alexa-tracking

disini aku, karenanya The Great Powerfull Of KEROKAN. (no sirik)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56070016c3cb1713718b4568/disini-aku-karenanya-the-great-powerfull-of-kerokan-no-sirik
disini aku, karenanya The Great Powerfull Of KEROKAN. (no sirik)
Taa daaaaaaaaa........emoticon-Blue Guy Peace

ucapkan salam. emoticon-I Love Kaskus (S)
ehem ehem... sebelum dan sesudahnya ane selaku makhluk Tuhan yang rapuh mau mohon maad dulu andai kata ada yang salah, garingring, boringring, or dll lah karena jujur saja ane masih terlalu polos untuk ini. maaf juga kalo ane post terlalu larut karena ane sejenis bajing tanpa -AN #OKcukup

ini yang mau ane shere, atau semi curhat, kisah haru dan nista ane. sesuatu yang sampe sekarang masih berat baut ane percayai, sulit buat meredoi semua itu, meski fakta telah dalam menghujam.
awalnya ane kaga mau, batin ane udah berusaha keras buat nolak itu semua, tapi raga ane?! shit!!! WADEFAKA.
ya, secara de facto ane kalah. hingga akhirnya tubuh ane digerayangin sama duit serebu, njritt... emoticon-Berduka (S) dan yang lebih parahnyalagi, doi pake pelumas non alami. tapi sumpah yang bikin ane kaga habis pikir ya; ane mendesah, ane meliuk-liuk, hingga ane mengerang tertahan, bahkan sampe sekarang masih membekas apa yang doi lakukan sama ane. #shit. tapi ane tau semua itu telah terjadi, ane kaga bisa terus terpuruk, lets mov on dud, helll yeah... tapi entahlah ane kaga merasa menikmati semua itu, cuma luka yang ada (gila aja apa... gw ngaku keenakan digerayangin duit serubu, harga diri bruuu... muraha banget gw jadi kayaknya kalo kaya gitu.)
bek to de pes; awalnya ane sakit yang biasa aja ngakeren. cuma si angin yang naksir ane, tapi ane tolak mentah-mentah, tapi dia kaga terima, mulai main dukun deh, gw dipelet hingga akhirnya gw nempel terus sama si angin, kaga mau lepas dia dari pelukan ane. akhirnya gw yang mulai sadar udah mulai merasa ada yang salah sama diri gw, tapi udah terlajur. dia kaga mau lepasin ane sampe akhirya terjadilah; pala ane berasa dangdut non stop, badan ane berasa di eropa, ane terus-terusan konser metal tanpa bayaran dobel anjrit lah pokonya. sampe 2 harian. ane nolak minu obat, kaga da receh. males kedokter, kaga enak dia sibuk, pilihan bijak ane diemin. karena sebenarnya sakit itu ada enaknya?! tapi dengan tanda kutip. enak kalo ada yang ngemanjain, yang jadi super care, yang give all time of you. tapi saat tanda kutip mulai mengambil alih kekuasan; maksudnya jauhan, apa kenapa gitu, atau sekedar jomblo setia (gw banget emoticon-Hammer (S) ) sory bukanya mau nyindir ya..

dan my beloved unti ane nawarin jasa madam kerok. gw tolak, alesannya simple; kaga kooll. berkali-kali ditawarin ane tolak. sampe akhirnya datang juga waktu ane menyerahkan semua itu karena ane emang butuh, harus, demi hari itu. ujian psikotes,fakk... akhirnya ane melakukanya dengan berat hati, saat ane mulai melepas semua yang menempel dibagain atas ane hingga ane topless, hati ane menangis getir, sentuhan pertama menjerit, sentuhan selanjutnya ane kaga mampu menahan gejolag ane untuk melepas sauh air mata, hingga selanjutnya... tau lah emoticon-Malu (S)
dan amajingnya nga nyampe 1X24 jam ane berasa abikan, psikotes bisa lah, dan hebatnya lagi; yang dangdutan di pala ane kayaknya udah mulai pada bosen, musim semi mulai datang lebih awal, dan music metal mulai beralih roc&rol amazing.
padahal ane selelu berfikir kalo kerokan yang kaya ngegambar tulang punggung sama rusuk kita itu buat persemabahan buat kesembuhan atau ngusir si angin yang mulai over protektif, sama si eyang yang entah siapa, mungkin gini; minyak buat bahan bakar si eyang nemuin si angin, duit serebu ya buat ongkos kerja lah (cowo murahan. huuuuuu....... emoticon-Ngakak (S) ) terus warna merah, ya mungkin eyang pikir biar terlihat serem kali. tapi jujur ane takjub, kalo ane takjuba akan suatu hal, ane pasti jadi kepower rangrang. ane cari dan cari....... dan jadi Ooooooo..... oke mulai.

ini penjelasan menurut nek wike; https://id.wikipedia.org/wiki/Kerokan
Kerokan (Tionghoa: 刮痧; pinyin: guā shā) adalah sebuah terapi pengobatan alternatif untuk gejala masuk angin dengan metode menggaruk sambil menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam sebagai alat pengerok, yang selanjutnya menyebabkan guratan merah atau lecet pada kulit. Pengobatan tradisional ini menggunakan semacam benda tumpul seperti koin, batu giok, gundu, potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya yang digunakan untuk menggosok bagian punggung. Selain benda tumpul tadi, pengobatan kerokan ini juga menggunakan cairan licin seperti minyak telon, minyak olive, minyak kelapa, atau lotion. Cairan licin ini digunakan agar tidak terjadi iritasi atau lecet pada kulit yang dikerok. Tindakan ini akan "mengeluarkaan angin" dari dalam tubuh dengan menghangatkan permukaan kuliat sehingga peredaran darah meningkat dan menjadi lancar.

Meski dunia medis sudah canggih, namun kebiasaan kerokan ternyata masih bisa dinikmati dari berbagai golongan dan strata sosial. Pengobatan ini masih sering diterapkan oleh orang Indonesia hingga sekarang, baik anak kecil maupun orang dewasa.
Budaya kerokan ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Bahkan raja-raja dan petinggi kerajaan Nusantara banyak yang melakukan terapi ini untuk kesehatan. Terapi ini digemari, karena rasanya yang manjur dan murah tentunya untuk sebuah penyembuhan penyakit. Ada kepercayaan bahwa koin juga berfungsi untuk menarik roh jahat yang membuat penderita sakit keluar dari badannya, karena roh jahat seringkali dianggap tertarik dengan uang. Semakin merah dan gelap tanda guratannya, semakin parah masuk anginnya.

Cara untuk mengatasi gejala masuk angin yang serupa dengan "Kerokan" tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga banyak disukai oleh orang-orang di negara-negara asia lainnya. Vietnam menyebut teknik serupa sebagai cao giodi, sedangkan di Kamboja menyebutnya goh kyol, bahkan di China yang terkenal dengan akupunturnya menyebut teknik serupa untuk melancarkan peredaran darah dengan gua sua, orang China memakai batu giok sebagai alat pengerok, bukan kepingan uang logam seperti yang umumnya dipakai di Indonesia.
Proses terapi kerokan cukup sederhana, yakni membuat suatu reaksi inflamasi atau radang yang mengakibatkan melebarnya pembuluh darah. Dengan dikerok, terjadilah pelebaran pembuluh darah yang akan melancarkan aliran darah. Jika aliran darah lancar maka lebih banyak oksigen dan nutrisi masuk untuk jaringan otot. Zat-zat yang menyebabkan rasa pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Selain itu, juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel (lapisan paling dalam pembuluh darah) yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah beta endorfin.

Pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan beta endorfin, sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. Penyebab rasa nyeri adalah PGE2 sehingga jika kadar PGE2 diturunkan maka nyeri akan berkurang. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, badan terasa segar dan nyaman. kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat. Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-1oC. Interleukin menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan. Makanya setelah dikerok, badan kita terasa lebih hangat. Kadar prostaglandin turun. Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot. Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.[3]

Prinsip kerokan tak beda jauh dengan akupuntur yang menancapkan jarum dalam tubuh. Prinsip kerokan adalah meningkatkan temperatur dan energi pada tubuh yang dikerok. Peningkatan energi ini dilakukan melalui perangsang kulit tubuh bagian luar. Dengan cara ini, saraf penerima rangsang di otak akan menyampaikan rangsangan yang menimbulkan efek memperbaiki organ pada titik-titik meridian tubuh. Nah, pada gilirannya, arus darah di tubuh yang lancar akan menyebabkan pertahanan tubuh juga meningkat
"Kerokan" tidak berbahaya asalkan tidak dilakukan terlalu sering. Namun, jika terus-terusan kerokan, itu bisa mengakibatkan banyak pembuluh darah kecil dan halus pecah. Kerokan juga dapat menimbulkan kecanduan karena efek hormon endorfin yang dikeluarkan karena kerokan
(copas no jutsu)

nek. Dilansir dari antozz.wordpress.com, menurut Didik Tamtomo, selaku dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang menjadikan kerokan sebagai bahan penelitian untuk menyabet gelar doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, secara ilmiah,pengobatan tradisional kerokan ini terbukti mampu mengobati gejala masuk angin atau sindroma dingin yang memiliki gejala nyeri pada otot.

Pada kerokan, secara ilmu biologi molukuler terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang dengan segala respon yang mengikutinya seperti perubahan diameter vaskuler (pembuluh darah), migrasi sel darah putih (leukosit) dan pengeluaran mediator inflamasi seperti IL-1 beta, Clq, C3, Beta endorfin dan PGE2 (Faktor pertumbuhan tulang).

Kerokan juga memberikan rangsangan pada keratinosit dan endotel atau lapisan paling dalam pembuluh darah yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). POMC merupakan polipeptida (gabungan asam amino) yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah Beta endorfin (hormon yang dikeluarkan otak saat stress).

Meski efektif dan murah meriah, pengobatan ini juga masih menarik pro dan kontra dari beberapa masyarakat tertentu dan kalangan dokter. Ada yang mengatakan bahwa kerokan dapat merusak jaringan kulit karena menggesekan benda logam, koin atau alat bantu kerokan lainnya. Meski begitu kerokan telah mendapatkan uji coba dari beberapa ahli kesehatan, kerokan yang benar tidak akan menimbulkan rasa sakit apalagi melukai kulit. Menggunakan minyak yang berfungsi untuk mneghangatkan serta melincinkan permukaan kulit saat pengobatan berlangsung.

Timbulnya warna kemerahan pada kulit bisa menjadi petunjuk seberat apakah gejala masuk angin yang diderita, berat atau ringan. Ahli akupuntur juga menyarankan, sebaiknya kerokan dilakukan di titik-titik urat syaraf motorik yang terangsang sehingga melancarkan sirkulasi darah.

Adapun cara kerokan yang benar dengan mengerok lurus sejajar dengan tulang belakang menyamping lalu sejajar dengan arah bahu agar melalui titik tertentu. Satu lagi yang terpenting, hindari kegiatan mandi atau membasuh tubuh dengan air usai melakuakn kerokan, karena kondisi pori-pori kulit dalam keadaan terbuka.

Usai melakukan kerokan sebaiknya Anda beristirahat sejenak untuk merileksasikan tubuh agar lebih prima dan sembuh dari masuk angin.

cukup.
sayonara....
ucapkan salam emoticon-I Love Kaskus (S)
image-url-apps
Gk suka kerokan gan
apaan sih ini
×