alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564caf8cd44f9f7f388b4568/tp-kejagung-ada-kejanggalan-laporan-lagi-dihitung-ulang
TP Kejagung: Ada Kejanggalan Laporan Lagi Dihitung Ulang
http://bareskrim.com/2015/11/18/tp-k...ihitung-ulang/
MEDAN | Tim Penyidik (TP) Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang melakukan pendalaman terkait audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai perhitungan kerugian negara.

“Meskipun sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan, namun kita mengulangi pemeriksaan itu kembali,” kata Ketua Tim Kejagung, Viktor Antonius kepada wartawan usai melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bagian (Kabag) Perbendaharaan Biro Keuangan Setdaprovsu, Ilyas Hasibuan, Rabu (18/11/2015), di Medan.

Menurutnya, dalam pemeriksaan sebelumnya, pihaknya menemukan ada beberapa kejanggalan dalam laporan yang dibuat oleh Pemprovsu. “Iya, kita ulangi kembali. Karena sebelumnya ada beberapa kejanggalan dalam laporan mereka (Pemprovsu). Dan, nanti akan kita buka di pengadilan,” ujarnya.

Selain itu, Antonius menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan tim audit BPK untuk memastikan bahwa ada kejangggalan atau tidak dalam penanganan Bantuan Sosial (Bansos) ini. “Menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan, ada kita temukan sedikit kejanggalan,” imbuhnya.

Namun, ketika ditanya mengenai kejanggalan terkait data yang sengaja dihilangkan oleh Pemprovsu, hanya jawaban normatif yang dikatakannya. “Mungkin saja ada. Bisa jadi, tapi yang jelas nanti hal itu akan kita buka di pengadilan,” jawabnya.

Ditanya kembali apakah banyak data yang dihilangkan pihak Pemprovsu mengenai laporan Bansos tersebut, Antonius mengatakan, bukan dihilangkan melainkan ada terjadi selisih dalam perhitungan pelaporan yang dibuat oleh pemprovsu. “Bukan dihilangkan, tapi ada terjadi selisih perhitungan mereka (Pemprovsu),” jabarnya.

Lalu ketika ditanya kembali mengapa hanya Biro Keuangan yang terus diperiksa Kejagung dalam kasus Bansos ini, Antonius menjawab, hal tersebut dikarenakan Biro Keuangan lah yang menjadi pusat perputaran aliran dana bansos tersebut. “Kan Biro Keuangan yang menjadi pusatnya dalam kasus ini,” sambungnya.

Victor menambahkan, kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus Bansos ini. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan.