alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55f9a95612e2575e348b4567/ngajak-pacaran-gtlt-ngajak-putus-beda-atau-sama
Love 
Ngajak Pacaran >< Ngajak Putus beda atau sama?
Nih GAN udah beberapa minggu kepikiran gak jelas gini, ini #RANDOM Banget tapi mau pinta pendapat agan / sista semua


Ngajak Pacaran >< Ngajak Putus beda atau sama?

KASUS emoticon-Hot News
Quote:
Ketika ada cowo/cewe nembak emoticon-Malu (S) (menyatakan perasaan nya) ke lawan jenis yang di suka / sayang / kagum bahkan cinta, lalu mengutarakan pertanyaan emoticon-Cek PM (S) :
"Mau kah kamu jadi pacar ku?" / "Boleh kah aku jadi pacar mu? dan lain lain nya sesuai konteks
si lawan jenis pun biasanya menanyakan balik :
"apa alasan nya?" / "Apa yang kamu suka?" dan lain lain nya sesuai konteks
Lalu di utarakan alasan mengapa dia jatuh perasaan ke lawan jenis tersebut.
Maka muncul jawaban atas pertanyaan pertama tadi antara "iya / tidak" "di terima / di tolak"
Jika di terima ya maka mereka akan jadian, jika di tolak agan dan sista tau lah emoticon-Mewek ...


Quote:Nah kenapa tidak berlaku ke hal yang sebalik nya?
Maksudnya? gini nih..


Ketika ada cowo/cewe mau "putus hubungan"emoticon-Sorry ke pacar nya, lalu dia bilang :
"Aku mau kita putus!" emoticon-Sorry
si lawan jenis pun biasanya menanyakan balik :
"apa alasan nya?" / "Emang nya aku salah apa?" dan lain lain nya sesuai konteks
Di sini biasanya terutama "perempuan" #Maaf akan memberikan alasan nya secara emosional (nangis / marah) dll, lalu pergi meninggalkan pasangan nya. atau bahkan menggariskan keraskan "KITA PUTUS"


Spoiler for Pertanyaan? :



Spoiler for MAAF:
Bisa diibaratkan seperti ini:
Si A mau pergi ke suatu tempat
yg belum pernah dia kunjungi,
dia akan berusaha bertanya
dan mencari jalan ke tempat tsb.
Pada saat si A ingin kembali
ke tempat (rumah) nya,
Apakah si A akan bertanya
jalan untuk kembali pulang?

Cuma perumpamaan itu kurang tepat,
Karena dalam proses hubungan inter personal,
banyak aspek yang menjadi bagian didalamnya.
hmmm, izin ngasih pendapat ya..

karena untuk menjalin hubungan butuh kesepakatan, tapi untuk memutuskan sebuah hubungan cuma butuh satu pihak yang tidak berkenan. apakah ini adil? entahlah, tapi itulah jalannya dunia. sebagaimana lebih mudah menyakiti ketimbang membahagiakan seseorang. lebih mudah merusak daripada membangun sesuatu. lebih mudah berdosa ketimbang beramal. lebih mudah menghancurkan kepercayaan seseorang ketimbang membangun kepercayaan seseorang. lebih mudah merusak hidup seseorang ketimbang memperbaiki hidupnya. dll dsb.

sesuatu yang baik biasanya banyak syaratnya. dan itulah yang membuat hal baik itu eksklusif, ga gampang untuk dilakukan, tapi yang bisa melakukannya akan mulai derajatnya.



antithesis : tidak selamanya yang susah untuk dibangun pasti positif. menguasai dunia misalnya, atau merencanakan perampokan. ingatlah bahwa di dunia ini pasti ada orang yang mau bersusah payah untuk melakukan hal buruk, padahal dia bisa melakukan hal baik yang jauh lebih mudah : dengan tidak melakukannya.

artinya, saya tidak dukung kasus ini kalau disamakan dengan pacaran gaya ABG atau mesum2an, atas alasan kepositifan hubungan yang dibangun.. saya dukung jika yang dibangun adalah KOMITMEN. dan alasan mundurnya salah satu pihak karena dia merasa pihak lain tidak menghargai dan/atau menciderai komitmen yang dibangun bersama. dan keputusan itu memang layak untuk diambil sepihak, tidak perlu persetujuan pihak lain.



dan begitulah, saya bisa simpulkan bahwa pertanyaan agan TS bisa dijawab dengan "karena begitulah dunia ini berjalan".. tapi bagaimanapun juga, ini pertanyaan bagus.
kenapa beda?
karena...
ketika lu mau bikin jus apel,
lu butuh apel butuh mixer, nah datang lah sebuah apel, dari luar terlihat merah dan segar.
ok. lu pun setuju, ketika dah dikupas kulitnya, dah dipotong2, eh ternyata didalamnya dah busuk, ada ulat.
dan seketika. apaaan nih apel gini, dah buang, masuk tong sampah.

---------------------------------------
editnya ga nyambung sih dg kasus TS
gini
gw kepikiran sma ilustrasi gw tadi, gw ingat sama mixer2/blender yg dijual di tv2 itu loh
yg katanya ga perlu kupas buah, tinggal masuk... ups tumpeh2 air jusnya...
nah coba lu bayangin, klo buah yg lu pake itu di dalam nya ada ulat emoticon-Najis (S)
kok bisa2ny gw kepikiran hal ginian emoticon-Hammer (S)
So simple.
Karena menjalin hubungan butuh kesepakatan kedua pihak,
Maka ketika salah satu pihak udah gak lagi sepakat,
otomatis hubungan terputus.

Ga pernah ngalamin sih. Kalo jadian atas dasar sama2 suka. Kalo putus juga atas kesepakatan bersama dengan penyebab yang jelas.
Quote:Original Posted By mrsnow
Bisa diibaratkan seperti ini:
Si A mau pergi ke suatu tempat
yg belum pernah dia kunjungi,
dia akan berusaha bertanya
dan mencari jalan ke tempat tsb.
Pada saat si A ingin kembali
ke tempat (rumah) nya,
Apakah si A akan bertanya
jalan untuk kembali pulang?

Cuma perumpamaan itu kurang tepat,
Karena dalam proses hubungan inter personal,
banyak aspek yang menjadi bagian didalamnya.

Makasih udah jawab gan, ini kaya *nanya temen deket dulu gimana sifat sih "penembak" ketika ok, maka di terima lah. Tapi ketika sudah merasa jenuh dia putuskan sepihak gan, sama aja kayanya.. u,u

"Hubungan Inter Personal" setuju deh sama ini, ujung ujung nya balik ke diri sendiri ya gan? emoticon-Malu (S)


Quote:Original Posted By DJ Kuahh
hmmm, izin ngasih pendapat ya..

karena untuk menjalin hubungan butuh kesepakatan, tapi untuk memutuskan sebuah hubungan cuma butuh satu pihak yang tidak berkenan. apakah ini adil? entahlah, tapi itulah jalannya dunia. sebagaimana lebih mudah menyakiti ketimbang membahagiakan seseorang. lebih mudah merusak daripada membangun sesuatu. lebih mudah berdosa ketimbang beramal. lebih mudah menghancurkan kepercayaan seseorang ketimbang membangun kepercayaan seseorang. lebih mudah merusak hidup seseorang ketimbang memperbaiki hidupnya. dll dsb.

sesuatu yang baik biasanya banyak syaratnya. dan itulah yang membuat hal baik itu eksklusif, ga gampang untuk dilakukan, tapi yang bisa melakukannya akan mulai derajatnya.



antithesis : tidak selamanya yang susah untuk dibangun pasti positif. menguasai dunia misalnya, atau merencanakan perampokan. ingatlah bahwa di dunia ini pasti ada orang yang mau bersusah payah untuk melakukan hal buruk, padahal dia bisa melakukan hal baik yang jauh lebih mudah : dengan tidak melakukannya.

artinya, saya tidak dukung kasus ini kalau disamakan dengan pacaran gaya ABG atau mesum2an, atas alasan kepositifan hubungan yang dibangun.. saya dukung jika yang dibangun adalah KOMITMEN. dan alasan mundurnya salah satu pihak karena dia merasa pihak lain tidak menghargai dan/atau menciderai komitmen yang dibangun bersama. dan keputusan itu memang layak untuk diambil sepihak, tidak perlu persetujuan pihak lain.



dan begitulah, saya bisa simpulkan bahwa pertanyaan agan TS bisa dijawab dengan "karena begitulah dunia ini berjalan".. tapi bagaimanapun juga, ini pertanyaan bagus.


Iya gan, makasih pendapatnya..
Tapi kalo kesimpulan nya "karena begitulah dunia ini berjalan" kesan nya gak logis.. walau di lihat kasat mata "ya alur cerita nya gitu" tapi kan ada penjelasan yang logisnya "kenapa" @_@

"Sesuatu yang baik biasanya banyak syaratnya. dan itulah yang membuat hal baik itu eksklusif, ga gampang untuk dilakukan, tapi yang bisa melakukannya akan mulai derajatnya." setuju banget ini nih... emoticon-Kiss (S)

Quote:Original Posted By nanletsbegin
kenapa beda?
karena...
ketika lu mau bikin jus apel,
lu butuh apel butuh mixer, nah datang lah sebuah apel, dari luar terlihat merah dan segar.
ok. lu pun setuju, ketika dah dikupas kulitnya, dah dipotong2, eh ternyata didalamnya dah busuk, ada ulat.
dan seketika. apaaan nih apel gini, dah buang, masuk tong sampah.

---------------------------------------
editnya ga nyambung sih dg kasus TS
gini
gw kepikiran sma ilustrasi gw tadi, gw ingat sama mixer2/blender yg dijual di tv2 itu loh
yg katanya ga perlu kupas buah, tinggal masuk... ups tumpeh2 air jusnya...
nah coba lu bayangin, klo buah yg lu pake itu di dalam nya ada ulat emoticon-Najis (S)
kok bisa2ny gw kepikiran hal ginian emoticon-Hammer (S)


Makasih gan pendapatnya, tapi kalo di samakan dengan kasus blender x buah sama kasusnya..
kan kalo kasus mereka udah "jadian" nih.. baru mengatasnamakan "putus" secara sepihak..
berarti kalo blender x buah, udah di minum nih setengah pas di mulut ada yg uget uget.. udahan deh minum nya emoticon-Najis (S) ? gitu kah? emoticon-Takut (S) wkwkkwkw

Quote:Original Posted By clover911
So simple.
Karena menjalin hubungan butuh kesepakatan kedua pihak,
Maka ketika salah satu pihak udah gak lagi sepakat,
otomatis hubungan terputus.



Makasih gan jawabanya, ane sih setuju tentang ini kalo masih tawar menawar (saat di tembak pikir pikkir dulu gitu) karena ketika proses "penembakan" terus tanya alasan di timang di timbang dan mereka "sepakat" untuk menjalin.. Terus di tengah jalan ada satu pihak gak lagi sepakat, kesan nya labil dong gan (ABG sekarang emang sih banyak) tapi bukan kah akan aneh di lihat sepandang mata kalo saat udah berjalan bilang gak sepakat setelah sebelumnya dia bilang sepakat?
Quote:Original Posted By Risky25


Makasih gan jawabanya, ane sih setuju tentang ini kalo masih tawar menawar (saat di tembak pikir pikkir dulu gitu) karena ketika proses "penembakan" terus tanya alasan di timang di timbang dan mereka "sepakat" untuk menjalin.. Terus di tengah jalan ada satu pihak gak lagi sepakat, kesan nya labil dong gan (ABG sekarang emang sih banyak) tapi bukan kah akan aneh di lihat sepandang mata kalo saat udah berjalan bilang gak sepakat setelah sebelumnya dia bilang sepakat?


Jadi ini bahasannya beralih ke kenapa bisa terjadi perubahan kata sepakat?
Bisa bisa aja lah.
Mungkin ada sifat pasangan yg gak disuka, jenuh, atau tertarik sama orang lain.

Memang sebaiknya putus pun dgn kesepakatan, tapi itu cuma ''sebaiknya'' gak bisa dijadiin syarat mutlak.

Setiap orang memiliki tingkat kedewasaan dan kelapangan hati yg gak sama.
maaf gan ane jones jadi kurang tau emoticon-Berduka (S)
tergantung situasi dan keadaan dari pasangan tersebut. memang untuk jadian haruslah ada kesepakatan kedua belah pihak, namun untuk putus, belum tentu hanya sepihak.....

intinya adalah:
"semua itu balik ke pribadi masing masing lagi"

Kalo menurut ane sih sesuatu yang dimulai dengan baik, harus diakhiri dengan cara yang baik pula...

Kecuali diakhir cerita ada sesuatu yang membuat hubungan itu berakhir dan membuat salah satu pihak terluka, maka ane rasa wajar adanya putus tanpa pemberitahuan... emoticon-Hammer (S)
Quote:Original Posted By Risky25
Iya gan, makasih pendapatnya..
Tapi kalo kesimpulan nya "karena begitulah dunia ini berjalan" kesan nya gak logis.. walau di lihat kasat mata "ya alur cerita nya gitu" tapi kan ada penjelasan yang logisnya "kenapa" @_@

"Sesuatu yang baik biasanya banyak syaratnya. dan itulah yang membuat hal baik itu eksklusif, ga gampang untuk dilakukan, tapi yang bisa melakukannya akan mulai derajatnya." setuju banget ini nih... emoticon-Kiss (S)


kesimpulan gampangnya memang saya beri yang paling simpel aja, tapi kesimpulan logisnya kan sudah saya tuliskan juga diatasnya. bahwa menjalin hubungan itu butuh kesepakatan dua orang atau lebih, tapi untuk merusaknya cuma butuh kehilangan kesediaan dari salah satunya untuk melanjutkannya.

lebih jelasnya begini.

sebuah hubungan, relasi, itu pasti melibatkan dua pihak atau lebih. karenanya, untuk mencapai terwujudnya sebuah hubungan, kedua belah pihak harus berkumpul untuk mencapai kesepakatan bentuk hubungan itu. jika salah satu pihak tidak setuju dengan bentuk hubungan, maka hubungan itu sendiri tidak akan terwujud. dan ini sama dengan bagaimana memutus hubungan, jika salah satu tidak bersedia menjalainya ataupun melanjutkannya, maka hubungan tidak berjalan. jangankan mengenai putus, pedekate tapi ditolak pun kasusnya sama kan.

sementara saat seseorang ingin memutus sebuah relasi, berarti yang ditujunya adalah kondisi individual. dimana untuk memenuhi kondisi ini hanya dibutuhkan satu pihak saja, satu orang. karenanya, untuk mencapai sebuah kondisi individu, seseorang harus mengambil keputusan sendiri. tidak dibutuhkan kesepakatan dari relasi sebelumnya, terutama jika memang relasi itu sifatnya tidak resmi.

lihat kondisi apa yang dituju, siapa saja yang akan terlibat di situasi akhirnya, bukan prosesnya. maka sangat wajar kalau kehilangan kesediaan satu pihak saja sudah cukup untuk menghentikan berjalannya sebuah hubungan atau relasi.


tapi sekali lagi, memang begitulah dunia berjalan. memang begitulah hubungan antar manusia berjalan. jauh lebih mudah menjadi sendiri dibanding menjalin hubungan, karena untuk menjadi sendiri hanya butuh keputusan satu pihak saja.

mohon maaf jika sekiranya penjelasan sebelumnya kurang tepat sasaran..
tergantung dari dua belah pihak gan.
klo pacaran kan kaya motor jalan, 2 roda harus jalan ke arah sama (kesepakatan)
klo salah satunya ga sepakat, ya berenti gan emoticon-Big Grin

masalahnya ya gimana cara berentinya. kalo bae2 ya ibarat motor di rem dulu. jadi berentinya enak.
klo sepihak, kaya kecelakaan, bisa melukai salah satu ato keduanya pihak.

Quote:Original Posted By Risky25

Makasih udah jawab gan, ini kaya *nanya temen deket dulu gimana sifat sih "penembak" ketika ok, maka di terima lah. Tapi ketika sudah merasa jenuh dia putuskan sepihak gan, sama aja kayanya.. u,u

Disitu saya cuma mengilustrasikan apa yang agan maksudkan,
Yang sebenarnya kurang tepat, karena alasannya bisa sangat jelas,
dan secara umum putusnya suatu hubungan pasti diketahui penyebabnya,
walau tanpa adanya pembahasan.
Kecuali yg diputuskan kurang peka, dsb.

Quote:Original Posted By Risky25

"Hubungan Inter Personal" setuju deh sama ini, ujung ujung nya balik ke diri sendiri ya gan? emoticon-Malu (S)


Dalam proses hubungan inter personal,
banyak aspek yang menjadi bagian didalamnya.
kayaknya tergantung orang , sikon dan tragedi yang terjadi nya karena apa nih...
baru dah dari situ bisa, putus secara baik2 atau putus secara sepihak
yang pasti klo nembak pasti secara baik2 emoticon-Big Grin , kebanyakan
sebenenya dua dua nya sama gan ngajak pacaran pun kudu yg satu nerima, sama putus juga kudu yg satu nerima, emoticon-Big Grin gajelas bodo amat dahh
cinta itu berawal dari mata, turun kehati, terakhir jadi taik deh. iya di taik taikin setelah putus
Beda.
Karena orang kalo minta putus pasti bilang, "Aku mau kita putus aja!"
Bukan, "Kamu mau ga jadi mantanku?"
klo menurut ane nih gan,
dalam sebuah hubungan, pasti ada enak ad g enak, ada seneng ada sedih, ada tertawa ada nangis, ada baik ada buruk, dan semua it datang bergantian.

dr pertanyaan agan, kenapa klo mutusin hubungan cuma satu pihak ?, karena pihak yg minta putus itu lah pihak yang merasa di rugikan, ato merasa g nyaman, biasanya cwe yg minta putus duluan, cwe sangat terbawa emosi, g mau ribet, di kira setelah putus masalah uda selese. atau sama-sama terlalu terbawa emosi. sebenernya disinilah komitmen berperan, klo bener-bener berkomitmen ya mutusin masalah pke kepala dingin. sebenrnya klo pke kepala dingin malah bisa g jadi putus.

kenapa ane bisa bilang begitu, seperti yg ane bilang waktu awal dalam hubungan akan ada masa pas hubungan it seneng - sedih - seneng - sedih -seneng - sedih gitu terus ber ulang-ulang, klo uda d ambang putus kan hubungan it pada saat sedih, jika ad salah satu pihak yang bisa pertahanin maka hubungannya akan kembali baik dan g jadi putus. biasanya yg terlanjur putus, setelah emosi uda reda, kedua pihak akan sama-sama galau, karena uda waktunya seneng tapi terlanjur putus.

semoga bisa menjawab pertanyaan TS, klo orang yg mutusin cuman satu pihak itu karena terbawa emosi aj, dan g mau lihat sisi baik dan sisi buruknya orang lain

tergantung masalah yang dihadapi sih gan emoticon-Big Grin
kalo pengalaman ane gak pernah sih putus pake berantem gitu, paling saling tanya aja "kamu masih sayang gak sih bebs jujur" trus kalo udah pada jujur dan pengen udahan, ya udah emoticon-Big Grin
atau ane terlalu main main yak sama mantan mantan ane emoticon-Hammer2