alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Alasan Depok Kota Multikulturalisme
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/562a1564c0cb17fa798b456b/ini-alasan-depok-kota-multikulturalisme

Ini Alasan Depok Kota Multikulturalisme

‘Ingin menjadi’ atau yang lazim disebut sebagai cita-cita memang sudah menjadi naluri manusia semenjak masih kecil. Iya, sebagai anak kecil, sudah sewajarnya jika rasa “kepingin” masih begitu erat menjerat. Apa yang menjadi keinginan, harus didapat saat itu juga. Namun berbeda dengan cita-cita bagi mereka yang sudah matang. Ia tentu akan berpikir berulang ulang sebelum mengambil langkah. Ia akan berpikir mana jalan yang haru ditempuh untuk menjadi sosok seorang “pemimpin,”.

Cita-cita diatas tentu sangat berbeda dengan kesadaran. Kesadaran yang lahir dari bidan penglihatan serta penghayatan terhadap fenomena. Dimas Oky Nugroho, sebagai sosok yang telah matang dalam bidangnya, tentunya bukan cita-cita lagi untuk menjadi Wali Kota Depok. Namun beliau sadar akan kebutuhan Kota Depok, kota yang dikenal dengan 4 identitas historis. Kota Multikultural adalah salah satu diantaranya.

Ini Alasan Depok Kota Multikulturalisme

Keberagaman yang menghiasi Kota Depok sebenarnya sudah lama terealisir. Dalam sejarahnya abad ke 17, ketika Cornellis Chastelein menghadirkan orang-orang dari berbagai daerah Nusantara dalam rangka mengembangkan Kota Depok, Depok sudah dikenal sebagai kota Multikultural. Disana, orang-orang dari berbagai suku, etnis dan agama membaur menjadi satu, tanpa adanya upaya penyelarasan. Mereka hidup dalam kerukunan, keamanan dan ketentraman. Mereka hidup dalam satu selimut, yakni kedamaian.

Univeritas Indonesia, sebagai universitas besar dinegeri ini juga semakin mengukuhkan identitas Depok sebagai Kota Multikultural. Karena darinya hadirlah manusia-manusia dari berbagai daerah, berbagai suku, berbagai etnis juga dari berbagai agama. Tujuan mereka hanya satu, yakni mewujudkan cita-cita yang sebenarnya, dalam arti keinginan untuk merubah diri ke arah yang lebih layak. Sehingga dengan adanya Universitas Indonesia, Kota Depok juga dapat dikatakan sebagai miniatur Indonesia.

Pemimpin Revolusioner
Kiranya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tidak salah memilih Dimas Oky Nugroho untuk diangkat menjadi Wali Kota Depok. Tentunya sosok yang memiliki beragam latar belakang tersebut tidak asing lagi dengan adanya perbedaan. Dimana berbagai posisi dan profesi yang menyangkut kepentingan khalayak umum sudah pernaj digelutinya. Mulai dari jurnalis, peneliti, pengajar, bekerja di organiosasi internasional, anlisis kebijakan publik hingga konsultan politik.

Pernah juga Dimas mendpatkan posisi sebagai ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosiologi dan Politik Universitas Airlangga, Surabaya. Sebagai petinggi gerakan aktivis mahasiswa, Dimas sudah digembleng dituntut untuk berfikir luwes, berfikir masa depan mahasiswa sebagai penggerak bangsa. Dimas juga pernah menjadi wartawan TV Indonesia, bahkan dalam beberapa tahun bekerja sudah menjadi orang kepercayaan Jacob Oetama. Hal ini adalah bukti, bahwa Dimas benar-benar mempunyai bakat sebagai seorang revolusioner.

Ini Alasan Depok Kota Multikulturalisme

Setelah berbbagai kesibukan Dimas lakoni dengan legowo, pada tahun 2010 dirinya mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam program Council of Young Political Leaders (ACYPL). Sebuah program yang menggungah kesadarannya akan pentingnya sebuah civic engagement berbasis kesukarelaan. Ya, sebuah pemikiran yang menjadi pegangan Bung Sjahrir dalam membawa Indonesia muda.

Akhirnya, cita-cita Dimas kesampaian. Sosok yang diusung PDI-P ini berhasil mendirikan media sebagai wadah tokoh-tokoh muda dengan latar belakang yang bervariasi. Sukarelawan Indonesia Untk Perubahan (SIPerubahan) adalah nama medianya. Para pemuda dari berbagai latar belakang, semisal akademisi, pimpinan komunitas kreatif dan pemimpin organmisasi kemasyarakatan membaur menjadi satu dalam wadah SIPerubahan.

Pria yang memegang slogan Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas tersebut mengusung visi “menghadirkan perubahan secara nasional melalui kemunculan pemimpin muda.” Lewat SIPerubahan yang dikelolanya, Dimas pun berhasil menemukan nama-nama pemuda yang memiliki rekam jejak posistif di daerahnya untuk diunggahkan ke tataran nasional. Pria kelahiran 7 Februari 1978 itu juga menuturkan, bahwa Inodnesia bukan Jakarta semata, Indonesia bukan juga dimiliki orang kaya, Indonesia bukan Jawa dan Islam semata. Indonesia adalah sebuah cita-cita bersama, milik Aceh sampai Papua.

*Penulis adalah aktivis di dunia multikulturalisme yang gandrung akan perdamaian Kota Depok
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Emmm gitu ya
Hangat bgt emang di depok,
margonda masih banyak plang panah ga ?? emoticon-Ngakak
Ga lama dia nyalon walikota, langsung bertebaran spanduk Dimas didukung Gereja dan pastor, sponsor by PKS depok emoticon-Wkwkwk
prettttt
Jabar ontolenransi terbesar di indonesia sejak pemimpinnya dr partai pelacur pks hahahahahah


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di