alexa-tracking

★★★★★ Anak Imam Samudera Tewas dalam Pertempuran di Suriah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/562968ae947868de468b4569/anak-imam-samudera-tewas-dalam-pertempuran-di-suriah
★★★★★ Anak Imam Samudera Tewas dalam Pertempuran di Suriah
★★★★★


KOMPAS.com — Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones kepada VOA memastikan bahwa Umar Jundulhaq (19), putra pelaku bom bunuh diri di Bali, Imam Samudera, tewas dalam sebuah pertempuran di kota Deir ez-Zur, Suriah, pada 14 Oktober lalu.

Sidney menyatakan, (Umar) tewas dalam pertempuran di sekitar Bandara Deir ez-Zur di Suriah. "Saya bisa memastikan dia yang tewas. Saya sudah lihat foto mayatnya," ujarnya.

Umar, menurut Sidney Jones, adalah satu dari 50 warga negara Indonesia yang tewas dalam pertempuan di Suriah sejak Maret lalu, baik dengan pasukan Kurdi maupun dengan pasukan Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Selain itu, ada juga yang tewas akibat pengeboman udara yang dilakukan pasukan koalisi, tetapi jumlahnya tidak banyak. Ada pula lima orang yang tewas karena menjadi pelaku bom bunuh diri.

Saat ini, lanjut Sidney, masih ada sekitar 300-an warga negara Indonesia yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, tetapi 40 persen di antaranya perempuan dan anak-anak. Mereka ikut dengan suami mereka.

Mereka yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS mayoritas mempunyai hubungan atau memiliki afiliasi dengan organisasi radikal yang ada di Indonesia. Namun, ada juga warga negara Indonesia yang sebelumnya tidak memiliki afiliasi apa pun dengan kelompok radikal ketika mereka direkrut.

Mereka, tambah Sidney, biasanya direkrut melalui hubungan langsung, pengajian, dan tidak melalui internet.

Tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Wawan Purwanto, membenarkan Umar Jundulhaq, anak pelaku bom bunuh diri di Bali, Imam Samudera, tewas di Suriah.

"Rata-rata dimakamkan di sana, tidak dibawa ke sini karena kepergiannya sendiri dianggap menyalahi dari perundang-undangan, kewarganegaraan dalam negeri, jadi tidak dipulangkan. Sampai saat ini, tidak ada yang meninggal di Suriah dibawa pulang ke Indonesia. Itu tidak ada. Semua dimakamkan di sana," ujarnya.

Direktur IPAC Sidney Jones mengakui bahwa sebenarnya jaringan-jaringan teroris di Indonesia telah lemah. Meski demikian, tambah dia, semua pihak tetap harus waspada karena apabila ada yang pulang dari Suriah, mereka memiliki kredibilitas dan keterampilan yang tinggi, seperti mahir menggunakan senjata dan berperang.

Berdasarkan informasi yang dimilikinya, sudah ada tujuh orang warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS dan kembali ke Indonesia. Untuk itu, Sidney menyarankan agar aparat penegak hukum ataupun pemerintah melakukan pendekatan yang baik terhadap mereka.

Sidney juga berharap program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah dapat lebih ditingkatkan lagi, seperti program untuk narapidana kasus teroris. Program ini, tambah dia, bisa diperkuat lagi agar penjara tidak dijadikan oleh teroris sebagai tempat yang subur untuk melakukan perekrutan.

"Pasti ada satu atau dua yang mau melakukan jihad di Indonesia, tetapi paling sedikit kalau didekati oleh aparat keamanan di sini. Mereka bisa membedakan antara orang kecewa dan mungkin ingin kerja sama dengan pemerintah untuk mencegah orang lain berangkat dan orang-orang yang betul masih mempunyai niat yang kurang baik. Kalau orang terakhir seperti itu saya kira harus dipantau saja," katanya.

BNPT menyatakan, dari 1.030 orang yang ditangkap dan ditahan karena kasus terorisme, masih ada 25 orang yang dinilai radikal, antara lain Abu Bakar Baasyir. [URL="Sumber"]http://internasional.kompas.com/read/2015/10/22/18582761/Anak.Imam.Samudera.Tewas.dalam.Pertempuran.di.Suriah[/URL]

Sebagai sesama (Muslim) kita (mengucapkan) Innalillahi waina ilaihi rojiun. Kasihan (anak muda itu), jalannya (padahal) masih sangat panjang, (dia) masih punya (banyak) kesempatan untuk membangun (bangsa dan negara) serta (melakukan) syiar (agama Islam dengan baik dan penuh kearifan)..., tapi dia sudah memilih (jalan hidupnya).

Satu yang pasti pemerintah akan selalu memberantas (apapun) gerakan fundamentalis (yang ekstrem). Karena terbukti (gerakan ekstremis) merusak generasi muda. Islam itu rahmat (semesta alam), bukan justru (mengajarkan) kekerasan (kaya ISIS gitu itu). Ini PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintah (saat ini)...., kita ndak main main (memberantas terorisme).
like father like son emoticon-Hammer
image-url-apps
kalau tewas d deir izzur berarti dia gabung isis,,padahal kayakx si bapak afiliasi ame al qaida
KASKUS Ads
baru 19 taon jadi teroris :norose
Quote:


bedanya apa antara keduanya gan?
sama sama bonekanya amerishit gan.
Innalillahi waina ilaihi rojiun. Apa dan bagaimanapun dia, itu biar menjadi urusan ybs dengan Allah.
image-url-apps
Mampus emoticon-Big Grin


Setidaknya 72 bidadari menanti mu si syurrgaaaa.. Jangan rebutan ma bapak lu ye
Sbg sesama muslim gw mengucapkan: Innalillahi waina ilaihi rojiun , tapi tetep gan, gw anti ISIS dan anti Wahaboy emoticon-Shakehand2
Quote:


Komentarmu ndak perlu (kaya gitu), jangan nyerempet nyerempet (nggak baik).
gua harus ikut sedih apa gimana nih
Mokatnya knp nih anak? Kena bombing sama papa bear ya?
image-url-apps
MAMPOS
syahid kaga noh
ikut sedih
image-url-apps
Inalillahi...terjebak di paham yg salah emoticon-Berduka (S)





Ntuh tumben TS g seret2 pks lg emoticon-Big Grin
image-url-apps
Kgak ada potonye ape jok emoticon-Bingung (S)
image-url-apps
Quote:


Ampun pakde
image-url-apps
Jenazahnya dibawa kemari gak tuh
image-url-apps
Quote:


Galak bgt sih pakde.... ya menurut pakde pemerintah perlu memulangkan WNI yg masih gabung sm ISIS dsana ga?
image-url-apps
Alhamduliah satu binatang bangs4t udah mampus emoticon-thumbsup
×