alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564fd947507410d56b8b4569/tiongkok-nyatakan-natuna-milik-indonesia
Tiongkok Nyatakan Natuna Milik Indonesia
Rimanews - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, tidak pernah ada pihak yang mengklaim kepemilikan Kepulauan Natuna, bahkan Tiongkok sudah dengan jelas menyatakan bahwa kepulauan tersebut milik Indonesia.

"Beberapa waktu lalu ada berita soal klaim Natuna. Itu sama sekali tidak benar," kata Retno dalam keterangannya kepada media massa di Kuala Lumpur, Jumat (20/11/2015).

Kepemilikan Indonesia atas Kepulauan Natuna, lanjut dia, sudah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tidak pernah ada keberatan dari pihak mana pun, termasuk Tiongkok.

Sebagai bukti terakhir, Menlu mengutip pernyataan juru bicara Menlu Tiongkok, yang dengan jelas menyebutkan soal kepemilikan Kepulauan Natuna oleh Indonesia. "Ini adalah wilayah Indonesia. Titik," tegas dia.

Ditambahkannya bahwa penentuan delimitasi, termasuk zona ekonomi eksklusif dan batas kontinental, ditarik dari garis-garis tersebut, karena yang disengketakan antara beberapa negara adalah masalah fitur berupa pulau, atol, bebatuan, dan sebagainya.

"Dalam hal ini Indonesia tidak punya tumpang tindih klaim dengan negara mana pun," katanya.

Di Natuna, Indonesia mempunyai tumpang tindih batas kontinental dengan Malaysia, namun masalah tersebut sudah diselesaikan dan dicatatkan ke PBB.

Sementara soal tumpang tindih kawasan ZEE dengan Malaysia di barat dan Vietnam di utara, saat ini masih dinegosiasikan. Indonesia dan Malaysia sudah menunjuk utusan khusus untuk mempercepat proses negosiasi.

Sedangkan dengan Vietnam, negosiasi yang sudah lama berhenti telah dihidupkan kembali dan akhir 2015 akan ada pertemuan lagi.

Indonesia mengajak semua pihak untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik ketegangan di kawasan, kata Menlu.

Senada dengan Retno, Menkopolhukam Luhut Panjaitan mengatakan bahwa Indonesia mengedepankan dialog dalam mengatasi masalah tersebut.

"Soal ''nine-dash line, kami sepakat bahwa kebebasan pelayaran, 'code of conduct' mengemuka. Namun kita ingin mengedepankan dialog untuk mengatasi masalah itu," katanya.

Luhut menambahkan bahwa Indonesia telah merencanakan kerja sama eksplorasi di ladang potensial energi di Natuna, namun rencana itu ditunda karena harga gas turun.

http://internasional.rimanews.com/as...ilik-Indonesia

milik Indonesia
wah da kagak seru ni. . Kapal tni al juga percuma donk dikirim kemarin kagak jd perang
Yang menyebar berita klaim dan provokasi adu domba ngga lain ngga bukan adalah anak sapi goblog emoticon-Big Grin
Ada pernyataan tertulis dan resmi gak ya?? Ntar kedepannya di klaim lagii....haha
jokowi hebat emoticon-Recommended Seller
cina aje ketar ketir,apelagi arap emoticon-Recommended Seller
Yang diklaim dan kaya barang tambang mah bukan pulaunya,tapi LAUTNYA itu yang dipermasalahin ,pintar juga tiongkok ngelesnya,ini diademin dulu beberapa tahun lagi .......... DUAAAR

coba lihat dash linenya,dari daratan tiongkok sampai mana

LAUT LAUT LAUT,benarkah di LAUT kita akan jaya
Quote:Original Posted By senjahad
Yang diklaim dan kaya barang tambang mah bukan pulaunya,tapi LAUTNYA itu yang dipermasalahin ,pintar juga tiongkok ngelesnya,ini diademin dulu beberapa tahun lagi .......... DUAAAR

coba lihat dash linenya,dari daratan tiongkok sampai mana

LAUT LAUT LAUT,benarkah di LAUT kita akan jaya



betul, tinggal nunggu waktu. itu mentri ngerti ga sih. sdh jelas cina bikin peta yg masukin wilayah perairan sampe kesini. sisa nunggu tuh natuna tilep
Lah trus selama ini ngapain ribut2, kaya orang bego aja
Quote:Original Posted By senjahad
Yang diklaim dan kaya barang tambang mah bukan pulaunya,tapi LAUTNYA itu yang dipermasalahin ,pintar juga tiongkok ngelesnya,ini diademin dulu beberapa tahun lagi .......... DUAAAR

coba lihat dash linenya,dari daratan tiongkok sampai mana

LAUT LAUT LAUT,benarkah di LAUT kita akan jaya


ngelesnya jago, tapi TNI gak bakal bisa ketipu. semenjak kejadian kapal hiu macan makanya TNI perkuat di kepulauan natuna

Quote:
jumlah dokumen mencatat bahwa nelayan-nelayan China memang melaut hingga ke Zona Ekslusif Ekonomi (ZEE) Indonesia di Laut China Selatan Kepulauan Natuna. Salah satu catatan menarik muncul dari kalangan wartawan di Natuna yang ditulis oleh Antara dan dikutip oleh FB KORAN FESBUK:

Kapal ikan asing ditengarai banyak menjarah kekayaan Laut Natuna. Kerugian yang diakibatkan dari penjarah tersebut ditaksir mencapai Rp. 5,2 triliun per tahun. Aksi illegal tersbut mengundang keperihatinan Wartawan Kabupaten Natuna, kepulauan Riau. “Kalau malam di wilayah Laut Nanuta gemerlap lampu dari ratusan kapal ikan asing seperti sebuah kota, mereka terus menjarah kekayaan laut dengan rata-rata satu kapal mampu meraup 40 ton ikan sekali berlayar,” kata Riky Rinovsky, Ketua Cabang PWI-Reformasi Natuna di Jakarta, Kamis (24/4).
SouthChinaSea
Biasanya jika kapal asing tertangkap, maka kapal perang dari negara asal kapal tersebut, akan datang dan berupaya membebaskan dengan ancaman penyerangan seperti insiden yang terjadi 26 Maret 2013. Saat itu kapal-kapal China bernomor lambung 58081 dengan kapasitas 150 GT ditangkap kapal Patroli Hiu Macan 001 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka dibebaskan oleh kapal patrol asal negaranya. “Satu bulan yang lalu satu kapal ikan China digiring Kapal Patroli Indonesia, tetapi di tengah jalan kapal itu dicegat kapal perang China dan diancam untuk ditembak jika tidak melepaskan kapal ikan itu, akhirnya dilepas,” ungkapnya yang dibenarkan wartawan lain Rizal Sofyan dan Budi Hermanto.
map-natuna

Catatan lain ditulis oleh tempo.co tanggal 29 Januari 2013. Tempo membahas perspektif militer Indonesia atas tindakan China tersebut:

Tentara Nasional Indonesia mewaspadai kemungkinan Republik Rakyat Cina mengklaim wilayah perairan Natuna. Hal ini merupakan tanggapan TNI atas pernyataan Cina yang mengklaim beberapa wilayah di kawasan Laut Cina Selatan sebagai wilayah penangkapan ikan tradisional mereka.

“Kami waspada kemungkinan klaim wilayah penangkapan ikan tradisional itu menjadi klaim teritori mereka,” kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Markas Besar TNI, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013. “Di Natuna, ada sembilan titik yang diklaim sebagai wilayah penangkapan ikan.”

Seperti apa sebenarnya gambaran perilaku China di Laut China Selatan di sekitar Kepulauan Natuna. Ada hal menarik yang diposting oleh bongjun.com dan telah banyak dikutip oleh media online lainnya. Tidak tahu apakah cerita di bawah ini benar adanya atau hoax. Namun hingga kini tulisan yang cukup detil itu belum ada yang membantahnya:

Selasa, 26 Maret 2013 : Jam 05.18 WIB
Pada posisi 04o 48,78’ N / 110o 18,70’ E , Kapal Pengawas Hiu Macan 001 mendeteksi adanya kapal-kapal asing yang sedang beroperasi di Laut China Selatan ZEE Indonesia.

kapal-natuna
Jam 05.40 WIB

Pada posisi 04o 52,49’ N / 110o 18,08’ E, Kapal Pengawas Hiu Macan 001 melakukan pengejaran terhadap kapal asing yang sedang melakukan penangkapan ikan untuk melaksanakan proses HENRIKHAN.

kapal-natuna-2


Jam 06.00 WIB

Pada posisi 04o 59,52’ N / 109o 57,22’ E , Kapal Pengawas Hiu Macan 001 berhasil memberhentikan Kapal Ikan China 58081 GT.150 jumlah awak kapal 9 (Sembilan) orang dengan alat tangkap TRAWL. Kapal tersebut tertangkap tangan sedang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap TRAWL di Laut China Selatan ZEE Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan kapal tersebut tidak memiliki dokumen yang sah. Para awak kapal dipindahkan ke Kapal Pengawas Hiu Macan 001. Selanjutnya saya (Nakhoda) Kapal Pengawas Hiu Macan 001 menurunkan 4 (empat) personil untuk mengamankan dan membawa kapal tersebut.

Jam 07.30 WIB

Saya (Nakhoda) telepon Bapak Direktur Kapal Pengawas dan beliau memerintahkan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 untuk membawa 1 (satu) Kapal Tangkapan China 58081 bergerak menuju Satker PSDKP Natuna untuk proses hukum lebih lanjut.

Jam 06.00 WIB
Pada posisi 04o 47,39’ N / 109o 57,80’ E , saya telepon kembali Bapak Direktur Kapal Pengawas untuk melaporkan kehadiran 1 (satu) Kapal Tangkapan China NANFENG datang mengejar iringan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan Kapal Tangkapan China terus mengikuti Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) tangkapan kapal China 58081. Kapal Pengawas Hiu Macan 001 berusaha untuk menghubungi kapal patroli China dengan menggunakan radio VHF terus menerus tapi tidak ada jawaban. Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) Kapal Tangkapan China 58081 tetap terus melanjutkan perjalanan.

Jam 10.25 WIB
Terlihat ada kapal dengan kecepatan tinggi dari arah timur laut mengejar iringan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) Kapal Tangkapan China, ternyata Kapal Patroli Cina 310 dengan bobot lebih besar dari Kapal Patroli China NANFENG yang sebelumnya.
kapal-natuna-3
Jam 10.40 WIB
Kapal Patroli China 310 menghubungi Kapal Pengawas Hiu Macan 001 menggunakan radio VHF di channel 16 berbahasa Inggris untuk bernegoisasi meminta kapal ikan China tersebut untuk dilepaskan dengan memberikan WARNING ke Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dengan cara :

1 (satu) Kapal Patroli China NANFENG menghambat lajunya perjalanan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) Kapal Tangkapan China.
1 (satu) Kapal Patroli China 310 dengan persenjataan yang lengkap membunyikan sirine 2 (dua) kali agar Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan Kapal Ikan China 58081 berhenti dan terus menghubungi Kapal Pengawas Hiu Macan 001 meminta agar Kapal Ikan China dilepaskan dengan memberikan waktu 30 menit, jika permintaan mereka tidak dipenuhi maka mereka akan tetap mengancam.
Jam 11.35 WIB
Saya (Nakhoda) menelepon Bapak Direktur Kapal Pengawas untuk berkoordinasi dan melaporkan kejadian, tetapi telepon satelit yang ada di Kapal Pengawas Hiu Macan 001 mendapat gangguan oleh Kapal Patroli China sehingga tidak berfungsi. Dengan pertimbangan demi keselamatan awak Kapal Pengawas Hiu Macan 001, Kapal Ikan China tersebut kami lepaskan pada posisi 04o 37,43’ N / 109o 46,30’ E.

Jam 12.10 WIB
Kapal Pengawas Hiu Macan 001 melanjutkan perjalanan untuk melakukan Patroli Pengawas Kembali.

Jam 12.30 WIB
Sudah menjauh dari sekitar 10 mil dari Kapal Patroli China 301 dan NANFENG, telepon satelit berfungsi kembali. Saya (Nakhoda) menelpon kembali Bapak Direktur Kapal Pengawas dan melaporkan bahwa Kapal Tangkapan China 58081 sudah lepas. Sedanau, 27 Maret 2013.

(NAKHODA KAPAL PATROLI HIU MACAN 001)

http://jakartagreater.com/historia-g...china-selatan/


dari dulu Tiongkok gak klaim Natuna
sebagian kecil rakyat Indonesia aja yg nuduh ini itu

lihat berita tahun 1995
China - Natunas Belong to Indonesia
http://www.library.ohiou.edu/indopub...7/22/0012.html

udah itu pernah ada berita
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa membantah kabar Pemerintah Republik China mengklaim perairan Natuna, Riau. Marty menegaskan, selama ini tidak ada sengketa wilayah antara China dan Indonesia.
http://nasional.sindonews.com/read/8...na-13952372925
Wakil Dubes China: Pulau Natuna Milik Indonesia
http://dunia.news.viva.co.id/news/re...ilik-indonesia
JK: China Tak Klaim Miliki Pulau Natuna
http://news.liputan6.com/read/219739...i-pulau-natuna
dll

kulihat kekayaan alam Natuna itu adalah cadangan gas alam nya
jadi ada yg takut China akan merampas cadangan gas natuna
cadangan gas alam China aja masih diatas Indonesia
http://katadata.co.id/infografik/201...ar-ke-14-dunia
China aja udah kerjasama dengan Russia ( cadangan gas alam terbesar nomor 2 di dunia )
untuk mengirimkan gas alam Rusia melalui jaringan pipa menuju China
http://energitoday.com/2014/11/11/su...ina-kerjasama/
Quote:Original Posted By jiu.gui
dari dulu Tiongkok gak klaim Natuna
sebagian rakyat Indonesia aja yg nuduh ini itu

lihat berita tahun 1995
China - Natunas Belong to Indonesia
http://www.library.ohiou.edu/indopub...7/22/0012.html

udah itu pernah ada berita
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa membantah kabar Pemerintah Republik China mengklaim perairan Natuna, Riau. Marty menegaskan, selama ini tidak ada sengketa wilayah antara China dan Indonesia.
http://nasional.sindonews.com/read/8...na-13952372925
Wakil Dubes China: Pulau Natuna Milik Indonesia
http://dunia.news.viva.co.id/news/re...ilik-indonesia
JK: China Tak Klaim Miliki Pulau Natuna
http://news.liputan6.com/read/219739...i-pulau-natuna
dll


Emang bukan pulaunya bro tapi laut,atau ZEE yg ditarik dari pulau natuna
dan disitu kaya tambang,coba baca dash line yang diklaim tiongkok
Tiongkok pintar dan tidak akan klaim pulauny,tapi ZEE kita di tarik dash line kesana
dan yang hanya membenarkan bahwa kita tidak konflik dengan tiongkok hanya pejabat kita,sedangkan mereka hanya bilang tidak akan pernah klaim PULAU natuna
Quote:Original Posted By jiu.gui
dari dulu Tiongkok gak klaim Natuna
sebagian rakyat Indonesia aja yg nuduh ini itu

lihat berita tahun 1995
China - Natunas Belong to Indonesia
http://www.library.ohiou.edu/indopub...7/22/0012.html

udah itu pernah ada berita
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa membantah kabar Pemerintah Republik China mengklaim perairan Natuna, Riau. Marty menegaskan, selama ini tidak ada sengketa wilayah antara China dan Indonesia.
http://nasional.sindonews.com/read/8...na-13952372925
Wakil Dubes China: Pulau Natuna Milik Indonesia
http://dunia.news.viva.co.id/news/re...ilik-indonesia
JK: China Tak Klaim Miliki Pulau Natuna
http://news.liputan6.com/read/219739...i-pulau-natuna
dll


coba ente telusuri yg nyebarin propaganda dari web2 nya nasbung wahabi yg doyan bikin ricuh emoticon-Recommended Seller
Nasbung emang maunya indonesia rusuh, perlu di pertanyakan kenegaraannya tuh
Lucunya hanya TNI yang waspada dan tahu masalah ini (perairan diklaim) dan ngirim kapal lautny,dan berencana buat pangkalan besar di sana(coba searching TNI buat pearl harbour indonesia di natuna beberapa hari lalu)
dan PEJABAT kita diam dan pura-pura seperti gak ada kemungkinan konflik di masa depan

Tidak ada yang menginginkan Perang dengan negara sebesar Tiongkok tapi kita harus tahu permasalhan dan konflik natuna ini
walah gak jadi di claim to emoticon-Mad
selamat yaa emoticon-Selamat
indonesia stroooooooong
indonesia stroooooooong
kalo baca artikel. di atas, bahwa kapal (alutsista) patroli kita masih lemah (cupu) baik dr segi kualitas n kuantitas...
jd jgn heran jk kita mndengar/baca berita kapal2 patroli kita di "bully" oleh maling ikan... #miris

kapal sdikit, udah tua, kelengkapan apa adanya... finish dah!!!

seandainya jaman simbah dulu alutsista terus di rawat n di modernisasi, ga bkal deh kedaulatan RI di injak2 maling/bgsa lain...
Quote:Original Posted By oyi.jess
kalo baca artikel. di atas, bahwa kapal (alutsista) patroli kita masih lemah (cupu) baik dr segi kualitas n kuantitas...
jd jgn heran jk kita mndengar/baca berita kapal2 patroli kita di "bully" oleh maling ikan... #miris

kapal sdikit, udah tua, kelengkapan apa adanya... finish dah!!!

seandainya jaman simbah dulu alutsista terus di rawat n di modernisasi, ga bkal deh kedaulatan RI di injak2 maling/bgsa lain...


Ya ga mungkin gan alusista di modalin berlebih..buat beli tank aja takut jembatan ambrol