij dengan jumlah lebih dari 350.000 pasukan aktif dan cadangan.

Tampaknya setelah adanya kesepakatan nuklir, militer Iran mengalami transformasi yang signifikan secara aktif, yang menunjukkan manifestasi dari kerajaan militer Iran di kawasan dan kebijakan luar negeri yang lebih agresif dan penegasan kembali supremasi Teheran.

Di saat para pemimpin Iran melontarkan retorika bahwa mereka bertempur melawan ISIS, pasukan Iran ini bahkan berada jauh dari wilayah kekuasaan ISIS. Sebaliknya, mereka terlihat bertempur melawan kelompok pemberontak Suriah, termasuk FSA, memaksa mereka untuk mundur atau mencegah mereka dari merebut wilayah lainnya di Aleppo, Latakia dan Damaskus. Iran meningkatkan kehadiran tentara darat mereka di kota-kota tersebut, khawatir akan jatuhnya lokasi-lokasi strategis tersebut ke tangan oposisi.

Pandangan Domestik terkait Intervensi Iran

Popularitas peranan Iran di Suriah telah mencapai titik rendah di kalangan kelas menengah berpendidikan di Iran. Nima, seorang aktivis hak asasi manusia Iran dari Shiraz, menunjukkan bahwa "Pemerintah menjustifikasi peningkatan anggaran militerny atas alasan IRGC dan perekrutan Basij untuk perang di Suriah dan Irak. Kebijakan ini diambil sementara rakyat Iran menghadapi kesulitan ekonomi dan Tingkat pengangguran telah meningkat di bawah presiden Rowhani. "

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Iran telah memanfaatkan ISIS, dan insiden serangan Paris, untuk menjustifikasi kebijakan militernya di hadapan rakyat Iran dan upaya menebar ketakutan bahwa jika Republik Islam tidak berperang di Suriah dan Irak, kelompok Sunni radikal akan menggilas Teheran dan komunitas Syiah.

Pergeseran pemberitaan baik yang dilansir dari media resmi pemerintah maupun semi-pemerintah terkait keterlibatan Teheran di Suriah ini merupakan sebuah kejutan. Media dan pejabat Iran terbiasa untuk mengkarakterisasi IRGC dan keterlibatan Pasukan Quds di Suriah sebatas penasehat yang terlibat dalam bantuan taktis, perencanaan strategis dan intelijen.

Tapi dalam beberapa minggu terakhir, kerap muncul berita terkait pemakaman/kematian di hadapan publik. Bahkan kemunculan Pemimpin tertinggi Iran, ke publik menjadi lebih umum. Dia “berkicau” mengenai kematian salah satu tentara Iran di Suriah, memposting foto dirinya dengan keluarga si "martir" dan mengungkapkan belasungkawa.

Perubahan Taktik

Ada ada beberapa alasan di balik perubahan taktik ini dan meningkatnya jumlah kematian tentara Iran.

Kemunduran yang dialami tentara Assad dan Pasukan Quds pada awal tahun 2015, utamanya disebabkan oleh kemunculan ISIS dan kemajuan kelompok pemberontak. Didorong Qassem Soleimani, kepala Pasukan Quds, yang menemui Putin dan meminta bantuan militer. Republik Islam Iran mendesak Rusia untuk terlibat dan memberikan bantuan militer di Suriah.

Namun demikian, superioritas militer Rusia dan intervensi di Latakia tidak melemahkan pengaruh Iran di Suriah. Dengan semakin luasnya pemahaman publik akan keberadaan tentara Iran yang beroperasi di Suriah maka Teheran perlu untuk menegaskan kembali arti keberadaan mereka di Suriah.

Selain itu, peningkatan serangan udara Rusia ini telah sedemikian rupa dikoordinasikan dengan peningkatan penyebaran tentara IRGC di darat. Ini tak pelak lagi akan berhubungan dengan meningkatnya jumlah korban tentara Iran ini. Assad, di sisi lain, telah menjadi semakin tergantung pada Pasukan Quds dan IRGC Iran serta Rusia.

Dalam pada itu, sebelum munculnya ISIS, Iran meminimalisir perannya di Suriah karena Teheran tidak memiliki alasan yang sah untuk membenarkan kehadirannya di sana. Para pemimpin Iran juga khawatir tentang konfrontasi langsung dengan Barat dan kekuatan regional lainnya, dan berusaha untuk tidak terburu-buru dalam negosiasi nuklir. Tapi setelah kesepakatan nuklir tercapai, setelah ISIS menghiasi halaman depan secara global, kebijakan Khamenei bergeser.

Akhirnya, Republik Islam Iran berusah untuk memaksimalkan setiap peluang guna menegaskan kembali supremasi regional dan kekuasaan, dalam mengejar ambisi hegemonik. Dengan mengungkap ke publik bahwa pasukan Iran hadir di Suriah, Iran mengklaim peranan pentingnya dalam konflik. Iran juga menawarkan diri ke Barat sebagai pemain regional yang sangat diperlukan dan mitra dalam memerangi kelompok ekstrimis. Akibatnya, Barat tidak akan memiliki pilihan yang layak selain menutup mata untuk kebijakan regional intervensi Iran.
Meskipun beberapa analis kebijakan dan peneliti politik berpendapat bahwa peningkatan angka kematian tentara Iran nanti bisa jadi merubah perhitungan Republik Islam Iran dalam mendukung tentara Suriah, namun kemungkinan untuk menyaksikan perubahan dalam kebijakan Iran yang mendukung Assad amat kecil. Yang dipertaruhkan Teheran dalam menjaga Assad untuk memegang tampuk kekuasaan amatlah tinggi. Iran bisa dalam jangka waktu beberapa tahun lagi, atau bahkan satu dekade, membantu tentara Suriah baik militer, finansial, strategi dan intellijen.
Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war
Diubah oleh rottencorpse
Quote:


IS delusion??

Kata uclim munakpikun antek tapir barat. emoticon-Wakaka

---

Haaak cuiiih!

Emangnya elu jubirnya Auloh??
emoticon-Wakaka

Jika Auloh tidak rido sama IS, pastilah IS ini udah hancur lebur karena begitu dahsyat sadisnya, dan karena begitu terang2an ngaku Negara Islam.

Lah buktinya??

IS makin strooooong dan tapir barat terguncang 9 skala richter dan mempertimbangkan opsi meja perundingan sembari mengakui IS sebagai negara.

Jika kondisi kondusif di IS sudah establish, siap2 dunia bakalan terguncang 9 skala richter jilid 2, sambil terbengong2 melihat begitu pesatnya perkembangan dan pembangunan di IS dalam waktu singkat.
Itu karena mereka punya manual yang berbeda dari seluruh dunia: manual book, sumber dari segala sumber hukum di IS, dan mereka meyakininya 100% absolutely words of God.

emoticon-Ngakak
Diubah oleh ubireboost
LENGSERKAN SETANOPANTO DARI KERUA DPR, LANJUTKAN PENYIDIKAN KPK/KEJAGUNG, JGN PILIH CALON GOLKAR PILKADA 9 DES #BoikotPartaiPapa






NOVANTO

Namaku Novanto, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
Orang memanggilku, bos legislatif
Tokoh papan atas, atas sgalanya, asik!


Wajahku ganteng, banyak simpanan
Sekali lirik, oh bisa jalan
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
yang penting aku senang, aku menang
Persetan orang susah, karena aku
Yang penting asik, sekali lagi, asik!


Obral soal moral, omong keadilan, sarapan pagiku
Aksi tipu-tipu, lobi dan upeti, woo jagonya
Maling kelas teri, bandit kelas coro, itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru, datang padaku, sebut 3 kali namaku
Novanto Nonto Novanto.. asik.


emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio

.

[
Quote:


Wooooi!!!

Ini BPLN!

Jangan bawa2 politik endonesah yg berbau bangkai busuk menyengat ke sinih!! emoticon-Mad
To TS:

Itu bela2in diterjemahin sendiri gan???


Wooooow.

Standing ovation buat agan.

:mantap
Quote:
Bombing First, Negotiate later...U.K joins the war
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di