alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564d687d14088da66e8b4568/sibuk-dengan-agenda-internal-kpk-kesampingkan-kasus-pajak-bca
Sibuk dengan Agenda Internal, KPK Kesampingkan Kasus Pajak BCA
KPK yang tengah disibukkan dengan agenda pemilihan Pimpinan KPK yang baru justru kesampingkan kasus korupsi pajak yang Bank BCA lakukan. Usia penyidikan kasus ini sekarang sudah 1 tahun 6 bulan sejak April 2014 lalu Abraham Samad (Ketua KPK nonaktif) menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan.

Sejak KPK diterpa badai praperadilan pada bulan Februari 2015 lalu, sinyalemen-sinyalemen pengusutan beberapa kasus korupsi meredup memang sudah mulai terlihat. Ditambah agenda internal soal pemilihan Pimpinan KPK baru yang akan digelar pada bulan Desember tahun ini menjadikan kinerja KPK pada upaya pemberantasan korupsi sedikit terhambat.

Namun, perlu KPK himbau adalah, kami (publik) masih menunggu sikap tegas KPK akan nasib pengusutan kasus pajak Bank BCA. Kasus ini merupakan kasus lama, dan penyidik dari KPK pun membenarkan bahwa kasus ini memiliki benang merah dengan kasus BLBI. "Dalam penyidikan kita himpun bukti-bukti dokumen tidak hanya dari Dirjen Pajak tapi juga dari instansi lain. Karena tidak bisa diingkari ini terkait dengan kasus dengan BLBI," statement dari Ariawan Agus, Penyidik KPK.

Kronologi kasus pajak BCA mulai tercium publik ketika, Direktorat PPh menerbitkan surat yang berisi hasil telaah mereka atas keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA. Surat tersebut berisi kesimpulan PPh bahwa pengajuan keberatan pajak BCA harus ditolak.

Namun, pada 18 Juli 2004, Hadi selaku Dirjen Pajak ketika itu justru memerintahkan Direktur PPh untuk mengubah kesimpulan. Melalui nota dinas tertanggal 18 Juli 2004, Hadi diduga meminta Direktur PPh untuk mengubah kesimpulannya sehingga keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA diterima seluruhnya. Hadi juga diduga langsung mengeluarkan surat keputusan ketetapan wajib pajak nihil yang isinya menerima seluruh keberatan BCA selaku wajib pajak.

Dengan demikian, tidak ada lagi waktu bagi Direktorat PPh untuk memberikan tanggapan yang berbeda atas putusan Dirjen Pajak tersebut.

KPK pun menetapkan Hadi Poernomo terkait kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan pajak yang diajukan BCA. Selaku Direktur Jenderal Pajak 2002-2004, dia diduga menyalahi prosedur dengan menerima surat permohononan keberatan pajak BCA tahun 1999.

Dia disangka telah melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Maka sangat perlu bagi pimpinan KPK baru yang nanti terpilih untuk segera menuntaskan kasus pajak Bank BCA yang kini tengah berlarut-larut dan cenderung tenggelam.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/223764...ya-dengan-blbi