alexa-tracking

Kisah Hidup Jono vokalis Gugun Blues Shelter Masuk Islam

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/562a429fd44f9fb64c8b4568/kisah-hidup-jono-vokalis-gugun-blues-shelter-masuk-islam
: 
Kisah Hidup Jono vokalis Gugun Blues Shelter Masuk Islam
Kisah Hidup Jono vokalis Gugun Blues Shelter Masuk Islam

VIVAlife - Sejak mantap memutuskan diri menganut agama Islam tahun 2000 silam, bassist band Gugun Blues Shelter, Jonathan Amstrong atau akrab disapa Jono, masih terus berusaha memperdalam ilmu agamanya.

Ia lahir dari keluarga Kristen yang taat. Ayahnya adalah seorang pendeta. Meski begitu, sang ayah samasekali tidak menghalangi Jono untuk pindah keyakinan. Dan saat Vivalife bertandang ke rumahnya di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur, Jono bercerita, ketertarikannya untuk memeluk Islam mulai timbul saat ia bertandang ke Aceh.

Pertama kali ke Indonesia, Jono memang langsung menginjakkan kakinya di Tanah Rencong, Aceh. Kisah seorang kawan muslim yang berkebangsaan Perancis yang bercerita soal keindahan alam Aceh, membuatnya tertarik berlabuh di daerah tersebut. Ini menjadi awal kisah Jono terpikat pada Islam.

"Waktu saya harus pulang ke Inggris, saya harus transit di salah satu negara di Asia. Nah saya pilih Indonesia. Kenapa saya pilih Indonesia, ini karena cerita dari teman saya," katanya.

"Dia cerita dan kasih lihat foto, ada tempat di Aceh, namanya Sabang. Di situ, kamu bisa sewa penginapan US$1 per malam. Waktu itu, saya masih berusia 19, dan saya lihat foto Aceh indah sekali, jadi saya bilang saya mau ke sana," ceritanya.

Waktu pertama kali mengunjungi Aceh, ia sempat tinggal selama tiga bulan di sana. Jono berkelana ke berbagai daerah di Aceh, terutama Sabang. Di sana, ia terpana melihat kehidupan Umat Islam.

"Awalnya, saya berpikir soal Islam yang neatif-negatif saja, tapi saat saya menginjkkan kaki di Aceh, Islam terasa beda di sana," ujarnya.

Pria kelahiran Inggris ini, selama hidupnya memang tidak pernah mengenal pelajaran soal Islam. Ia hanya beranggapan, Islam identik dengan jihad, terorisme, bom bunuh diri, hingga poligami. Tapi, ketika berada di Aceh, hal negatif soal Islam yang ada di pikirannya seolah sirna.

"Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, orang-orang Islam di Aceh itu 180 derajat jauh beda dengan yang ada di pikiran saya. Nggak ada itu yang namanya pukul-pukul istri dan lain-lain yang negatif. Orang Islam di sana ramah, kekeluargaannya masih kuat, nggak ada yang negatif-negatif," kisahnya.

Dari situ, Jono mulai tertarik belajar lebih dalam soal Islam. Jono, akhirnya juga tertarik bertanya pada teman muslimnya, seperti apa Islam yang sesungguhnya. "Teman saya bilang, Islam itu sebenarnya nggak jauh beda sama agama saya. Cuma ada tambahan-tambahan sedikit yang menuntun seseorang untuk kembali ke jalan Tuhan," ceritanya.

Jono pun merasa tak kesulitan mempelajari Islam lebih dalam. Setelah perjalanannya mengarungi Aceh usai, ia sempat pulang ke Australia dan kembali rindu pada Aceh. Akhirnya, ia kembali. Kedatangannya yang kedua di Tanah Rencong mempertemukannya pada wanita Aceh bernama Fauziah yang kini menjadi istrinya. Ketika itu, Jono memutuskan untuk menjadikan Fauziah sebagai kekasihnya. Fauziah juga berusaha membantu Jono belajar mengenal Islam lebih dekat. Sebagai kekasih, Fauziah lekas bertanya pada Jono, apakah ia, benar-benar tertarik memeluk agama Islam, Jono pun menyatakan yakin, ingin berpindah menjadi seorang muslim.

Karena yakin dengan keputusannya, ia lantas pulang ke negara asalnya, Inggris, meminta izin pada orangtuanya, untuk memeluk Islam. Ia merasa bersyukur, izinnya disambut baik sang ayah. Meski sempat sang ayah mempelajari dan mencari tahu soal Islam lebih jauh, tapi akhirnya, kata setuju terucap.

"Saya bilang sama bapak saya, saya mau masuk Islam. Terus dia bilang, bagus itu, nggak apa-apa. Karena bapak saya sudah belajar juga, dia punya Al Quran dalam bahasa Inggris, jadi dia tahu bagaimana Islam."

Kata Jono, orangtuanya sama sekali tak menentang. Mereka justru merasa bahagia, anaknya menemukan keyakinan yang sesuai dengan hati nuraninya. Apalagi, saat remaja Jono bukan anak yang baik. Hidupnya pernah kelam, suka main perempuan, minum-minuman beralkohol hingga menjadi pengguna narkotika.

"Waktu masuk Islam, prosesnya nggak lama. Waktu itu saya konsultasi sama Ketua MUI di Aceh namanya Yusni Sabi, saya konsultasi sama dia, dan kata dia, 'oke, dua hari lagi kita bikin acara kecil di Masjid Raya Aceh Baitturahman', dan saya di Islamkan di tempat itu," ceritanya.

Saat mengucap dua kalimat syahadat, ada beberapa orang yang menjadi saksinya, termasuk keluarga Fauziah. Dan tepat di bulan Oktober tahun 2000 akhirnya ia resmi menjadi seorang mualaf.

"Waktu itu saya belum menikah dengan Fauziah. Dan saya sempat pulang ke Inggris, kembali lagi ke Aceh, bulan Desember saya menikah," katanya.

Menjadi mualaf, tak lantas membuat Jono menjadi muslim yang taat. Ia masih terus belajar memperdalam keyakinannya pada Islam. Fauziah, katanya sebagai istri yang sabar menuntunnya belajar. Mulai dari salat, mengaji hingga memberi contoh yang baik termasuk saat menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Baginya, berpuasa mengajarkannya banyak hal. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan emosi dan amarah. Sulit bagi Jono menjalani kewajiban umat muslim satu ini. Bahkan, tak jarang, puasanya batal karena tak bisa menahan haus.

"Saya masih terus berusaha memperdalam keislaman saya. Sejauh ini, puasa saya juga masih banyak yang bolong, tapi bersyukur, istri saya selalu sabar menuntun," katanya.
Cobaan juga mampir padanya
Menjadi keluarga yang menganut ajaran Islam, cobaan juga sempat mampir padanya. "Waktu itu , kalau tidak salah pas saya punya anak kedua, Tobi, itu cobaan berat sekali. Keluarga Fauziah kena tsunami, dan saya waktu itu belum punya pekerjaan tetap. Keluarga Fauziah banyak yang hilang, dan akhirnya kami sempat pulang ke Inggris," kisahnya.

Setelah cobaan bertubi-tubi menghampirinya, tahun 2004, Jono mulai merasakan nikmat berkah sang Maha Kuasa. Di tahun itu, Jono diajak bergabung, masuk dalam grup band Gugun Blues Shelter hingga akhirnya nama band itu populer. Jono mulai full bekerja di musik, dan mulai mendapatkan tawaran job dari berbagai stasiun televisi.

"Waktu itu, saya ngisi acara Belajar Indonesia di Trans TV, jadi host dan tampil 8 episode. Setelah itu, tampil di Dahsyat dan jadwal manggung Gugun Blues Shelter makin padat. Pokoknya rezeki ada terus setelah cobaan itu, " katanya.

Tahun lalu, Jono juga mulai mengisi acara sahur di RCTI. Setelah kontraknya habis, ia ditawari untuk tampil di acara Canda Bule dan tahun ini, Jono kembali memeriahkan acara sahur di 'Waktunya Kita Sahur' yang tayang di Trans TV.


http://life.viva.co.id/news/read/344...-blues-shelter
subhanallah emoticon-Kiss (S)
pesan tempat update emoticon-Kiss (S)
KASKUS Ads
image-url-apps
Katanya balik lagi ke agama semula?
hmm....perasaan beberapa hari lalu ada ribut2 si jono murtad kembali hoax kah, btw beritanya kok tahun 2012emoticon-cystg
Quote:


hoax gan, kan islam udah yang paling sempurna
Quote:


agama paling hoax tepatnya...
Quote:


candaan agan lucu. .
Quote:


jangan sara gan


Quote:


ane serius gan
image-url-apps
gelar tiker dulu
image-url-apps
jono udah balik lg ke agama asal,
yg tweet tyson suaminya si anu,
sapa tuh namanye ane lupa
Quote:


mijon mijon kua kua cangcimen emoticon-Betty (S)

Quote:


ah yang boneng tong, ente pasti terguncang
image-url-apps
bocah alay emoticon-Cool
image-url-apps
Dream - Musisi Jono Gugun Blues Shelter belakangan ini menjadi buah bibir di media sosial. Jono yang seorang mualaf memutuskan untuk kembali memeluk agama awalnya. Kabar itu disampaikan suami presenter Melaney Ricardo, Tyson Lynch.

"Kemarin adalah hari yang spesial buat sahabatku, Jono Armstrong, saat ia mengubah arah hidupnya dan kembali mencintai Tuhan Yesus Kristus. Dia sudah dibaptis dan aku ikut bahagia," tutur Tyson.

Tyson juga menjelaskan saat menjalani proses itu, Jono ditemani ibu dan kekasih barunya, Tjitje.

"Senang juga bisa berada di sana ditemani oleh pacar Jono yang keren dan sang ibu tercinta," tambahnya.

Jono telah menjadi mualaf dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya Aceh Baitturahman pada Oktober 2000. Pernikahan sebelumnya dengan wanita asal Aceh, Fauziah yang membuatnya memeluk Islam.

Namun kini rumah tangga Jono dan Fauziah telah kandas pada 3 Mei 2015 di Pengadilan Agama Jakarta Timur. Pernikahan pertamanya ini Jono dikarunai tiga anak yakni Adam Sultan, Tobi Ibrahim dan Thomas Ismail.

Perpindahan agama yang sekarang dilakukan pemilik nama Jono Amstrong ini juga dikabarkan karena dirinya akan segera mempersunting kekasih barunya, Tjitje. Tyson pula yang membocorkan hal ini.

"Aku juga bersyukur bisa punya sahabat kayak kalian. Kalian keren dan cepat naik pelaminan dan tak sabar menunggu hari pernikahan itu," tuturnya.

Kebahagiaan Tjitje pun diungkapkan di akun instagram miliknya, "Terima kasih sudah mendoakan kami berdua. Tuhan mempertemukan Jono dengan kalian dengan alasan yang baik dan aku harap kita bisa menjaga iman Kristianinya selamanya. Tuhan memberkati," tulisnya. (Ism)

http://m.dream.co.id/lifestyle/dari-mualaf-jono-gugun-blues-shelter-pindah-agama-lagi-151019j.html
Quote:


jono mengingkari nikmat allah emoticon-Frown
image-url-apps
Quote:


Melany richardo
image-url-apps
Onta kurang kerjaan
Ngurusin agama orang doang. Keliatan banget kalo ts pengangguran kelas sapi yang ngarapin dapat duit dari arab.
Kerja tong. Kalo posting dikaskus doang mah tuhan juga gak bisa nolong ente jadi kaya
image-url-apps
udah murtad lg dienyaemoticon-Traveller
udah murtad lg die.... fauziah kurang cakep soalnya
image-url-apps
Quote:


buta bin lugu lu nyet...atau pura pura?
×