alexa-tracking

Wawancara Esklusif; Tosan, Korban Penganiayaan Mafia Tambang Pasir Selok Awar-Awar.

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5628da3c9e7404246f8b456a/wawancara-esklusif-tosan-korban-penganiayaan-mafia-tambang-pasir-selok-awar-awar
Wawancara Esklusif; Tosan, Korban Penganiayaan Mafia Tambang Pasir Selok Awar-Awar.
WELCOMEemoticon-Selamat



Spoiler for original gan!:





Tosan, Korban Selamat: Cerita Di Balik Tambang Pasir Ilegal Selok Awar Awar, Lumajang


Wawancara Esklusif; Tosan, Korban Penganiayaan Mafia Tambang Pasir Selok Awar-Awar.
Tosan, korban kekerasan mafia tambang pasir Selok Awar Awar memperlihatkan bekas lukanya(16/10)




BATANG rokok yang melekat di bibir Tosan berubah jadi puntung. Ia menekan ujungnya yang berasap ke asbak lalu ia ambil sebatang rokok lagi. "Dokter tidak bisa melarang saya merokok," kata Tosan.

Padahal dua perban dari kasa menempel di perutnya. Ia memperlihatkan jahitan bekas operasi memanjang mulai dari pusar hingga ke dekat tulang iga. Menurut Tosan, lambungnya robek. Cairannya meracuni paru-paru dan organ dalam tubuhnya yang lain.

Wawancara dilakukan Jumat, 16 Oktober 2015, di kediamannya yang sederhana di Jalan Watu Pecak, Dusun Krajan II, Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang. Tampak bilik bambu mengelilingi bagian ruangan tamu yang luasnya sekitar 5x7 meter. Di beberapa bagian, tampak tembok dengan plesteran sekenanya. Satu karpet hijau terhampar di bagian tengah ruangan.

Tosan memang menjadi Berita utama belakangan ini. Dia selamat dari penganiayaan para preman tambang pasir yang dipimpin Kepala Desa Selok Awar Awar, Hariyono. Tosan adalah saksi kunci kematian rekannya, Salim Kancil, sesama aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Pasir Selok Awar Awar. Forum ini merupakan wadah warga yang menolak aktivitas penambangan pasir liar di desa itu. "Saya diganggu hampir setiap hari sejak mendirikan forum itu pada 12 Mei 2015," ujarnya.

Beberapa orang polisi dari Kesatuan Brigade Mobil yang menjaga kediaman Tosan tampak sedang bicara satu sama lain sambil tetap mengawasi gerakan orang-orang yang melintas di sekitar rumahnya.





Berikut ini merupakan wawancara dengan beliau

Quote:
Bagaimana Anda memandang situasi sekarang di Desa Selok Awar Awar pasca tragedi berdarah yang menimpa Anda dan almarhum Salim Kancil?

Saya merasa telah membuat perubahan. Tambang pasir jadi berhenti. Coba Anda lihat juga depan jalan rumah saya. Sekarang kering, kalau dulu, jalan selalu basah akibat tetesan air laut dari truk dan itu berlangsung 24 jam.



Quote:
Setelah tambang pasir PT IMMS (Indo Modern Minning Sejahtera)--yang sudah menggarap lahan pasir besi di Lumajang sejak 2010--kini dihentikan, siapa yang menguasai penambangan ini?

Yang menguasai itu ya negara dong. Tidak ada embel-embel pemiliknya siapa, titik tidak ada koma.



Quote:
Kepala Desa Hariyono diduga melakukan penambangan di atas lahan penambangan milik PT IMMS, apa sebenarnya peran dia dalam penambangan itu?

Ya pokoknya dia mencuri. Titik tidak ada koma.



Quote:
Anda tahu siapa penampung hasil tambang ini?

Saya tidak tahu, silakan tanya ke negara (polisi).



Quote:
Sejak kapan sebenarnya penambangan pasir di pesisir pantai Kabupaten Lumajang dilakukan?

Empat tahun lalu. Namun kami baru memulai penolakan pada 12 Mei 2015--saat forum didirikan (Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Pesisir Selok Awar Awar). Saya langsung diangkat jadi ketuanya. Awalnya, kami hanya kirim surat-surat saja (surat keberatan keberadaan tambang pasir ke Pemerintah Kabupaten) tapi tidak ditanggapi.



Quote:
Yang Anda dan Salim Kancil tolak itu penambangan pasir yang di mana?

Semua penambangan pasir liar. Masalahnya ini adalah pencurian. Saya tidak mau ada yang mencuri punya negara. Saya tidak suka milik negara dicuri orang. Itu harus disetop. Ini yang menyebabkan orang saling bunuh.
Di kawasan pesisir pantai selatan, Kabupaten Lumajang. Kalau di Malang dan Jember, bukan urusan saya, kan sudah ada jiwanya (orang) sendiri. Kalau bisa, mereka contoh saya. Saya heran, kenapa kok sampeyan (para media) diam saja waktu itu. Harusnya sebagai media juga mencegah pencurian itu.



Quote:
Apa yang mendasari Anda dan teman-teman menolak. Apakah karena Anda dirugikan?

I don't like ada orang yang mencuri. Titik. Yang saya bela itu sampeyan, bukan cuma saudara-saudara saya saja yang ada di sini. Masa ada pencuri didiamkan saja. Yang dicuri itu apa? Pasir. Pasir siapa? Punya negara lho. Sedangkan sampeyan anak negara. Masa Anda diam saja, jangan hanya mencari kabar (berita) saja.



Quote:
Dengan sikap Anda yang vokal dan berani, masyarakat mendukung?

Saya ini dianggap gawat. Kenapa? Karena saya kurus, tapi bisa berbuat gawat. Coba pandang saya, saya gawat tidak? Yang pasti saya akan bangga kalau anak-anak saya nanti mengikuti jalan saya dan membuat perubahan.



Quote:
Banyak masyarakat yang mau melawan tambang?

Kalau tidak mau malah saya tempelengi. Bukan penyiksaan lho. Ini soal membina persatuan dan perjuangan.



Quote:
Sampai sekarang Anda masih menerima ancaman? Teror apa saja yang diterima?

Ancaman apa? Nyawa. Tapi ya saya terima, wong saya berjuang, biar saja nyawa taruhannya. Saya tidak pernah akan ragu untuk bersikap. Kalau ragu saya tidak akan melangkah.



Quote:
Apa sebenarnya profesi Anda. Di media Anda disebut sebagai petani?

Saya bukan petani, tapi buruh tani.



Quote:
Kabarnya Anda penambang pasir juga

Kalau Anda bertanya begitu, sampean ingin berpolitik. Jangan bertanya yang pintar mengarahkan begitu, saya ini babonnya orang pintar. Titik, tidak ada koma.



Quote:
Anda kenal dengan para pelaku itu? Benarkah mereka Tim 12 yang menjadi kaki tangan Hariyono?

Separuh kenal. Wis itu saja. Tanya saja negara (polisi) yang lebih tahu.

salah satu kerabat Tosan, Ridwan, mengatakn bahwa orang-orang ini adalah Tim 12 yang merupakan orang-orang kepercayaan kepala desa--yang kini masih banyak berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang), dan berkeliaran mengancam warga juga dirinya.



Quote:
Ketika dianiaya, Ridwan yang menolong Anda?

Saya tidak memikirkan siapa yang melihat atau membela saya. Yang saya pikirkan adalah keselamatan.



Quote:
Bisa diceritakan bagaimana kronologi pengeroyokan terhadap Anda?

Saya tidak mau bicara tentang itu, titik. Anda ini bagaimana, sana silakan tanya negara (polisi).



Quote:
Waktu Anda diseret ke lapangan, kenapa tidak ada tetangga yang berani membela?

Karena tetangga masih capek, itu masih pagi dan orang sedang beraktivitas. Ada yang sedang buang air besar, dan juga ada yang memandikan sapi.



Quote:
Sedemikian rupa Anda dipukul dengan pacul dan batu, tapi masih bisa selamat, Anda punya ilmu?

Benar. Ingin tahu ilmu saya? Ilmu saya selalu mengawali kegiatan dengan membaca Bismillah. Tapi kegiatan ini kegiatan yang benar. Saya ini tidak punya tenung (ilmu hitam). Tapi saya punya ilmu anti tambang. Kalau anti senjata tajam, itu Wallahu A'lam, yang jelas harus percaya Gusti Allah. Saya orangnya kosongan. Lihat saja setelah dirawat, daging saya habis. Saya kurus setelah dirawat.



***


Quote:
Kondisi kesehatan Anda belum stabil, tapi sudah banyak melakukan kegiatan--seperti menerima tamu sampai malam. Anda tidak khawatir?

Kondisi saya sudah mulai membaik. Saya sedang mengejar penyembuhan. Setiap hari saya menenggak 5 jenis obat, tapi rokok jalan terus. Jangankan dokter, orangtua saya saja tidak bisa melarang saya untuk merokok.



Quote:
Setelah peristiwa berdarah yang merenggut nyawa Salim Kancil, Anda trauma?

Saya berniat melanjutkan perjuangan. Permintaan saya sederhana: setop mencuri pasir dan membunuh. Bagi saya tidak bertindak sama sekali adalah bukan pilihan. Jika bukan kita yang melawan (penambangan), siapa lagi? I don't like pencuri.



Quote:
Oh iya. Kenapa Anda suka sekali memakai bahasa Inggris kepada media?

Itu kan bahasa dunia. Satu atau dua kata harus tahu, jangan jadi orang yang nanggung (tertawa).




Wawancara Esklusif; Tosan, Korban Penganiayaan Mafia Tambang Pasir Selok Awar-Awar.
semenjak kejadian berdarah tersebut, kegiatan penambangan dihentikan dan kawasan tambang di tutup




Spoiler for sumber:





jangan lupa bagiemoticon-Blue Guy Cendol (L)
atau emoticon-Rate 5 Star
ditunggu di acara putih item ya pak
Quote:Original Posted By kera-sakti
ditunggu di acara putih item ya pak



sayangnya yang yang bersangkutan agak susah di wawancara nih gan, ane aja baru nemu satu media online yang doi mau wawancara. mungkin menyangkut keselamatan beliau juga, padahal keberaniannya inspiratif ya. semoga masih banyak orang yang berani kaya pak Tosan dan Alm. pak Salim

Jawaban tosan seperti ada yg disembunyikan
Keren abis gan perjuangannya
Semoga tuntas gan
jawabannya singkat, padat dan kurang jelas.
Beremma riya?
hadeh jadi males baca wartawannya tolol gini,kknp rata2 wartawan indon ga punya otak? ga punya sopan santun
jawabannya singkat dan selalu menyertakan negara (polisi), apa dia disetting polisi ya?
Quote:Original Posted By kera-sakti
ditunggu di acara putih item ya pak


sama aja,itu juga acara tolol,host tolol
penonton tolol,intinya mayoritas indon ini tolol kerana pakai bahasa malay,jadi gila orang2nya

Quote:Original Posted By brian.mills
Jawaban tosan seperti ada yg disembunyikan


disembunyikan matamu picek,wartawan tolol ngapain jawab
nanya itu pake otak bukan pake mulut

lu kalao mental nanya kek mata najwa,mending lu makan tai aja sana,ga punya kawruh,ga punya sopan santun,ga punya prilaku


Quote:Original Posted By sunsetrain
Keren abis gan perjuangannya


ini namanya orang jawa,bukan orang malay,kebakaran hutan nangis2 pemerintah
orang jawa dilawan pake tangan sendiri,dibantu alhamdulillah,ga dibantu ga nangis kek bocah alay


Quote:Original Posted By mbahmomon
jawabannya singkat, padat dan kurang jelas.


otak lo itu yg ga jelas
Quote:Original Posted By .b0t.
jawabannya singkat dan selalu menyertakan negara (polisi), apa dia disetting polisi ya?


emoticon-Cape d...

hadehhhh napa orang2 indon jadi tolol2 gini ya,karena pakai bahasa malon kali ya
wah kasih ni orang penghargaan dong, nasionalis banget.
wah kayanya ada yang ngebungkem mbah tosan deh emoticon-Bingung (S)
Kok kayaknya byk yg disembunyiin?
Apa msh takut ya
Quote:Original Posted By gatholoco.one


sama aja,itu juga acara tolol,host tolol
penonton tolol,intinya mayoritas indon ini tolol kerana pakai bahasa malay,jadi gila orang2nya



disembunyikan matamu picek,wartawan tolol ngapain jawab
nanya itu pake otak bukan pake mulut

lu kalao mental nanya kek mata najwa,mending lu makan tai aja sana,ga punya kawruh,ga punya sopan santun,ga punya prilaku




ini namanya orang jawa,bukan orang malay,kebakaran hutan nangis2 pemerintah
orang jawa dilawan pake tangan sendiri,dibantu alhamdulillah,ga dibantu ga nangis kek bocah alay




otak lo itu yg ga jelas



untuk agan gatholoco.one, tolong bahasanya agak dijaga ya, ga enak diliat sama rekan-rekan yang lain emoticon-Malu
emoticon-Malu
teruskan perjuangan mu pak tosan.
TITIK TIDAK ADA KOMA
Maaf pak tosan kl yg ane baca anda dan si kancil cuma gak kebagian jatah, semoga ane salah dan lanjutkan perjuangan mu.

Ini semua cuma krn masalah duit, no offense pak tosan. Ane pakai dikit english biar gak nanggung kl kata pak tosan emoticon-Big Grin
eksklusippppp? kagak lah. dia mau nemui banyak wartawan kok. nih buktinya, gan:



Meskipun baru menjalani operasi besar dan dirawat selama 17 hari di rumah sakit, Tosan, petani korban penganiayaan mafia tambang, terlihat sehat, Kamis (15/10/2015).
Ditemui SURYA.co.id dan sejumlah wartawan lain di rumahnya, bapak tiga anak itu memilih guyonan saat diwawancarai. Aktivis penolak tambang pasir laut di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang itu bergaya pakai Bahasa Inggris.
Saat ditanya jadwal kontrol kesehatannya ke rumah sakit, dia menjawab spontan, tomorrow atau besok. "Tomorrow Senin," selorohnya lagi. Kontan saja jawaban itu memancing tawa wartawan dan teman-temannya.
Kemudian ketika seorang wartawan televisi meminta janji untuk wawancara live, ia terdenar menjawab, "orrait-orrait. Maksudnya, alright.
Tapi ketika wartawan menggiringnya ke pertanyaan tentang peristiwa penganiayaan dirinya, Tosan menjawab "I don't like, titik".
Maksudnya ia tidak mau bercerita tentang peristiwa tragis Sabtu (26/9/2015) itu. "Jangan pancing-pancing saya, kalau saya bilang tidak mau ya tidak, titik. Tanya yang lain saja," ujarnya. Selain Bahasa Inggris, Tosan juga ngocol pakai bahasa Indonesia, Madura, dan Jawa.

Itu wawancara dengan SURYA.co.id, terus ada lagi wawancara ama Kompas TV:

VIDEO - Cerita Tosan tentang Kekejaman Para Preman Tambang


youtube-thumbnail

Quote:Original Posted By mbahmomon
jawabannya singkat, padat dan kurang jelas.


Kurang jelas?
×