alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Per 1 Januari 2016, PLN Cabut Subsidi, Tarif Listrik Naik 238 Persen
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/563a949ad89b097a7f8b4569/per-1-januari-2016-pln-cabut-subsidi-tarif-listrik-naik-238-persen

Per 1 Januari 2016, PLN Cabut Subsidi, Tarif Listrik Naik 238 Persen

Per 1 Januari 2016, PLN Cabut Subsidi, Tarif Listrik Naik 238 Persen


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian ESDM menyatakan, pencabutan subsidi tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA dan 900 VA, yang tidak layak lagi mendapat subsidi, akan dilakukan secara sekaligus pada 1 Januari 2016.

Kepala Sub Direktorat Harga dan Subsidi Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu di Jakarta, Rabu (28/10) mengatakan, kebijakan pencabutan subsidi tersebut sesuai kesepakatan dengan Komisi VII DPR. "Kebijakan ini sudah kesepakatan dengan DPR," ujarnya.

Menurut dia, rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM pada 17 September 2015 memutuskan alokasi subsidi listrik tahun berjalan 2016 sebesar Rp 37,31 triliun. Alokasi tersebut sudah memperhitungkan pencabutan subsidi pelanggan rumah tangga yang tidak layak mendapat subsidi diberlakukan sekaligus atau tidak bertahap pada 1 Januari 2016.

Jisman mengatakan, pencabutan subsidi yang berdampak pada kenaikan tarif listrik tersebut hanya diberlakukan pada pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang memang mampu, sehingga diharapkan semua pihak memahaminya.

"Untuk rumah tangga harapan, di bawah garis kemiskinan, sampai yang mampu tapi rentan miskin tetap diberikan subsidi," katanya.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil sementara pada diskusi yang digelar di sejumlah wilayah Indonesia, para tokoh, mahasiswa, dan pers memahami kebijakan pencabutan subsidi tersebut. "Sekali lagi pencabutan subsidi ini hanya pada masyarakat mampu dan pelanggan yang mengakali kWh meternya atau memakai dua kWh meter untuk satu rumah," katanya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta kebijakan pencabutan subsidi pelanggan rumah tangga berdaya 450 dan 900 VA dilakukan secara bertahap pada 2016, agar tidak memberatkan konsumen kecil tersebut. "Bisa dibagi dalam tiga sampai empat kali pada 2016 seperti kenaikan tarif sebelumnya pada golongan pelanggan lainnya," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo di Jakarta, Selasa (27/10).

Menurut dia, saat ini, pelanggan 450 VA hanya dikenaikan tarif listrik Rp 400 per kWh dan 900 VA hanya Rp 600 per kWh. Sementara, tarif keekonomian atau nonsusidi pelanggan 1.300 VA yang akan diberlakukan pada pelanggan 450 dan 900 VA, mencapai Rp 1.352 per kWh. Dengan demikian, ada kenaikan 238 persen bagi pelanggan 450 VA dan 125 persen untuk pelanggan 900 VA.

Sumber : Republika

Komen TS :

Benar-benar program yang pro (memiskinkan) rakyat, apakah ini imbas untuk mendanai megaproyek 35 ribu megawatt?

Silahkan baca juga (link luar) :
- PLN Akan Alihkan 20 Juta Pelanggan 900 VA ke Daya Lebih yang Tinggi
Diubah oleh pak.tumenggung
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
the winter is coming..

Per 1 Januari 2016, PLN Cabut Subsidi, Tarif Listrik Naik 238 Persen
ane bingung.. musti bilangnya apa ya...

kalo bilang "Jokowi sang Pro Rakyat , Menaati janji-Jaji Pilpres" ntar dikatain fitnahemoticon-Betty (S) (gk sesuai fakta gitu loh)

kalo bilang "jokowi tidak pro Rakyat , Penipu , Pendusta " bisa kena pasal pencemaran nama baik emoticon-Hammer (S)


Diubah oleh fahrizz
kalo pengen pro rakyat...bikin kek venezuela....^^

semua disubsidi...alhasil sekarang venezuela "makmur"...^^

LOLS...^^^^^
duit subsidinya mau dipake buat bayar thr presiden,dpr dan para pejabat.
TS baca dulu donk. kan yg dicabut gol 450 va n 900 va klo yg listrik dibawah 450 va kn tetep disubsidi. kita berjuang menjadi negara maju jgn org yg sudah kaya makin kaya dgn memanfaatkan subsidi. padahal tuh org kaya simpen duet di negara2 laen
Quote:


Emang ada yg dibawah 450 ?
Quote:


lampu jalan, tapi golngan tarif nya P bukan R dan sudah tdk subsidi
Quote:


Emang masih ada listrik di bawah 450 VA? Jangan asal njeplak aja..

Quote:


eh bos, yg simpen duit di negara laen itu namanya konglomerat!!
org kaya itu duit bukan disimpen, tp diputer terus.
buat hasilin provit, buka lapangan kerja, menggerakan ekonomi wilayah.
Quote:


kalo listrik masih dibawah 1300 belom kaya gan peralatan listriknya palingan cuma waterpump,kulkas,tv,seterika,lampu emoticon-Ngakak
Quote:


Tong, listrik dibawah 450VA entu yg kaya gimana ya??

Gw kira 450VA udah yg paling kecil.

Yg 450VA aja udah jarang, kl pun ada itu udah cukup sengsara menurut gw. Kl itu dicabut, makin klenger aja hidup mereka nantinya.

Yg ada bisa2 pade nyolong listrik buat memenuhi kebutuhannya.
Quote:


Mungkin yang dia maksud bukan rumah tapi pos kamling emoticon-Big Grin

Quote:


Di rumah ane juga cuman pompa air, kulkas 1 pintu sama tv 14 inch, masak kudu diupgrade ke 1300 VA, naiknya 125 persen..ngisi token aja paling yang 20-ribuan biar ngirit, kalo naik 10-20 persen ya masih oke-oke ajalah
Diubah oleh pak.tumenggung
Quote:


ciri2 nastak, komen tanpa mikir..sama lah kaya kasus hercules pake kursi pelontar, tank ambles, bayar pajak 8 jt per hari dan soto sop versi 3.0..emoticon-Big Grin

Diubah oleh Ikyu San
Quote:


Itu udah masuk kaya,

Yg miskin tuh, lampu petromax, pompa tangan, gosokan ayam (yg pake areng)

Ane mah alergi sama kata layak
Biasanya karet banget
Mbok kalo mau dinaikin yang tegas saja
Semua naik
Daripada nantinya ukuran layak gak layak endingnya kyk blsm ataw raskin yg sering salah sasaran
emoticon-Ngacir
Quote:


Bener banget ini.
Quote:

gan kalau mau ngomong, pake data sama fakta yang nyata sesuai dengan PLN dong.emoticon-Ngakak (S)
Kalo asal bunyi kayak agan, Anak kecil juga bisa gan,emoticon-Betty (S)
alah paling ntar itu pln jg ttp ngaku rugi...
kayak temennya tuh si pertamini...

emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Termasuk kategori mampu atau tidak mampu sekarang juga ambigu..
Quote:


para nasbung...coba tolongin temennya nih...^^^

dia kata pertamini rugi....^^^

tolong dibantu yahh...^^^
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di