alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564c023ca09a39492d8b456c/taksi-taksi-uber-kembali-terjaring-razia
Taksi-taksi Uber Kembali Terjaring Razia
Selasa, 17 November 2015 | 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk kesekian kalinya, mobil-mobil yang dipakai untuk layanan taksi Uber terjaring razia yang dilakukan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

Kali ini, jumlahnya mencapai 12 unit. Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishubtrans Maruli Sijabat mengatakan, belasan kendaraan itu terjaring razia di sejumlah tempat berbeda.

Rinciannya, 5 unit diamankan di kawasan Hotel Borobudur, 3 unit di kawasan Wisma Antara, 2 unit di La Piazza Kelapa Gading, dan 2 lainnya di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Kami merazia kawasan yang selama ini menjadi lokasi rawan operasi mobil pribadi yang digunakan sebagai layanan taksi berbasis aplikasi. Hasilnya, ada 12 taksi online yang berhasil kita tertibkan," kata Maruli saat dihubungi, Selasa (17/11/2015).

Maruli mengatakan, dalam razia tersebut, pihaknya juga menggandeng aparat dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

"Karena keberadaan taksi online yang menggunakan mobil pribadi menyalahi aturan, makanya kita menggandeng polisi," ujar Maruli.

Taksi-taksi Uber Kembali Terjaring Razia

Selanjutnya, mobil-mobil tersebut langsung dikandangkan di Gudang Dishubtrans di Pulogebang, Jakarta Timur. Dishubtrans telah menyatakan Uber ilegal karena tidak dapat melengkapi tujuh syarat legal sebagai angkutan umum.

Ketujuh syarat itu meliputi berbadan hukum, memiliki surat domisili usaha, memiliki izin gangguan yang diatur dalam undang-undang gangguan, izin penyelenggaraan, memiliki armada minimal lima unit, memiliki pul untuk servis dan perawatan, dan yang terakhir kesiapan administrasi operasional.

Penulis : Alsadad Rudi
Editor : Fidel Ali
Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 653/2001

-Pasal 3, 4 dan 5 mengenai mobil rental, identitas pengemudi dan tanda terima pembayaran telah diverifikasi secara elektronik.

-Pasal 13 menyebutkan bahwa tarif sebaiknya ditentukan berdasarkan kerjasama antara penyedia jasa dan pemakai jasa (ayat 1) dan ditentukan berdasarkan tarif, jarak, fasilitas tambahan, waktu dan pelayanan (ayat 3).

-Pasal 14 menyebutkan bahwa biaya asuransi pertanggungan harus disediakan. Penumpang dilindungi premi asuransi hingga sebesar Rp 25 juta.

Linknya:
http://hubdat.dephub.go.id/keputusan-dirjen/tahun-2001/414-sk-dirjen-no-sk-653aj

b. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35/2003

-Pasal 29 ayat 2c menyebutkan bahwa taksi adalah kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan argometer – Uber menghitung harga perjalanan berdasarkan catatan teknologi dan menyediakan harga rekomendasi untuk mitra pengemudi. Tidak ada kendaraan yang bernaung di bawah Uber menggunakan argometer. Beberapa badan pengawas penyewaan transportasi terbesar dan terpandang di dunia (contohnya Transportation for London, TFL) menyebutkan bahwa tidak ada ketentuan yang mengatur penggunaan smartphone sebagai alat ukur

-Pasal 30 ayat 3a menyebutkan bahwa mobil penumpang umum untuk angkutan sewa (mobil rental) harus dilengkapi tanda nomor kendaraan dengan warna dasar plat hitam dengan tulisan putih dan diberi kode khusus – Maka dari itu pernyataan DISHUB mengenai kendaraan yang menggunakan teknologi Uber harus menggunakan pelat kuning itu dirasa kurang tepat, karena regulasi menyatakan penggunaan pelat hitam untuk angkutan sewa (mobil rental).

Linknya:
http://hubdat.dephub.go.id/km/tahun-2003/194-km-35-tahun-2003/download

c. Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012

-Pasal 39 ayat 3a menyebutkan bahwa kendaraan bermotor perseorangan dan sewa harus menggunakan tanda nomor kendaraan dengan warna dasar plat hitam.

Linknya:
http://www.polri.go.id/pustaka/pdf/PERATURAN%20KAPOLRI%20NOMOR%205%20TAHUN%202012%20TENTANG%20REGISTRASI%20DAN%20IDENTIFIKASI%20KENDARAAN%20BERMOTOR.pdf
giliran taksi uber yang diuber-uber dishub