alexa-tracking

{TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/562b50c031e2e651538b4567/trit-week-endinilah-incaran-janda-genit-bogor
{TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor
POJOKJABAR.com, BOGOR – laki-laki beristri dan berkantong tebal menjadi incaran Larasati, janda pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di Bogor Timur. Dia pun membenarkan, banyak rekannya sesama janda yang mengincar suami orang untuk teman kencan berkelanjutan.

“Kalau yang sudah punya istri itu bisa diajak serius. Kalau anak muda ya cuma main-main aja, jarang ada yang mau lanjut. Tapi kalau oom-oom biasanya kalau cocok lanjut, ada juga teman saya yang akhirnya nikah sama kliennya,” bebernya.

Siklus seperti itu memang tidak banyak terjadi, namun dia membenarkan bahwa munculnya janda-janda baru, salah satu faktornya disebabkan oleh janda juga yang merebut suaminya. Kemudian, janda yang bercerai dengan suaminya itu lantas mencari lagi pria bersuami, dan begitu selanjutnya.

“Ya itu sudah tidak aneh, habisnya kalau janda nikah sama bujangan sering jadi omongan. Lagian bujangan yang masa depannya cerah, mana mau nikah sama janda, apalagi janda seperti kita-kita ini,” bebernya.

Di sisi lain, pria-pria matang dan hidung belang juga menjadi incaran para belia nakal. Seperti pengakuan Ratna (bukan nama sebenarnya), siswi salah satu SMA di Kota Hujan. Ia mengaku mendekati pria berumur, atau yang lebih dikenal dengan istilah gadun, untuk memenuhi kebutuhan sosialnya.

“Uang dari orangtua mana cukup buat beli baju, HP. Bisa ketinggalan kita kalau ngga ada sampingan,” kata Ratna.

Untuk memenuhi keinginannya itu, Ratna rela menjadi ‘PSK’ amatir. Pusat perbelanjaan dijadikan ‘etalase’, memancing lelaki iseng pencari kenikmatan sesaat. Jika sasaran terjaring, biasanya mereka mengawali transaksi dengan makan bersama, belanja, dan berujung di ranjang kamar hotel.

“Seringnya sih jalan-jalan aja, kulineran atau karaokean. Lumayan nemenin makan doang suka dikasih Rp200-300 ribu. Kalau ke kamar (berhubungan seks) saya belum berani, tapi teman saya ada yang berani. Katanya sih dapatnya bisa lebih besar,” aku Ratna.

Kepada orangtua, pergi belajar kelompok atau mengikuti kegiatan sekolah agar bisa bebas keluar rumah.

Sama seperti Ratna, Viyola (bukan nama sebenarnya), mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Bogor mengaku lebih senang memacari gadun ketimbang pria seumurannya.

“Duh, pacaran sama anak kuliahan itu pait. Jalan ke mana-mana naik motor, paling banter makan di mal. Kalau ada yang punya mobil syukur, tapi tetap saja enggak setajir bapaknya. Kalau bisa dapet bapaknya kenapa harus sama anaknya,” katanya sambil tertawa terbahak.

Dia mengaku, bukan hanya diberi uang bulanan, dia juga diberikan fasilitas mobil dan rumah kontrakan oleh gadunnya itu. Bahkan, Viyola bisa membiayai kedua adiknya yang masih bersekolah.

“Teman saya ada beberapa yang dinikahi, rumah udah nggak ngontrak, mobil ada, malahan dibuatkan usaha. Tapi kebanyakan gadunnnya nggak mau punya anak, walaupun ada juga yang sampai punya anak bahkan menceraikan istri tuanya,” kata dia.

Untuk biaya kebutuhannya per bulan, Viyola diberi jatah Rp5-10 juta oleh sang gadun. Uang itu ia gunakan untuk membayar kontrakan, listrik, air, bensis, biaya makan, perawatan ke salon, dan belanja pakaian atau sepatu baru.

“Cepet habisnya, kalau nggak perawatan ke salon dan beli baju baru nanti oom nya bosan trus pindah ke lain hati deh. Makanya harus dijaga biar tetep nempel sama kita,” akunya.
Selain memiliki dompet yang lebih tebal, alasan para wanita lebih memilih gadun juga karena selera. Mereka menilai, pria yang berusia lebih tua cenderung lebih bisa memanjakan mereka dibanding pria yang seumuran.

“Mereka itu biasanya lebih ngemong, kebetulan ayahku sudah meninggal. Jadi berasa ada sosok ayah sekaligus pacar. Kalau yang seumuran biasanya mereka yang manja, malahan dikit-dikit marah terus,” ungkapnya.

Namun, dirinya tidak menampik jika kedekatannya dengan gadun itu juga salah satunya, karena terpengaruh dengan pergaulan temannya yang berpacaran dengan gadun. Berawal dari iseng, akhirnya merasa nyaman dan mulai menikmatinya.

“Awalnya diajak teman, ternyata gadunnya bawa temen,

[URL="sumur"]http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2015/10/07/inilah-incaran-janda-genit-bogor/[/URL]

Spoiler for mulus :


Dan tak lupa,
Bonus emoticon-Wowcantik
Spoiler for :
piaraan mahal nih , {TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor
itu mulus paling bawah punya kantong semar yak? emoticon-Betty (S)
janda !

janda dimana mana emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
emoticon-Genit ayo pada ngumpul
Njendol coooy emoticon-Betty (S):
mantab punya ni ke bogor emoticon-Big Grin
emoticon-Wowcantik

mangstap ne TS emoticon-Big Grin makasih udah memberi info + muluz emoticon-Big Grin

yang kuliahan, baca ne komeng janda:
Quote:


emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Quote:


Ah,itu perasaan ente2 pade emoticon-Malu (S)
Coba perhatiin dah bareng 5 menit,jangan berkedip,,pasti berubah emoticon-Big Grin
Quote:


mukanya mirip2 Kennova Prawesty

{TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor

{TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor

{TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor


{TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor
Perawan memang menawan tapi janda lebih menggoda
{TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor
emoticon-roseemoticon-roseemoticon-rose
Quote:

ga usah takut gan {TRIT WEEK END}Inilah Incaran Janda Genit Bogor
Quote:


ogah,mending melototin yg lagi nyuci baju emoticon-Wowcantik
klo sama janda bisa sharing pengalaman
Mulusnya udh ok, bonusnya nape begitu
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Kutunggu jandamu emoticon-Malu
Quote:



turun berok gan alias hernia emoticon-Takut (S)
Janda gak pernah abis ya
“Duh, pacaran sama anak kuliahan itu pait. Jalan ke mana-mana naik motor, paling banter makan di mal".



waduh piye iki..emoticon-Big Grin
Honda hobinya nongkrongin janda
janda genit