alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564b2e8f1cbfaa054e8b4568/cerita-dibalik-kisah-bupati-cari-perhatian-calon-mertua
Cerita Dibalik Kisah Bupati Cari Perhatian Calon Mertua
MEDAN | Alamak jang! Ada-ada aja tingkah dan perbuatan yang dilakukan oknum-oknum pejabat di tanah air kita ini. Segalanya dihalalkan demi meraup kesenangan pribadinya.

Tapi, yang dilakukan pejabat kepala daerah yang satu ini lain dari yang lain. Bukan korupsi yang dijamaahnya, melainkan demi menarik perhatian calon mertua, diduga sang kepala daerah mengolah APBD untuk dialokasi dengan memuluskan jalan menuju ke pelaminan.

“Calon Bupati ini (tak disebutkan asalnya) membangun jalan dengan standar berkualitas di daerah tempat mertuanya tinggal. Pembangunan jalan tersebut barasal dari APBD daerah itu,” kata Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Sumatera Utara, Zaki Abdullah dalam Dialog Publik tentang Keterbukaan Informasi di Hotel Garuda Plaza Medan, Selasa (17/11/2015).

Padahal, kata Zaki, lokasi yang dibangun tidak memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun kualitas jalan yang dibangun, melebihi jalan lintas dan jalan protokol di kabupaten tersebut.

“Tiga bulan setelah jalan itu selesai dibangun, baru diketahui bahwa
di ujung jalan tersebut tinggal calon mertua si Bupati. Padahal, sebelumnya jalan yang dibangun itu hanya jalan tanah, karena memang disana tidak memiliki potensi ekonomi yang besar,” ujarnya.

Zaki menilai, sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, jika masyarakat lebih awas terhadap penggunaan anggaran daerah.

“Saat ini seringkali pembangunan di daerah dilakukan bukan atasnama prioritas. Masyarakat harusnya bertanya kalau ada kondisi-kondisi seperti itu. Masyarakat bisa menggunakan hak mereka seperti yang dijamin dalam UU No 14/2008 tentang keterbukaan informasi publik,” ucapnya.

Zaki mengatakan, adanya Undang-undang itu, masyarakat diberikan kewenangan untuk langsung mengawasi pembangunan di daerahnya. Namun, dirinya tak membantah jika selama ini keterbukaan tersebut masih sulit diwujudkan karena kurang kooperatifnya pemerintah.

“Kalau bersih tak perlu risih sebenarnya. Makanya kami terus berupaya menyosialisasikan hak masyarakat itu. Termasuk membangun penyadaran akan informasi publik,” pungkasnya.

Selengkapnya di: http://bareskrim.com/2015/11/17/ceri...-calon-mertua/
kan seluruh warga sekampung kan jg ikut senang.....emoticon-Ngakak
×