alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564d74aa9e7404431e8b456e/6-tokoh-berpengaruh-di-surabaya
6 Tokoh Berpengaruh di Surabaya
Mungkin agak sedikit telat kalau kita membicarakan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 Nopember lalu, tapi tidak akan ada habisnya membicarakan Kota Surabaya dimana kota itu dinobatkan oleh presiden pertama RI Ir. Soekarno sebagai kota pahlawan karena kegigihannya melawan sekutu dalam mempertahankan kemerdekaan. Sejak awal berdirinya, kota ini memiliki sejarah panjang yang terkait dengan nilai-nilai heroisme. Istilah Surabaya terdiri dari kata sura (berani) dan baya (bahaya), yang kemudian secara harfiah diartikan sebagai berani menghadapi bahaya yang datang. Nilai kepahlawanan tersebut salah satunya mewujud dalam peristiwa pertempuran antara Raden Wijaya dan Pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan di tahun 1293.
Begitu bersejarahnya pertempuran tersebut hingga tanggalnya diabadikan menjadi tanggal berdirinya Kota Surabaya hingga saat ini, yaitu 31 Mei. Heroisme masyarakat Surabaya paling tergambar dalam pertempuran 10 Nopember 1945. Arek-arek Suroboyo, sebutan untuk orang Surabaya, dengan berbekal bambu runcing berani melawan pasukan sekutu yang memiliki persenjataan canggih. Puluhan ribu warga meninggal membela tanah air. Peristiwa heroik ini kemudian diabadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan sehingga membuat Surabaya dilabeli sebagai Kota Pahlawan.
Namun bukan sejarah Surabaya yang akan saya bahas dalam tulisan saya ini melainkan siapa-siapa saja yang berpengaruh dalam membangun Surabaya yang sekarang ini menjadi salah satu kota besar dengan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat di Indonesia. para tokoh itu adalah :

1. Bung Tomo
Membahas tokoh Surabaya tentu saja sosok yang diidentikkan adalah Bung Tomo. Pria bernama asli Sutomo ini begitu terkenal akan kiprahnya dalam membakar semangat arek-arek Suroboyo. Ketika itu para pemuda melakukan perlawanan terhadap tentara asing NICA yang ingin sekali lagi menguasai Indonesia.
Bung Tomo lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920. Dia besar dengan didikan yang kuat dari kedua orang tuanya tak hanya soal akademik namun juga ke-Islaman. Beranjak dewasa Bung Tomo sering menjadi anggota dari kelompok sosial politik perubahan mulai Kepanduan Bangsa Indonesia dan Gerakan Rakyat Baru. Prestasinya di organisasi-organisasi ini begitu mentereng sehingga membuat namanya makin dikenal.
Peristiwa 10 November 1945 menjadi momen di mana da menjadi orang paling penting dalam kejadian itu. Lewat pekikan suara lantangnya, Bung Tomo membakar semangat para pejuang untuk melawan NICA yang saat itu mulai menyerang sisi-sisi kota. Meskipun tidak berakhir dengan kegemilangan, namun peristiwa ini begitu penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selepas perjuangan 10 November yang heroik itu, Bung Tomo pun dipercaya untuk menduduki posisi penting di pemerintahan. Misalnya saja menjadi Menteri Sosial Ad Interim di masa Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung Tomo sempat berselisih paham dengan pemerintahan orde baru yang membuatnya harus dipenjara. Namun tak sampai setahun dia dilepaskan lagi. Setelahnya, kiprah Bung Tomo tak terlalu menonjol lagi di pemerintahan. Pada akhirnya, sang pengobar semangat ini meninggal ketika berhaji pada tahun 1981.

2. KH Mas Mansyur
Masih ingat pelajaran sejarah dulu? Ada sebuah kelompok bernama Empat Serangkai yang keberadaannya adalah nadi perjuangan bangsa Indonesia. Mas Mansur adalah salah satu anggota kelompok ini di samping Soekarno, Hatta, dan Ki Hadjar Dewantara. Mas Mansur adalah salah satu tokoh pahlawan nasional yang dikenal berjuang tanpa senjata.
Mas Mansur mengawali karir politiknya dengan berbekal banyak sekali ilmu keagamaan. Dia pernah jadi santri di Madura, bahkan sampai Mekkah dan Mesir. Nama Mas Mansur sendiri juga sering dikaitkan dengan organisasi Muhammadiyah lantaran sosok satu ini juga merupakan salah satu ketuanya.
Mas Mansur terkenal akan tulisan yang sangat berbobot. Beberapa karyanya menjadi rujukan banyak orang kala itu, misalnya saja Hadits Nabawijah dan Adab al-Bahts wa al-Munadlarah. Di bidang politik, Mas Mansur terlibat banyak sekali organisasi besar mulai Sarikat Islam serta mendirikan partai-partai yang berlandaskan Islam. Akhir hayat Mas Mansur bisa dibilang sangat heroik. Ketika itu ia ditangkap oleh NICA yang ingin kembali menginvasi Indonesia gara-gara seruannya untuk melakukan jihad dan berjuang meraih kemerdekaan. Sosok pahlawan satu ini pun akhirnya meninggal di tahanan dan jasadnya dimakamkan di Gipo, Surabaya.

3. Andy F. Noya
Indonesia punya banyak sosok inspirasional, salah satu yang paling ikonik adalah Andy F. Noya. Mungkin namanya sudah tidak asing lagi sebagai host sebuah acara talk show yang sarat pula akan nilai-nilai. Pria ini bisa dibilang sangat berpengaruh lantaran kiprahnya benar-benar ikut membantu Indonesia lebih baik. Salah satunya lewat badan amal yang didirikannya bernama Kick Andy Foundation.
Mungkin kita mengenalnya sekarang sebagai kepala redaksi stasiun televisi terbesar. Namun Andy Noya memulai semua itu benar-benar dari bawah. Diceritakan jika pria berkepala plontos ini bersekolah STM di Jayapura lalu pindah ke Jakarta dengan melanjutkan di STM 6. Kesukaannya menulis membuat Andy ingin melanjutkan kuliah di bidang jurnalistik. Namun ketika ia memilih Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, hal tersebut tak mudah dilakukannya. Salah satunya adalah karena pendidikan terakhirnya yang lulusan STM.
Setelah menemui rektornya sendiri dan berjanji jika nilainya pasti bagus, akhirnya ia pun bisa menjadi salah satu mahasiswa Institut tersebut. Rupanya ini jadi jalan sukses baginya. Tak lama setelah lulus, Andy makin mengembangkan kemampuannya di bidang jurnalistik dan tergabung bersama media-media besar. Karirnya terus naik hingga akhirnya ia menjadi salah pemimpin redaksi salah satu stasiun televisi terbesar di Indonesia. Dia pun dipercaya menjadi host dari acara yang diambil dari namanya sendiri. Selain merilis buku, prestasi Andy Noya yang paling mentereng adalah memenangkan penghargaan di bidang presenting dalam ajang Panasonic Gobel Awards dua kali berturut-turut.

4. Hermawan Kartajaya
Jika di bidang ekonomi Indonesia berbangga punya Sri Mulyani, di ranah marketing negara ini juga bisa berbangga diri lantaran ada sosok Hermawan Kartajaya. Pria satu bikin bangga Indonesia dengan pernah menjabat sebagai presiden World Marketing Association, serta dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shape The Future of Marketing. Sangat hebat seperti itu ternyata Kartajaya adalah mahasiswa drop out jurusan elektro ITS. Namun bukan karena idealisme, namun dia tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan kuliahnya. Namun tak lama setelahnya dia justru menerima gelar Doctor Honoris Causa di mantan almamaternya gara-gara ilmu marketing-nya yang mendunia.
Kartajaya sekarang ini adalah presiden dari MarkPlus&Co. Sebuah perusahaan konsultan perusahaan yang dibuatnya pada tahun 1990. Jika dulu perusahaan ini hanya mentereng di Indonesia, sekarang ini MarkPlus&Co sudah punya nama di level Asia.
Ilmu marketing pria ini memang jempolan dan terbukti sukses. Dia menerapkan metode-metode unik yang sangat mengena dampaknya. Dalam sebuah seminar ia mengatakan, “Jika ingin membangun merek jangan hanya mengandalkan iklan. Perusahaan harus melakukan sesuatu yang mengena di benak konsumen. Tidak sekedar menjual tapi memiliki implikasi jangka panjang.”

5. Hary Tanoesoedibjo
Lahir di Surabaya pada tanggal 26 September 1965, Hary Tanoe bertumbuh menjadi sosok paling berpengaruh di Indonesia. Ya, kita tahu pria ini adalah salah satu orang paling kaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan hampir USD 1,4 miliar, dan menjadikannya orang kaya nomor 1391 di dunia.
Awal kesuksesan Hary Tanoe adalah ketika menjabat presdir PT. Bhakti Investama yang bergerak di bidang manajemen investasi. Perusahaan ini bekerja dengan cara mengakuisisi sebuah perusahaan, membenahinya, lalu kemudian menjual kembali. Melalui cara inilah pada akhirnya ia bisa mendapatkan PT Bimantara Citra yang akhirnya disulapnya menjadi PT Global Mediacom.
Selain Global Mediacom, Hary Tanoe juga mendirikan PT. Media Nusantara Citra yang menjadi induk dari 3 stasiun televisi swasta terbesar dan juga perusahaan turunan yang lain. Hary Tanoe sempat juga berkiprah di ranah politik salah satunya dengan pernah menjadi anggota Nasdem dan juga Hanura. Namun pada bulan Februari lalu ia mendirikan sebuah partai sendiri bernama Persatuan Indonesia.

6. Tri Rismaharini
Membahas tokoh Surabaya tanpa menyinggung Tri Rismaharini akan sangat janggal. Ya, wanita ini sukses membuat warga Surabaya bisa menegakkan kepalanya gara-gara kota ini banjir prestasi tak hanya level nasional tapi juga internasional.
Rismaharini atau yang kerap dipanggil Bu Risma ini adalah lulusan Institut Teknologi Sepuluh November jurusan Arsitektur, serta pasca sarjana di tempat yang sama dengan jurusan manajemen pembangunan. Pada bulan Maret kemarin, wanita murah senyum ini juga mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa di almamater lamanya berkat aksinya mengubah wajah Surabaya menjadi kota yang lebih tertata.
Wanita satu ini sebenarnya bukan asli Surabaya. Dia lahir di Kediri 20 November 53 tahun lalu. Meskipun demikian, hatinya benar-benar terikat dengan kota pahlawan. Hal tersebut dibuktikan dengan awal mula karirnya sebagai Kepala Seksi Tata Ruang tahun 1997 di Surabaya. Prestasinya makin mentereng dan Risma pun dipindah-pindahkan dari satu bagian ke bagian yang lain. Hingga akhirnya ia terpilih menjadi Walikota pada tahun 2010 lalu.
Surabaya berada di tangannya benar-benar istimewa. Kota ini mendapatkan cukup banyak penghargaan. Misalnya Kota Terbaik Se-Asia Pasifik versi Citynet pada tahun 2012 lalu, The Asian Townscape Award dari PBB 2013 dan juga Future City dari European Bussiness Assembly. Tak cuma kota yang dibawahinya, wanita tegas ini juga memiliki serentetan prestasi pribadi. Misalnya Nominasi 10 Wanita Inspiratif versi majalah Forbes, 50 Pemimpin Paling Berpengaruh versi majalah Fortune dan terakhir adalah Mayor of The Month di tahun 2014 lalu.







emoticon-Kiss (S)
Wei fang kagak masuk
Raja tidak resmi surabaya nih emoticon-Wink
si wei fang, alim markus, henry, ngga masuk ?
pak panoe kok bs masuk? emoticon-Bingung
Quote:Original Posted By victorlego
Wei fang kagak masuk
Raja tidak resmi surabaya nih emoticon-Wink


Berani mati loe ... emoticon-Takut (S)
Suruh ke pasar baru atw lapangan banteng emoticon-army
KLo mao Gua tabokin ampe bego asli dagh ampe begoo emoticon-DP
Boedoet negh emoticon-Cool
×