alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/564acbb05a5163477d8b4569/banjir-tinggal-kenangan-biaya-sewa-rusun-kini-membayang
Banjir Tinggal Kenangan, Biaya Sewa Rusun Kini Membayang...
Quote:
Banjir Tinggal Kenangan, Biaya Sewa Rusun Kini Membayang...

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir kini menjadi kenangan bagi sejumlah warga Kampung Pulo yang dipindahkan ke Rusunawa Jatinegara Barat.

Meskipun terbebas dari banjir, para mantan penghuni Kampung Pulo itu tidak sepenuhnya merasa lega.

Alasannya masih sama, mereka merasa terbebani dengan biaya sewa rusun yang dipatok Rp 300 ribu per bulan. (Baca: Curhat Warga Relokasi Kampung Pulo di Rusun Jatinegara Barat)

Biaya tersebut harus dibayarkan setelah Desember 2015 berakhir. Warga hanya digratiskan biaya sewa rusunawa tersebut hingga Desember 2015.

Selain biaya sewa rusun, warga harus menanggung biaya listrik hingga air. "Buat saya masih mending di Kampung Pulo, rumah sendiri. Enggak bayar, paling cuma mikir bayar listrik saja," kata Hermalis (46), warga tower B Rusun Jatinegara Barat saat berbincang dengan Kompas.com, di depan unitnya, Selasa (17/11/2015).

Adapun biaya listrik dan air, lanjut dia, bisa mencapai Rp 200.000 per bulan. "Nanti kalau sewa rusun sudah enggak gratis lagi, bisa hampir Rp 600.000 sebulan, sekalian air, listrik sama sewa. Pemerintah enggak mikir orang mau apa, beban apa enggak," ujar Hermalis.

Ia juga menilai tinggal di Kampung Pulo lebih baik meskipun daerah tersebut langganan banjir.

Hermalis mengaku sudah terbiasa menghadapi banjir. "Kita kalau banjir enggak ngungsi, rumah saya kan tiga lantai," ujar penghuni lantai lima Rusun Jatinegara Barat ini.

Hal senada disampaikan Yulius (64). Ia mengaku terpaksa pindah ke Rusunawa Jatinegara Barat tersebut.

"Pindah terpaksa. Enak di Kampung Pulo, cuma bayar listrik aja," ujar mantan warga RT 13 RW 03 tersebut. (Baca: Warga Kampung Pulo, dari Bantaran Kali ke Rusun )

Bahkan, Yulius juga khawatir, biaya sewa rusun meningkat kemudian hari. Sebab, dalam pertemuan warga dan pengelola rusun yang pernah digelar, muncul isu kenaikan sewa rusun. "Saya bilang jangan, kalau naik malah memberatkan," ucap Yulius.

Baik Hermalis dan Yulius mengakui bahwa tinggal di rusun membebaskan mereka dari banjir. Saat musim hujan seperti ini, mereka tak perlu repot lagi dengan peringatan siaga banjir. Hanya saja, biaya sewa rusun, air, dan listrik, masih membebani mereka.

Sumur




bukanya air sama listrik udah termasuk 300 ribu itu yach, kapannya si ahok ngomong gitu apa belum dikasi tau para penghuni ato si ahok bacot doank.

Quote:
Ahok: Tak Sanggup Bayar Rusun, Saya Pindahin ke Panti!

JAKARTA - Warga Kampung Pulo yang menempati rumah susun sederhana (Rusunawa) Jatinegara Barat akan mulai dikenakan biaya sewa sebesar Rp300 ribu pada Desember 2015.

Warga sebelumnya digratiskan biaya sewa selama tiga bulan. Namun begitu, masih banyak diantara warga rusun yang mengeluhkan kewajiban membayar biaya tiap bulan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengatakan biaya sewa Rp300 ribu terhitung sangat murah dan rasional. Pasalnya, jika dikalkulasi per hari, para warga hanya dikenakan biaya Rp10 ribu saja.

"Anda kalau ngontrak di (pinggir) sungai saja dapat enggak? 500 ribu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/9/2015).

Biaya tersebut adalah biaya perawatan rusun yakni kebersihan dan keamanan, juga termasuk tagihan listrik dan air. Karenanya, Ahok menegaskan, warga tak perlu memikirkan perawatan rusun, karena semua sudah ditanggung pemerintah.

"Kalau pintu rusak, cat rusak kamu cat sendiri atau yang punya? Kamu cat sendiri. (Kalau) tinggal di rusun kami tanggung! Kamu mau dimana dapet Rp10 ribu per hari?," tegas mantan Bupati Belitung Timur itu.

Jika ada warga keberatan membayar iuran, lanjut Ahok, Pemprov DKI Jakarta akan mendata dan memasukkan orang-orang tersebut ke panti sosial agar mendapat biaya santunan senilai Rp28 ribu per hari.

"Kalau Anda tidak sanggup bayar Rp10 ribu per hari, saya tanggung Anda makan Rp28 ribu per hari. Saya pindahin ke panti, enggak usah kerja kamu, daftar ke saya," pungkas Ahok.

(sus)

Sumur

murah di kampung pulo, tapi pemerintah nombok kalo ada banjir dsb nya. belum lagi kalo dimaki maki.

di apartemen udah enak masih aja protes, mengenai biaya sih ane rasa relatif ya. selama rokok dan nafsu hedonis mau ditahan, harusnya cukup kalo buat bayar sewa.
sekelas apartemen segitu mah tergolobg murah. apalgi apartemen di jkt
wlah 300rb/bln murah itu bos, emoticon-Bingung (S) di bogor ae 500rb/bln rumah petak jalan masuk seuprit hanya masuk motor searah..
klo ga suka ya pgi ke kampung lebi mura.masi untung cuma bayar mahal.coba klo kebanjiran keluarga & barang" hanyut di sungai rugi brp juta tuh?blon bnerin ruma,motor?
kl gak kuat byr tinggal di panti

kasi tuh rusun buat nyang mau byr

capeklah urus nyang model2 gini, maunye disuapin mulu

emoticon-Cape d... (S)
maunya mereka, cm tinggal leyeh2 aj di rusun, makan disuapin,mandi dimandiin, tidur di tidurin..ups..hehe

miskin kok manja emoticon-Cape d... (S)
mereke prefer tinggal di tmpt banjir adalah supaya dapet 'uluran tangan pemerintah kpd korban banjir'.. emoticon-Malu
Permainan media nyari berita neh emoticon-Ngakak (S)
Susah kalau terlanjur menjadi makhluk amfibi
kalo gak mau silakan cari kontrakan lain deh, atau beli rumah sendiri sana (yang bersertifikat ye, bukan bangun lagi di pinggir kali)
Hidup itu keras bang, kalo ga sanggup ya tersingkir
Wah, habis ini pada dijual jualin lg , dan udah ada mafia yg siap nampung, beberapa taun lg parkiran penuh mobil bagus2,
ah modusnya sama dg yg kmaren
Yang miskin, goblog, malas, nekat, silahkan melacur ke Jakarta; ngemis bisa kaya, tempat tinggal dijamin ama gubernur, transportasi variatif.
500rb susah amat tinggal di jakarta
1000/hari mah murah. masih mahalan roko
Maunya enak sendiri
tipikal miskiners yah begini lah dikasih rusun elite malah mau di pinggir kali emoticon-Najis (S)

SAPE URUH DATENG JAKARTE
Quote:Original Posted By La Viola


bukanya air sama listrik udah termasuk 300 ribu itu yach, kapannya si ahok ngomong gitu apa belum dikasi tau para penghuni ato si ahok bacot doank.



kalok gak mau, ogud mau, lah.
banjir aer dah tinggal kenangan
banjir duit sewa di depan pandangan.
siap2 nyari bantaran kali lagi.