alexa-tracking

malaikat pelindung itu pacarku

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/560be7d91a9975251e8b459c/malaikat-pelindung-itu-pacarku
malaikat pelindung itu pacarku
CERPEN DARI TEMEN ANE GAN....
KEREN SILAHKAN BACA....
DI TUNGGU KOMENGNYA... emoticon-Recommended Selleremoticon-Recommended Selleremoticon-Recommended Seller



“Kenapa kamu? Habis putus lagi?” kata Kakakku sinis. Mendengar kata-kata itu aku hanya dapat tersenyum sambil melanjutkan langkahku ke kamar, namun langkah kakiku terhenti kembali saat Kakakku meneruskan pembicaraannya lagi.
“masih kepikirann sama anak asrama itu?” lanjut Kakakku sambil menonton tv. Kata-kata itu meembuatku geram dan dengan sigap aku menghampiri Kakakku yang sedang asyik menonton, seketika aku langsung bicara di sampingnya sambil berdiri.
“kalau iya memang kenapa? Iya, iya semua bener kak. Aku masih berharap sama Reyhan.” kataku emosi.
“Oh, kenapa gak coba move on aja sih. Ngapain juga berharap sama orang yang belum pernah punya hubungan apa-apa sama kamu. Palingan dia juga sudah lupa sama kamu” jawab Kakakku dengan santai.
Aku pun langsung terduduk dan menjelaskan kepada Kakakku.
“cukup kak, aku letih dengan semua ini. Aku sudah berusaha buat move on. Tapi, apa yang ku dapat, tidak ada kak. Ketika aku dekat dengan seseorang, aku masih memikirkan Reyhan, Reyhan, Reyhan dan Reyhan. Entah mengapa hati ini masih ingin terus memperjuangkannya kak” jelasku pada Kakak.
Suasana berubah menjadi tegang, Kakaku langsung mematikan tv-nya dan berbicara serius kepadaku.
“dek, mau sampai berapa tahun kamu menunggu. Sementara, kamu sudah menghabiskan 5 tahun hanya untuk memperjuangkan dirinya.” sentak Kakak serius.
“tak peduli berapa lama aku harus menunggu kak, karena hati kecilku masih yakin, suatu saat dia akan datang kepadaku” jawabku sambil menitikkan air mata.

Setelah itu, aku berdiri dan mengubah langkahku menuju kamar ke arah ke luar rumah. Aku pergi ke taman kota dan mengajak sahabatku yang bernama Yahya untuk diajak curhat. Sesampainya di taman kota, ia betanya padaku.
“kamu kenapa saa, kok sedih?” tanyanya lembut.
“Aku… aku tadi habis bicara serius dengan Kakakku, dia tahu kalau aku habis putus dan dia menyuruhku untuk melupakan Reyhan” kataku dengan suara parau.
“Terus, kamu mau ngelupain dia?” tanya Yahya kembali.
“aku gak mungkin lupain dia, dari awal aku ketemu dia waktu kelas 1 SD. Ketika itu dia mengikuti lomba yang sama, dan setelah 3 hari berlalu kita berpisah dan melanjutkan rutinitas masing-masing? Tanpa disangka, kami bertemu dan bersekolah dalam satu SMP yang sama, tiga tahun lamanya. Kemudian, kami berpisah lagi, dan waktu kelas X kemarin, kami bertemu lagi dalam perlombaan” jelasku pada Yahya.
“Ya sudah, kalau memang kamu pikir dia adalah jalan hidupmu. Kejarlah dia, aku akan selalu mendukungmu.” sahut Yahya kepadakku. Dikala itu aku hanya dapat mengucap terima kasih sambil menangis tersedu sedu di bahunya.

Keesokan harinya, seperti biasa Yahya mengantarku ke sekolah. Di tengah perjalanan ia menanyakan keadaanku semalam.
“Gimana? Masih sedih?” ujarnya.
“sudah agak mendingan kok” jawabku.
“sudah, kamu jangan sedih lagi ntar cantiknya hilang” sahutnya mengiburku.
“Makasih yaa, dari dulu cuma kamu yang bisa ngertiin aku dan selalu dapat menghiburku” sahutku menjawabnya.

Kemudian, saat tiba di sekolah, aku dan dia berjalan memasuki kelas. Namun, saat di dalam perjalanan salah satu temanku memanggilku dan menyampaikan pesan jika aku dan Yahya dipanggil kepsek di ruangannya. Tanpa banyak basa basi kami pun pergi ke ruangan itu, sesampainya di ruangan itu, ternyata kepsek menyuruh kami untuk mengikuti lomba fisika. Dengan senang hati kami menerima tawaran lomba itu.

Saat jam istirahat. Ketika aku dan Yahya sedanng menyantap makanan di kantin, Yahya memulai pembicaraan.
“Hey, ini kesempatan emas buat kamu”
“kesempatan? Maksudnya?”
“maksudnya itu yaa kesempatan kamu buat ketemu sama Reyhan, kamu dulu kan pernah cerita kalau Reyhan suka pelajaran fisika. Yaaa, siapa tahu kan kalian ketemu”
“Hmm, iya juga sih. Okelah aku akan tampil maksimal untuk lomba besok lusa”
“Sip!”


Akhirnya, hari yang ku tunggu pun datang, saat lomba telah dimulai aku bertemu dengannya. Orang yang sekian tahun ku nanti, ia ada di hadapanku. Aku dan dia yang terpisahkan dengan jarak lebih dari 3 km, saat ini hanya berjarak 3 ubin, sungguh luar biasa. Hatiku semakin berbunga bunga saat dia tersenyum kepadaku, dan ketika lomba itu selesai, dia mengajakku untuk mengobrol sebentar, sementara Yahya menungguku di parkiran motor. Dalam obrolan itu rasanya aku ingin terbang melayang setinggi tingginya, apalagi saat dia bilang kalau aku terlihat lebih cantik, dan dia minta Nomor handphone-ku agar ia dapat mendengar suaraku jika ia rindu. Waaa.. Sungguh hari yang sangat indah untukku. Obrolan singkat penuh makna, namun harus berakhir karena waktu yang mengakhiri. Akhirnya, ia pergi meninggalkanku bersama teman-temannya untuk pulang ke rumah. Dan aku berjalan ke parkiran untuk menemui Yahya.

Sesampainya di parkiran, Yahya mengajakku untuk mencari tempat makan, karena waktu telah menunjukkan untuk makan siang. Awalnya aku menolak karena saat itu kami masih memakai seragam sekolah, namun perut tak bisa mengelak. Akhirnya kami makan di salah satu tempat makan di mall. Dan ketika kami makan aku sungguh terkejut, aku melihat Reyhan bersama seorang perempuan, dan mereka terlihat akrab dan mesra. Nafsu makanku menjadi hilang seketika, air mataku pun jatuh. Dengan spontan aku menyandarkan bahuku ke pundak sahabatku, bagaimana aku tidak terkejut. Baru pagi tadi aku merasa kalau aku dapat memilikinya, seperti terbang ke awan rasanya, melihatnya, mendengar suaranya, duduk di sampingnya. Tapi, beberapa jam setelah itu, aku melihatnya bersama perempuan lain. Sungguh miris rasanya.

Melihat semua itu, Yahya menyuruhku untuk meninggalkan tempat ini dan bergegas untuk pulang saja. Dengan rasa kecewa aku bergeegas meninggalkan tempat itu, namun saat aku menengok kembali ke tempat Reyhan dan perempuan itu duduk, aku melihat Reyhan pergi ke toilet tanpa ragu aku menghampiri perempuan itu dan menanyakan apakah dia pacar Reyhan. Ternyata jawabannya adalah iya, air mataku kembali menetes dan aku berlari ke arah Yahya dan mengajak Yahya pulang.

Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamarku, sementara Yahya menceritakan kejadian tadi dengan Kakakku. Malam harinya, Reyhan menelponku, namun tak ku jawab. Aku hanya dapat menangis di kamarku sampai-sampai mataku sembab. Melihat keadaanku, Kakakku menjadi tak tega, ia pun datang ke kamarku dan menasihatiku.
“sudahlah, laki-laki kayak gitu gak usah disesali. Benerkan apa kata Kakak, kalau dia itu cowok yang gak baik. Percuma kamu buang waktumu untuk nungguin dia. Coba kamu lihat baik-baik, terkadang orang yang tak disangka-sangka adalah malaikat pelindungmu” kata Kakakku. Aku yang mendengar nasihat itu hanya bisa tersenyum. Aku kalut dan tak bisa berbuat dan berpikir jernih. Tapi, mendengar nasihat itu, aku hanya bisa berusaha untuk melupakan Reyhan.

Setahun telah berlalu, akhirnya aku dapat melupakan Reyhan dan melanjutkan sekolah ke salah satu universitas di kotaku, tentunya masih bersama Yahya. Namun, suatu ketika saat aku ingin meletakkan barang di lokerku, aku mendapat sekuntum mawar merah di lokerku. Kejadian itu berlangsung hingga seminggu. Karena aku merasa aneh, aku menceritakan hal itu pada Yahya. Tak disangka, ternyata selama ini ia yang meletakkan mawar di lokerku. Dan ia juga adalah orang yang pernah disebutkan Kakakku sebagai malakaikat pelindungku. Dan akhirnya, ia menyatakan cinta padaku. Sungguh tak disangka-sangka.

“saa, sebenernya dari dulu aku sudah menyukaimu. Tapi, aku ragu karena kamu lebih memilih Reyhan. Dan baru sekarng aku berani untuk mengungkapkan isi hatiku. Hmm, maukah kau menjadi pacarku?” katanya padaku sambil memegang tanganku.
“Yahya, ternyata selama ini aku bodoh. Aku mengabaikan orang yang mencintaiku demi orang yang mengabaikanku. Selama ini, kau sudah menjadi malaikat pelindungku. Aku, aku, aku mau jadi pacarmu.” jawabku terharu, akhirnya aku dan Yahya menjalin hubungan yang lebih dari sahabat.






Cerpen Karangan: Widi Nurjannah,
biasa aja..
ga ada yang menarik
Quote:



thanks gan saranyaemoticon-Jempol
ceritanya sedih gan emoticon-Frown
ane jadi terharu

emoticon-Kaskus Banget
×