alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5649175396bde677458b4576/jati-diri-masyarakat-indonesia-berubah-sejak-peristiwa-1965
Jati Diri Masyarakat Indonesia Berubah sejak Peristiwa 1965
Kamis, 12/11/2015 07:22

Jati Diri Masyarakat Indonesia Berubah sejak Peristiwa 1965

Reporter: Gilang Fauzi, CNN Indonesia

Sidang Perkara HAM 1965 di Pengadilan Rakyat Internasional di Den Haag, Belanda

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Sidang Rakyat Internasional atau International People's Tribunal (IPT) 1965 Saskia E. Wieringa menyatakan inti dari penyelenggaraan sidang pengadilan rakyat di Den Haag, Belanda, adalah untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab dalam tragedi genosida atau pembunuhan massal di balik peristiwa 1965.

Dalam riset yang dilakukan selama lebih dari 35 tahun, profesor dari Universitas Amsterdam itu mendapati temuan bahwa sejarah telah direkayasa sedemikian rupa untuk mengubah haluan pemikiran dari masyarakat yang sosialis menjadi masyarakat yang mendewakan materi.

Pascaperistiwa 1965, kata Weiringa, tidak ada lagi wacana revolusi sosialis, yang ada hanyalah wacana pembangunan dengan cara pandang yang amat sempit.

Slogan pembangunan yang diagung-agungkan pemerintah kala itu dipandang tidak lebih hanya untuk memperkaya segelintir elite penguasa.

"Ketika itulah korupsi melangit. Kalau sebelumnya rakyat bangga untuk membangun masyarakat Indonesia yang adil, sesudah 1965 orang hanya bangga kalau mereka punya mobil mewah," kata Weiringa dalam pernyataan terbuka di Sidang Rakyat Internasional Den Haag.

"Dengan definisi itu, kita bisa mengatakan seluruh masyarakat Indonesia berubah. Maka definisi genosida itu betul-betul berlaku," ujar Weiringa.

Masyarakat berubah bukan hanya karena Presiden Soekarno digulingkan. Menurutnya, hal itu terjadi karena tanpa disadari sila kelima dalam pancasila sudah tidak lagi berlaku. 

Pasalnya, Weiringa menilai masyarakat Indonesia tidak lagi mendapatkan hak untuk membicarakan keadilan. Organisasi yang dianggap terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dijadikan kambing hitam untuk kemudian dibasmi eksistensinya.

"Semua aktivitas sosial dihancurkan," kata Weiringa.

Genosida menjadi sorotan penting lantaran pembunuhan besar-besaran yang dilakukan secara berencana telah dianggap sebagai perbuatan yang dikutuk dunia internasional.

Namun pada kenyataannya, kata Weiringa, negara-negara Barat pada saat peristiwa 1965 terjadi malah mendorong pembantaian massal bangsa yang kala itu berada di bawah rezim pemerintahan Soeharto.

"Genosida ini penting untuk dicegah agar tidak kembali terulang. Maka sudah menjadi kewajiban dunia internasional untuk mencari kebenaran dan membawa keadilan untuk hal ini," kata Weiringa.

Meski telah menampilkan saksi dari banyak kalangan intelektual di Indonesia, pemerintah tetap mengabaikan keberadaan sidang rakyat tersebut. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan menyatakan pengadilan itu hanya semu dan tak layak untuk ditanggapi. 

Sementara, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan bersikeras bahwa negara tidak perlu meminta maaf atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang terjadi pada tahun 1965.

Oleh karenanya, ia menentang adanya sidang maraton Pengadilan Rakyat Internasional atas Kejahatan Kemanusiaan 1965 yang terjadi di Indonesia atau International People’s Tribunal (IPT) 1965 pada hari ini di Den Haag, Belanda. Sidang rakyat itu rencananya bakal diselenggarakan selama empat hari hingga Jumat (13/11).

"Siapa yang mau diadili? Kok dia yang mutusin kita?" ujar Luhut lantang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin malam.

http://m.cnnindonesia.com/nasional/2...eristiwa-1965/

betul sekali, seandainya jika peristiwa g30s tidak terjadi , kira2 kondisi negara ini sekarang ya
genosida apaan tong
yang mati cuman dikit dibilang genosida
lu bunuh 2 orang doang lu bilang genosida emang!!!!
Quote:Original Posted By ayu.yamabe
genosida apaan tong
yang mati cuman dikit dibilang genosida
lu bunuh 2 orang doang lu bilang genosida emang!!!!


https://id.wikipedia.org/wiki/Pemban...5%E2%80%931966
goblok ga ketulungan ini nastak.
napa kagak gugat kerja paksa di jaman belanda & romusha, pemerkosaan dan pembantaian di jaman jepang?
Duh kecian, anjing2 PKI menggonggong tak ada yang mendengar...emoticon-Big Grin
Mewek yang kenceng lage, ampe mati itu tribunal ecek2 kagak ada artinya...emoticon-Ngakak (S)
Setiap ada konflik, pihak yang merasa ditindas dan kemudian menjadi penguasa, ada yang memilih untuk melakukan rekonsiliasi. Contohnya adalah Nelson Mandela. Di mana dia memilih untuk melakukan rekonsiliasi dan forget the past. Dan pihak2 yg tertindas pada masanya mendapatkan kompensasi dan pemulihan hak, walaupun bentuknya memang berbeda2. Rekonsiliasi tidak akan bisa mengembalikan nyawa orang yang dibunuh, dan tidak juga bisa mengembalikan priceless moment yang hilang saat itu. Dibutuhkan kebesaran hati dari semua pihak.

Beberapa korban tapol sudah di-rehabilitasi sejak Orde Baru runtuh.
hate speech hanyalah pemanasan utk memusnahkan mereka yg kritis sama pemerintah
Quote:Original Posted By Vi11ial
Duh kecian, anjing2 PKI menggonggong tak ada yang mendengar...emoticon-Big Grin
Mewek yang kenceng lage, ampe mati itu tribunal ecek2 kagak ada artinya...emoticon-Ngakak (S)



biasa gan yang pelaku sekarang berlagak kayak korban . pembantaian yang dilakukan pki ngak diitung . karena dianggap bukan pemerintah . padahal mereka salah satu partai pemerintah waktu itu . untung pemberontakan itu ngak berhasil . klo berhasil bisa kayak korut kita . mana mungkin kita bisa kaskus an kayak sekarang .
lah itu kan uda mulai muncul lagi partai2 berhaluan sosialis
Usut sampe ke atas-atasnya, usut sampe ke yang backup sang jenderal, berani ga?
emoticon-Big Grin
Ya emang, indonesia mulai kehilangan arah sejak sukarno jatoh
semakin ke kanan ?
Civil war kok dikata genosida
Ane nyimak aja belum lahir waktu itu dan tau dari buku sekolah aja
Negara kita mngkin bs kyk rusia atau cinaa
sidang main2 ni
emoticon-Big Grin
semua karena ulah madafaka suharto
All hail suharto, koruptor terbesar di bumi, numero uno emoticon-Betty