alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564cb1981854f78f338b4567/warga-kota-bogor-somasi-bima-arya-gara-gara-intoleran
Sedih 
Warga Kota Bogor Somasi Bima Arya Gara-gara Intoleran
Quote:Warga Kota Bogor Somasi Bima Arya Gara-gara Intoleran
RABU, 18 NOVEMBER 2015 | 07:05 WIB

Warga Kota Bogor Somasi Bima Arya Gara-gara Intoleran
bima arya

TEMPO.CO, Bogor - Sejumlah warga Kota Bogor yang bernaung dalam Yayasan Satu Keadilan, mensomasi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto surat edaran yang berisi larangan untuk warga Kota Bogor dalam merayakan Hari Assyura (hari raya warga Syiah). Bima dianggap telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan Undang-Undang Dasar 1945.

Ketua Yayasan Satu Keadilan, Sugeng Teguh Santoso, mengatakan dikeluarkanya surat edaran pelarangan Asyyura oleh Bima Arya menimbulkan polemik. Padahal, Bogor merupakan kota yang memiliki sejarah panjang dalam kemajemukan. "Ditetapkannya Kota Bogor sebagai kota yang paling intoleran menjadi peringatan buat pemerintah pusat yang harus memberikan peringatan dan pengawasan terhadap Wali Kota Bima Arya," kata dia.

Menurut Sugeng, pemerintah pusat perlu menegur Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang telah membuat surat edaran larangan Asyura untuk warga Kota Bogor. "Perhatian serius pemerintah pusat terhadap Wali Kota Bogor ini harus dimulai dengan perintah membatalkan surat edaran larangan Asyyura dan penyelesian masalah GKI Yasmin secara menyeluruh," kata dia.

Dia mengatakan, saat ini Kota Boror sudah menjadi pusat pemerintahan setelah Jakarta karena Presiden Joko Widodo, kerap tinggal di Istana Bogor. Bahkan, sewaktu-waktu mengadakan kegiatan kenegaraan dan mengeluarkan kebijakan pemerintahannya di Bogor. "Presiden Jokowi dalam waktu-waktu tertentu berkantor di Bogor, sehingga bisa dikatakan Indonesia darurat toleransi beragama dan berkeyakinan," kata dia.

Menurut dia somasi yang dibuat untuk Wali Kota Bogor ini terkait Bima Arya Sugiarto mengatasanamakan hasil keputusan rapat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 300/321-Kesbangpol tentang larangan perayaan Asyura di Kota Bogor. "Kami bermaksud meminta Wali Kota untuk mencabut kembali surat edaran tersebut,” kata Sugeng Teguh Santoso.

Menurutnya, sebagai kepala daerah, Wali Kota seharusnya wajib memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, dan mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan dikeluarkanya surat edaran tersebut Buma Arya, dinilai telah melanggar Pasal 61 ayat (2) UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa Kepala Daerah. Selain itu dalam Pasal 28 ayat 1 dan 4, pemerintah memiliki tanggungjawab terhadap HAM. “Bahkan dalam ayat 2 setiap orang bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu,” katanya.

Dalam surat somasinya, Sugeng menilai Bima Arya sebagai Wali Kota Bogor juga bertentangan dengan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945, yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya. " Bahwa pada tahun 2005, Indonesia telah meratifikasi dua kovenan pokok Hak Asasi Manusia, salah satunya ialah International Covenant on Civil and Political Rights (CCPR) 1966 (ICCPR)

“Banyak lagi aturan yang dilanggar, kami akan memberikan waktu selama tujuh hari sejak surat somasi ini disampaikan melalui Kantor Wali Kota Bogor. Jika dalam waktu tujuh hari somasi ini tidak dipenuhi dengan mencabut surat edaran yang telah dikeluarkan, kami akan mengajukan gugatan hukum melalui pengadilan negeri,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif mengaku secara pribadi pihaknya tidak sepakat dengan hasil riset yang menyatakan Bogor sebagai kota yang paling tak toleran. “Apalagi mereka (Setara Institute) tidak memahami latar belakang masalah terkait dikeluarkannya surat edaran larangan Assyura itu," kata dia.

M SIDIK PERMANA


http://metro.tempo.co/read/news/2015...gara-intoleran

walau semakin dizholimin, insya alloh syiah makin maju emoticon-Blue Guy Cendol (S)
gertak sambel palingan emoticon-Big Grin
cukup ditulis sejumlah, gak usah disebutin berapa banyaknya. emoticon-Big Grin
kayak kurang piknik ajeh ... sekali2 liat uncal maem diistana emoticon-Big Grin
cuma sejumlah warga doang dianggap mewakili semua warga Bogor emoticon-Cape d... (S)

setahu gw hampir semua warga Bogor mendukung tindakan wali kotanya kok. Aliran sesat kok dipelihara?
Quote:Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif mengaku secara pribadi pihaknya tidak sepakat dengan hasil riset yang menyatakan Bogor sebagai kota yang paling tak toleran. “Apalagi mereka (Setara Institute) tidak memahami latar belakang masalah terkait dikeluarkannya surat edaran larangan Assyura itu," kata dia.

Iye tau, daripada di "ahmadiyahkan" mending dilarangkan hehee..emoticon-Malu (S)


Quote:Original Posted By buwas.sekale


http://metro.tempo.co/read/news/2015...gara-intoleran

walau semakin dizholimin, insya alloh syiah makin maju emoticon-Blue Guy Cendol (S)


Ga bisa mentah2 ngambil kesimpulan tentang kebebasan beragama di Indonesia,. Kebebasan beragama di Indonesia, tapi agama apa aja yang diakuin Indonesia, ada lagi pasal2 yang mengatur keberadaan agama di Indonesia, suatu aliran atau pemahaman yang dianggap menyimpang bakal dilarang,.

walikota varokah tjap hti
setara institute? emoticon-Cape deeehh
ya jelas lah inikah salah satu gerbong liberalisasi agama di indonesia
gak aneh jadinya
TS nyah syiah yah ?


syiah itu apa ? emoticon-Bingung (S)
padahal kmaren dipuja2 setinggi langit sama pks, beda sama walkot bandung yg dicuekin gara2 bolehin asyura
Bogor, tempat suci, holly land, menempati posisi puncak sebagai kota dengan tingkat intoleran paling tinggi....jadi kalo mau ngmg kebenaran disini, standarnya adalah standar mayoritas....tinggalkan saja, cari tempat lain kalo mau beragama berbeda emoticon-Angkat Beer
mencegah lebih baik dari pada mengobati,, larang syiah untuk berkembang,syiah bukan islam.. emoticon-Cool
Maju terus kang bima, jangan hiraukan nguikan geng babi asli dan babi berbulu onta.. emoticon-I Love Indonesia (S)
Apa bener Bogor jadi engga toleran cuma gara2 Assyura? Di luar Gereja Yasmin ama Assyura sebenernya ane rasa engga ada masalah kerukunan agama. Di sini gereja ama kuil di tengah kota udah ratusan taun umurnya, temen2 ane mau apapun agama dan sukunya engga ada masalah. Baru denger masalah Yasmin ama Syiah aja.
Quote:Original Posted By yadigembil


Ga bisa mentah2 ngambil kesimpulan tentang kebebasan beragama di Indonesia,. Kebebasan beragama di Indonesia, tapi agama apa aja yang diakuin Indonesia, ada lagi pasal2 yang mengatur keberadaan agama di Indonesia, suatu aliran atau pemahaman yang dianggap menyimpang bakal dilarang,.



Sampai2 kepercayaan lokal pun dianaktirikan gara2 ada peraturan agama apa yang resmi dan boleh beribadah di Indonesia.
Hebatnya, agama Impor semua yang diakui sementara kepercayaan lokal ga di akui
emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By SunLink


Sampai2 kepercayaan lokal pun dianaktirikan gara2 ada peraturan agama apa yang resmi dan boleh beribadah di Indonesia.
Hebatnya, agama Impor semua yang diakui sementara kepercayaan lokal ga di akui
emoticon-Malu (S)


Agama lokal seperti apa gan?
Quote:Original Posted By yadigembil


Agama lokal seperti apa gan?


Quote:Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama "resmi" (agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghucu, masuk ke Nusantara atau Indonesia, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti:

Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten
Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat
Buhun di Jawa Barat
Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Parmalim, agama asli Batak
Kaharingan di Kalimantan
Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara
Tolottang di Sulawesi Selatan
Aluk Todolo agama asli orang Toraja (Tana Toraja, Toraja Utara, dan Mamasa)
Wetu Telu di Lombok
Naurus di Pulau Seram, Provinsi Maluku

Negara Republik Indonesia mendegradasi agama-agama asli tersebut sebagai ajaran animisme atau hanya sebagai aliran kepercayaan.

Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di Republik Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkimpoian di Kantor Catatan Sipil ,dsb. Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, Agama Asli Nusantara semakin punah dan menghilang, kalaupun ada yang menganutnya, biasanya berada didaerah pedalaman seperti contohnya pedalaman Sumatera dan pedalaman Irian Jaya.
Quote:Original Posted By SunLink


Quote: Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama "resmi" (agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghucu, masuk ke Nusantara atau Indonesia, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti:

Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten
Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat
Buhun di Jawa Barat
Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Parmalim, agama asli Batak
Kaharingan di Kalimantan
Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara
Tolottang di Sulawesi Selatan
Aluk Todolo agama asli orang Toraja (Tana Toraja, Toraja Utara, dan Mamasa)
Wetu Telu di Lombok
Naurus di Pulau Seram, Provinsi Maluku

Negara Republik Indonesia mendegradasi agama-agama asli tersebut sebagai ajaran animisme atau hanya sebagai aliran kepercayaan.

Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di Republik Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkimpoian di Kantor Catatan Sipil ,dsb. Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, Agama Asli Nusantara semakin punah dan menghilang, kalaupun ada yang menganutnya, biasanya berada didaerah pedalaman seperti contohnya pedalaman Sumatera dan pedalaman Irian Jaya.




Agama itu ada untuk seluruh alam gan untuk semua manusia, jadi ga ada yang namanya agama impor atau agama lokal,.
Karna dalam agama ada yang disembah dinamakan "tuhan", agama2 yang agan sebutin itu konsep dari ketuhanannya seperti apa?
kemarin bukannya baru dapat penghargaan kota toleran ?
emoticon-Cape deeehh