alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jurnalis internasional sebut Jokowi janji palsu soal kebebasan pers
4.56 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56273044a09a39c71a8b456b/jurnalis-internasional-sebut-jokowi-janji-palsu-soal-kebebasan-pers

Jurnalis internasional sebut Jokowi janji palsu soal kebebasan pers

Merdeka.com - Lembaga Reporter Tanpa Batas (RSF) membuat pernyataan tertulis, menyesalkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang menunjukkan indikasi tidak pro pada kebebasan pers. Padahal ketika terpilih, Jokowi memberi sinyal akan berpihak pada demokratisasi informasi di Indonesia, khususnya Papua.

Kepala Reporter Tanpa Batas untuk Asia Pasifik, Benjamin Ismail, mengatakan selama setahun terakhir Jokowi gagal memenuhi janji-janjinya di bidang keterbukaan informasi.

"Otoritas keamanan masih sering menekan jurnalis dan janji Jokowi membuka Papua untuk wartawan asing hanyalah ilusi," tulisnya dalam keterangan pers dimuat situs RSF, Selasa (20/10).

RSF menyoroti bahwa harapan Jokowi akan mendukung kebebasan jurnalistik sempat terbersit, ketika tak lama selepas dilantik pada 20 Oktober 2014, dua wartawan Prancis - Valentine Bourrat dan Thomas Dandois - dibebaskan akibat meliput Papua Barat menggunakan visa turis.

Pada 10 Mei lalu, Jokowi pun kembali berjanji membebaskan wartawan asing meliput Papua. Namun baru Maori TV yang diberi izin oleh tentara dan intelijen, dengan topik liputan kehidupan komunitas adat di Papua.

Intimidasi pun kerap diberikan pada fixer atau informan jurnalis asing yang hendak meliput provinsi paling timur Indonesia itu. Awal Oktober, dua orang wartawan lokal di Papua Barat diinterogasi kepolisian. Sebelumnya, Arek Wanimbo, orang yang memandu dua wartawan Prancis sempat ditahan delapan bulan.

Kekerasan terhadap kerja wartawan pun masih terjadi selama setahun Jokowi menjabat. Jurnalis lokal Papua, Abeth You, dari media Tabloid Jubi dipukuli polisi pada 8 Oktober lalu karena meliput unjuk rasa di Jayapura.

Sedangkan dua wartawan Inggris, Rebecca Prosser dan Neil Bonner, diseret ke pengadilan karena merekam reka ulang pembajakan kapal tanker minyak di Selat Malaka.

"Beberapa bulan ke depan kita akan saksikan bersama, apakah posisi Indonesia di era Jokowi bakal anjlok dalam indeks kebebasan pers yang disusun RSF," tulis Benjamin.


sumur


panastak, silahkan serang benjamin ismail
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 3
Kl ini ane setuju dgn pembatasan jurnalis asing.
Karena mereka punya agenda sendiri yg notabene berseberangan dgn keutuhan nusantara.
Quote:


Ane jg sepakat. Terlalu banyak kepentingan asing terhadap bumi papua
Petugas partai ya Ngibul itu biasa
jadi belum sepenuhnya bisa meliput Papua ya... emoticon-Malu

nais infoh neh brita
Diubah oleh puma2000
heran, ada yg ngobok2 NKRI pake nama pers malah dibela mati2an...
ilusi seperti optimisme panastak dan bacotan nastak. emoticon-Traveller
nastak silahkan beri pembelaannya di form yang telah disediakan :

janji : .....
realita : ......
alasan : ......
harusnya gitu jurnalis asing harus di batesi? ??????????????????,? y? ???????
Jurnalis di Papua? pasti ada agenda macem macem..

kalo mau si jurnalis cabut tuduhannya sih gampang ajah sih, tinggal Jokowi bilang "Kontrak Freeport Dilanjutkan", pasti langsung ada puji pujian di media International..

media asing langsung deh gak perlu repot repot bikin film di papua alibi menjalankan agenda tersembunyi memecah belah papua...

tapi apa gak kasian sama rakyat Papua?
Diubah oleh selera.hidangan
biar jurnalis asing bisa bikin liputan di papua ya ?
macam di video ini.

Spoiler for West Papua:
jangan harap deh klo nyangkut papua
Yang pasti ada udang di balik batu tuh gan... emoticon-Hammer (S)
walah para bule mau ngapain di papua??
Akankah sang kodok menambah daftar panjang aset negara yang lepas, yuk mari saksikan di shitnetron NKRI season xxx emoticon-Malu (S)
emoticon-Ngakak
ini sih sebenernya urusan lembaga intelejen
Quote:


Nasbung ga rela kalo NKRI ga ancur emoticon-Sorry
makanya kalo ngomong dipikir dulu ....
njeplak dulu,mikir entar-entaran...
Di Indonesia lumayan banyak wartawan bodrek yang ngehina-hina Jokowi pakai media sosial dan situs surat kabar buatan mereka. Apakah itu bukan kebebasan pers?
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di