alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Demokrat: Jokowi, Stop Cari Kambing Hitam
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5629960532e2e6fe1d8b456a/demokrat-jokowi-stop-cari-kambing-hitam

Demokrat: Jokowi, Stop Cari Kambing Hitam

RMOL. Partai Demokrat mengakui bahwa pelambatan ekonomi bisa terjadi, seperti juga pernah dirasakan Susilo Bambang Yudhoyono saat memimpin negeri ini selama dua periode.

Namun, Pemerintahan Jokowi-JK diingatkan untuk mencari kambing hitam ketika menghadapinya.

"Evaluasi dari Partai Demokrat yang paling penting, Presiden Jokowi berhenti untuk mencari-cari kambing hitam atas persoalan ekonomi," ujar Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat membacakan evaluasi, pandangan serta rekomendasi Partai Demokrat di Wisma Proklamasi 41, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Menurutnya, pengakuan terbuka dan sense of crisis dari pemimpin negara dan pemerintah amat diperlukan. "Karena dengan demikian langkah-langkah yang diambil pasti," tegasnya.

Hinca menjelaskan permasalahan utama yang dihadapi tentu bukan hanya nilai tukar rupiah yang melemah tajam, tetapi berkaitan kepada fundamental dan isu ekonomi yang lain.

Paling tidak, lanjut Hinca ada tujuh hal yang harus dikelola dan diatasi pemerintah kedepan seperti pertumbuhan yang melambat, stabilitas yang menggangu, meningkatnya penganguran, melemahnya angka kemiskinan serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat dan pelaku dunia usaha.

"Beberapa kali Partai Demokrat memberikan rekomendasi kepada Presiden Jokowi agar benar-benar menyentuh tujuh hal tersebut. Yang diharapkan oleh rakyat bukanlah tentang dikeluarkannya paket-paket kebijakan itu, meskipun itu penting. Tetapi hasil nyata yang dicapai sehingga keadaan ekonomi yang dirasakan rakyat memang menjadi lebih baik," ucap Hinca.

Lebih lanjut Hinca menjelaskan, dalam mengatasi persoalan ekonomi, tugas utama pemerintah setahun mendatang adalah memulihkan ekonomi nasional. Salah satunya dengan mengambil pelajaran dari kekeliruan menghitung perkiraan penerimaan pajak dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Jika ekonomi memburuk maka masyarakat golongan ekonomi lemah-lah yang paling terka dampaknya. Pemerintah perlu memberikan bantuan yang nyata agar daya beli masuarakat dapat ditingkatkan kembali," tutup Hinca. [zul]

http://m.rmol.co/news.php?id=221805

Susah, kalo gak cari kambing hitam maka jokowi harus akuin dia goblok dong..
Urutan Terlama
Ywdah kalo bukan kambing hitam kebo gendut dongok cikeas aja biang kerok nyaemoticon-Smilie
Contoh kegoblokan Jokowi:


[PIYUNGAN ONLINE] Jumat dua minggu lalu (9 Oktober 2015) Presiden Joko Widodo menjanjikan permasalahan asap akan selesai dalam dua minggu.

Seperti dilansir Sindonews, Presiden Jokowi menjanjikan penyelesaian bencana kabut asap yang melanda Sumatera selesai dalam dua pekan ke depan.

"Kita targetkan paling dalam dua minggu semua sudah selesai (masalah kebakaran lahan)," kata Jokowi, saat mengunjungi lokasi bekas kebakaran di daerah Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (9/10/2015).

source: http://daerah.sindonews.com/read/1051874/174/jokowi-janjikan-penyelesaian-kabut-asap-dua-minggu-1444399052

Dan hari ini, Jumat 23 Oktober 2015, dua minggu yang dijanjikan bapak Presiden Joko Widodo sudah berlalu dan permasalahan asap belum selesai, bahkan kini meluas ke wilayah Sulawesi dan Papua.

Dan yang sangat disayangkan disaat janji penyelesaian asap belum selesai bahkan bencana asap makin meluas, pak Presiden Jokowi malah mau jalan-jalan ke Amerika pada 25-28 Oktober besok, kabarnya bertemu para pengusaha dan bos freeport.

Tentu ini sangat disayangkan. Dimana perasaannya? Dimana tanggungjawabnya? Semengara Rakyat sedang meregang nyawa, tersiksa ISPA, terkurung dalam nestapa...

Banyak protes dari publik, netizen, bahkan para korban bencana asap di Palangkaraya sampai kumpulkan Koin Untuk Presiden sebagai bentuk kekecewaan atas penanganan bencana asap.

"Emang nya ada hasil APA ke amrik... mending lu ke riau sanaaaaaaa... uang avtur buat bahan bakar pesawat pake buat rakyat riau, enak banget lu.....ninggalin banyak masalah....!!!!!!" protes nerizen Anna Andi di Facebook.

"Hai Jokowi, kamu ke Amerika naik pesawat, sementara Rakyatmu di Kalimantan mati kena Asap, mudah mudahan anda juga merasakan penderitaan Rakyat yg terserang ISPA," ujar Juniansyah Japar.

Tolong siapa pun yang dekat dengan Presiden Joko Widodo ingatkan Beliau agar fokus untuk selesaikan bencana kemanusiaan di Sumatera, Kalimantan dan wilayah lain yang belum teratasi.

Nyawa lebih berharga daripada ke Amerika!
Urusan Nyawa tak bisa ditunda, tapi ke Amerika bisa kapan saja!
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
plis deh demokrat..itu prestasi satri piningit lho
Kambing itu bagus buat darah rendah emoticon-Big Grin
ayo siapa lagi yg terguncang?
Nastak nastak datang lah majikanmu di bully


emoticon-Najis
Demokrat: Jokowi, Stop Cari Kambing Hitam

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
kambing hitamnya dah abis buat kurban kemarin...






emoticon-Matabelo
lha wong satu2nya kapasitasnya cuma cari kambing item kok disuruh stop.
emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak ; kapan ibas dan century di usut ?? pake acara di ampuni sih emoticon-Cape d... (S)
wow, Demokrat angkat bicara soal kambing hitam,
apa ini gegara kemaren2 papa Beye jadi kambing hitam pas ada kasus pembakaran hutan ya emoticon-Bingung (S)
Dasar nasbung-nasbung dongok!! Eh, kalo lo semua orang yang semart, lo pasti mantengin berita (& kurs) mulu, kan?? Ini semua tu terjadi emang karna dollarnya aja yang lagi menguat!! emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)
Diubah oleh coro.coco.dile
iyaaa...ntar kebongkar smw bobrok 10 th emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)
apaan sih demokrat sok2 nasihatin

kalo pengen jabatan, yuk makan bareng
orang bodoh emang gitu...
gak bisa mencari solusi/ menyelesaikan masalah....
ya satu2nya cara adalah menyalahkan pihak lain
Demokrat: Jokowi, Stop Cari Kambing Hitam
kambing putih banyak kok pak jokowi ..


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di