alexa-tracking

Dikebiri, Pedofil Beraksi Lagi?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/562829f212e25786598b4568/dikebiri-pedofil-beraksi-lagi
Dikebiri, Pedofil Beraksi Lagi?
Reza Indragiri, ahli psikologi forensik, melalui wawancara oleh Metro TV (21/10) menyikapi pengebirian tidak tepat untuk dijatuhkan kepada pelaku kejahatan seksual anak. Ia juga menambahkan bahwa mekanisme pengebirian, misalnya suntikan kimiawi; mesti dilakukan secara berulang-ulang dan tentunya membebani keuangan negara.

Sependapat dengan Reza, kejahatan seksual terhadap anak tidak semata-mata terjadi karena dorongan libido si pelaku, tetapi melibatkan faktor lain seperti hasrat untuk mendominasi atau mengendalikan pihak lain yang lebih lemah. Tindakan seksual dengan menggunakan alat genital bukanlah satu-satunya pelampiasan dari hasrat si pelaku. Secara aseksual, pengidap pedofilia dapat meluapkan penyimpangan untuk melecehkan dan menciderai anak-anak. Dr Danny Sullivan, psikiater forensik dari Melbourn yang bekerja di Victorian Institute of Forensic Mental Health, menggarisbawahi bahwa pedofilia bukanlah perilaku atau aksi, melainkan hasrat. Ketidakmampuan pedofil untuk mengatasi emosi berupa rasa frustasi, malu, marah, dan penolakan semakin memperburuk kondisi dan perilakunya apabila ia merasakan bahwa hasrat libidonya tidak tersalurkan. Bukankah perasaan yang sama pun terjadi pada mereka yang normal? Pelarian lewat minuman beralkohol, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kriminal mungkin menjadi alternatif.

Kejahatan seksual terhadap anak tidak tergantung dan dipengaruhi sepenuhnya oleh dorongan libido si pelaku. Kemiskinan, ketimpangan sosial, dan sikap permisif di masyarakat memungkinkan bentuk kekerasan itu terjadi. Contoh: tahukah Anda bahwa terdapat tradisi kuno di Afganistan dengan menyuruh anak-anak laki-laki menari di depan para lelaki dewasa? Semakin banyak anak itu dibeli, dikoleksi, dan dipelihara, maka semakin tinggi status sosial tuannya. Warga lokal menyebut tradisi itu bachabaze atau dikenal juga “playing or dancing with boys”. Mungkin Anda pernah menyaksikan pesta saweran ketika para penonton mengitari si artis yang sedang menyanyi dan berjoged, bisa dibayangkan seperti itulah bachabaze, tetapi anak-anak itu harus memakai baju wanita. Kadangkala gelang bel dilingkarkan di kaki mereka. Anak-anak ini yatim piatu atau berasal dari keluarga miskin.

Di negara yang ketat dengan nilai-nilai keislaman itu, perempuan tidak diperbolehkan menari di hadapan umum, tetapi anak-anak laki-laki menjadi korban. Imbalan untuk mereka berupa uang, makanan, tempat tinggal, dan semua itu diperoleh bukan saja dari sekedar menari dan menyanyi, banyak pula yang dipaksa untuk melayani hasrat birahi para pengidap pedofilia dan homoseksual. Sekalipun ada kecaman dari warga lokal, bentuk kekerasan dan prostitusi terhadap anak tersebut sulit dijangkau oleh sistem penegakan hukum dan keadilan di sana.

Pemandangan lain di Timur Tengah, seperti Yaman dan Arab Saudi, pemerintah dan masyarakat melarang hubungan kaum sejenis atau homoseksual. Namun, laki-laki dewasa boleh menikahi anak kecil perempuan dan dilegalkan. Pihak otoritas keagamaan secara konservatif menjustifikasi pernikahan anak itu sebagai tradisi lama. Apapun bentuk kekerasan terhadap anak, tampak lazim terjadi dan terabaikan di negara-negara Arab yang mengagungkan moralitas dan ketakwaan itu.

Selengkapnya di sini
image-url-apps
jadi kesimpulannya pedo pemangsa anak baiknya dimatiin aja ya bray.
Quote:


kesimpulan ts apa?
tapi liat sumbernya sih, wah banget emoticon-Ngakak (S)
KASKUS Ads
image-url-apps
berita tentang kebiri ini juga udah sampai ke portal international, namun disamping itu.. negara rusia juga mempertimbangkan untuk mengsahkan cara seperti ini..
image-url-apps
Seharusnya dimatikan aja otak nya
Biar mampus
jadi harus pijimane atuh, tuh korsel udah menerapkan hukuman kebiri dari beberapa taun yang lalu, kalo buat kebaikan ya ga apa2 nyontoh negara lain.....

kebiri buat penjahat kelamin ga setuju alasan kemanusiaan, hukuman mati buat koruptor ga setuju alasan ham emoticon-Cape d... (S)
×