alexa-tracking

Daging Qurban Dikemas Jadi Kornet, Apa Pendapat Agan?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56025535dc06bd08208b4574/daging-qurban-dikemas-jadi-kornet-apa-pendapat-agan
Daging Qurban Dikemas Jadi Kornet, Apa Pendapat Agan?
Daging Qurban Dikemas Jadi Kornet, Apa Pendapat Agan? Quote:Gan, nggak terasa besok sudah masuk hari raya qurban atau lebih dikenal dengan 'Idul Adha, ya, gan.

Hari raya qurban sejatinya mengajarkan seseorang untuk berlaku ikhlas dalam beramal dan menumbuhkan semangat untuk berbagi ke sesama, terlebih bagi mereka yang hidupnya kurang mampu dalam hal materi. Dengan berqurban, seorang muslim menghadirkan keceriaan bagi orang-orang di sekitarnya yang hidup kekurangan.

Nah, dalam perayaannya, hari raya qurban diwajibkan untuk menyembelih hewan qurban untuk dibagi-bagikan ke setiap orang yang membutuhkan. Tidak terbatas kalangan muslim saja, gan. Tetapi bisa disedekahkan kepada non muslim yang membutuhkan juga. Apalagi sekarang sudah modern, banyak cara pengolahan daging qurban salah satunya dengan cara dibuat kornet agar bisa lebih tahan lama dan bisa didistribusikan ke daerah-daerah yang lebih luas.

Berikut pembahasan mengenai pengolahan daging qurban dengan cara dibuat kornet sebagaimana dimuat di website Rumah Zakat, gan:


Quote:Tujuan dibuat kornet

Daging Qurban Dikemas Jadi Kornet, Apa Pendapat Agan?

Pengemasan daging kurban dalam kaleng (kornetisasi) merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk optimalisasi pelaksanaan ibadah kurban dalam rangka menjamin agar daging kurban lebih awet dan memiliki daya tahan yang lebih lama.

Keuntungan lain dari daging kurban dikornetkan adalah daging tersebut dapat mencapai masyarakat dan tempat yang lebih luas lagi, bahkan sampai daerah-daerah pelosok yang sulit dijangkau atau daerah-daerah bencana. Contoh tentang hal ini sebagaimana yang telah dilakukan di beberapa Negara Islam, misalnya Saudi Arabia, yang telah mengirim daging kurban dikornetkan ke berbagai Negara muslim yang miskin di seluruh dunia atau lokasi-lokasi bencana yang memerlukan bantuan bahan makanan. Hal ini tidak akan dapat dilakukan apabila daging tersebut tidak dikornetkan. Kornetisasi ini mempunyai landasan hukum yang jelas dan didukung oleh banyak ulama.


Quote:Hukum pengemasan daging qurban

Daging Qurban Dikemas Jadi Kornet, Apa Pendapat Agan?

1. Pada awalnya Rasulullah saw. sempat melarang para sahabat untuk memakan daging kurban setelah tiga hari, sebagaimana digambarkan dalam hadits Aisyah ra. ia berkata, "Dahulu kami biasa mengasinkan daging udhhiyah (kurban) sehingga kami bawa ke Madinah," tiba-tiba Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian menghabiskan daging kurban kecuali dalam waktu tiga hari!” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, setelah itu Rasulullah saw. memperbolehkan untuk menyimpan atau mengawetkan daging kurban. Larangan ini bukan untuk mengharamkan, melainkan agar banyak orang miskin yang mendapat bagian darinya dalam rangka membantu kelangsungan hidup mereka akibat paceklik, hal ini sebagaimana dijelaskan pada hadits Salamah bin al-Akwa, berkata: Nabi SAW bersabda, "Siapa yang menyembelih kurban maka jangan ada sisanya sesudah tiga hari di rumahnya walaupun sedikit." Tahun berikutnya orang-orang bertanya: "Ya Rasulullah apa kami harus berbuat seperti tahun lalu?" Nabi saw menjawab, "Makanlah dan berikan kepada orang-orang dan simpanlah sisanya. Sebenarnya, tahun lalu banyak orang yang menderita kekurangan akibat paceklik, maka aku ingin kalian membantu mereka.”

2. Hadits Jabir bin Abdullah ra. berkata: “Dulu kami tak makan daging kurban lebih dari tiga hari di Mina," kemudian Nabi saw. mengizinkan dalam sabdanya, "Makanlah dan bekalilah dari daging kurban.” Maka kami pun makan dan berbekal. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Sabda Nabi saw.: “Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu memakan daging kurban di atas tiga hari.” Lalu orang-orang mengadu kepada Nabi saw., bahwa mereka mempunyai keluarga, kerabat, dan pembantu. Maka Nabi saw. bersabda, "[Kalau begitu] makanlah, berikanlah, tahanlah, dan simpanlah!” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan, boleh tidaknya menyimpan (iddikhar) daging kurban, bergantung pada ‘illat (alasan penetapan hukum), yaitu ada tidaknya hajat. Jika tidak ada hajat, tidak boleh menyimpan. Jika ada hajat, boleh. Imam Ibnu Hazm dalam Al- Muhalla 6/48 berkata, "Larangan menyimpan daging kurban tidaklah di-nasakh (dihapus), melainkan karena ada suatu ‘illat. Jika ‘illat itu hilang, larangan hilang. Jika illat itu ada lagi, maka larangan pun ada lagi.”

Jadi, jelaslah bahwa menyimpan daging kurban dengan cara mengawetkannya, baik dengan dikornetkan, diasinkan, didendeng atau dengan cara lainnya hukumnya boleh dilakukan, apalagi bila memiliki tujuan dan manfaat khusus, seperti kepraktisan untuk didistribusikan ke daerah yang sangat membutuhkan atau daerah bencana.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah daging kurban yang dikornetkan tersebut harus dipotong atau disembelih pada saat Hari Idul Adha maupun hari Tasyrik. Meskipun pemanfaatannya bisa dilakukan di luar hari-hari tersebut. Jika penyembelihan melampaui batas tersebut, kurbannya tidak sah, sehingga daging kornet pun hanya dianggap daging kalengan biasa, bukan pelaksanaan ibadah kurban, dalilnya adalah sabda Nabi saw.: “Setiap sudut kota Makkah adalah tempat penyembelihan dan setiap hari-hari Tasyriq adalah [waktu] penyembelihan.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Thabrani, dan Daruquthni). (Syaikh Al-Albani berkata, "Hadis ini sahih.” Lihat Shahih Al-Jami` Ash-Shaghir, 2/834). Imam Syafi’i dalam Al-Umm 2/222 berkata, "Jika matahari telah terbenam pada akhir hari-hari tasyriq [tanggal 13 Zulhijjah], lalu seseorang menyembelih kurbannya, maka kurbannya tidak sah.”

Pendapat ini sesuai dengan pendapat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR (HC). KH Ma’ruf Amin, yang mengungkapkan bahwa daging kurban boleh dikornetkan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar. “Pada era modern ini, daging kurban itu jumlahnya banyak sekali. Sehingga tidak bisa dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan pada saat berlangsungnya Hari Idul Adha saja. Oleh karena itu, supaya daging kurban awet dan tidak mubazir boleh dikemas dalam bentuk kornet atau didendeng, sehingga bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan pada hari lain,” “Terkait dengan larangan menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, hal tersebut harus disesuaikan dengan konteks keadaannya.Namun hal yang perlu diperhatikan, daging kurban yang dikornetkan tersebut harus dipotong atau disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha maupun hari Tasyriq”.


Quote:Sekian dulu tret ane, gan. Mengingat di Indonesia sering terjadi bencana alam, maka menurut ane pengawetan daging qurban perlu dilakukan karena akan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

Jangan cuma jadi pembaca sunyi, ya! Komen agan sangat berarti buat menciptakan sebuah diskusiemoticon-Big Grin
So, ditunggu komen bermutunya, gan!

Jangan lupa ritual Kaskuser untuk emoticon-Rate 5 Star dan bagi emoticon-Blue Guy Cendol (L) serta HINDARI pelemparan emoticon-Blue Guy Bata (L)
reserved!
enak gan emoticon-Cendol (S) emoticon-Cendol (S)
sepertinya menarik, ninggalin jejak dulu, tuk di baca ntar di rumah.
setau ane sih daging kurban itu harus dibagikan pada tanggal 10, 11, 12, dan paling lambat 13 dzulhidjah, diatas itu daging kurban terhitungnya jadi sedekah biasa
nah yang jadi masalah adalah apa kalo dikornet gini penyalurannya bisa cepat diterima ke tangan si penerima qurban sebelum magrib 13 dzulhidjah gan???
Quote:Original Posted By fahmihaddad
setau ane sih daging kurban itu harus dibagikan pada tanggal 10, 11, 12, dan paling lambat 13 dzulhidjah, diatas itu daging kurban terhitungnya jadi sedekah biasa
nah yang jadi masalah adalah apa kalo dikornet gini penyalurannya bisa cepat diterima ke tangan si penerima qurban sebelum magrib 13 dzulhidjah gan???


mungkin tujuannya biar dagingnya tetep seger gan
selama daging tetep terdistribusi (meskipun diatas tgl 12 Dzulhijah udah jadi sedekah biasa), daging tetep keadaanya lebih baik dan ga ngebusuk emoticon-Big Grin

kata MUI gimana?
mending di kornet aja, jadi gak banyak yg jual kurban di pinggir jalan, jadi lebih bersih dan teratur.
hawa nya jadi beda gan , kaya bukan daging qurban kalo di cornet mah
Quote:Original Posted By septiansendi
kata MUI gimana?

Coba dibaca lagi, gan.. Ada pendapat MUI juga kokemoticon-Smilie
kl dikornet dagingnya lembek gan
Gpp gan..yang penting higienis
Wih enak tuh gan.. Jd lafar euy
Kayaknya klo udh masuk kemasan pasti ada sedikit pengawetnya...
tapi takutnya didagangin gan ama yg dikasi sumbangan... dijadiin nasi goreng ato mi telor kornet emoticon-Ngakak
asal ga dibilang bid'ah aja dah
emoticon-Ngakak (S)
kalo gitu gak bisa lagi nyium bau sate berseliweran di langit kalo qurban ditempat ane di jadiin kornet gitu emoticon-Hammer (S)
enakan langsung di platikin merah, banyak soalnya emoticon-Big Grin
Asal tdk dikomersilkan aja sih ...
Kornet gak enak buat di gule gan emoticon-Mewek