alexa-tracking

(Dasar Haters) Inilah Data BPS Soal “Kehebatan” Ahok

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/562746e454c07acc318b4567/dasar-haters-inilah-data-bps-soal-kehebatan-ahok
(Dasar Haters) Inilah Data BPS Soal “Kehebatan” Ahok


(Dasar Haters) Inilah Data BPS Soal “Kehebatan” Ahok


Pengamat ekonomi-politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Salamuddin Daeng, mencatat beberapa “kehebatan” Gubernur DKI Jakarta Ahok dalam bidang ekonomi berdasarkan Badan Pusat Statistik DKI Jakarta. Berikut catatannya.

Membuat Inflasi Tinggi Berada di Atas Rata Rata Nasional. Tingkat inflasi DKI Jakarta pada bulan Juni 2015 mencapai 0,35%. Laju inflasi Tahun 2015 (Januari-Juni) mencapai 0,98% dan laju inflasi tahun ke tahun (y on y) mencapai 7,59%. Inflasi Indonesia 7,26%. Dengan demikian kenaikan harga di DKI jauh berada di atas rata rata nasional.
Ekspor yang Melalui Jakarta Menurun. Nilai ekspor melalui Jakarta bulan Mei 2015 mencapai US$ 3,87 miliar atau mengalami penurunan 4,74% dari nilai ekspor bulan April 2015 sebesar US$ 4,07 miliar.
Hunian Kamar Hotel Menurun. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan Mei 2015 mencapai 58,72%. Jika dibandingkan dengan Mei 2014 mengalami penurunan 0,90 poin.
Pertumbuhan Ekonomi yang Rendah, Bahkan Negatif. Pertumbuhan ekonomi Jakarta – 0.12 persen (Q to Q) atau berarti menurun dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya. Jakarta merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan terburuk dalam tahun 2015, yang berkontribusi besar memperburuk pertumbuhan ekonomi nasional.
Tingkat Kesenjangan Ekonomi yang Sangat Tinggi. Ini diukur dengan koefisien Gini Rasio, yakni 0,43 (Maret 2015). Kesenjangan ekonomi DKI Jakarta termasuk kategori parah. Bahkan, kesenjangan ekonomi di DKI Jakarta adalah yang terparah setelah Papua Barat, yakni 0,44. Ini berarti Jakarta menghasilkan segelintir orang kaya yang semakin kaya dan semakin banyak orang miskin yang semakin miskin.

Lalu, sumber lain menyebutkan, salah satu prestasi Ahok dalam tahun 2015 ini adalah sukses membuat penyerapan anggaran DKI Jakarta sangat rendah. Hingga Juni 2015, penyerapan anggaran APBD 2015 di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov DKI Jakarta baru terpakai 9,98% dan belanja modal baru terpakai 2,2% dari nilai anggaran.

Demikian catatan Salamuddin Daeng. Orang Betawi punya ungkapan untuk menggambarkan orang dengan “prestasi” seperti itu: ngomong seplampangan, ditaker kagak ada secentong. Juga ada akronim “mandor kawat”: kerja kendor, makan kuat. Bayar pajak nunggak.

http://www.eramuslim.com/berita/nasi...batan-ahok.htm
reserved buat komeng panastak terbaik
BPS versi KMP...^^
Hidup PKS... Islam Indonesia.... emoticon-I Love Indonesia
Intinya selama ahok masih sokin n tapir maka akan selalu salah, 2+2 kalau ahok jawab 4 tetap salah karena gak santun jawabnya..
Quote:

Dasar ahok sampah, 4 angka mati, bawa sial emoticon-Mad
owh seperti ituh...??
Quote:


Selama ini yang dikritik kan kinerjanya, anak perek kayak lu aja yang nyangkut2in sara

Kwik kian gie mana ada yang kritik?
Ahok fenomenal adanya
para fanboy bego ahok, muncul lah... silahkan kumpul dimari....
serapan rendah pembangunan melejit, serapan tinggi pembangunan nol...
hayo plih mana.. . emoticon-Big Grin
sumbernya bener2 terpercaya yah gan emoticon-Angkat Beer
Quote:

waduh, ini pasti fitnah. semua yg kritik bapak ahoax akan kami cap rasis
Quote:


kalo sampe jakarta kalah sama kota laen justru aneh emoticon-Big Grin maka itu hater ahok di pinggiran semua, ga sanggup coy masuk jakarta emoticon-Big Grin
Quote:


betul gan, bapak ahoax sukses membangun dan membersihkan sungai sekitar epicentrum walk.
Quote:



yg mana yg lu maksud ? sebut aja emoticon-Traveller
kalau mau ngibul kira-kira dongs emoticon-Big Grin

reserved dulu ah
reserpet
Lagi lagi ts nya gagal coli


Maaf, ane gak bela siapa-siapa.
Hanya ingin mengoreksi mengenai serapan anggaran yang rendah. Selama ini kita selalu membanggakan serapan anggaran yang tinggi. Tetapi apakah uang rakyat yang dikelola SKPD itu dirasakan oleh masyarakat ?? Silahkan lihat saja fakta yang lalu.

Anggaran dipakai untuk membiayai program-program yang tidak pro rakyat dan program fiktif.

Jadi kalau indikatornya serapan anggaran, maaf saja itu menurut saya tidak tepat.

×