alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564d7c725c779886668b4569/mutiara-properti-bernama-depok
Mutiara Properti Bernama Depok
Potensi bisnis properti di kawasan penyangga Depok, Jawa Barat dinilai masih sangat prospektif. Selain harga tanah yang relatif masih murah, daerah asri dan hijau, akses transportasi dan infrastruktur yang makin baik serta pusat bisnis dan perdagangan yang lengkap menjadikan kota pelajar ini menjadi lokasi hunian ideal.

Depok, kota yang menjadikan belimbing sebagai ikonnya ini berkembang kian pesat seiring pembangunan fisik, terutama sektor properti dan pertumbuhan populasi. Menurut hasil Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) 2012, jumlah penduduk kota ini telah mencapai 1.898.576 jiwa dengan densitas pada angka 9.479 jiwa per kilometer persegi.

Meningkatnya jumlah penduduk Depok disebabkan oleh tingginya migrasi penduduk sebagai akibat pesatnya pengembangan kota yang dapat dilihat dari meningkatnya pengembangan kawasan perumahan. Ditambah gelar kota pendidikan yang diperoleh Depok, penduduk yang masuk ke kawasan ini meningkat.

Terdapat beberapa universitas besar bertaraf nasional seperti Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta dan Universitas Pancasila. Tidak hanya dikenal sebagai kota penyangga Jakarta, Depok kini juga diarahkan untuk kota pemukiman, kota pendidikan, pusat pelayanan perdagangan dan jasa, kota pariwisata, dan sebagai kota resapan air.

Hasil riset terkini Jones Lang LaSalle Jones memperkirakan Depok, juga kawasan Bekasi, akan makin menjadi wilayah yang seksi untuk pilihan investasi di sektor residensial (perumahan dan kondominium) dalam beberapa tahun mendatang. Pasalnya, harga tanah di lokasi ini masih cukup terjangkau, bahkan berpotensi merangkak naik seiring perkembangan infrastruktur di kawasan tersebut.

National Director Head of Strategic Jones Lang Lasalle, Vivin Harsanto mengungkapkan, daerah Depok sudah ramai dengan proyek-proyek pembangunan perumahan. "Kalau harga tanah di daerah Serpong, Cilandak, Cipete, Puri Indah, Pluit, Kelapa Gading dan lainnya sudah cukup tinggi, sehingga pengembang melirik Depok dan Bekasi," katanya.

Menurut Vivin, kemolekan daerah ini sebagai wilayah yang cocok untuk berinvestasi sektor properti kian terangkat seiring dengan kemajuan perkembangan infrastruktur seperti jalan, perguruan tinggi, mal dan sebagainya. Kondisi ini, tambah dia, mendorong harga tanah di Depok merangkak naik. Aktivitas pengembangan infrastruktur di kawasan ini terlihat paling banyak terjadi di daerah Margonda.

"Harga tanah di Depok berpotensi naik sekitar 20%-30% tergantung bentuk pengembangannya yaitu sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per meter persegi," terang Vivin. Sebelumnya harga pasar tanah di Depok rata-rata mencapai Rp800.000 sampai Rp1,5 juta per meter persegi.

Namun adanya pembangunan dua ruas jalan tol Jagorawi-Cinere sepanjang 14 kilometer dan Depok-Antasari sepanjang 18,2 kilometer membuat harga tanah di kawasan yang dilewati dua proyek tol tersebut terus merayap naik. Bila itu terwujud, jalur Depok-Sawangan-Cinere diyakini bakal semakin berkembang.

Karena untuk jalur Depok-Antasari, pembangunannya melalui terminal Parung yang hanya berjarak 20 menit berkendara dari Perumahan Sawangan Permai. Demikian pula ruas tol Cinere-Jagorawi akan melewati kawasan Depok-Cinere. Rencana pembangunan jalur-jalur baru itu tentunya akan memunculkan Depok dan sekitarnya sebagai pusat pertumbuhan baru di Selatan Jakarta, terutama untuk perumahan kelas menengah atas.

Apalagi mengingat saat ini pengembang besar seperti Grup Lippo, Duta Pertiwi dan Grup Djarum, berani ‘menancapkan kuku’ dengan membangun properti komersial di kota Depok. Hal ini juga diamini oleh Koordinator Sales and Promo, Grand Depok City (GDC), Teguh M. Poetra.

Kata Teguh, meskipun secara umum dunia properti dihadang sejumlah persoalan, seperti turunnya daya beli masyarakat dan melambatnya pertumbuhan ekonomi, namun Depok masih menarik. "Kelas menengah, baik ke bawah dan ke atas, menilai Depok masih menjadi pilihan. Selain itu, potensi pasar saat ini masih dinilai baik," ujarnya.

Menurut Teguh, berdasarkan informasi yang didapat dari hasil riset maupun penjualan unit, kota Depok masih menjadi magnet di dunia properti dan diburu para konsumen. Tidak hanya rumah tapak, hunian vertikal seperti apartemen dan kondominium juga banyak menghiasi langit Depok.

Rendra hanggara

http://www.koran-sindo.com/news.php?...ate=2015-11-18

mutiara gan

xinhua melaporkan
Repotnya disini eksklusif cuma boleh pake tangan kanan ..
Daerah lain bebas tangan mana aja.