alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564c24c231e2e60d7a8b4570/turut-berduka-dyah-meninggal-ikuti-diklat-rutin-kemenhub-bukan-ikut-bela-negara
Turut Berduka, Dyah Meninggal Ikuti Diklat Rutin Kemenhub, Bukan Ikut Bela Negara
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Patutnya kita berbela sungkawa atas meninggalnya Pegawai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Dyah Umiyarti Purnamaningrum (41 tahun) dalam Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kemenhub.
Turut Berduka, Dyah Meninggal Ikuti Diklat Rutin Kemenhub, Bukan Ikut Bela Negara

Sebagaimana diketahui diklat tersebut berdasarkan Instruksi Menhub Nomor IM Tahun 2015yang tertuang dalam surat edaran. Pendidikan latihan itu dilakukan guna meningkatkan paham kebangsaan, semangat bela negara, dan cinta tanah air, serta membangun loyalitas, integritas, dan semangat juang yang tinggi dalam menegakkan NKRI.

Program Diklat Kemenhub itu merupakan program rutin yang biasanya dilakukan tiap tahun, sebagaimana program rutin kementerian atau lembaga negara lainnya.

Seperti yang dikatakan Kapuskom Publik Kemenhub JA Barata, bahwa Dyah meninggal karena ikut Diklat Kemenhub dan meninggal sewaktu mengikuti Diklat.
“Jadi memang benar ada peristiwa itu. Kami sangat prihatin dan berduka ada teman kami, pegawai Kemenhub yang meninggal dunia sewaktu mengikuti diklat,” ungkap Barata, seperti dikutip dari detik.com, Selasa (17/11/2015).

Perlu dicatat kembali. Barata menegaskan bahwa kegiatan yang diikuti oleh Dyah sebelum meninggal dunia bukanlah Program Bela Negara seperti program Kementerian Pertahanan. Ini merupakan Diklat Pembinaan Karakter dan Kesamaptaan Pegawai. Di Diklat Kemenhub ini peserta dilatih personel Marinir di Pasuruan, Jawa Timur.

Patut kita ceramati juga bahwasanya program Diklat Kemenhub ini bukan program yang pertama kali dilaksanakan. Program ini telah menjadi rutinitas setiap tahun dan dilakukan secara berkala.

Perlu dicatat pula Diklat Kemenhub ini dilakukan setiap pegawai Kemenhub yang staf biasa maupun pejabat yang usianya masih muda-muda, dibawah umur 50 tahun.

Tentu saja kita sebagai masyarakat ikut berduka atas dedikasi pegawai Kemenhub tersebut yang mengikuti aturan, dan membina kedisiplinan dirinya harus terengut nyawanya. Namun apa boleh buat, segala sesuatu tentang kematian adalah hak Allah, Tuhan Semesta Alam. Karena itulah bila dikatakan oleh Kapuskom Publik Kemenhub JA Barata yang mengungkap meninggalnya Dyah karena ikuti Diklat Kemenhub yang rutin dilaksanakan, itu bila ditelaah secara mendalam merupakan takdir. Takdir dari usia almarhumah Dyah.

Kita sebagai manusia hanya bisa berdoa semoga niat baik, dan kedisiplinan serta amal baik almarhumah diterima oleh Tuhan Semesta Alam.
Kita juga turut berduka atas menginggalnya Dyah tersebut, dan semoga keluarga yang ditinggalkannya tabah, menerima takdir Tuhan Yang Maha Esa dan diberikan kesabaran yang luas.

Tentu saja bila kita melihat dengan penjelasan dari Kementerian Perhubungan yang mana Dyah menghembuskakn nafas terakhir pada Selasa pagi (17/11/2015), setelah sebelumnya almarhumah merasa pusing disaat sedang mengikuti program baris berbaris. Setelah meminta izin untuk istirahat, Dyah lalu tiba-tiba lemas dan akhirnya diberi pertolongan oleh unit kesehatan pelatih.

Almarhumah yang merupakan Kepala Subbag Kerjasama Regional, Bagian Kerjasama Luar Negeri Kemenhub tersebut lantas dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Namun nyawanya tak tertolong kembali.

Bila kita cermati secara mendalam maksud dari Instruksi Menhub tersebut sangatlah bermanfaat bagi pegawai Kemenhub. Instruksi tersebut memberikan motivasi, semangat, rasa cinta tanah air dan bangsa, merasa bangga sebagai bangsa Indonesia dan menjadi bagian dari NKRI.
Karena itulah Gan. Kita turut berduka atas meninggalnya Pegawai Kemenhub yang berdedikasi tersebut.

Sumber konkrit : http://news.detik.com/berita/3073727...menhub-berduka
Salah Jokowi emoticon-Mad (S)
Turut berduka gan, Innalillahi waina ilaihi rojiun
Quote:Original Posted By yadigembil
Salah Jokowi emoticon-Mad (S)


Turut Berduka.

Dedikasi dan nilai kebenaran itu memang harus ada.

Ohhh... Bukan Bela negara dan kegiatan rutin Diklat Kemenhub ya

Liat badan segembrot itu, palingan jantung.
Quote:Original Posted By Faizalam


Turut Berduka.

Dedikasi dan nilai kebenaran itu memang harus ada.

Ohhh... Bukan Bela negara dan kegiatan rutin Diklat Kemenhub ya



Yang disalahin tetep Jokowi gan,. Apa lagi tadi ada thread yang ngebahas karna ikut program bela negara

Quote:Original Posted By yadigembil


Yang disalahin tetep Jokowi gan,. Apa lagi tadi ada thread yang ngebahas karna ikut program bela negara



Bukan ikut bela negara Gan. Coba lihat kata Kapuskom Kemhubnya....

semoga gak ada lagi yg meninggal pas diklat emoticon-Matabelo
Quote:Sebagaimana diketahui diklat tersebut berdasarkan Instruksi Menhub Nomor IM Tahun 2015yang tertuang dalam surat edaran. Pendidikan latihan itu dilakukan guna meningkatkan paham kebangsaan, semangat bela negara, dan cinta tanah air, serta membangun loyalitas, integritas, dan semangat juang yang tinggi dalam menegakkan NKRI.

emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) tulisan ini bikin ane ngakak, bukan berarti ane ga cinta negri ini, tapi kenapa ga jujur aja sih kalo kegiatan ini sekedar ngabisin anggaran dan nambah proyek???
kalo seandainya diklat seperti ini dijalankan dengan benar sebenar-benarnya, niscaya Jepang, Jerman atau Amerika sekalipun akan menjadi negara yang tingkat kemakmuranya juauuuhhhh dibawah Bhumi Nusantara ini
bela belain belanegara malah dapat bela sungkawaemoticon-Sorry
Secara esensi dan kurikulum, hampir sama antara diklat samapta dgn diklat bela negara itu emoticon-Traveller