alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564d1bdb12e257cf278b4569/kapolda-jatim-minta-kapolres-pantau-santri-di-malang-raya-apa-tujuannya
Kapolda Jatim Minta Kapolres Pantau Santri di Malang Raya, Apa Tujuannya?
Bagi para santri di Malang Raya, saatnya mempersiapkan diri. Sebab Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiaji tengah mencari santri-santri terbaik untuk dijadikan polisi.

Hal itu diungkapkan Anton saat peresmian fasilitas baru Satpas SIM Singosari, Rabu (18/11/2015). Di depan jajaran Polres Malang Raya, Anton menekankan agar para kapolres memantau para santri.

“Jangan lupa untuk ke pondok-pondok (pesantren). Cari santri terbaik dan persiapkan jadi bintara Polri,” ujar Anton.

Menurut Anton, para santri lebih siap secara mental dan moral. Kehidupan di dalam pondok pesantren telah menempa spiritual para santri. Sehingga jika menjadi polisi, akan menjadi polisi yang baik.

“Lihat saja di pesantren, jika ada 100 siswa paling hanya satu yang gagal dididik. Tapi di pendidikan umum, bisa lebih banyak,” ucap Anton.

Lebih dari itu, idiologi para santri juga telah terisi secara matang. Mereka siap untuk dibentuk menjadi polisi.

“Saya yakin mereka bisa lebih baik dari pendidikan umum. Karena pendidikan pondok pesantren sudah teruji,” tegas Anton.

Tanpa bermaksud melakukan diskriminadi, kesempatan yang sama juga terbuka bagi para siswa terbaik di Malang Raya.

Secara khusus Kapolda meminta Kabag Binmas dan Sumber Daya (Sumda) untuk memantau siswa berprestasi. Terutama para siswa yang duduk di kelas XI.

Para santri dan siswa pilihan ini diharapkan bisa dididik di setiap Polres. Mereka diajari materi yang diperlukan dalam tes masuk Bintara Polri.

“Saya yakin jika mereka dipersiapkan sejak dini, mereka akan jadi polisi-polisi terbaik,” tambahnya.

Nantinya polisi-polisi hasil didikan tersebut dikembalikan ke kampung halaman masing-masing.

“Cari anak-anak terbaik hingga ke gunung-gunung. Setelah jadi polisi, kembalikan ke gunung, karena mereka yang paham wilayahnya sendiri,” tandas Anton.

http://suryamalang.tribunnews.com/20...-apa-tujuannya

sukses aja dah
bukannya mantan brimob kemarin ada yg gabung ke isis?

kalau jadi PNS dan TNI itu mestinya netral ga melihat agama dan suku mana

kenyataannya masih banyak liat letting mana, daerah mana, suku mana, agama mana biar karirnya naik
Quote:Original Posted By Rasuna
bukannya mantan brimob kemarin ada yg gabung ke isis?

kalau jadi PNS dan TNI itu mestinya netral ga melihat agama dan suku mana

kenyataannya masih banyak liat letting mana, daerah mana, suku mana, agama mana biar karirnya naik


setoedjoeeeee
Quote:Original Posted By Rasuna
bukannya mantan brimob kemarin ada yg gabung ke isis?

kalau jadi PNS dan TNI itu mestinya netral ga melihat agama dan suku mana

kenyataannya masih banyak liat letting mana, daerah mana, suku mana, agama mana biar karirnya naik


itu kan hasil didikan ustad gadungan wahabi.
ini lebih bener.. islam didikan pesantren bertahun2, bukan kursus kilat ala pr*m*g*m* oleh ustad gadungan wahabi

“Lihat saja di pesantren, jika ada 100 siswa paling hanya satu yang gagal dididik. Tapi di pendidikan umum, bisa lebih banyak,” ucap Anton.

Asal kalo dah jadi gak miliih milih pak pas nilang mana yg kafffier dan mana yg saudara.

Lagian apakah selama ini ada diskriminasi utk siswa yg mau jd bintara polri? Kalo emang sperti yg bapak bilang, ya mereka bis jg donk bersaing nilai.

Ntar kalo cuma menang disiplin aja tp kemampuan otak dibawah rata rata, yg ada jd tukang jagain pos polisi ama dikadalin penjahat.
orang mental lemah kalo kena didikan keras untuk jadi polisi ya outputnya jadi bajingan
"Tertipu" judul emoticon-Big Grin
Ternyata isinya bagus seperti ini. Lanjutkan pak.