alexa-tracking

(masuk gan, biar pinter) El Nino hanya Alasan Cukong dan penjajah.

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/562a8725c0cb17b44b8b456b/masuk-gan-biar-pinter-el-nino-hanya-alasan-cukong-dan-penjajah
(masuk gan, biar pinter) El Nino dijadikan Alasan oleh Penjahat.
intro : Saya yakin Allah gak mungkin Menciptakan hutan untuk Dibakar
adalah manusia yang melakunannya demi KEPUASAN perut mereka,

dengan adanya El Nino yang datang tahun ini,
orang-orang jahat itu tau, keadahan hutan dan lahan yang kering bisa mudah terbakar.
dan dijadikan Alasan yang tepat untuk berkelit.

penjelasan bmkg bahwa el nino bukan penyebab utama kebakaran hutan. >>> Link bmkg

Quote:
Siapa 'aktor' di balik pembakaran hutan dan lahan?

Ada sekitar 20 aktor yang terlibat di lapangan dan mendapat keuntungan ekonomi dari pembakaran hutan dan lahan. Sebagian besar dari jaringan kepentingan dan aktor yang mendapat keuntungan ekonomi ini menyulitkan langkah penegakan hukum. Aksi pemerintah memenjarakan atau menuntut individu serta perusahaan yang diduga membakar lahan tak akan cukup untuk mencegah kabut asap berulang.

Fakta dan kesimpulan ini terungkap dalam penelitian tentang 'Ekonomi Politik Kebakaran Hutan dan Lahan' dari peneliti Center for International Forestry Research (CIFOR) Herry Purnomo. Kerumitan di lapangan, menurut Herry, terjadi karena para pelaku pembakar hutan, baik masyarakat maupun kelas-kelas menengah dan perusahaan selalu berhubungan dengan orang-orang kuat, baik di tingkat kabupaten, nasional, bahkan sampai tingkat ASEAN.

(masuk gan, biar pinter) El Nino hanya Alasan Cukong dan penjajah.

Penelitian Herry Purnomo menemukan bahwa harga lahan yang sudah dibersihkan dengan pembakaran justru akan naik karena siap ditanami kelapa sawit.

"Tidak mudah bagi bupati yang akan menuntut (pembakar hutan), bisa jadi yang punya (kebun) kelapa sawit, membakar hutan, berhubungan dengan partai tertentu yang kuat di daerah, sehingga bupati atau gubernur tidak gampang juga (bertindak), harus melihat konstelasi politik," kata Herry pada BBC Indonesia, Rabu (23/9).

Aktor-aktor tersebut, berdasarkan hasil penelitiannya, bekerja seperti bentuk "kejahatan terorganisir". Ada kelompok-kelompok yang menjalankan tugas berbeda, seperti mengklaim lahan, mengorganisir petani yang melakukan penebasan atau penebangan atau pembakaran, sampai tim pemasaran dan melibatkan aparat desa.

Namun tak hanya di tingkat pusat, pemilik lahan bisa saja kerabat penduduk desa, staf perusahaan, pegawai di kabupaten, pengusaha, atau investor skala menengah dari Jakarta, Bogor, atau Surabaya.

Terorganisir
Masing-masing kelompok yang melakukan aktivitas pembukaan lahan akan mendapat persentase pemasukan sendiri, namun rata-rata, pengurus kelompok tani mendapat porsi pemasukan terbesar, antara 51%-57%, sementara kelompok petani yang menebas, menebang, dan membakar mendapat porsi pemasukan antara 2%-14%.

Dalam penelitiannya, Herry menemukan bahwa harga lahan yang sudah dibersihkan dengan tebas dan tebang ditawarkan dengan harga Rp8,6 juta per hektar. Namun, lahan dalam kondisi 'siap tanam' atau sudah dibakar malah akan meningkat harganya, yaitu Rp11,2 juta per hektar.
Lalu tiga tahun kemudian, setelah lahan yang sudah ditanami siap panen, maka perkebunan yang sudah jadi itu bisa dijual dengan harga Rp40 juta per hektar.

(masuk gan, biar pinter) El Nino hanya Alasan Cukong dan penjajah.

Pemilik lahan yang terbakar bisa saja dari kota-kota besar atau kerabat penduduk desa, pegawai kabupaten, sampai peneliti.
Kenaikan nilai ekonomi dari lahan inilah yang membuat aktor-aktor yang diuntungkan berupaya agar kebakaran hutan dan lahan terjadi terus-menerus.

Selain itu, dalam pola jual beli lahan, penyiapan lahan menjadi tanggung jawab pembeli, jika akan dibakar atau dibersihkan secara mekanis. Semakin murah biaya pembersihan, untung pembeli akan semakin besar.
Sebagai perbandingannya, menurut Herry, per hektar lahan yang dibakar biayanya $10-20, sementara untuk lahan yang dibersihkan secara mekanis membutuhkan $200 per hektar.

Penelitian Herry dilakukan di 11 lokasi di empat kabupaten di Riau, yaitu Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, dan Bengkalis menggunakan metode pemetaan, survei, dan pendekatan kebijakan.

Di Riau, ada 60 perkebunan kelapa sawit dan 26 hutan tanaman industri.

Patron politik
Perusahaan atau individu di daerah yang menjadi pemilik perkebunan kelapa sawit di daerah bisa menemukan patron-patron politik di tingkat lokal.

Herry mencontohkan, "Misalkan ada perusahaan-perusahaan skala kecil yang punya patron partai politik sangat kuat di kabupaten itu yang berpengaruh ke proses-proses pengambilan keputusan dan penegakan hukum di daerah tersebut. Bisa jadi mereka pendukung kuat dari petahana."

(masuk gan, biar pinter) El Nino hanya Alasan Cukong dan penjajah.

Semakin murah biaya pembersihan, maka untung pembeli lahan akan semakin besar.
Pemain di tingkat menengah atau 'cukong', Herry menemukan, bisa siapa saja.
"Dari oknum pegawai pemerintah, polisi, tentara, peneliti, bisa terlibat, bisa punya sawit sampai ratusan hektar dan dalam proses pengembangan sawitnya bisa (melakukan) pembakaran untuk menyambut musim hujan berikutnya," ujarnya.
Aktor-aktor inilah yang tak terbaca atau tertangkap dalam pola penegakan hukum yang terjadi sekarang untuk menangani kabut asap.
Untuk menemukannya, maka penting untuk menelusuri ke mana produk kelapa sawit dari perkebunan-perkebunan tersebut disalurkan.

Bakar lahan
Terhadap temuan ini, juru bicara Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Tofan Mahdi, mengatakan, ada 2.500 perusahaan kelapa sawit kelas kecil dan menengah, dan total hanya ada 635 perusahaan yang menjadi anggota GAPKI.

Kabut asap di Riau sudah berlangsung selama 18 tahun terakhir.
"Yang jadi anggota kita saya yakin tidak ada (yang membakar lahan), karena kita kontrol sampai bawah. Di luar anggota GAPKI, kami tak punya instrumen atau kepentingan, tapi kita mengimbau, mendukung apa yang disampaikan oleh gubernur Kalsel misalnya agar mereka (perusahaan kelapa sawit kecil dan menengah) untuk jadi anggota GAPKI agar kontrolnya lebih gampang," ujarnya.

Namun, Tofan mengakui bahwa mereka belum memiliki metode yang ketat dalam melakukan pengawasan sampai ke bawah. "Tapi GAPKI punya standar, punya requirement, memenuhi aturan yang sesuai dengan regulasi di pusat, lokal, dan daerah," katanya. Selain itu, Kepolisian Daerah Riau sudah menetapkan PT Langgam Inti Hibrida yang juga anggota GAPKI sebagai tersangka pembakaran hutan.

Upaya penegakan hukum yang ada selama ini belum menyentuh patron-patron politik yang melindungi perusahaan atau pemilik lahan yang terbakar. Edi Saputra, petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mengatakan bahwa praktik pembakaran lahan memang sudah berlangsung di komunitasnya selama ratusan tahun. Namun praktik itu tak setiap tahun dilakukan, biasanya hanya 5-10 tahun sekali bertepatan dengan masa tanam.

"Kita sudah ratusan tahun membakar, tapi kenapa kita ribut sekarang soal asap, artinya, kenapa itu muncul jadi kebakaran yang dahsyat? Karena semua konsesi itu diberikan kepada korporasi, sehingga lahan jadi mudah terbakar. Lahan korporasi itu kan kering sekali, nggak bisa ditanami padi. Sekarang dibanding dulu, jauh memang, asal tergores saja, ada bintik-bintik api, langsung terbakar lahan itu," katanya.

sumber : BBC.com


VIDEO : kompas tv, para Perusahaan yang jadi Tersangka pembakaran lahan
Spoiler for kompas:


VIDEO : Aktivis Tau, pembebasan lahan akan di jadikan Kebun Sawit
Spoiler for kompas:


Sebuah Kenyataan Atau Penegakan Hukum yang melemah?
Quote:
Polisi Anulir Status Tersangka Anak Perusahaan Sinar Mas dalam Kebakaran Hutan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Yazid Fanani menganulir PT BMH sebagai tersangka dalam kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Padahal sebelumnya, perusahaan tersebut disebut sebagai tersangka. "BMH belum, karena yang kebakaran itu pohon yang mau panen," ujarnya, di Mabes Polri, Rabu (21/10).

PT BMH yang dimaksud yaitu PT Bumi Mekar Hijau, anak perusahaan Sinarmas Group. Pada Selasa (15/9) Yazid mengatakan PT BMH ditetapkan tersangka.

Namun, Yazid memiliki dalih dianulirnya penetapan tersangka tersebut. Menurut Yazid, pada saat itu baru masuk laporan.
Laporan tersebut merupakan salah satu alat bukti yang dikumpulkan oleh penyidik. Sementara barang bukti tersebut masih perlu dianalisis. Setelah dilakukan analisis, tuturnya, belum ditemukan cukup bukti untuk ditetapkan tersangka. Saat ini, penyidik menunggu proses keterangan ahli dan pihak perusahaan sendiri.

Seperi diketahui, Karhutla di Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kabut asap pekat yang hingga kini belum teratasi. Kesehatan, aktifitas ekonomi, pendidikan terganggu akibat kasus asap.

sumber : Republika
Habis Bakar Terbitlah Sawit

Quote:

Jakarta - Perusahaan perkebunan disinyalir melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Seolah terbukti, terlihat di bekas kebakaran di Palangkaraya muncul tanaman sawit baru.

Kabut asap yang mengepung sebagian besar wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan diduga diakibatkan pembakaran sengaja oknum perusahaan perkebunan. Meski belum dipastikan kebenarannya, terlihat di sejumlah lahan yang habis terbakar bermunculan bibit sawit baru.

Dilansir dari akun twitter Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (22/10/2013), sebuah gambar yang menunjukkan hal tersebut. Sutopo memperlihatkan munculnya bibit-bibit sawit baru di lahan yang sudah habis terbakar.

(masuk gan, biar pinter) El Nino hanya Alasan Cukong dan penjajah.

Dok, twitter Sutopo
"Lahan bekas kebakaran di Nyaru Menteng Palangkaraya sudah ditanami kelapa sawit. Habis bakar terbitlah sawit," twit Sutopo pada Rabu (21/10).

Masih belum jelas siapa yang menanam bibit sawit ini. Namun dari gambar terlihat jelas, tanaman bibit sawit sangat mencolok berwarna hijau di tengah-tengah lahan gosong bekas terbakar.

Kabut asap hari ini pun diketahui masih sangat parah. Di sejumlah daerah seperti di Pekanbaru jarak pandang hanya 50 meter. Sutopo juga menyebut, sebaran asap yang terpantau dari satelit berada di daerah-daerah yang akan melangsungkan pilkada.

Kondisi kabut asap yang parah itu membuat kesehatan udara sangat buruk. Bahkan di perbatasan Kalsel-Kalteng, terlihat udara menguning karena terlampau pekatnya kabut asap.

"Pekatnya asap di Kalteng sebabkan sensor satelit Terra Aqua tidak menembus asap. Di bawah asap pasti banyak hotspot," tulis Sutopo di akun twitternya pagi ini.

Sutopo pun menuliskan keprihatinannya di mana dengan kondisi saat ini, sejumlah alat detektor pemantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) rusak. Seperti di Palangkaraya.

"Kualitas udara Pekanbaru BERBAHAYA. Di Palangkaraya alatnya rusak. ISPU 21-10-2015
Riau 596 (berbahaya), Jambi 407(Berbahaya), Sumsel 300 (sangat tdk sehat), Kalbar 784 (berbahaya), Kalteng 1950 (berbahaya)," Sutopo menjelaskan.

sumber : Detik
Jadi, kemarau yang panjang ini salah manusia juga?

Emang sampean siapa, bisa jamin Tuhan gak bakar hutan buat memperingatkan umatnya.

emoticon-Cape d...
Perbuatan manusia bukan alam ternyata
Quote:Original Posted By gatos
Jadi, kemarau yang panjang ini salah manusia juga?

Emang sampean siapa, bisa jamin Tuhan gak bakar hutan buat memperingatkan umatnya.

emoticon-Cape d...


BUkan kemaraunya, tapi pembakarannya, baca gan emoticon-Bingung (S)

ane orang biasa gan. yang cuma nulis thread.
bukan Jamin, tapi keyakinan hati. wong yang bakar manusia kok. baca gan.
kebakaran hutan sudah terjadi bertahun-tahun di indonesia entah disengaja maupun tidak disengaja

soal el nino yang selama dibicarakan adalah el nino memperparah efek kebakaran hutan (kebakaran lebih mudah terjadi, mudah menyebar, lebih susah dipadamkan dll)

kalau pembakaran hutan yang disengaja oleh korporat2 keparat itu memang wajib ditindak
Quote:Original Posted By crushing.kit
intro : Saya yakin Allah gak mungkin Menciptakan hutan untuk Dibakar
adalah manusia yang melakunannya demi KEPUASAN perut mereka,



saya yakin Allah gak mengajarkan umatnya untuk rasis
indon asu
Quote:Original Posted By velten


saya yakin Allah gak mengajarkan umatnya untuk rasis


bagian mana yg rasis gan?
kalau saya salah mohon ingatkan dengan jelas.
Tahun 2019 masih lama gan .....
Quote:Original Posted By crushing.kit


bagian mana yg rasis gan?
kalau saya salah mohon ingatkan dengan jelas.


penggunaan kata cukong, dari judulnya ente kayanya tendesius sama tionghoa, padahal orang pribumi pun ada yg punya perusahaan sawit
maksudnya ts apa? bakar hutan buat buka lahan udah ada sejak jaman moyang, diperparah dg industri buka lahan ribuan hektar,parah lg taon ini el nino, nunggu desember baru hujan gede

tuh aktipis share video mewek kok ga nyebut pejabat daerah yg diem aja krna dpt duit dr mafia tukang bakar?

anggota hewan yg mau pindah negara kok nyungsep beritanya?
Quote:Original Posted By velten


penggunaan kata cukong, dari judulnya ente kayanya tendesius sama tionghoa, padahal orang pribumi pun ada yg punya perusahaan sawit


sori gan, ane ngambil kesimpulan dari video kompas,
perusahaan singapore, ane gak bermaksud rasis,
karna kata cukong yg ane tau adalah pengusaha jahat gan.
diganti judul
Ea ela br tw ye gan....
Ane tinggal di dumai gan,,,,emg ad keterlibatan perusahaan besar, sedang, kecil utk pembakaran lahan gambut baik secara langsung maupun gk langsung...dan pastinya ad dekingan yang sangat kuat,,,,klo gk ad dekingan yg kuat gk mgkin dr tahun 97/98 udh ad asap di riau...emoticon-Hammer2

emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By crushing.kit


sori gan, ane ngambil kesimpulan dari video kompas,
perusahaan singapore, ane gak bermaksud rasis,
karna kata cukong yg ane tau adalah pengusaha jahat gan.
diganti judul


Mampir ke kalteng gan, biar ane ajak jalan2 ke hutan yang terbakar sendiri karena kondisi alam.
Atau mau bantu padamin api? Hayuk


Quote:Original Posted By cosebel


mungkin lebih tepatnya pengusaha dan pembakar lahan sawit sudah membuka kotak pandora.
tanah sudah kekurangan air gara2 dihisap oleh sawit, kurang lagi karena efek kemarau, ditambah efek el nino.
hasilnya lapisan tanah kering tempat api menyekam lebih dalam.
efeknya kebakaran sulit dipadamkan karena air yang disiran ke lokasi kebakaran bakal menguap di permukaan gak sampai membasahi lapisan gambut yang membara didalam tanah, ditambah angin dan udara kering akibat el nino yang menyebarkan api di permukaan.
dampaknya kebakaran gak terkendali, dan gak bisa dihentikan lagi oleh manusia




Tahun 97 juga pernah kejadian kabut asap karena el nino,di saat itu termasuk keadaan terparah.
Bukti bahwa el nino cukup mempengaruhi kondisi kebakaran lahan, dan sekarang ditambah oleh kerusakan kondisi tanah oleh sawit serta pembakaran secara sengaja di beberapa lokasi.

Btw ente tau gak gimana keadaan tahun 97 di Kalimantan kala itu sampai bisa ambil kesimpulan Diatas?

Klo ente mau kliping2 berita saran ane sih pakai prinsip 5w1h buat ambil kesimpulan
sengaja dibakar dan el nino....

emoticon-Cool
Cabut"in aja itu sawitnya emoticon-Big Grin
Wah baru tau ane kl faktanya demikian, hasil pembakaran lahan dijual ke pemilik perusahaan2 besar untuk ditanami sawir.. Pertanyaan nya, lahan siapa yg dibakar masyarakat kok bisa2nya mereka yg membakar lahan bisa menjual ke pihak lain? Apa mereka punya hak milik atas lahan yg mereka bakar?
Ts posting video aktivis bule udah liat isinya belum? Dia aja bilang el nino salah satu faktornya, coba ts liat lagi deh emoticon-Big Grin
begini gan...

ane lumayan cukup lama berhubungan dg perusahaan sawit... mulai dari sumatra, kalteng, kalbar, kaltim....
tentang masalah ASAP ini... memang ada 2 hal... yakni pembakaran hutan dan ladang...

1. pembakaran hutan
kemungkinan besar disebabkan oleh alam, krn saat ini kekeringan termasuk cukup panjang masanya... gesekan antar ranting2 kering menyebabkan muncul percikan api... klopun krn ulah manusia biasanya mungkin tidak sengaja, misal saat mendaki gunung lupa mematikan sisa api utk memasak, atau bisa juga membuang puntung rokok sembarangan

2. pembakaran ladang
pembakaran ladang sebenarnya sudah marak dilakukan sejak lama, bahkan mgkn sejak ane ato ente blm lahir... namun saat itu masih skal kecil dan intensitas curah hujan masih lebih tinggi dibanding saat ini...
nah pembakaran ladang ini sebenarnya awalnya untuk membuka ladang baru dlm artian untuk pertanian, klo di kalimantan banyak, ya spt padi gogorancah, namun seiring waktu, dimana orang2 melihat potensi hasil sawit begitu besar, akhirnya masyarakat mulai membakar lahan dengan ukuran yang makin luas..
luas 1 Ha, hanya bisa menampung 136-144 batang sawit tgt jenis bibitnya..semakin luas ya semakin banyak yg ditanam...

kembali ke masalah pembakaran.... jd pembakaran ladang ini dilakukan oleh 2 pihak, yakni masyarakat dan juga perusahaan.
pembakaran merupakan solusi pembukaan lahan paling murah dibanding dengan melakukan dg mekanis, memakai tenaga utk tebang saja mahal apalagi klo biaya utk imas, tumbang, perun, rumpuk.....dengan alat mekanis....

untuk masyarakat, jelas sekali hal ini tetap dilakukan karena biaya yang murah meriah. Awalnya sumatra yg melakukan ini, krn di sumatra banyak sekali masyarakat yg memiliki kebun sawit dan juga banyak Pabrik Pengolah Sawit yang tidak punya Lahan (tapi bikin pabrik pengolah minyak sawit),,, di sepanjang JAlur lintas sumtra aja banyak pabrik ginian.... mereka sistemnya terima sawit dari siapa aja, bahkan termasuk sawit curian.... (org sumatra kenal tuh namanya ninja...emoticon-Ngakak (S) )...otomatis masyarakat dapat dengan mudah ingin ikut membuka lahan2 baru dg cara2 pembakaran.... saat ini kalimantan makin merajalela krn yaitu tadi masyarakat tergiur dengan potensi hasil sawit atau karet yang begitu tinggi

utk perusahaan biasanya bermain cerdik... mereka memakai anak perusahaan utk melakukan pembakaran...Namun untuk beberapa perusahaan yang sudah go public biasanya hal ini tidak dilakukan krn berkaitan dengan RSPO dan ISO yang perusahaan dapatkan. bila terjadi pelanggaran, maka minyak sawit bisa tidak laku atau harganya jatuh karena pelanggaran2 ini tadi....
bagamana pembeli bisa tau gan? nah pembeli2 dr mamarika eropa memantau melalui satelit...dari citra satelit terpantau titik2 panas / api... bisa dilacak, estate mana (kebun mana/perusahaan mana) yang melakukan pembakaran... dari situlah pihak pembeli melakukan tekanan terhadap perusahaan sawit.... Bahkan beberapa perusahaan dimana ane kerja disitu SANGAT MELARANG MEMBAKAR SAMPAH.
bukan hanya masalah pembakaran, tapi juga seperti misalnya batas jarak tanam di Daerah Aliran Sungai (DAS), juga mengenai penyediaan lahan konservasi ditiap areal sawit...

Permainan nakal untuk perusahaan adalah, adanya perjanjian dibawah meja.... misal ada areal pembukaan lahan baru... awalnya itu milik masyarakat desa A.... kemudian dijual keperusahaan B... nah.. saat melakukan perjanjian hak guna tanah... masyarakat diminta untuk MEMBERSIHKAN LAHAN terlebih dulu (arti lain dari membakar)... setelah BERSIH (habis semuanya terbakar), barulah DIJUAL ke perusahaan (pdhl awalnya perusahaan sdh beli, tapi pura2nya belum dibeli, masih milik masyarakat)....

PErmainan nakal lain misal adalah kebun sawit milik masyarakat yg dikelola perusahaan...
jd misal agan punya 10 HA... 4 Ha diminta /jd hak milik perusahaan, sisanya 6 Ha jadi milik agan.... semua biaya mulai dari bibit sampe sampe perawatan ditanggung perusahaan... namun perusahaan minta lahan dibersihkan.....jadi biaya pembersihan, ditukertambah dengan biaya perawatan.....

its so simple to make more money gan.....cukup modal 1 liter bensin/solar + korek api batang....

#yang protes2 itu.... krn mereka gak punya investasi di lahan sawit.... klo mereka punya... mereka juga bakal diem aja..hirup asap dikit gpp yg penting duit ngalir terus...