alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Banyak Pabrik Baru, Jawa Tengah Kekurangan Tenaga Kerja
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/562a360512e257160a8b4567/banyak-pabrik-baru-jawa-tengah-kekurangan-tenaga-kerja

Banyak Pabrik Baru, Jawa Tengah Kekurangan Tenaga Kerja

Quote:


sumber

Buat para pasukan socmed bayaran yang suka nangkring di kaskus, tuh banyak lowongan di jawa tengah.
mungkin gajinya ga seberapa, tapi mendingan toh daripada tiap hari nebar fitnah di Internet.

emoticon-Kiss (S)
Diubah oleh plesir
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Tiap sore nyanggongin prawan pabrik emang asoooyy emoticon-Big Grin
kerja keras dipabrik lebih terhormat daripada ngemis ngamen buat yg masih muda
Kerja keras di pabrik lebih terhormat daripada masuk2 ormas agama,ataupun partai pks..emoticon-Embarrassment
ternyata kabur dari jabar ke jateng toh
sikuli panggul bakal dapat penghargaan lagi ni, sukses memindahkan sebagian industri emoticon-Ngakak (S)
kami butuh menanam pohon bukan beton emoticon-Traveller
bagus juga ne berita, bagi butuh kerja bisa melamar di daerah yang membutuhkan tenaga kerja emoticon-Big Grin
tuh jok pulang gih ada kerjaan di kampung
di jakarta keknya kurang cocok buat u
Berita bagus gan
Quote:


Yang penting halal gan
Bisa sampai kekurangan? Umrnya kurang menggiurkan?
Kirain investasi baru ternyata relokasi pabŕik gara gara gak kuat UMR botabek


emoticon-Ngakak
Quote:


betul sekali. Terkadang kita terlalu bernafsu mendapatkan uang banyak tapi tidak mau mengimbangi dengan kerja keras. Akhirnya profesi semacam pengemis menjadi populer bagi sebagian orang. Tapi itu masih mending. Bagaimana dengan mereka yang lebih memilih menjadi preman, PSK, kurir narkotika, dan pekerjaan haram yang lain?

Meskipun mungkin start awalnya jadi buruh, ane yakin, kalau orangnya rajin bekerja, pasti kariernya juga akan menanjak. Mungkin tidak di pabriknya sekarang, siapa tahu dia bisa sukses membuka usahanya sendiri kelak.

Quote:


idem.

Quote:


Betul gan. Paling tidak, angkatan kerja di Jawa Tengah yang kualifikasinya tidak terlalu tinggi, tidak perlu merantau ke Jabodetabek hanya untuk bekerja menjadi karyawan pabrik. Arus urbanisasi setidaknya dapat direm sedikit. Apalagi jawa tengah termasuk propinsi dengan jumlah pneduduk terbesar di Indonesia.

----


Yang menarik dari berita ini adalah, setidaknya kekhawatiran eksodus pabrik ke negara lain tidak sepenuhnya terbukti. Setidaknya masih ada perusahaan yang merelokasi pabriknya ke wilayah lain di Indonesia yang ongkos produksinya masih murah.

Semakin banyaknya pabrik yang pindah ke daerah adalah berita bagus, karena ekonomi dapat semakin merata. Mungkin saat ini levelnya masih di sekitar pulau Jawa. Semoga kelak bisa lebih menyebar lagi ke pulau-pulau lain. Alternatif pekerjaan di daerah menjadi semakin banyak. Anak-anak mudanya tidak perlu lagi harus merantau ke kota besar untuk mendapat pekerjaan, apalagi kalau cuma kerja kasar.

Mungkin sekarang levelnya masih industri padat karya. Tapi ingat, kebangkitan ekonomi di Cina, Korea, dan Taiwan dulunya juga diawali dari industri-industri padat karya. Yang terpenting sekarang adalah sebanyak-banyaknya rakyat yang mendapat kesempatan kerja. Tugas pemerintah selanjutnya adalah meningkatkan kualitas masyarakat, sehingga tidak selamanya menjadi buruh padat karya. Kompetensi masyarakat harus ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan ataupun peningkatan mutu sekolah dan universitas. Sehingga, kelak masyarakat siap untuk memasuki industri padat teknologi.
Quote:


jawa tengah termasuk propinsi dengan biaya hidup yang rendah. Ane rasa, pasti masih banyak sekali masyarakat di sana yang gajinya di bawah UMR (pengangguran terselubung, buruh tani, satpam, pembantu, dll). Jadi, kalau alasannya UMR terlalu rendah, ane rasa kurang tepat. Dalam kasus ini, rasanya memang lowongan yang terbuka melebihi suplai tenaga kerja. Kalau ini benar, moga-moga saja buruh di jabodetabek hasil urbanisasi terbujuk untuk pulang kampung. Setidaknya beban penduduk jakarta dan sekitarnya bisa berkurang sedikit.


Quote:


kalau ane sih masih bersyukur pengusahanya mau relokasi ke Jawa tengah. Bagaimana kalau mereka lebih memilih kabur ke Vietnam/Bangladesh/Filipina? emoticon-Smilie Dan btw, bukankah memang salah satu tujuan menaikkan UMR jabotabek agar pabrik-pabrik mau pindah ke daerah? emoticon-Bingung (S)
Quote:


hehehe,
apalagi di tiap pabrik ada gacoan,
hdup serasa berarti,
Woi TS yang dicari tuh cewek banyakan padat karya.
emoticon-Wowcantik
yang laki gak laku emoticon-linux2
beneran serius ?
kriteria nya apa ?
Quote:


jangan salah gan. Buruhnya mungkin mayoritas cewe.
Tapi kan mereka biasanya males jalan jauh kalau pulang/pergi ke pabrik.
Nah, biasanya di sekitar pabrik selalu banyak ojek mangkal, terutama pas jam bubaran shift.
bisa juga buka warung, jualan baju, atau jualan sayur. Itu bisa jadi pekerjaan baru buat cowo2nya.

kalau di Bogor sih kayak gitu emoticon-Big Grin

Quote:


Lo ngomongin man power pabrik larinya ke tukang ojek, tukang sayur emoticon-Hammer2
Quote:


Setelannya gak kalah sama nyang kerja di mall bray. Celana sama kaos ketat parpumnya wangi. Sukur dapet nyang cantik mlenuk-mlenuk murah lagi emoticon-Ngacir
Quote:


yakin kok gan,
apalagi biaya hidup jawa tengah jawa timur skalipun bisa dikondisikan,
hehehe
ABG buruh, abang datang
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di